Cinta Dibalas Pengkhianatan

Cinta Dibalas Pengkhianatan
Hukuman dari sang Mami


__ADS_3

Melihat mani tengah bergelut dengan alat - alat dapur alias mencuci bekas alat-alat masak yang dia gunakan untuk memasak makan siangnya , ana mendekat dan mencoba membantu nya . Pasalnya ana cukup penasaran juga dengan hubungan wanita satu ini , dengan kakak laki-laki dari daddy si utun . Saat Nyonya Alexa datang pun sama sekali tidak memberi penjelasan yang pasti mengenai hubungan kedua nya , entah lah ada hubungan apa antara perempuan yang satu ini dengan kakak dari daddy nya di utun , sehingga Nyonya Alexa sampai turun tangan sendiri . “ aku bantu ya mbak . “ Ujar ana .


Mani menautkan kedua alisnya , melihat ana mau membantu nya . “ liatin nya gak usah kaya gitu juga kali mbak , gue kan cuma mau ngebantuin mbak , biar gak ngerem terus didalam kamar _____ hehe “ ana tersenyum canggung tentu saja .


’ Tumben banget , biasanya yang dia pegang cuma buku - buku tebalnya . Tapi biarin deh dia ngebantuin aku cuci piring , itung - itung belajar jadi Ibu rumah tangga yang baik dan benar nanti nya . ’ batin mani “ Non ana yakin bisa mengerjakan nya ? “ mani sedikit ragu , apa ana bisa mengerjakan pekerjaan rumah seperti ini .


“ Mbak ngeremehin gue banget sih “ karena merasa di remehkan , ana pun mengambil alih mangkok besar yang belum sempat mani bilas dengan air bersih .


Saat ana akan mengangkat mangkok besar yang masih di penuhi busa - busa sabun , entah karena licin atau terlalu berat mangkok nya ternyata jatuh ke bawah , untung tidak mengenai kaki ana maupun mani .


Prang


’ Ya Allah baru satu yang di pegang dia , gimana kalo segitu banyak nya dia pegang . ’ batin mani dengan menghela napas panjang .

__ADS_1


“ Maaf , piring nya licin banget tadi pas gu __ maksudnya pas aku pegang .


“ Ya sudah non ana duduk saja di situ “ ujar mani dengan menunjuk kursi makan tidak jauh dari wastafel di mana mani berdiri . “ biar mani yang beresin sama nyelesain pekerjaan mani terlebih dulu , baru kita bicara . Non ana ada yang ingin di bicarakan sama mani kan ? “ ana menganggukkan kepala nya dengan tidak enak hati , kemudian mengikuti apa yang di pinta mani untuk duduk di kursi yang di tunjuk mani .


Setelah mani menyelesaikan semua nya , mani pun mendekati ana yang masih duduk di tempat yang mani tunjuk . Sungguh ana seperti anak kecil yang telah melakukan kesalahan pada kakaknya saja , padahal umur ana lebih tua dari mani . “ Non ana mau bicara apa sama mani ? “ tanya mani .


“ Gak jadi deh mbak , soal nya ana terlanjur tidak enak hati sama mbak marni . Toh pembicaraan nya juga tidak terlalu penting amat sih , tapi kalo mbak memaksa mah baik deh. Aku cuma mau nanya alpa kok sudah beberapa hari tidak keliatan berkeliaran di rumah ini , memang nya alpa sekarang tinggal di mana ? “ tanya ana , ana hanya mencoba membahas pembicaraan asal saja , ana sebenarnya tidak benar-benar menanyakan keberadaan alpa , syukur - syukur jawabannya merembet kearah yang membuat ana cukup penasaran . Meski pun ana terlihat cuek dengan alpa , tapi ana tahu anak laki-laki itu saat ini ikut pesantren kilat selama 2 minggu ke depan di sekolah nya . Karena tanpa sepengetahuan ibunya , alpa sempat berpamitan padanya , bahkan bukan hanya sekedar berpamitan alpa pun menceritakan alasan , kenapa alpa ingin sekali ke pesantren kilat padahal dari pihak sekolah maupun ibu nya belum membolehkan nya dan tidak lupa ana pun memberikan bekal seperti uang untuk alpa .


“ Alpa ikut pesantren kilat Non . Sebenarnya aku sudah melarang alpa untuk ikut , Non ana kan tahu usia alpa baru 7 tahun dan terlalu kecil pula untuk ikut ke pesantren tapi memang alpa itu plek ketiplek bapak nya , kalo udah kemauan kudu di ikutin . “ balas mani tanpa sadar menyamai alpa dengan Alvaro .


“ Seperti nya mbak marni masih cinta sama bapak nya alpa nih , buktinya mbak marni masih sangat hafal bagaimana watak mantan suami mbak marni itu . “ balas ana .


’ Tentu saja rasa cinta itu masih ada hingga kini , tapi sayang nya rasa sakit dan kecewa ini lebih besar dari cinta ku pada nya . ’ Mani hanya menjawab dalam hatinya .

__ADS_1


Sementara di kediaman Mahesa , Nyonya Alexa benar-benar memberi pelajaran pada putra kedua nya , karena Alvaro sudah berani menenggak minuman haram . Nyonya Alexa pun semalam sengaja tidak memindahkan Alvaro ke kamar nya dan membiarkan Alvaro tidur di sofa ruang tamu , alhasil bukan hanya kepala saja yang terasa sakit karena terlalu banyak minum , badannya pun benar-benar sakit semua .


   “ Sudah puas bobo nya putra ku yang paling ganteng seantero jagat raya ini . “ ujar Nyonya Alexa , tanpa mengalihkan matanya dari majalah yang Nyonya Alexa baca .


“ Ini di mana yah mi ? kok kepala Varo sakit banget mih . Terus ini sudah jam berapa mih ? “ ujar Alvaro dengan terus memegang kepala nya yang terasa berdenyut .


Alvaro benar-benar tidak menyadari jika saat ini dirinya berada di ruang tamu , bahkan Alvaro pun belum menyadari apa yang sudah Mami nya lakukan pada rambut kebanggaan nya . “ Minum dulu susu jahe nya , biar kepala kamu gak terlalu pusing . Nanti kalo kamu sudah sadar , jangan lupa minta maaf sama mami . Satu lagi tidak ada jatah sarapan untuk kamu , karena kamu bangun sangat - sangat terlambat . Sudah sana kembali ke kamar kamu , mami tunggu disini . “ ujar Nyonya Alexa tanpa menoleh ke arah Alvaro .


Alvaro pun mengikuti apa yang ucapkan sang mami , meminum susu yang sudah di sediakan kemudian melangkah menuju ke kamar nya meski jalan nya sedikit sempoyongan . Sampai kamarnya , Alvaro langsung menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya . Tapi saat Alvaro bercermin , Alvaro mengernyitkan dahinya karena merasa bukan dirinya yang ada di pantulan cermin tersebut . “ Kenapa ada tuyul di dalam kamar mandi gue , apa gue masih ngigo yah . “ gumam Alvaro , saat melihat pantulan di cermin nya berkepala plontos . “ Ah udah deh bodoamat , lagian di kamar gue gak ada duit cas ini . “ akhirnya Alvaro memilih tak memperdulikan atau benar-benar belum menyadari jika tuyul yang Alvaro sebut adalah dirinya .


Sebenarnya pagi - pagi sekali , Nyonya Alexa ingin memberi pelajaran putra kedua nya dengan mengguyur wajahnya memakai air bekas mencuci baju , tapi Nyonya Alexa mengurung kan niatnya karena tidak tega melihat Alvaro kedinginan dan sakit . Saat ada tukang cukur langganan sang suami datang ke rumah , Nyonya Alexa pun mempunyai ide untuk memangkas semua rambut kebanggaan putra kedua nya . Bahkan bukan hanya Alvaro yang mendapat hukuman , Alvin pun terkena imbasnya dengan di beri hukuman yang sama dengan Alvaro . Alvin terkena hukuman dari maminya , karena Alvin menghamili ana .


“ Help me , Where did all my hair disappear? “ teriak Alvaro , saat akan memberikan sampho di rambut nya , tapi rambut nya ternyata tidak ada satu helai pun tersisa .

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2