
“ Pengen pegang . “ ana malah terlihat gemas dengan tampilan baru Alvin , berbanding terbalikkan dengan Alvin yang terlihat masam . Alvin terlihat sangat tidak percaya diri sekali dengan penampilan barunya , meski ana tampak tak mempermasalahkan atau pun jijik dengan kepala plontos nya . Ana malah tampak gemas dan tanpa sadar terus bermain - main di kepala Alvin dengan mengelus , kadang ana juga menunjuk - nunjuk kepala Alvin dengan telunjuk nya .
“ Senyum dong , bapak masih terlihat ganteng kok meski kepala nya mirip pak ogah . “ ucapan ana barusan bukan nya membuat Alvin senang , malah semakin cemberut dan tak enak di lihat saja.
’ Is , gue malah di samain sama pak ogah lagi . Benar-benar mami tega bener sama Al , harkat derajat kegantengan Al benar-benar berubah menjadi pak ogah . ’ batin Alvin dengan sedikit memaksakan tersenyum .
“ Nah , gitu dong senyum . Satu , dua , tiga ____ “
Cekrek
Ana malah memotret kepala plontos Alvin , sontak saja Alvin melebar kan mata nya karena kaget dan hendak mengeluarkan taringnya karena ana sudah sembarangan memotret . “ bapak marah yah ? “ ana yang menyadari perubahan wajah Alvin pun seketika langsung terlihat sedih . “ Maafin ana sudah lancang pak , tapi memang sudah beberapa hari ini , entah kenapa aku ingin sekali melihat bapak berkepala plontos seperti ini . “ ujar ana dengan mata berkaca - kaca .
Melihat wajah sendu ana , tentu saja Alvin tidak tega dan mengurungkan perasaan kesalnya . Alvin pun memaksakan tertawa , meskipun terlihat aneh . “ Daddy gak marah kok , kalo mommy suka dengan penampilan baru daddy , daddy nanti akan sangat berterima kasih sama Mami karena secara tidak langsung sudah mengabulkan permintaan calon mantu nya . Sini foto berdua , kalo mommy beneran suka dengan penampilan baru daddy . “ Alvin tentu saja langsung mengambil keuntungan dengan menarik ana ke dalam pangkuan nya , kemudian mengabadikan momen tersebut di ponsel pribadi nya .
Cek rek
Alvin pun sudah tidak terlalu memikirkan ucapan - ucapan orang kantor tentang penampilan barunya , bagi Alvin yang terpenting perempuan yang saat ini berada di pangkuan nya tidak menjauh atau pun merasa jijik dengan penampilan baru nya , justru perempuan yang tengah mengandung keturunan nya terlihat senang dan tidak canggung padanya . “ Awas , kalo kemana - mana atau ke kantor jangan di pake topi jelek nya . “ pinta ana tanpa turun dari pangkuan Alvin .
“ Siap mommy nya anak - anak daddy . “ ujar Alvin dengan terus memandang wajah cantik yang masih betah di pangkuan nya . Lagian topi yang Alvin pakai bukan milik nya , melainkan topi milik OB nya di kantor . Alvin meminjam topi OB nya , karena Alvin merasa jadi bahan tertawaan karyawan yang melihat nya .
__ADS_1
Ana tersipu malu , saat Alvin terus memandang nya begitu lekat dan seolah tersihir dengan tatapan penuh damba Alvin , ana menerima saja perlakuan Alvin yang saat ini semakin mendekatkan wajah nya dan ____ CUP . Alvin hanya mengecup bibir ana “ menikah lah dengan ku , aku janji tidak akan mengkhianati rasa cinta ku yang paling dalam ini sama mommy dan berhenti lah memanggilku pak ! aku bukan atasan melainkan pasangan sehidup semati mommy , jadi seandainya daddy berkhianat mommy boleh membunuh daddy , karena ____ “ belum selesai Alvin berucap , ana spontan membungkam bibir Alvin dengan bibir nya dan tentu saja tindakan ana membuat Alvin mengambil kesempatan dengan memperdalam ciuman yang berasal dari perempuan yang tengah mengandung benih nya .
Saat Alvin hampir saja khilaf , karena tangan nakal nya hampir saja membuka kancing baju ana , seseorang berdeham begitu keras sehingga ana pun mulai tersadar dan turun dari pangkuan Alvin dan menundukkan kepala nya karena cukup malu , saat kegiatan tak senonoh nya di ketahui ibu dari laki-laki yang telah menanamkan benih pada nya .
Ehem
Bahkan bukan hanya ada Nyonya Alexa , tuan Arya pun ikut melihat nya . “ Astaga , ternyata hukuman dari Mami sama sekali tidak berpengaruh buat kamu , Al . “ ujar Nyonya Alexa dengan menggelengkan kepala nya .
Berbeda dengan ana yang ingin sekali menghilang dari pintu doraemon , Alvin justru terlihat berdecak kesal saat kegiatan nya di ganggu kedua orang tuanya . ’ kenapa mereka harus datang di saat yang tidak tepat sih , Lagian kenapa Mami sama papi jadi sering bolak balik ke sini sih . ’ Rutuk Alvin dalam benak nya .
“ Harusnya Mami tadi bukan hanya memangkas rambut kamu saja Al , tapi rudal kamu juga sekalian Mami pangkas . “ ujar Nyonya Alexa dengan menarik telinga Alvin .
“ Papi juga mau Mami potong rudal nya ? awas saja kalo papi juga macam - macam . “ Nyonya Alexa pun mengancam sang suami , saat tahu sang suami bersembunyi di belakang nya. Tuan Arya pun terkena omelan dari sang istri , sungguh menyebalkan putra bungsu nya .
“ Kok papi jadi kena juga , lagian kalo pusaka papi di tebas sama Mami , Mami sendiri yang rugi karena tidak bisa menjerit tengah malam . “ balas tuan Arya dengan berbisik di telinga sang istri.
“ Kalian kalo mau membuat kan adik baru , masuk saja ke kamar tamu . “ sahut Alvin , saat kedua orang tua nya saling berbisik ralat bukan berbisik karena Alvin cukup mendengar dengan jelas ucapan sang papi , ana pun seperti nya mendengar ucapan tuan Arya karena suara tuan Arya cukup keras .
Sebenarnya kedatangan Nyonya Alexa dan tuan Arya kemari , karena ingin menemui Mani untuk membicarakan sesuatu padanya , tapi di halaman depan Nyonya Alexa melihat mobil Ferrari berwarna merah milik Putra bungsu nya sudah terparkir di depan dan sebelum menemui mani , Nyonya Alexa pun terlebih dulu mencari keberadaan Putra bungsu nya , karena khawatir Alvin kembali melakukan hal yang tidak - tidak pada perempuan yang saat ini tengah mengandung calon cucunya dan benar saja saat Nyonya Alexa sampai ke halaman belakang tempat yang menjadi favorit nya , Alvin tengah berciuman dengan perempuan yang saat ini tengah mengandung calon cucunya . “ jangan coba - coba mengalihkan kedurjanaan kamu . “ ujar Nyonya Alexa pada Alvin dengan memukul pundak Alvin “ Ana bisa ikut Mami , Mami ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan ana . “ pinta Nyonya Alexa dengan lembut .
__ADS_1
Ana hanya menganggukkan kepala nya tanpa berani memandang wajah perempuan yang saat ini membawanya menjauh dari Alvin . Sesampainya di ruang tamu , Nyonya Alexa meminta ana untuk memanggilkan Mani yang saat ini berada di dapur . “ Ana bisa tolong Mami panggilkan Mani kesini ? “ pinta Nyonya Alexa dengan memijat pelipis nya .
Sungguh kelakuan kedua Putra nya benar-benar membuat Nyonya Alexa pusing nya bukan main . “ Baik “ ana masih terlalu canggung memanggil Nyonya Alexa dengan sebutan Mami , meski Nyonya Alexa sendiri yang meminta nya setelah tahu ana tengah mengandung calon cucunya .
Ana kini sudah membawa Mani di hadapan Nyonya Alexa . “ Kalian berdua duduk lah “ pinta Nyonya Alexa pada menantu dan calon menantu nya . “ Kamu tahu kenapa saya memanggil kamu kesini Mani ? “ ujar Nyonya Alexa , setelah ana dan Mani duduk di sofa yang sudah di tunjuk Nyonya Alexa .
Mani tentu saja menggeleng kan kepala nya , karena memang Mani tidak tahu tujuan Nyonya Alexa memanggil nya . “ tidak Nyonya . “ balas Mani .
“ Panggil saja Mami , karena kamu juga bagian dari keluarga Mahesa . “ pinta Nyonya Alexa
’ Maksudnya ? ’ batin ana mulai kepo , meski ana pun tak cukup berani mengeluarkan suara nya .
“ Tidak Nyonya , Mani hanya seorang pembantu rasa - rasanya terlalu lancang jika Mani memanggil Nyonya dengan panggilan Mami . “ balas Mani dengan sopan .
“ Kalo kamu merasa lancang , kenapa kamu bersedia menikah dengan Alvaro 7 tahun lalu .
’ Mereka sudah menikah ’
Bersambung
__ADS_1