
"Ekhem..."Emiil berdehem sengaja agar Fandi tidak melanjutkan ucapannya itu.
"Sayang maaf ya, aku ganggu sebentar. Sayang aku mau ke toilet sebentar, gak apa-apa kan kamu aku tinggal. Soalnya kan sudah ada kakak kamu, jadi aku gak khawatir buat ninggalin kamu di sini.Gak apa apa kan sayang.?" Lagi lagi sengaja Emiil menekankan kata sayang,dan kakak.
Agar Fandi itu sadar diri kalau dia itu kakak nya, jadi harus bersikap sewajarnya layaknya seorang kakak .
"Iya tidak apa-apa ko Emiil, lagian sudah ada kakak aku.kamu kalau mau makan dulu juga gak apa-apa, kamu pasti dari tadi belum makan ya.?"
Emiil tersenyum karena Naila ikut memerankan adegannya. Padahal Naila tidak tau kalau Emiil ingin memanas manasi Fandi.
"Ya kamu benar sayang, aku dari tadi gak mikirin makan. Aku hanya mikirin kamu dan kondisi kamu.Ya sudah aku keluar sebentar ya sayang, kakak aku titip pacar ku ya sama kakak kesayangan Naila."Sambil menepuk pundak Fandi.
Fandi hanya menatap Emiil yang sedang tersenyum meledek.
'Si...al, maksudnya apa coba bicara seperti itu.?" Gumam Fandi dalam hati.
Kini hanya Fandi dan Naila yang berada di ruangan itu.
"Naila,boleh kakak tanya sesuatu sama kamu.?"
"Boleh, kakak mau tanya apa memangnya.?"
"Cowok itu benar pacar kamu memang nya.?"
"Emiil maksud kakak.?" Fandi mengangguk." Iya dia pacar aku".Naila menjawabnya dengan tersipu malu.
" Kamu menyukainya.?" Naila mengerenyitkan mata nya." Eeh... Maksud kakak kamu kenal siapa dia, memangnya dia itu cowok baik baik.?" Jawabannya dengan terbata bata.
"Ow Emiil orang baik ka,kita kenal sudah dua tahun. Sudah 1 tahun dia mengungkapkan perasaannya sama aku, tapi aku selalu menolak nya. Alasan nya karena aku gak mau sampai ada yang tau kehidupan ku. Dan dengan apa yang aku alami selama ini, aku gak mau di kasihani sama Pria. Tapi dia mencari tau sendiri tentang hidupku, dan dia gak mundur. Dia tetap bertahan dengan perasaan nya dia ke aku. Padahal cewek di sana banyak loh ka, tapi dia malah menunggu jawaban aku." Cerita Naila dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
Tidak ada ucapan lagi dari Fandi saat Naila menceritakan tentang perasaan nya Emiil.
Tidak lamanya terdengar suara ketukan pintu, ternyata pak Tommy Paman nya Naila,yang tak lain ayahnya Fandi.
"Paman." Naila tersenyum.
"Sayang, kamu kenapa bisa begini si Nai. Paman sampai mikirin kamu loh nak.?"
Mendengar itu Nai nampak murung.
"Maafkan Naila paman, yang sudah membuat paman khawatir." Pak Tommy mengerti kalau dirinya salah bicara.
"Gak begitu Nai,wajar paman khawatir sama kamu. Karena kamu keponakan paman satu satunya, dan kesayangan nya Paman. Wajar kalau paman khawatir dengan keadaan kamu, kalau bukan paman siapa lagi nak.?" Sambil membelai rambut Naila." Sudah jangan di bahas,kamu sudah makan belum. Paman bawa makanan untuk kamu."
"Sudah paman,aku sudah makan tadi di suapi Emiil".
" Emiil, siapa Emiil.?" Pak Tommy menatap dengan tatapan menyelidik.
"Emiil siapa nih,aduh kaya nya paman ketinggalan berita dari kamu nih.?"
"Iiihh paman apaan sih,ngeledek Mulu deh.?"
"Loh, ko ngeledek sih. Paman ingin tau siapa pria yang membuat keponakan paman ini tersenyum seperti ini.?"
Tok Tok Tok... Terdengar suara ketukan pintu,dan datang lah seseorang dari luar dan tersenyum ke arah Naila.
"Eeh.. Ada tamu, maaf saya tidak tau.?" Kata Emiil dengan sopan.
"Masuk nak.!" Emiil pun mengangguk dan menghampiri Pak Tommy." Jadi ini pria yang kamu Maksud Nai.?" Emiil yang mendengar namanya di sebut nampak terkejut.
__ADS_1
Emiil hanya tersenyum, sedangkan pak Tommy menatap Emiil.
"Aduh, saya jadi gak enak ya.hihihi..." Emiil terkekeh den menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Pak Tommy dan Naila ikut terkekeh, dan hanya Fandi lah yang tanpa ekspresi sama sekali.
"Emiil kamu jangan takut, paman hanya meledek kamu aja.hihihi....Emiil kenalkan ini paman aku, paman ini Emiil yang aku sebutin nama nya".
"Benar kan jadi dia yang namanya Emiil." Pak Tommy pun bersalaman dengan Emiil." Emiil saya paman nya Naila, terimakasih ya kamu sudah membawa putri kesayangan saya ke sini. Walaupun anak nakal ini keponakan saya,Tapi sudah saya anggap putri kandung saya sendiri".
"Iya Om sama sama, saya juga tidak ingin terjadi sesuatu sama Naila. Mungkin bukan cuma hanya Naila saja, jika ada yang membutuhkan bantuan seperti Naila. Mungkin insyaallah saya juga akan bantu, semampu saya. Jadi om jangan bilang seperti itu." Pak Tommy nampak kagum dengan ucapan Emiil,yang membuat nya terkesan.
Dua hari kemudian Naila sudah di perbolehkan pulang.Karena kata dokter Naila hanya kelelahan,dan membuat tekanan darah sangat rendah. Mangkanya itu yang menyebabkan Naila tak sadarkan diri.
Kini Naila sedang packing barang untuk di bawa pulang, dengan di bantu Emiil dan pak Tommy. Dan Naila pulang bersama pak Tommy , menggunakan taksi online. Dan Emiil mengikuti dari belakang.
Saat sudah sampai di rumah,Naila di sambut oleh Melly. Melly begitu bahagia melihat kakaknya pulang.
"Ka Nai, akhirnya kakak pulang. Melly kangen sama kakak tau.?"
Naila hanya tersenyum mendengarnya, sedangkan Bu Farida dan jenny nampak jengah mendengar nya. Dan itu terlihat jelas oleh Emiil,yang melihat wajah tak suka pada dua orang itu.
'Jadi ini 2 nenek sihir yang selalu menyakiti Naila. Liat aja kalian nanti, kalau Naila sudah aku bawa dari rumah ini. Mau berbuat apa kalian ke Naila,lihat saja nanti, dasar penjilat". Gumam Emiil dalam hatinya.
Kini setahun sudah berlalu,dan hubungan Naila dengan Emiil pun juga sudah satu tahun. Emiil tentunya bahagia bisa menjalani hubungan nya dengan Naila tak terasa sudah 1 tahun. Apalagi Naila, merasa bahagia karena ada seseorang yang bisa mendengar kan ceritanya dan membuatnya tersenyum.
Apalagi Emiil akan melamarnya saat orang tuanya sudah kembali dari solo. Karena keseriusan Emiil, kabar bahagia itu tersebar di tempat kerjanya.
Naila tidak tau kalau Emiil itu adalah putra dari pemilik tempat nya bekerja. Usaha itu di kerjakan oleh ayah nya, namun karena usahanya di bantu oleh kakak tertua Emiil, Emiil tidak mau ribet memikirkan usaha orang tuanya itu. Emiil sendiri tidak ingin diketahui jika Emiil adalah anak pemilik usaha itu. Dia hanya ingin di kenal sebagai Emiil yang sederhana, mengenal nya tanpa embel-embel kekayaan.
__ADS_1
Mangkanya Emiil ingin ikut membantu kalau di tempatkan di bagian gudang saja. Dan Emiil sendiri lah yang akan mengecek barang di sana, sekaligus mengecek kinerja karyawan di sana. Sekaligus pertama kali dia melihat Naila di sana , mangkanya dia kekeh ingin di bagian gudang. Agar bisa melihat dan dekat dengan Naila lebih dekat.
Malam ini, Fandi sedang bermain Futsal. Fandi mengajak Naila untuk menemaninya, entah kenapa jika ada Naila dirinya akan semangat bermain bola.