Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Permainan awal


__ADS_3

+21


'Maafkan aku Nai, aku belum bisa merelakan kamu. Tapi aku senang melihat senyuman kamu kembali, aku hanya butuh waktu untuk melupakan perasaan ku ini. Semoga kamu bahagia Nia bersanding dengan nya..' Berkata dalam hati saat melihat senyuman bahagia di bibir Naila..


Selain Naila dan Brian ada pasangan muda lainnya, yang juga sedang bahagia menyaksikan sepasang pengantin yang bahagia,sedang menjadi raja dan ratu di pelaminan.


"Kenapa, kamu ingin juga seperti Naila duduk di sana.?" Goda Denis saat melihat kekasihnya menatap Naila.


"Siapa yang tidak ingin duduk di tempat ini dengan pasangan yang kita cintai. Bohong kalau ada yang bilang tidak menginginkan nya. Itulah impian aku dan Naila, menikah dan di saksikan dengan kedua orang tua masing masing. Sayang nya kami tidak memiliki nya, Naila masih beruntung memiliki om Tommy. Sedangkan aku apa, tidak ada yang aku punya."


"Hei,masa pacar aku yang pemberani dan selalu ceria jadi melow begini. kamu tidak sendiri ada aku bunda ayah Devi Naila dan Ka Brian. Kita semua keluarga, cukup kita saja. Dan kita buat keluarga kecil yang manis dan bahagia." Ucap Denis dengan senyuman, sambil menghapus air matanya Devi.


"Kamu itu pintar sekali sih bikin aku tersenyum kembali.?"


"Bukan Denis namanya kalau tidak bisa menghibur gadis cantik seperti kamu.?"


Devi mencebikkan bibirnya.


"Gadis cantik seperti aku, apa ada lagi selain aku. Atau mungkin banyak ya gadis yang kamu hibur, dan membuatnya bahagia kembali.?"


"Hei ko lari nya ke situ. Mangkanya mari kita bergerak lebih maju untuk hubungan kita. Agar hanya kamu yang aku jadikan istriku.?"


"Kamu yakin Denis.?"


"Yakin, selesai kakak menikah aku akan mengajukan diri untuk menikahi kamu sayang.?" Devi tersenyum.


"Hei,, Aku serius sayang."


"Iya aku tau kamu serius. Tapi gak sekarang juga bahas nya sayang." Goda Devi.


"Lagi lagi aku mau dengar."


"Apa si Denis ku sayang. Udah aah aku mau ke depan foto dengan Naila".


Devi pun berjalan menuju Brian dan Naila . Dan Denis pun tersenyum lalu menyusul di belakangnya Devi. Bukan hanya Denis Debby dan Melly pun ikut maju, dan mereka berfoto bersama.


Di saat malam harinya nya setelah acara selesai, Naila dan Brian kembali ke kamarnya. Karena Brian melihat Naila yang terlihat lelah.


Kini Naila dan Brian sudah berada di dalam kamar mereka yang tak lain kamar milik Brian sebelum brian menikah.

__ADS_1


Kini Brian dan Naila sudah membersihkan dirinya, karena Naila merasa lelah. Dan bergantian bergilir Brian yang bersih bersih tubuhnya.


Saat Naila sedang melihat pemandangan malam hari dari balik jendela kamar. Tiba tiba ada tangan kekar yang melingkar di perut Naila. Naila sangat kaget karena ada tiupan nafas di belakang telinga Naila.


"Kenapa kaget ya ada yang mem.. eluk mu seperti ini dari belakang.?"


"Iya mas, aku kaget."


Sudah pasti Naila merasa kaget, bukan hanya itu kulit Naila terasa meremang. Karena Brian bernafas tepat di bagian belakang telinga dan leher Naila. Brian paham dengan posisi Naila saat ini, dan Brian sudah bisa menduga kalau Nila tersipu malu.


Benar Naila saat ini terasa pipinya terasa hangat. Naila terasa gugup dengan ini, dan merasa menjadi salah tingkah.


"Biarkan seperti ini dulu sayang. Aku masih betah dengan posisi seperti ini. Huuuffhh...." Brian sengaja meniup belakang telinga Naila .


"Aaaahh ... Mas, jangan seperti ini."


Brian tersenyum mendengarnya, apa lagi Naila sedikit mende...sah saat Brian sengaja meniup bagian yang membuat Naila sensitif.


Brian sengaja mengigit bagian itu kembali.


Sssttt ah.. Naila menggi...git bibir bawahnya agar suaranya tidak terdengar. Namun sayang Brian sudah mendengar nya.


Brian menatap Naila lekat lekat.


"Aku sudah berjanji kan, tidak akan menyentuh kamu setelah kejadian di rumah ku waktu itu. Saat aku kecup kamu untuk pertama kali nya aku ambil dari kamu. Dan Aku akan menunggu sampai kamu SAH menjadi istriku, dan sekarang kamu sudah menjadi istri ku, apa aku sudah boleh melakukan itu sama kamu.?" Dengan tatapan yang membuat Naila tersipu malu.


"Mas, sekarang aku sudah menjadi istri kamu. Dan itu sudah kewajiban aku melakukan apa yang kamu inginkan. Diri ku tub..uh ku, itu semua nya milik kamu. Dan aku akan senang dan ikhlas melakukannya, jika kamu juga melakukannya dengan ikhlas, dan membuat kamu senang."


Mendengar itu Brian entah kenapa sangat senang. Brian mengangkat dagu Naila melihat bibir ranum Naila, tanpa basa basi Brian langsung menyambar kesempatan yang sudah di depan mata. Mata Naila pun terpejam dan itu pertanda kalau Naila pun ingin melanjutkan permainan selanjutnya.


Brian menuntun Naila melangkah menuju tempat tidurnya, dan Brian membuka kemasan yang di gunakan. Lalu menghampiri Naila yang seperti memang sudah siap akan apa yang Brian inginkan.


"Apa kamu sudah siap sayang.?" Naila pun mengangguk, dan itu adalah jawaban yang Brian ingin dengar.


Setelah mendapatkan kesempatan untuk permainan awal, dengan permainan yang membuatnya harus melakukan secara lembut di perjalanan nya. Agar lawan main pun bisa menikmati permainan tersebut.


Brian memang belum pernah memainkan permainan yang sangat ekstrim, tapi itu membuat adrenalin nya sangat tertantang menuju permainannya. Ya hanya dengan Naila lah Brian melakukan nya tanpa punya pengalaman apapun.


Hahahah.... Ya begitulah hanya mereka lah yang tau permainan apa yang membuat adrenalin mereka berpacu dengan ruang dan waktu.

__ADS_1


Author gak tau hihihi...


Next ya...


Keesokan paginya Naila terbangun lebih awal, Naila merasa tubuhnya sangat lelah. Dan saat Naila ingin bangun pun terasa susah, saat Naila melihat ternyata ada tangan yang sedang mem...eluknya.


Tangan yang terlihat sangat kekar, putih. Dan Naila pun melihat ternyata ada Brian yang sedang tertidur sangat lelap. Ya Naila saat ini baru menyadari kalau dirinya kini sudah menjadi istri Brian.


Naila tersenyum saat mengingat kejadian semalam, apa yang dia dan Brian lakukan. Saat Naila melihat jam sudah menunjukkan jam 4, Naila ingin bangun dan untuk bersih-bersih diri. Namun ternyata tangan Brian yang kekar menahan tub..uhnya kembali.


"Kamu mau ke mana sayang.?"


"Mau man..di, dikit lagi kan adzan..?"


Brian melihat jam yang berada di samping mejanya. Masih cukup lama sayang, sini temani aku lagi. "


"Mas tapi aku gak enak kalau bangun nya kesiangan.." rengek Naila, dan itu membuat Brian tersenyum mendengar suara Naila yang menurutnya sangat manja.


"Gak apa-apa, bunda mengerti ko. Tau gak , kalau kamu manja begitu aku makin suka sama kamu.."


"Maksudnya.?"


"Lanjutin permainan yang semalam yuk. Setelah itu baru aku lepasin kamu untuk bersih-bersih tub..uh kamu". Sambil mengecup pipi Naila...


"Maaaasss...~"


"Apaaaa...~" Brian sengaja menggoda Naila..


"Iiihh lepas mas sebelum waktu adzan...~"


"Enggak ...~ Mangkanya ayo sebelum waktunya, kita lanjutin lagi.. Sebentar aja ko, yayaya...." Dengan senyuman yang menggoda.


Tanpa menunggu aba-aba, dan mendengar jawaban Naila. Brian melanjutkan aksinya dengan permainannya untuk yang dua.


Naila pun akhirnya mengalah, dan pasrah apa yang akan di lakukan oleh suaminya saat ini.Memang sudah menjadi kewajiban dan tugasnya Naila saat ini, apa yang menjadi kebutuhan Brian.


Dan terjadilah eng ing eng..pok pok pok jederr....Heheheh....


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2