
Brian pun mengecup kening Naila,dan itu di lihat semua keluarga. Termasuk Denis yang melihat adegan romantis kakak nya dengan Naila. Tapi untuk kali ini, Denis hanya tersenyum melihatnya ke harmonisan kakaknya dengan istrinya...
Hari hari terus berjalan, sampai tak terasa usia kandungan Naila memasuki usia 7 bulan. Dan kini terlihat perut Naila yang mulai membuncit.
Walaupun sekarang Naila dengan perut membuncit, tapi rasa cintanya Brian terhadap Naila tidak akan luntur. Brian justru semakin bertambah sayang kepada Naila, bahkan Brian tidak pernah bisa jauh dari istrinya itu..
Sedangkan bagi Devi dan Denis kini usia pernikahan mereka berjalan 4 bulan. Dan mereka masih menikmati masa masa pacaran. Ya Devi belum ada tanda-tanda kehamilan , dan bagi Denis mereka akan sabar sampai kapan pun. Kalau tuhan mengizinkan Denis dan Devi untuk di berikan titipan, mereka akan sabar menunggu.
Di kehamilan yang berusia 7 bulan, Naila terlihat mudah lelah. Bentuk tubuh Naila pun terlihat berisi, dan bukan hanya itu pipi Naila pun terlihat chubby. Dan itu membuat Naila merasa tak percaya diri dengan bentuk tubuhnya yang terlihat gendut baginya.
Kini Naila sedang berada di depan cermin. Ya Naila sedang bercermin, melihat bentuk tubuhnya. Sambil membelai perutnya yang terlihat membuncit.
Brian yang sejak tadi memperhatikan tingkah istrinya, lantas mendekati nya. Lalu memeluknya dari belakang,dan mendekapnya.
"Mas...~"
"Heemm..."
"Aku semakin jelek ya. Lihat saja, tubuh aku sekarang gendut. Ini juga pipi aku cubby banget mas..?" Brian tersenyum mendengar Naila terus bicara.
"Apa sih kamu. Yang bilang kamu jelek itu siapa, bilang sama aku. Kamu itu sekarang tambah cantik, dan tambah se*si lagi." Sambil menggoda Naila.
Naila tersenyum saat suaminya memujinya." Gombal banget si kamu mas. Kamu mengatakan seperti itu, agar aku Senang kan.?"
"Loh, ko kamu mikir nya kaya gitu sih.? Kamu memang tambah cantik sayang. Kamu tidak dengar kemarin bunda bilang apa. Kata bunda semenjak kamu hamil, aura kamu terpancar . Kamu tambah cantik tau, jadi bukan hanya aku kan yang memuji kamu. Bunda, ayah, Devi, Debby paman Tommy pun juga mengatakan seperti itu kan.?"
"Iya mas, tapi lihat deh aku jadi gendut tau. Kamu pasti malu deh kalau setiap ngajak aku jalan..?"
"Astaga Naila, kamu itu kebanyakan nonton sinetron kali ya kalau di rumah. Kalau aku malu ngajak kamu jalan keluar, untuk apa aku ngajak kamu jalan pagi-pagi. Kalau aku malu, ya aku gak perlu lah ngajak jalan kamu keluar rumah. Ini kan setiap pagi kita ke taman, kita jalan sehat. Biar kamu dan kandungan kamu terkena sinar matahari pagi, kan sehat. Jadi sudah ya jangan punya pikiran yang macam macam. Aku sayang sama kamu apa adanya, apalagi di sini ada anak kita. Aku gak sabar menanti kehadiran anak kita ke dunia."
" Beneran mas aku gak jelek,dengan bentuk tubuhku seperti ini.?"
__ADS_1
"Gak sayang. Kamu gak jelek,siapa yang bilang kamu jelek. Kamu justru tambah cantik , dan aku tambah sayang sama kamu.?" Naila terus tersenyum, setiap kali mendengar suaminya terus memujinya.
Ya itulah yang di lakukan Brian dalam beberapa bulan ini. Naila merasa kurang percaya diri dengan bentuk tubuhnya yang mulai berisi. Mangkanya Brian selalu memuji Naila, agar Naila kembali percaya diri. Brian memujinya pun bukan karena sekedar memuji, agar Naila senang. Brian memujinya memang Brian melihat istrinya terlihat semakin cantik , jadi bukan sekedar memuji.
Kini Brian dan Naila sedang berada di salah satu Mall Jakarta. Ya Brian dan Naila sedang mencari sesuatu barang, untuk perlengkapan baby mereka. Karena usia kandungan Naila sudah lebih 7 bulan, dan Brian sengaja ingin membeli kebutuhan baby mereka.
Walaupun sebenarnya bunda Rossa dan ayah Haris juga sudah membelikan perlengkapan bayi. Dari pakaian, popok, dan lain lain. Tapi Brian dan Naila masih ingin membelinya dengan pilihan mereka berdua.
Kini Brian dan Naila berada di salah satu toko perlengkapan baby. Naila dan Brian sedang melihat lihat pakaian bayi yang lucu-lucu..
"Sayang.." Panggil Brian Naila yang sedang melihat sepatu bayi pun menoleh.
"Iya mas, kenapa.?"
"Sini deh, lucu gak baju ini.?" Naila tersenyum saat melihat suaminya memegang pakaian bayi dengan warna pink. Dengan model dan motif pakaian yang bagi Brian lucu.
"Lucu mas. Kamu mau pilih itu memang nya.?" Brian mengangguk dengan mata masih memperhatikan pakaian berwarna pink tersebut.
"Iya sayang, aku suka aja lihatnya lucu. Seperti nya akan terlihat cantik saat anak kita yang pakai. Terlihat cantik seperti ibunya".
Dan akhirnya Naila dan Brian mencari cari barangnya lagi. Brian dan Naila berhenti di sebuah tempat sarung tangan dan kaki bayi yang lucu. Dan ada juga topi bayi dengan bentuk yang lucu-lucu.
"Naila lihat ini, ini lucu lucu bentuknya. Kamu suka tidak dengan pilihan aku ini.?" Tanya Brian kembali.
Naila pun melihat dan tersenyum dengan apa yang di pilih suaminya, yang begitu antusiasnya memilih semua perlengkapan baby nya.
"Iya mas, bagus. Kamu seperti nya semangat sekali memilih barang barang nya.?"
"Entahlah aku sangat semangat sekali memilih perlengkapan untuk baby kita. Apalagi saat aku tau jenis kelaminnya, kalau baby kita perempuan. Aku sangat senang, dan sangat semangat Sekali memilih barang barang ini..." Naila tersenyum mendengarnya, apalagi raut wajah Brian tidak bisa di bohongi kalau dia itu sangat bahagia.
Kini Naila dan Brian sudah selesai membeli perlengkapan untuk baby mereka. Brian dan Naila pun kini sedang berada di sebuah restauran, karena bumil satu sudah merasakan lapar.
__ADS_1
Kini Brian dan Naila sedang melihat menu makanannya.
"Sayang kamu mau pesan apa.?"
"Mas, kaya nya ini enak mas. Ikan gurame fillet asam manis ini kaya nya enak deh. Aku mau ini, kalau kamu terserah mau pesan yang mana.?"
"Yakin kamu mau ini.?" Naila mengangguk." Ya sudah, aku yang mana ya.?" Brian masih melihat menu makanan yang ingin dia pesan."Aku nasi goreng seafood aja ya, aku bingung mau makan apa". Naila mengangguk.
Brian pun akhirnya memesan dua makanan dan ada menu makanan yang lainnya yang Brian sudah pilih. Sambil menunggu pesanannya datang Brian dan Naila mengobrol. Lalu tiba-tiba datanglah Raka menghampiri Naila dan Brian..
" Brian, Naila." Brian dan Naila pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya.
"Raka, kamu di sini.?" Tanya Brian.
"Justru aku yang tanya, kalian makan di sini. Ini kan restauran punya aku.?"
"Ow ya, serius ini punya kamu.? Waah... Ko aku baru tau ya, kamu punya restauran ini.?" Tanya Naila dengan rasa tak percaya.
"Iya kan aku sudah bilang aku punya usaha restauran di Jakarta. Dan aku baru buka cabang ku di sini, belum lama si, mungkin baru tiga bulan lah."
Naila mengangguk kan kepalanya, sedangkan Brian hanya tersenyum.
"Kamu bukan kah buka di dekat Mall, di toko Denis dan Debby.?" Tanya Naila.
"Yupz benar Nai, aku juga buka di sana. Itu sudah cukup lama, mungkin sudah 2 tahunan lah.. Alhamdulillah di sana rame, dan aku bisa buka di sini juga."
"Hebat kamu Raka". Puji Naila.
"Biasa aja Nai. Lagian aku membuka usaha restauran di sini bekerja sama dengan teman ku."
Lalu pesanan Naila dan Brian pun datang setelah mereka menunggu..
__ADS_1
Naila dengan mata berbinar, saat melihat makanan yang mereka pesan sudah datang. Naila melihat nasi putih dan menu ikan gurame nya yang masih keluar asap yang sedikit mengepul . Begitupun juga nasi goreng milik Brian, begitu menggugah selera.
Bersambung.....