
“ Sekretaris ku , masuk ke ruangan ku sekarang . “ ana menghela napas dalam-dalam saat mengangkat sambungan telepon , penghubung antara Alvin dan dirinya yang berada di luar ruangan sang Direktur . Ana benar-benar sangat menyesal menerima tawaran menjadi sekretaris dari Alvin , menurut ana bekerja sebagai sekretaris lebih mirip seperti seorang istri atau baby sister Alvin .
Ana tidak hanya mengurus masalah pekerjaan kantor , tapi ana pun dituntut mengurus semua kebutuhan sang Direktur . Dari mulai sarapannya , makan siangnya , sampai dengan makan malamnya . Selama seminggu menjadi sekretaris dari Alvin , ana benar - benar tidak punya waktu untuk mengurus suami dan juga rumah nya .
Hubungan ana dengan Juna pun kian hari semakin renggang , selain tidak adanya komunikasi yang baik di antara ana dengan Juna . Keduanya benar-benar tidak ada waktu berdua meski hanya sekedar makan malam , selama seminggu ini ana selalu pulang setelah makan malam , sedangkan Juna selalu pulang tengah malam dan Juna pun kadang tidak pulang ke rumah .
“ Aku ingin kamu mengganti kopinya yang lebih panas , karena kopi ini sudah dingin dan sudah tidak bisa di minum . “ pinta Alvin , saat ana sudah berada di dalam ruangan nya .
’ Nih orang bener - bener menyebalkan sekali sih . Kopi masih utuh gitu , kenapa minta di ganti lagi . Sumpah Benar-benar pengen gue tonjok tuh mukanya , untung gue punya suami yang super pengertian seperti mas Juna . Buktinya mas Juna sama sekali tidak komplen atau ngeluh , saat aku sibuk ngurusin laki-laki nyebelin ini . Makan siang nanti , gue kripala deh . Dah lama juga gak nengok anak - anak kripala , sekalian ngajak mas Juna makan siang bareng . Semenjak aku kerja , aku sama sekali gak punya waktu buat suamiku . Jadi pengen cepat - cepat ketemu mas Juna . ’ tentu saja ana hanya bisa berkeluh kesah dalam hatinya .
Alvin menyentil telinga ana , karena ana malah melamun bukan nya bergegas mengganti kopinya yang sudah dingin .
“ Tuk “ tentu saja ana mengaduh kesakitan , saat Alvin menyentil telinga nya .
“ Aww sakit pak “ keluh ana dengan mengelus telinga nya .
__ADS_1
“ Tadi aku nyuruh apa ? “ ujar Alvin
“ Tadi kan bapak nyuruh ganti kopi nya . “ balas ana tanpa rasa takut .
“ Terus kenapa masih berdiri di sini . “ Tanpa membalas ucapan Alvin , ana pun keluar dari ruangan Alvin untuk mengganti kopi yang baru .
“ Kenapa semenjak jadi sekretaris ku , kamu jadi sangat lamban alias lemot tidak secekatan saat bekerja di kripala ? apa aku terlalu menggebu untuk bisa memilikimu atau sikap ku yang sudah keterlaluan pada ana yah . “ gumam Alvin , dengan terus memandangi pintu yang telah di lewati ana keluar dari ruangan nya .
Sampai pantry , ana langsung membuat kopi yang baru untuk Alvin . Karena ana punya rencana akan makan siang keluar atau mau buat kejutan untuk suami nya dengan datang ke kripala , dengan ekpres ana membuat kopi untuk Alvin , ana benar-benar tidak sabar untuk menemui suaminya di kantor nya .
Tok
Tok
“ Ini kopi nya pak . Kalo tidak ada yang bapak butuh kan lagi , aku pamit keluar mau makan siang . “ karena tidak ingin terlalu menekan ana , Alvin pun menganggukkan kepalanya dan membiarkan ana keluar untuk beristirahat , padahal masih belum waktu nya untuk istirahat .
__ADS_1
Setelah mendapat kan izin , ana bergegas keluar menuju ke perusahaan yang mana dulu ana pernah menjabat sebagai managernya .
Di perusahaan kripala
“ Kamu beneran belum meniduri istri kamu kan ? “ Sahut angel dengan sedikit meragukan ucapan dari kekasihnya . Setelah selesai meeting , Juna bukan nya kembali ke ruangan nya , malah mampir keruangan angel terlebih dulu untuk mengajak nya makan siang . Hampir karyawan kripala mengetahui hubungan terlarang kedua sejoli itu , terlebih Juna sama sekali tidak bisa menahan rasa bahagia nya dengan terus menempel pada kekasih hati nya jika berada di kantor .
“ Kalo tidur mah , kita masih seranjang sayang . Tapi kalo melakukan hubungan suami istri mah belum sekali , karena yang ada di pikiran ku dari dulu sampai sekarang itu kamu sayang . Kamu tahu apa yang selalu aku ingat ? ini , ini , ini dan ini yang paling tidak pernah terlupakan sampai kapan pun . “ balas Juna dengan menyentuh bibir angel , sedikit meremas kedua Gunung kembar angel dan yang terakhir Juna menyentuh area sensitif milik angel . “ Kamu ingat sayang , siapa orang pertama yang pernah merasakan kenikmatan ke gadisan mu ? “ ujar Juna dengan terus bermain diarea sensitif angel .
Hubungan angel dan Juna , semakin hari semakin intim saja . Kedua nya tanpa malu melakukan hubungan suami istri di dalam kantor , seperti saat ini keduanya tengah bercumbu sebelum melanjutkan makan siang .
Sementara di bawah , ana tengah menyapa beberapa karyawan yang pernah menjadi anak buah nya . Ana benar-benar masih sangat di segani di kripala , petugas keamanan sampai resepsionis masih sangat mengenal ana dan yang pertama ana datangi saat berkunjung ke perusahaan kripala adalah ruangan nya yang dulu pernah ana tempati nya . Ana sangat merindukan ruangan yang pernah menjadi saksi perjalanan karier Ana di kripala . Tapi sebelum sampai keruangan nya , ans mendengar suara ******* dari dalam ruangan sahabat nya . “ apa aku tidak salah dengar , kenapa aku seperti mendengar suara ******* dari dalam ruangan angel . “ ana sampai menghentikan langkah nya di depan ruangan sahabat nya , untuk memastikan pendengaran nya tidak salah . Karena penasaran , ana pun mendongak kan kepala nya terlebih dulu , sebelum benar-benar masuk ke ruangan teman kerja nya untuk menghilangkan rasa ingin tahunya . Untung pintu nya tidak terkunci , sehingga ana bisa dengan mudah masuk keruangan sahabat nya .
Ana membeku saat membuka ruangan sahabat nya melihat suami dan sahabat nya tengah bercumbu dengan liar di atas sofa.
Bersambung
__ADS_1