Cinta Dibalas Pengkhianatan

Cinta Dibalas Pengkhianatan
Mencuri First Kiss


__ADS_3

Merasa perasaan nya masih sangat kalut , ana pun memilih menenangkan hati nya terlebih dulu sebelum melanjutkan pekerjaan nya , meski jam makan siang telah habis . Ana tak perduli jika nanti bosnya akan marah atau pun di pecat sekalipun , ana benar-benar butuh menenangkan hatinya , ana tidak bisa bekerja di saat suasana hati nya sedang tidak baik - baik saja . Meskipun ana dulu sering disebut workaholic woman di kripala , tetap saja ana hanya manusia biasa yang bisa rapuh .


Apalagi ini masalah pertama selama menjadi rumah tangga dengan Juna , ana pikir Juna tak menuntut apapun dari nya karena memang Juna laki-laki baik dan penuh pengertian . Ternyata di belakang ana , temannya sudah memenuhi hasrat sang suami selama ini . Sekilas ana jadi teringat waktu pernikahan nya , Juna mengulurkan tangannya pada angel , bukan pada dirinya . “ Berarti mereka berkhianat sebelum pernikahan terjadi , gue gak boleh menangis seperti ini lagi terus . Apalagi karena menangisi si pengkhianat itu , gue pasti bisa melalui nya . “ ana mensugesti dirinya .


Baru beberapa menit ana sampai , telepon yang terhubung dari ruangan sang Direktur langsung berbunyi di atas mejanya . Padahal duduk saja belum , tapi dering telepon langsung bunyi dengan nyaring benar-benar canggih telepon jaman sekarang . Sebelum mengangkat gagang telepon nya , ana terlebih dulu menghela napas panjang sebelum mendengar ocehan sang Direktur , karena ana sudah tidak mematuhi peraturan dengan melebihi batas waktu istirahat nya . “ Halo pak , ada yang bisa saya banting . Maksudku ada yang bisa saya bantu ? “ balas ana dengan sedikit keceletot ucapan nya karena selain pikiran sedang kacau , ana pun terlihat lelah dan lemah karena belum sempat makan apapun saat makan siang .


“ Masuk ke ruangan ku ! “ ucap Alvin dari ujung telepon .


“ Iya Pak Al . “ balas ana kemudian langsung menutup sambungan telepon nya tanpa mau mendengar lagi kelanjutan perintah nya .


“ Untung terlanjur cinta . “ Alvin mendengus saat ana menutup telepon nya , padahal Alvin masih ingin berbicara dan membuat ulah pada wanita nya .


Tok

__ADS_1


Tok


Cek lek


“ Bapak memanggilku . “ ujar ana dengan menunduk , ana tahu bosnya pasti akan memarahinya . Selain itu , mata ana juga masih sedikit bengkak , jangan sampai bosnya melihat matanya .


Alvin beranjak dan melewati ana yang masih berdiri di depan mejanya dengan menundukkan kepalanya . Alvin tahu , ana terus menunduk karena ingin menutupi mata bengkak sehabis menangisi laki - laki brengsek seperti Juna . “ Duduk lah ! temani aku makan siang . “ ujarnya Alvin dengan mode serius tidak seperti Alvin yang mode jahil seperti biasa nya .


Alvin tahu , ana belum sempat makan siang setelah melihat secara langsung perselingkuhan suami dan juga sahabat nya , karena tanpa ana ketahui Alvin mengikutinya sampai ke kripala . Alvin sengaja tidak mencegah kedatangan ana ke kripala , karena Alvin pikir mungkin ini sudah saatnya ana mengetahui hubungan suami dan juga sahabat nya seperti apa dan Alvin pikir ana akan membuat keributan di kripala setelah mengetahui perselingkuhan suami dan juga sahabat nya , ternyata ana tidak melakukan nya . Justru ana meluapkan rasa sedih dan kecewa nya dengan memilih menangis sendiri di ruangannya yang dulu pernah di tempati tanpa tahu ruangan itu sudah menjadi ruangan suami nya .


Ana mendongakkan kepala nya , memastikan pendengaran nya tadi tidak salah . Ana pikir Alvin memanggilnya karena ingin memarahinya . “ Pak Al manggil gue , maaf maksudnya manggil aku hanya untuk nemenin Pak Al makan ? balas ana . “ aku pikir bapak mau _____ “ ana belum meneruskan ucapan nya tapi Alvin langsung menarik tangan ana agar duduk di samping nya .


“ Diam dan siap kan makananku ! aku sudah sangat lapar , setelah selesai meeting . “ ujar Alvin dengan dusta , karena ana tidak punya tenaga untuk melawan seperti biasa , ana pun langsung menyiapkan makanan untuk Alvin tanpa banyak bicara lagi .

__ADS_1


“ Kamu gak lapar ? “ tanya Alvin , saat ana hanya menyiapkan satu piring .


Karena malu , ana pun menggeleng kan kepala nya “ Beneran kamu gak lapar ? ini rasanya enak banget loh . “ Alvin sampai sengaja makan ayam kremes nya di depan mata ana untuk menggodanya . Alvin kembali ke mode jail , saat ana merasa gengsi padahal perutnya belum ke isi makanan .


Ana menelan ludah nya sendiri , melihat menu favorit nya melambai - lambai di hadapan nya . Tapi karena rasa gengsinya lebih besar dari rasa lapar nya , ana kembali menggelengkan kepala nya . “ Terima kasih pak saya makan , maksudnya saya sudah makan siang pak . “ tolak ana


“ Kriuk - kriuk “ ternyata perut dan mulut ana tidak sejalan .


Mendengar suara perut ana , Alvin terkekeh dengan kembali menerus kan aksinya menggoda ana . Kali ini Alvin dengan sengaja menyedot sup buah dengan sedotan , agar terdengar bunyi nyaring sedotan nya. “ Lezat , tapi kok saya kenyang . Buang saja ke tong sampah semua makanan nya , dari pada gak ada yang makan . “ ujar Alvin dengan sengaja .


“ Jangan di buang pak , biar nanti aku makan saja . “ cegah ana


“ Katanya kamu sudah makan ? “ balas Alvin dengan sedikit terkekeh karena berhasil mengerjai sekretaris nya yang gengsian . “ ya sudah kamu makan ! tapi makan di sini , kalo gak mau makan di sini buang saja semua makanan nya ke tong sampah . “ mendengar perintah seperti itu , ana pun langsung makan begitu saja makanan nya dengan sendok bekas Alvin .

__ADS_1


“ Kamu sudah mencuri first kiss ku .


Bersambung


__ADS_2