Cinta Dibalas Pengkhianatan

Cinta Dibalas Pengkhianatan
Perubahan Ana setelah menikah


__ADS_3

“ Apa aku tidak menarik yah vin , sampai mas juna tidak mau menyentuh ku . “ keluh ana pada sahabat satu - satu nya yang dia miliki .


Vini tentu menautkan kedua alisnya , saat mendengar ucapan sahabat nya yang merasa insecure . Padahal menurut pandangan vini sendiri , sahabat nya itu sudah mendekati sempurna kecantikan nya. Lalu bagaimana dengan dirinya yang hanya mempunyai tinggi badan 155 cm , vini juga baru mengenal skincare setelah sahabat nya ini mempercayai nya mengelola kedainya . “ suami lo gak normal kali . “ balas vini yang sedikit tidak percaya , masa ada laki-laki yang tidak bergairah melihat kecantikan seorang Ana . “ Lagian aneh suami lo itu , harusnya dia bersyukur menikahi primadona seperti kamu tau , bukan nya malah dianggurin . Coba kalo gue jadi si Juna , gue bakal kurung lo terus di dalam kamar . “ kelakar vini . Vini ingat betul bagaimana dulu para lelaki begitu memuja sahabat nya dari SMA bareng , apalagi setelah Ana bekerja di perusahaan kripala , Ana semakin sempurna kecantikan nya hampir tidak ada celah .


“ Jadi semakin pusing gue , setelah cerita sama lo . Apalagi denger omongan lo yang gak penting . “ balas Ana . “ mending gue keatas deh , ngilangin rasa penat gue apalagi semalam gue gak bisa merem gara-gara di anggurin suami . “ kelakar ana , vini terbahak mendengar kelakar sahabat nya .


“ Haha ,


Entar deh gue kasih obat perangsang buat suami lo , biar kue apem lo gak di anggurin lagi . “ balas vini tak kalah menohok .


“ Awas aja lo , kalo beneran ngelakuin hal kaya gitu , gue pecat lo jadi sahabat terbaik gue . “ ancam ana dengan nada bercanda .


Setelah puas berkelakar dengan sahabat nya , ana menuju ke lantai 2 tempat biasa Ana beristirahat jika datang ke S & A . Ana sungguh tidak bisa melawan rasa kantuknya akibat semalam kurang tidur . “ vin , nyalain hotspot nya ! gue lupa belum beli kuota . “ teriak Ana dari lantai 2 , agar sahabat nya bisa mendengar nya .


“ Pantas saja masih muda udah kaya , kouta aja nebeng terus _____ . “ balas vini dengan meledek kebiasaan sahabat nya , tapi vini tetap mengaktifkan hotspot nya , seperti yang sahabat nya minta . Vini berbicara seperti itu , hanya sebatas gurauan saja . Karena vini tahu sahabat nya itu bukan karena dia ngirit atau pun pelit , tapi karena tidak punya banyak waktu senggang , meski hanya untuk ke konter .

__ADS_1


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore , yang awalnya ana hanya ingin tidur sebentar , nyatanya ana masih betah bergelut di alam mimpi nya di kamar berukuran 4× 6 itu .


“ Ana bangun ! suami lo gak nyariin apa ? Gila yah lo tidur udah kaya orang mati aja . “ ujar vini dengan menggoyang - goyang tubuh Ana .


“ Apa sih vin , gue masih ngantuk . “ jawab


Ana dengan menyingkirkan tangan vini , tanpa membuka matanya .


“ Bener lo gak mau bangun ? padahal sudah sore loh ini , Kamu gak takut suami nyariin apa . “ ujar vini dengan kembali menggoyang - goyang kan tubuh ana dengan sedikit lebih kencang , agar sahabat nya mau membuka matanya .


“ Sebentar pala mu peyang . Ibarat perjalanan , lo itu sudah nyampe surabaya pea . “ sungut vini . padahal sahabat nya tidur dari jam 1 siang sampai jam 5 sore , malah merasa hanya sebentar tidur nya . “ Tuh lihat sekarang sudah jam 5 sore , masih merasa tidur nya hanya sebentar . “ vini geleng-geleng kepala melihat perubahan sahabat nya , biasanya sahabat nya itu selalu menganggap waktu adalah uang dan lihat , sekarang sahabat nya menjadi putri tidur setelah menikah .


Ana membulatkan matanya , saat melihat jam sudah menunjukkan angka 5 . Berarti dirinya tertidur selama 5 jam di kamar berukuran 4 × 6 . “ gila lo yah , kenapa gak bangunin gue dari tadi sih . “ sungut ana , dia kira sahabat nya hanya sekedar becanda agar dirinya terbangun jika waktu sudah menjelang malam .


“ Dih malah marah - marah , udah bagus gue mau bangunin lo . Lagian lo tidurnya udah kaya kebo , mana ada tidur siang sampai 5 jam kaya lo . “ balas vini yang tidak Terima , sahabat nya malah menyalahkan dirinya .

__ADS_1


******


Ana Sampai rumah pukul 6 sore , dia mengernyitkan dahinya saat melihat mobil nya yang di pakai suaminya sudah terparkir di garasinya . “ jangan - jangan mas Juna sudah pulang lagi . “ gumam ana dengan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah .


Saat akan menaiki tangga , ternyata bundanya menyadari kedatangan ana . “ sayang , kamu dari mana ? Kamu bilang suamimu minggat ke Anyer , kok jam 11 sudah nongol lagi aja di rumah . “ ujar bunda tanpa menghentikan aktifitas nya . Ana dan bunda seperti nya melupakan perdebatan mereka , karena mereka terlihat biasa saja seperti tidak terjadi perdebatan pagi tadi .


“ Ana dari kopi shop bun . Ana juga gak tahu , kenapa mas Juna balik lagi . “ balas ana . “ bun , ana langsung masuk ke kamar yah . “ ana pun langsung bergegas menuju ke kamarnya .


“ Sekalian panggil suamimu untuk makan sayang , dari siang dia belum keluar dari kamar . “ ana pun langsung menganggukkan kepalanya , saat bundanya menyuruhnya untuk memanggil suami nya .


’ Tumben bunda nyuruh mas Juna makan bareng , apa bunda sudah menerima mas Juna menjadi bagian dari keluarga . Syukur deh kalo seperti itu , mungkin ini berkat ayah .


Cek lek


Ana masuk ke kamarnya dengan langkah pelan , takut suaminya masih beristirahat . Tapi suara bariton dari sang suami , langsung menghentikan langkah Ana . “ Dari mana saja kamu ? kenapa telepon aku gak di angkat - angkat . “ Ana menelan saliva nya mendengar suara kesal suami nya .

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2