
Mungkin bagi sebagian orang , pekerjaan sebagai sekretaris itu sangat mudah dan sangat di eluh - eluhkan . Karena biasanya seorang sekretaris itu dekat dengan sang bos . Tapi tidak dengan ana , selain ana tidak menguasai bidang sekretaris , ana merasa pekerjaan sekretaris itu jauh lebih menguras waktu dan juga tenaganya . Menurut ana seorang sekretaris itu, tidak hanya mengatur kelangsungan perusahaan , tapi juga harus pandai mengatur jadwal untuk atasan nya . Berbeda dengan marketing , Selain ana sudah menguasainya pekerjaan marketing tidak seribet pekerjaan sebagai sekretaris , karena marketing bertugas di bagian pemasaran atau bagaimana seorang marketing bisa membuat produk perusahaan di terima di kalangan masyarakat .
“ Apa alasan pak adi memasukkan ana ke bagian marketing ? bukan kah aku sudah menyuruh pak adi agar ana menjadi sekretaris ku ? “ Alvin langsung mencerca Pak adi setelah ana keluar dari ruangan HRD , karena tidak mengikuti perintah nya .
“ Jadi gini pak ______ “ Alvin langsung memotong saja ucapan pak adi saat ingin menjelaskan .
“ Pokoknya aku tidak mau mendengar alasan apa pun , ana harus mau jadi sekretaris ku . “ Alvin ternyata sangat kekeh dengan niatnya ingin menjadi kan ana sekretarisnya .
Sudah cukup selama ini Alvin diam dan menutupi perasaannya pada ana yang lebih memilih bersama dengan Juna yang tidak pernah mencintainya , sekarang saatnya Alvin memperjuangkan rasa cinta nya yang belum hilang untuk seorang mantan atasan . Alvin tahu , Juna saat ini tengah gencar - gencar nya mendekati angel , apalagi sekarang Juna menjabat sebagai manager menggantikan ana , otomatis peluang untuk mendapatkan wanita impiannya semakin besar , karena intensitas pertemuan keduanya semakin sering mengingat Angel dan Juna sama-sama memiliki kedudukan yang tinggi di kripala .
“ Pikirkan caranya , besok ana sudah harus berada di meja sekretaris ku . “ Menurut Alvin , dengan ana menjadi sekretaris nya , peluang untuk mendapatkan hati ana akan lebih besar dan memungkinkan .
__ADS_1
Pak adi menghela napas besar , karena Alvin sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasan nya . Padahal pak adi memasukkan ana ke bagian marketing pun karena kemauan ana sendiri . “ Baik . “ Mau tidak mau , pak adi pun mengiyakan perintah atasan nya . “ kalo tidak ada yang mau di bicara kan lagi , saya akan kembali ke ruangan saya pak Alvin . “ pamit Pak adi sebelum meninggal ruangan nya sendiri , tapi sedetik kemudian pak adi baru ingat , jika yang seharusnya pergi itu Direktur nya bukan dirinya .
“ Maaf Pak , bukan nya ini ruangan ku yah ? “ ujar Pak adi dengan menggaruk tengkuk lehernya nya .
Alvin geleng-geleng kepala melihat sifat pelupa Pak adi kambuh , padahal Alvin sendiri pun sudah ingin meninggal ruangan HRD nya .
“ Ingat ana harus jadi sekretaris ku . “ ucap Alvin , sebelum meninggal kan ruangan HRD nya .
Sementara ana memilih langsung bekerja hari ini juga , ana terlihat gemas melihat sistem kerja bagian marketing di Maladewa . Pantas saja Maladewa di beritakan akan gulung tikar , ternyata sistem kerja nya begitu amburadul . Sebelum mengubah cara kerja nya , ana terlebih dulu melihat dan memeriksa data - datanya . Untung ada meja kosong yang baru beberapa hari ditinggalkan pemilik nya karena mengundurkan diri , jadi untuk sementara ana bisa memakai nya . “ Pantas saja ingin gulung tikar , ternyata tidak hanya staf nya yang tidak mempunyai loyalitas untuk perusahaan , manager nya pun sama . “ gumam Ana dengan menggeleng - geleng kan kepala nya , saat memeriksa data - datanya .
Saat Ana tengah fokus di depan layar monitor , salah satu staf perempuan mendekati meja ana.“ kamu itu bukan nya anak baru ? “ rekan kerja ana terlihat syok saat melihat apa yang tengah di kerja kan anak baru di layar monitor .
__ADS_1
“ Yah benar, aku baru pagi ini mulai bergabung dengan kalian . “ balas ana , Sangat tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar monitor . “ perkenalkan nama ku ha ______ panggil aja ana . Mohon bimbingan dari mbak _ “ setelah selesai , ana pun memperkenalkan diri pada rekan kerja nya .
“ Saya Dwi , jangan menghina ku dengan membimbing mu . Karena yang seharusnya mendapatkan bimbingan itu aku , setahun bekerja sebagai marketing aku sama sekali belum menguasai nya , tapi kamu baru tadi pagi bergabung dengan kita malah sedang membuat sistemnya menjadi lebih menarik di pasaran . “ ujar rekan kerja ana , setelah melihat dan membaca apa yang tengah di kerjakan ana di layar monitor dengan serius . “ Atau jangan - jangan kamu itu lagi nyamar jadi karyawan marketing biasa yah ? “ ana geleng-geleng kepala mendengar tuduhan dari teman kerja yang baru dia kenalnya itu . Lagian kan tidak ada yang tahu , jika ana pernah menjabat sebagai marketing manager di kripala , jadi wajar - wajar aja jika ana di kira sedang melakukan penyamaran .
“ Mbak ana . “ panggil pak adi dengan mendekati meja ana “ ikut ke ruangan ! saya mau bicara dengan mbak ana . “ ucap pak adi .
Ternyata panggilan pak adi pada ana, membuat dwi dan juga temannya semakin yakin jika ana bukan karyawan marketing biasa seperti dirinya . Terbukti seorang manager HRD seperti pak adi pun seperti nya sangat menghargai ana yang dia kenal sebagai ana . “ Kamu lihat , anak baru itu seperti nya hanya menyamar . Benarkan apa kataku , kalo dia itu bukan benar-benar karyawan marketing seperti kita . Lihat saja besok juga orang yang bernama ana n itu, tidak akan kembali kesini . “ bisik teman dwi dan San - San masih bisa dengan jelas mendengar ucapan kedua orang yang saling berbisik di samping nya .
“ Baik pak . “ ana pun membalikkan tubuhnya dan mengikuti langkah pak adi keluar dari ruangan marketing tanpa memperdulikan kedua orang yang sedang membicarakan tentang dirinya .
Bersambung
__ADS_1