Cinta Dibalas Pengkhianatan

Cinta Dibalas Pengkhianatan
Koma?


__ADS_3

Ketegangan di koridor rumah sakit itu berakhir setelah dokter James keluar dari ruang operasi dengan wajah sumringah. Bruce dan Rico langsung menghampiri dokter itu.


"Dok, bagaimana operasinya?"Rico langsung mencerca dokter James dengan pertanyaan.


"Operasi berjalan lancar. Tapi, maaf..." Dokter itu belum selesai melanjutkan bicaranya Bruce langsung memotong.


"Maaf? About what?(tentang apa?)." Mafia itu sudah mengepalkan tangannya. pikirannya tiba-tiba memikirkan hal buruk.


Melihat calon suaminya sedang emosi Lestari menggendong Putri menghampiri Bruce dia mengusap punggung kekasihnya itu. Dia lalu menundukkan kepalanya memberi ketenangan kepada Bruce. Mafia itu menggelengkan kepalanya dia menolak.


"Karena Nona Tifani masih belum sadar. Dia koma. Itu dikarenakan kami yang tidak tau jika Nona alergi obat bius," jelas dokter James. Ketika Bruce memberi dia kesempatan untuk menjelaskan alasan Tifani koma.


Jawaban dokter James seperti sambaran petir disiang bolong. Bruce memejamkan matanya lalu kedua tangan lebarnya mengusap kasar wajahnya.


"Lalu? Kenapa tidak dicek terlebih dulu baru memberikan obat bius? Harusnya dokter dan tim harus melakukan tes terlebih dulu! Bukan kah ada cara lain selain obat bius?" Tampak Bruce begitu kecewa dengan rumah sakit yang ia percaya untuk melakukan operasi justru mengecewakan dia.

__ADS_1


"Maaf, kami sudah melakukan tes semuanya dan hasil lab pun sudah keluar hanya saja salah satu asisten kami tidak membaca dengan seksama. Untuk, itu kami tim dokter meminta maaf atas kesalahan yang sudah kami lakukan." Dokter itu membungkuk meminta maaf dengan setulus hatinya.


Bruce membuang napas kasar, "Lalu, kami harus menunggu berapa lama?" tanya Bruce sembari menggosok dagunya.


"Kemungkinan empat puluh delapan jam." Jawaban dokter yang tidak pasti membuat Bruce geram.


"Kemungkinan? Anda bercanda dengan nyawa seseorang? Saya harap dokter belum melupakan identitas saya yang sebenarnya." ancam Bruce. Lalu meninggalkan dokter dan Lestari serta Rico begitu saja. Pria itu entah pergi kemana Lestari tidak tahu karena dalam kedipan mata saja pria itu menghilang seperti memiliki ilmu sihir menghilang.


"Saya masih mengingat semuanya dengan baik, Tuan." Sahutnya walaupun dia tahu Bruce tidak mendengar lagi.


🧞🧞🧞🧞🧞🧞🧞🧞🧞


Wanita satu anak itu hanya tersenyum, ''Sabar, Co. Tim dokter pasti punya solusi. Kita percayakan semuanya kepada mereka. Ayo, kita berdoa dulu," ajak Lestari.


Rico, terenyuh dengan kebesaran hati Lestari, dia pun mengangguk setuju. Lalu, keduanya pamit kepada dokter yang masih kwatir karena ancaman Bruce.

__ADS_1


''Dokter, abaikan ancaman Bruce. Sebenarnya dia pria yang manis hanya saja dia terlalu mengkwatiran anak angkatnya itu.'' Sebelum meninggalkan dokter


James, Lestari berusaha menghibur Dokter kepala itu.


''Terima kasih, Ibu.'' jawab dokter James.


''Sama-sama. Permisi,'' sahut Lestari.


Kemudian Lestari dan Rico serta Putri berjalan ke kapel kecil yang tersedia di rumah sakit itu juga. Dia sana ada pemandangan yang tidak biasa serta menyentuh hati. Lestari berulang kali mengerjap, dia tidak percaya pria yang tadi baru saja marah-marah itu sedang bersujud khusyuk dalam doa. Air mata Lestari jatuh ini pertama kali dia melihat Bruce berdoa. Pria yang menurut Lestari emosian dan mesum itu bisa juga berdoa?


Dia lalu melirik ke arah Rico yang menunduk malu. Karena, seharusnya Rico sebagai kekasih Tifani yang harus rajin mendoakan wanita yang sedang berjuang melawan hidup dan mati di ICU itu, bukan Bruce, pria yang dulu dikhianati mereka.


Satu lagi sisi baik Bruce yang baru di ketahui Lestari dan Rico, "Ternyata pria dengan tampilan penuh tatto dan selalu bertindak semaunya bisa juga tau berdoa. Aku salah menilai dia. Harusnya Tifani tidak mencampakkan dia, harusnya Tifani beruntung dicintai dia. Argh...Semua karena aku. Aku yang telah menghancurkan kebahagian mereka. Sekarang Lestari wanita yang beruntung memiliki pria ini, aku semakin sadar cinta tidak hanya dari ucapan saja tapi dari pembuktiaan dan sikap yang baik. Tari, aku mohon bahagiakan pria baik ini jangan kecewakan dia lagi. Bruce layak mendapatkn cinta yang tulus dari kamu. Sekarang aku sadar siapa aku sesungguhnya. Aku, pria yang paling brengsek dimuka bumi ini." Rico menyalahkan lilin dia juga berlutut dan khusyuk dalam doa.


Begitupun Lestari, dia tidak menyangka pria ini memiliki sisi baik, semakin dia mengenal Bruce pria itu semakin menunjukkan sisi baiknya. Dan, anehnya dia tidak pernah menunjukkan dengan sengaja didepan Lestari tapi dia selalu melakukan dibelakang Lestari beruntung jika Lestari menyaksikan seperti ini.

__ADS_1


''Harus kah aku meminta kau menikahi ku saat ini? Dulu aku pikir kau pria berandalan dulu aku pikir kau pria dingin yang tempramental namun hari ini setelah aku melihat dengan mata kepala ku sendiri harus aku, akui aku wanita yang paling beruntung yang sudah dipilih kau. Terima kasih, untuk kesempatan mengizinkan aku masuk dalam hidupmu. Aku tidak tau sampai kapan aku berada disampingmu tapi jika bisa aku akan meminta kepada Tuhan untuk mengizinkan aku berada disampingmu untuk selamanya hingga kematian yang dapat memisahkan kita. Akan aku usahakan menjadi wanita yang baik dan layak bersanding disamping mu,'' batin Lestari.


Kemudian mereka masing-masing khusyuk dalam doa. Dengan harapan semoga wanita yang sedang koma di icu sana segera sadar, agar mereka bisa berkumpul dan Bruce ingin segera memberikan surprise yang sudah disusun kepada wanita pujaan hatinya.


__ADS_2