
“ Apa yang sedang kamu lakukan hasan ? kenapa kamu malah menjatuhkan harga diri mu sebagai seorang suami , hanya demi wanita ini . “ ujar Ibu syarifah .
Awalnya Ibu syarifah , menyusul pak hasan ke kamar nya karena ingin meminta maaf pada sang putra . Tak bisa di pungkiri , Ibu syarifah pun sedikit merasa bersalah pada sang putra , atas tidak terselamatkan nya calon cucunya . Tapi saat melihat sang putra malah tengah menjatuhkan harga diri nya dengan bersimpuh , di bawah kaki menantunya , Ibu syarifah pun semakin tidak menyukai Ibu dewi .
“ Kamu juga dewi , kenapa kamu malah membiarkan suami kamu bersujud seperti itu . “ sungut Ibu syarifah dan hendak membantu pak hasan untuk berdiri , tapi pak hasan memilih tetap bersimpuh sebelum sang istri memaafkan nya , tanpa mengindahkan ucapan Ibu nya .
“ Berdiri lah mas ! “ pinta Ibu dewi , tapi pak hasan tetap bersimpuh , karena pak hasan masih melihat kemarahan pada wajah sang istri .
“ Mas , kamu senang jika aku terus menerus terlihat salah di mata Ibu ? “ pinta Ibu dewi sekali lagi , kali ini pak hasan pun beranjak untuk berdiri . Benar apa yang di katakan sang istri , jika dirinya terus bertahan seperti ini , Ibu nya akan terus menyalahkan istri nya .
Melihat sang suami berdiri , Ibu dewi pun bergegas keluar dari kamar nya . Meninggalkan sang suami dengan Ibu mertua nya di kamar nya , biarlah Ibu mertua nya akan mengatakan apa tentang dirinya , yang pasti Ibu dewi benar-benar kecewa karena suami nya kembali mengingat kan akan kejadian di mana dirinya harus kehilangan kedua putra kembarnya , sampai sang dokter pun memvonis dirinya tidak akan bisa lagi menambah Keturunan , karena kerusakan pada rahim nya , sehingga dokter pun sampai memutuskan rahim nya untuk menyelamatkan nyawa nya .
Tapi saat keluar , Ibu dewi pikir akan menghilang kan perasaan kecewa nya terlebih dulu pada sang suami . Nyata nya , Ibu dewi di kaget kan dengan kehadiran mantan menantu dajal nya . Karena tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan , dalam arti lain mantan menantu dajjal nya membongkar perceraiannya pada ayah mertua nya , Ibu dewi pun dengan tergopoh - gopoh menghampiri kedua laki-laki yang berbeda generasi itu . “ Juna , ikut bunda ke kamar ana . “ pinta Ibu dewi dengan napas yang memburu .
Juna tersenyum menyeringai , saat Ibu mertua nya , maksud nya mantan Ibu mertua nya menyuruhnya untuk mengikuti nya masuk ke dalam kamar mantan istri .
’ Lucu sekali Ibu mertua ku , sejak kapan dirinya mau disebut bunda oleh ku . Lagian ada apa dengannya , kenapa Ibu mertua ku terlihat panik seperti itu ’ batin Juna
“ Tidak bisa . “ bukan Juna yang menjawabnya , melainkan pak adam lah yang menjawab dengan tegas .
__ADS_1
Pak adam melarang Juna masuk , karena pak adam sudah mengetahui jika Juna dan ana sudah bercerai . Ibu dewi seperti nya sudah sangat terlambat , jika akan mencegah Juna untuk tidak memberitahu pada ayah mertua nya tentang perceraian nya dengan ana , karena Juna sudah memberitahu atau berterus terang jika diri nya sudah bercerai baik secara agama maupun secara negara dengan ana pada pak adam .
Tujuan Juna datang pun sebenarnya ingin menanyakan secara langsung pada ana , perihal keputusan perceraian nya secara mendadak nya , bukan kah ana sempat memohon agar mencabut kembali perceraian nya , malahan ana sampai rela mengeluarkan sejumlah uang agar dirinya tidak sampai menceraikan nya , lalu kenapa ana kembali menggugat cerai dirinya melalui pengacara yang di utus nya . Bahkan sang pengacara tidak hanya membawa surat kuasa perceraian nya , melainkan bukti - bukti kebusukannya selama ini .
Juna pun terpaksa menandatangani nya , dengan syarat tidak melaporkan nya ke polisi dan Juna juga mengurung kan niatnya untuk kembali rujuk dengan istri pertama nya .
“ Bukan kah laki-laki ini , bukan lagi sebagai cucu mantu ku ? Kenapa kamu sebagai Ibu dari cucu ku , malah akan menjerumuskan ana ke dalam api neraka . Kamu pasti tahu dan mengerti bagaimana laki-laki yang bukan mahram nya , berada dalam satu kamar itu tidak pantas dan berdosa . “ tutur pak adam .
Deg
’ Jika mama tahu ______ ’ tubuh ibu dewi langsung luluh ke lantai , sungguh ibu dewi tidak mengira jika keluarga dari suaminya tahu dengan cepat mengenai perceraian ana , apalagi sampai mereka tahu tentang kehamilan ana , mengingat ana hamil dengan laki-laki yang bukan muhrim nya , dengan kata lain ana hamil bukan dari benih suami sah nya .
“ Jangan bawa putri satu - satu ku pergi ma , dewi mohon . “ tangis ibu dewi pun pecah .
“ Tidak bisa , adat kita itu turun temurun dari nenek moyang . Jika kita tidak menjalankan nya , maka kesialan seumur hidup yang kita dapat . “ kekeh pak adam , tanpa menghiraukan tangis dari sang menantu.
’ Seperti nya ada yang aku lewat kan ’ batin Juna
Melihat Ibu mertua nya tak berdaya , Juna pun merasa puas . Dari dulu Ibu mertua nya selalu menghinanya , itu sebabnya Juna tidak merasakan iba sedikit pun pada wanita yang tengah bersujud di hadapan laki-laki yang di sebut kakek itu .
__ADS_1
“ Kenapa Mama lebih mempercayai Adat kalian , dari pada hubungan darah . Bukan nya Mama sangat menyayangi ana , tidak bisa kah Mama menghapus adat yang akan merugikan kita semua ? “ balas Ibu dewi lagi .
’ Semakin seru ’
“ Tentu saja aku akan menjunjung tinggi warisan dari leluhur kita . Karena adat itu di bangun untuk kebaikan dan kemaslahatan keluarga , meski aku sangat menyayangi cucuku , tapi tetap adat itu akan tetap di terapkan demi kebaikan cucu ku . “ kekeh pak adam .
Mendengar jawaban yang mencengangkan dari ayah mertua nya , ibu dewi pun berdiri untuk membalas perkataan ayah mertua nya dengan lantang . “ Kebaikan apa yang Mama maksud ? jelas itu semua bukan kebaikan melainkan sebuah kerugian dan kesesatan semata . “ balas Ibu dewi dengan semakin berani pada ayah mertua nya .
Plak
“ Lancang sekali kamu sebagai menantu , berbicara keras pada ayah dari suami mu “ bukan pak adam yang menampar Ibu dewi , melainkan Ibu syarifah yang baru saja keluar dari kamar putranya dan ikuti hasan di belakang .
“ Ibu apa - apaan menampar istriku . “ bela pak hasan .
' Benar - benar sebuah pertunjukan drama keluarga yang menarik ’ batin Juna .
“ Kamu tidak lihat istri kesayangan kamu itu berbicara lantang dan keras pada ayah kamu ? “ balas Ibu syarifah .
“ Sudah cukup kalian berdebat , aku akan mengumpulkan semua anggota keluarga untuk membahas masalah ana dengan laki-laki itu sekarang juga . “ balas pak adam dengan menunjuk Juna yang tengah santai menyaksikan perdebatan keluarga nya .
__ADS_1
Ibu dewi berjalan mundur , saat ayah mertua nya akan tetap dengan keputusan nya . Sungguh Ibu dewi tidak pernah mengira akan secepat itu mereka mengetahui perceraian ana , padahal Ibu dewi dan pak hasan baru akan menjalankan rencana yang sudah mereka buat jauh - jauh hari setelah ana memberi kesempatan pada Alvin .
Bersambung