
“ Bapak sama nona cantik sudah gak berantem lagi bu ? “ tanya alpa sambil mencuci kedua tangan nya di westafel . “ tadi saat alpa lewat pintu belakang , alpa lihat bapak sama nona cantik berbicara lagi di gazebo belakang . “ ujar alpa , dengan memakan buah apel yang sudah di potongan-potong oleh ibunya
“ Emang mereka lagi berantem ? engga ah . “ balas marni , tanpa melarang putranya memakan potongan apel nya .
“ Kan Nona cantik gak mau ngomong sama bapak , jadi sudah di pasti kan mereka lagi berantem lah . Bapak aja tiap mau kerja selalu berpamitan pada nona cantik , tapi nona cantik gak mau bukain pintunya . Kata teman alpa juga , kalo orang nya gak mau ngomong berarti lagi berantem , kaya alpa sama key yang tiba-tiba diemin alpa bu . Ibu tahu siapa al. “ terang alpa dengan segala pemikiran nya .
“ Gak semua orang yang diem sama kita itu tanda orang yang sedang berantem alpa , udah gak usah di pikirkan ! itu urusan orang dewasa , kamu masih terlalu kecil memahami semua yang terjadi pada orang dewasa . “ tandas marni , dengan sedikit memberi pengertian pada putranya .
“ Ibu mau ke halaman belakang dulu , mau anterin jus mangga sama buah buat nona ana dulu . Alpa mau ikut kesana , atau mau tunggu di sini ? “ tanya marni dengan mengangkat baki berisi minuman serta buah - buahan seperti pesanan alvin .
“ Alpa tunggu di sini aja deh , alpa gak suka sama wangi bunga melati . “ tolak alpa
’ Benar - benar mirip dengan ayah kandungnya . ’ batin marni
Ting
Tong
Saat marni tengah mengantarkan minuman serta potongan buah apel untuk ana , ternyata bel rumah alvin berbunyi . Alpa yang mendengar bel berbunyi pun malah bingung sendiri , alpa bingung apakah langsung saja membuka pintunya atau menunggu ibunya yang membuka pintunya . “ apa alpa buka saja yah pintunya , nanti kalo ibu lama kembali ke dapurnya , kasian juga tamunya karena tak mendapatkan pintu masuk . “ gumam alpa .
Karena marni tak kunjung datang , akhirnya alpa pun beranjak untuk membukakan pintunya .
__ADS_1
Cek lek
Alpa langsung menanyakan tujuan dari kedua tamu yang datang . “ Kakek sama nenek mau nyari siapa ? “ tanya alpa pada kedua tamu yang seumuran dengan nyonya oma alias nyonya alexa .
Tentu saja kedua tamu tersebut malah terlihat bingung , karena yang membuka pintunya ternyata anak kecil . “ Mas , kita gak salah rumah kan “ bisik wanita baya itu , pada sang suami .
“ Bener kok , ini alamat rumah yang nak alvin berikan pada mas . “ balas hasan , dengan kembali memastikan alamat yang di berikan alvin melalui ponsel nya .
Tamu yang datang ke rumah alvin adalah kedua orang tua ana , kedua orang tua ana datang karena ingin memastikan kondisi putri mereka yang selama beberapa hari ini mereka tidak lihat . Tentunya setelah memastikan situasi nya cukup aman , baik pak adam , fakhru dan rudi sudah meninggal kan rumah hasan tiga hari yang lalu . Perhatian mereka langsung teralihkan dengan keberadaan putri dari fakhru yang bernama syntia , yang tidak di tempat pengasingan .
“ Siapa al yang datang ? “ tanya marni dari arah pintu keluar halaman belakang nya dan melihat sang putra membuka pintunya .
“ Alpa juga gak tahu bu . “ sahut alpa
“ Mas , seperti nya kita benar-benar salah alamat . “ gumam sang istri yang lagi - lagi merasa salah alamat nya .
“ Sebentar dewi , mas tanya dulu . “ balasnya pada sang istri . “ Jadi gini neng , kami saat ini sedang mencari alamat ini . “ hasan menunjukkan ponsel nya pada marni , agar marni bisa melihat nya .
“ Benar ini alamat yang bapak cari . “ balas marni setelah melihatnya . “ Maaf , emang bapak dan ibu sedang mencari siapa yah ? “ tanya marni sekali lagi .
“ Jika benar ini alamat nya , apa benar ini tempat yang di tinggali putri kami bernama ana ? kami dapat alamat rumah ini pun dari alvin . “ tandas hasan .
__ADS_1
“ Ibu , nenek sama kakek ini orang tua nona cantik ya bu ? “ sahut alpa saat mendengar pembicaraan ketiga orang di hadapan nya
Marni tak menjawab pertanyaan , baik dari pertanyaan kedua orang tua ana maupun putranya . Marni sendiri bingung , marni takut salah bicara . Pasalnya alvin sama sekali tidak memberi perintah apapun , mengenai perempuan yang tinggal di rumah ini . Marni pun sama sekali tak memberitahu pada ibu dan kedua orang alvin , tentang keberadaan ana , sekali lagi Marni takut nanti di salah kan jika terlalu banyak orang yang tahu tentang keberadaan ana di rumah ini .
“ Tenang saja , kami hanya ingin bertemu dengan ana bukan ingin macam - macam dengan ana . “ timpal hasan , hasan mengerti perempuan muda di hadapan nya bingung sekaligus takut jika akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan , seandainya dirinya memberitahu kan keberadaan .
“ Baiklah , mari aku antarkan kalian ketemu dengan nona ana . “ akhirnya Marni memperbolehkan kedua orang tua ana untuk masuk menemui putri mereka , lagian marni pikir mereka kedua orang tua ana , tidak mungkin juga akan berbuat sesuatu yang akan membahayakan putri mereka .
“ Kalo boleh tahu , kamu siapa nya nak alvin ? “ tanya dewi dengan rasa penasaran , semenjak dewi melihat ada perempuan lain dan anak laki-laki yang tinggal di tempat sama dengan putrinya .
Dewi cukup penasaran dengan status perempuan muda dengan laki-laki yang menghamili putrinya , dewi hanya takut saja laki-laki yang menghamili putrinya sudah memiliki keluarga dan perempuan yang sedang mengantarkan nya istri sahnya alvin . Jika benar perempuan muda ini adalah istri dari alvin , dewi benar-benar tidak akan mengizinkan ana tinggal di neraka ini . “ aku hanya pembantu di rumah ini bu . “ jawab marni dengan jujur .
Dewi dan hasan mengernyit keningnya , saat mendengar jawaban dari marni . “ masa kamu seorang pembantu sih , apa kamu sedang membohongi kami atau memang kamu itu hanya pembantu di rumah ini ? “ dewi sedikit tak percaya jika marni hanya seorang pembantu , pasalnya gaya pakaian marni tidak seperti pembantu pada umumnya , wajahnya pun terlihat sangat cantik dan manis meski memiliki kulit tak seputih putrinya , ana .
Jika di perhatikan , perempuan muda ini benar-benar wajah pribumi . Berbeda dengan putrinya yang memiliki wajah campuran Indonesia dengan Arab , ibu syarifah itu turunan arab , sedangkan pak adam Indonesia dan wajah ana justru mewariskan dari Ibu syarifah plek ketiplek lah dengan Oma nya .
“ Beneran bukan bu , saya bukan saudara dari tuan alvin maupun keluarga nya yang lain . “ balas marni .
“ Non ada yang ______ . “ belum selesai marni melanjutkan ucapan nya , ana yang sudah melihat kedatangan kedua orang tua nya dari kejauhan langsung berlari dan memeluk wanita paruh baya yang marni bawa .
“ Bunda , ayah kalian datang . “ ujar ana di sela pelukan nya .
__ADS_1
Sebenarnya alvin sudah memberitahu ana , jika kedua orang tuanya sedang dalam perjalanan kemari , itu sebabnya ana langsung memeluk , begitu melihat kedatangan ayah dan bunda nya .
Bersambung