Cinta Dibalas Pengkhianatan

Cinta Dibalas Pengkhianatan
Kondisi kakek adam


__ADS_3

“ Ini beneran selama ini lo tinggal di rumah sebesar ini ? Kok lo gak pernah ngasih liat ke gue , perasaan yang lo kasih tahu ke gue setiap video call pasti lo ada di kamar atau di rumah nya tuyul . Pantas saja lo betah banget di dalam rumah , orang rumah nya sebesar dan senyaman ini . “ seronoh vini dengan takjub saat melewati ruang tamu serta ruang santai .


Maksud dari rumah tuyul yang di bilang vini adalah gazebo dan letaknya pun di halaman belakang , jadi sang sahabat menyebutnya rumah tuyul . Selain itu gazebo yang menjadi tempat favorit ana di tumbuhi banyak bunga melati di atas gazebo nya , sampai tangkai nya pun menjulur ke bawah .


Akhirnya vini benar-benar bisa melihat rumah yang selama ini sahabat nya tinggal , setelah gagal datang beberapa hari yang lalu , karena saat vini tengah memesan pesanan sang sahabat di kedai mie ayam langganan mereka berdua , secara kebetulan vini malah bertemu dengan Alvin , jadilah mie ayam pesanan sang sahabat malah Alvin yang membawanya , padahal vini sangat ingin bertemu dengan sang sahabat yang sudah lama tak di jumpai nya secara langsung , meski komunikasi antara dirinya dengan sang sahabat berjalan dengan baik , walaupun melalui sambungan ponsel mereka .


“ Gak usah norak , ini bukan rumah gue . lagian rumah gue juga cukup besar , meski tak sebesar dan semewah rumah ini . Udah ah langsung ke kamar aja yuk ! “ ana langsung membawa sang sahabat ke kamar biasa dia tempati .


Sebelum ana meminta vini untuk datang ke rumah Alvin , ana pun terlebih dulu meminta ijin pada sang pemilik rumah , meski ana tahu sang pemilik rumah pasti akan membolehkan atau pun tidak akan melarang ana bertemu dengan siapa pun , kecuali pada sang mantan suami . Alvin pun menawarkan ana , agar vini tinggal di rumah ini untuk menemani ana , tapi ana menolak dengan alasan vini sudah punya tempat tinggal sendiri .


“ Waw , ternyata aslinya kamar kamu besar juga yah . “ ujar vini dengan takjub dan menelisik seluruh kamar yang di tempati sang sahabat . “ memang beda ranjang sultan dengan ranjang rakyat jelata seperti yang ada ruko, benar-benar seperti langit dan bumi . “ ujar vini sambil merasakan tempat tidur yang biasa ana tempati untuk tidur , mungkin ranjang yang ana pakai tidur muat untuk 5 orang dewasa , saking lebarnya .


“ Gak usah berlebihan deh , gue di sini cuma numpang , nanti kalo kedengeran CCTV di kira gue lagi ngincar hartanya pak Alvin lagi . Lagian lo kan tahu alasan kenapa gue bertahan di sini , kalo saja kesalahan itu tidak membuat gue hamil seperti ini , mungkin gue memilih pergi dari kalian semua . “ tandas ana dengan ikut bergabung di ranjang yang sama dengan sang sahabat , raut wajah penyesalan ana pun tampak nyata .


“ Kalo Allah gak nunjukin kebesaran- Nya dengan membuat lo hamil seperti ini , mungkin lo tidak akan pernah sadar dengan kesalahan besar yang lo perbuat dengan pak Alvin . “ tukas vini . “ kadang penyesalan itu selalu datang di akhir , tapi gue mau tanya sama lo deh . Lo emang tidak ingin menikah dengan pak Alvin atau gini deh , lo beneran tidak ada rasa sama sekali gitu dengan pak Alvin ? seperti nya pak Alvin laki-laki yang bertanggung jawab dan setia deh kalo dari penilaian gue pribadi , masa lo gak mau buka hati lo buat pak Alvin . “ sebenarnya vini sering menanyakan perihal perasaan sang sahabat pada laki-laki yang selama ini menjaga dan menemani sang sahabat , hanya saja vini selalu saja merasa tidak puas dengan jawaban yang berikan sang sahabat .

__ADS_1


Ana menghela napas panjang mendengar pertanyaan berulang yang sering keluar dari mulut sang sahabat . ’ Entah lah , gue sendiri aja gak tahu perasaan yang gue miliki untuk pak Alvin itu perasaan cinta atau cuma sekedar rasa nyaman semata . Karena yang gue rasa pada pak Alvin , jelas berbeda dengan yang gue rasakan pada mas Juna . ’ batin ana .


“ Lo sebenarnya memang beneran peduli ama gue atau lo berniat jadi Mak comblang antara hubungan gue dengan pak Alvin ? kalo beneran lo peduli ama gue , seharusnya lo tahu apa yang gue ingin kan saat ini . “ sarkas ana .


“ Kali aja rasa itu sudah berubah menjadi rasa sayange , oh rasa sayange pada bapak nya si cebong . “ balas vini dengan sedikit menggoda .


Karena gemas dengan balasan sang sahabat , ana pun melempar bantal di wajah vini dan bantal yang dilempar ana sangat tepat mengenai sasaran , sehingga terjadi lah kedua perempuan dewasa itu perang bantal di dalam kamar . Tapi saat kedua perempuan dewasa itu masih asyik bercanda di atas ranjang , terdengar suara ketukan pintu kamar beberapa kali .


Tok


Tok


“ Hellow , lo gak nyadar atau pura-pura lupa kalo sebenarnya umur lo itu lebih tua dari pada gue . “ balas ana pada sang sahabat yang mengatai nya anak kecil . “ masuk aja mbak marni ! pintu kamar nya gak di kunci kok . “ balas ana pada mani.


Ceklek

__ADS_1


Mani geleng-geleng kepala saat masuk dan melihat pemandangan kamar ana , percis seperti rumah nya yang di Jawa .


’ Astagfirullah , kenapa kamar nya jadi kaya rumah ku yang abis di berantakin alpa yah . Memang mereka berdua habis ngapain ? batin mani , saat melihat bantal serta guling berserakan di lantai , bahkan seprei nya pun berada di bawah ranjang .


“ Maaf non mengganggu kalian , saya kesini karena di depan ada ibu non menunggu . Oh yah , minuman nya serta makanan yang di bawakan teman non aja juga sudah saya siapin . Sesuai keinginan non , semua makanan dan minuman nya di simpan di gazebo . “ tukas mani , dengan menyimpan kembali satu persatu bantal - bantal yang berserakan di lantai .


“ Tidak usah di beresin mbak marni , biar temen aku saja yang membereskan semua kekacauan yang dia buat . Mbak marni kembali saja ke kamar mbak marni , Terima kasih karena sudah merepotkan mbak marni . “ pinta ana dengan beranjak dari ranjang , karena ingin menemui sang bunda yang tengah menunggu nya . “ beresin dulu kamar gue , sebelum lo keluar dari sini . Karena semua itu ulah kekanak-kanakan lo . “ ujar ana sebelum keluar dari kamar.


“ Dasar sahabat laknat , lo yang mulai kenapa jadi gue sendiri yang ngeberesin semua nya . “ tukas vini dengan sebal , meski begitu vini tetap merapikan kembali kekacauan yang dia buat dengan sahabat laknat nya , sementara ana keluar menemui sang bunda sedang kan mani memilih kembali ke kamarnya , karena mani merasa pekerjaan nya sudah selesai siang ini .


Ana menautkan kedua alisnya karena heran , ana pikir bundanya datang dengan sang ayah seperti biasa , tapi yang ana lihat justru hanya sang bunda seorang . “ Bun tumben datang sendiri ? biasanya bunda selalu datang sama ayah . “ ujar ana dengan mencium tangan sang bunda , serta mencium kedua pipi sang bunda .


“ Itulah kenapa bunda kesini , bunda ingin memberitahu jika kakek kamu masuk rumah sakit sekitar satu minggu yang lalu . Awal nya bunda sama ayah kira , kakek kamu hanya sakit biasa atau bagaimana , itu sebabnya ayah kamu baru menjenguk kakek kamu dua hari yang lalu . Tapi karena keadaan kakek kamu benar-benar darurot dan memprihatinkan dan kakek kamu pun terus memanggil nama kamu , jadi ayah meminta untuk kamu menjenguk kakek kamu barang sebentar , ayah takut umur kakek kamu tidak akan lama lagi . “ papar ibu dewi .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2