
Dor
Dor
Alvin meninggalkan kantor , setelah urusan kantor selesai . Saat bekerja pun alvin terus mengingat ucapan maminya yang berhasil membuat nya insecure , entah kenapa alvin selalu insecure sendiri , jika ada orang yang membandingkan nya dengan sang kakak , alvaro .
Selain rupa varo mendekati kata sempurna menurut pemikiran alvin , kakak kedua nya pun memiliki segalanya jauh di atas nya dan kekayaan sang kakak pun benar-benar hasil jerih payahnya sendiri , tidak seperti dirinya dan kakak pertama arda .
Padahal orang - orang pun pasti akan menilai rupa dari alvin pun tak kalah tampan dari varo , tapi tetap saja alvin selalu merasa seperti butiran serbuk jika maminya membandingkan nya dengan kakak kedua nya .
Berbeda dengan arda , kakak pertama dari alvin yang lebih memilih mengabdi menjadi seorang dokter spesialis , tanpa mau ikut campur urusan perusahaan papinya . sedangkan varo justru sangat menekuni bisnis otomotif yang dia bangun sendiri dari nol tanpa campur tangan kedua orang tuanya hingga sebesar sekarang , berbeda dengan dirinya yang memiliki kekayaan tapi kekayaannya berasal dari kedua orang tuanya , yaitu menjadi penerus perusahaan papi dan maminya .
“ An , ana . Kamu berada di dalam kamar kan ? “ begitu tiba , alvin langsung menuju ke kamar tamu di mana ana berada .
Ana memilih tidur di kamar tamu , dari pada tidur di kamar utama yang alvin sudah sediakan .
Cek lek
__ADS_1
“ Astagfirullah , bapak ini mau nagih utang atau mau ngajak ribut sih pak ? tidak bisa kah dengan cara halus melakukan nya , bapak seperti rentenir yang sedang menagih hutang padaku saja . “ omelan ana saat membuka pintu kamar nya .
“ Maafin aku , karena sedikit mengganggu waktu istirahat kamu . Tapi perasaan saya belum tenang , sebelum aku memastikan sesuatu sama kamu . Aku mau tanya satu pertanyaan sama kamu , seandainya kamu nanti bertemu dengan bang varo , apa kamu juga akan lebih memilih bang varo sama seperti yang lainnya , ketimbang aku yang sudah jelas daddy dari anak yang masih ada di dalam perut kamu ? “ cecar alvin .
Ana menautkan kedua alisnya , saat mendapatkan pertanyaan ambigu dari alvin “ bapak itu sebenarnya lagi ngomongin siapa ? “ ana benar-benar gagal faham , maksud dari ucapan laki - lagi di hadapan nya .
“ Aku lagi ngomangin bang varo , dia kakakku . Aku hanya sedang memastikan saja , seandainya nanti kamu bertemu dengan bang varo bisa kah kamu tidak berpaling dari ku ? “ balas alvin .
Ana memutar bola matanya dengan malas
“ Jika sudah tidak ada hal penting lagi , aku akan masuk kamar lagi . “ ujar ana dengan menutup pintu kamar nya , tapi alvin menahan pintu nya agar tidak tertutup .
“ Tunggu mommy ! oke , daddy tidak akan membahas itu lagi . Tapi mommy , apa gak bosen ngerem terus di dalam kamar ? mau jalan - jalan , shoping , ke salon atau Moll beli perlengkapan bayi kita ? nanti daddy temenin .
Ana memutar bola matanya kembali mendengar ajakan alvin , seharian ini saja ana terus berada di dalam kamar tanpa melakukan apapun . Mungkin kemalasan nya karena bawaan bayi di dalam perutnya , ana pun merasa setelah hamil ana benar-benar berubah menjadi pemalas , bahkan untuk mandi saja ana sangat malas .
Jika di perhatikan secara seksama , penampilan ana sekarang pun bisa di sebut kusam , belum lagi rambut panjang nya terus ana kuncir ke atas , mengingat ana jarang sekali keramas saat hamil .
__ADS_1
Ana memutar badan nya kembali keranjang , meninggal kan alvin yang masih berdiri di depan pintu . “ Tidak , terima kasih atas ajakan nya bapak alvin mahesa . Aku memilih rebahan saja di sini , meneruskan rebahan ku yang sempat bapak ganggu . “ tolak ana .
Mendengar ana menolak ajakan nya , alvin pun mengikuti ana masuk ke kamar dan ikut rebahan di samping ana dengan santainya . “ bapak apa - apaan sih ngikutin saya seperti ini , kita ini bukan pasangan suami istri . “ sungut ana .
“ Is , daddy kan lagi menemani mommy rebahan . Lagian 4 bulan lagi juga kita jadi pasangan suami istri , mungkin tidak akan masalah juga kita dekat seperti ini . “ ana melebar kan matanya , kemudian beranjak setelah mendengar penuturan alvin barusan .
“ Emang siapa yang mau nikah dengan bapak 4 bulan lagi ? bukan kah aku sudah katakan , aku tidak akan mempunyai hubungan apapun lagi dengan laki-laki mana pun , luka yang di torehkan dalam hubungan ku terdahulu saja belum hilang apalagi mengering pak , jadi plis pak jangan meminta lebih dari hubungan ini . Cukup bapak tahu , jika anak yang ku kandung adalah darah daging bapak dan ku harap bapak mengerti apa yang sampai kan ini . Satu lagi pak , bisa kah bapak tidak berlebihan memperlakukan aku di rumah ini , anggap saja aku orang asing yang sedang menumpang di rumah bapak , selama anak ini masih dalam kandungan ku . Mungkin setelah anak ini lahir , aku pun tidak akan lagi membebani bapak dengan terus menerus menumpang di sini , aku akan membawa anak ku pergi . “ tutur ana dengan panjang lebar .
Rahang alvin mengeras mendengar ucapan ana , alvin pun secara spontan menarik ana kembali ke ranjang dan mengungkung nya di ranjang . “ berani - berani nya kamu berpikir untuk meninggalkan ku dan membawa anak kita , untuk saat ini kamu boleh egois dengan tidak ingin mempunyai hubungan dengan ku , tapi tidak bisa kah kamu berpikir untuk anak kita , anak kita ke depan nya pasti akan sangat membutuhkan sosok ayah dan ingat baik - baik . AKU TIDAK AKAN MENYERAH UNTUK BISA MENDAPATKAN HATI MU SAMPAI KAPAN PUN , AKU PUN TIDAK AKAN MENGANGGAP MU ORANG ASING , KARENA KAMU IBU DARI KETURUNAN KU . CAMKAN BAIK - BAIK DI PIKIRAN DAN HATI KAMU . “ setelah memberi ultimatum , alvin langsung mendekatkan wajahnya dan membungkam mulut ana dengan mulut nya .
Hmmmmpp
Ana tentu saja meronta , tapi kedua tangan ana di cengkram alvin dengan erat sehingga ana pun tidak bisa berbuat apapun . Karena ana terus mengatup bibirnya , alvin pun melepasnya . “ kenapa lepas , lanjut kan saja apa yang ingin kamu lakukan padaku . Bukan kah kamu belum puas . “ ana bukan nya takut , tapi terlihat menantang alvin .
Alvin beranjak , tapi terlebih dulu alvin membenahi baju ana yang terlihat berantakan karena ulahnya , tidak lupa alvin pun membersihkan bekas air liur nya yang ada di wajah ana . “ untuk sekarang cukup segini pelajaran dari ku , tapi tidak lain waktu jika kamu kembali mengatakan ingin pergi dan menjauh dari ku . Ingat ana , aku pastikan kamu tidak akan bisa menghindar setelah waktu nya tiba nanti . “ ucap alvin kemudian berlalu keluar dari kamar .
Bersambung
__ADS_1