Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Bertemu ayah dan ibu


__ADS_3

Dan seluruh keluarga pun, semuanya masuk kedalam.


Brian berjalan di samping Naila. Dengan merangkul pinggang Naila.


"Kamu sangat cantik sayang. Kamu membuatku terpesona dengan penampilan kamu seperti ini. Aku semakin di buat jatuh cinta sama kamu."Naila pun tersenyum mendapatkan pujian dari suaminya.


Naila memeluk lengan suaminya, dan berjalan berdampingan dengan Brian..


Kini Naila dan keluarga pun sedang menikmati makan bersama..


"Nai ini masakan kamu benar benar enak loh".puji Debby.


"Iya Nai, makanan kamu enak. Kamu tau aku dari tadi malas makan. Pas nyobain masakan kamu tadi, aku langsung mau makan... Seperti nya aku memang kangen masakan kamu ." Timpal Devi.


"Bisa aja kamu". Jawab Naila.


Akhirnya mereka pun menikmati makan bersama. Saat malam harinya di mana, Brian dan lain nya mengadakan barbeque bersama di halaman rumah Naila.


Dan di saat itu pula, Brian kedatangan sahabat dekatnya yang tak lain, dokter Alvin. Bagaimana tidak dekat, rumah nya saja bersebelahan dengan Brian...


"Hai bro,. Waduh selamat ulang tahun ya..."


"Terimakasih Al. Aku saja lupa ulang tahun ku, yang ingat dan membuat acaranya ini istri ku dan keluarga ku ." Alvin mengangguk."Ayo masuk yuk, cicipi. Sebagian yang sudah matang.."


"Iya terima kasih.." Alvin pun duduk dan bergabung dengan lainnya.


Di san ada Naila Devi denis Raka dan Debby.. Saat Alvin datang, Debby dan Alvin saling menatap. Debby pun menghindari tatapan pria di hadapannya itu, dan Raka pun tau kalau Debby sangat tidak nyaman dengan kehadiran teman Brian itu . Dan akhirnya Raka pun menggenggam erat tangan Debby, dan Alvin pun melihat tangan Debby dan tak saling berpegangan. Alvin pun tak menanggapinya justru Alvin tersenyum, melihat Debby sudah memiliki kekasih.


Next


Dan beberapa Minggu kemudian. Naila sedang bersiap-siap mengemas pakaian untuk dirinya anak dan suaminya. Karena Naila akan mengunjungi kediaman rumah pak Tommy. Karena Lusa adalah hari pernikahan Fandi dan Sarah .


Sore harinya, Brian Naila dan baby Briana sudah sampai di kediaman rumah pak Tommy. Seluruh keluarga pak Tommy sudah menunggu kedatangan keponakan kesayangan nya yang sudah dianggap sebagai putri nya...


Bu Farida Melly dan Fandi pun juga menanti kedatangan Naila dan Brian, khususnya baby Briana.

__ADS_1


Bayi mungil yang baru menginjak usia 4bulan


Itu sangat menggemaskan. Dan itu membuat mereka sangat merindukan baby Briana.


Brian membukakan pintu mobilnya untuk Naila. Senyuman pun terpancar dari bibir Naila dan Brian saat melihat keluarga pak Tommy sudah menyambut nya...


"Assalamualaikum....


"Waalaikumsallam.... Aduh duh duh, yang di tunggu tunggu datang juga.."Ucap Bu Farida dengan rasa senangnya .


Brian dan Naila mencium tangan pak Tommy dan Bu Farida.


"Iya Bu, tadi kita ke tempat bunda dulu. Soalnya ada yang di titipkan bunda untuk di sini.Cuma barang nya masih di dalam mobil, belum di keluarkan."Jawab Naila.


"Kenapa si harus repot-repot bawa bawaan segala. Dengan kedatangan kalian ibu sudah senang, iya kan yah.?"


"Iya Naila, Brian. Kenapa mesti ngerepotin segala si. Bilang ke keluarga kamu, terimakasih banyak ya.."


"Iya yah, dan lagian tidak merepotkan sama sekali ko." Jawab Brian.


Dan semuanya pun berkumpul melihat tingkah lucu baby Briana yang sudah bisa tengkurap, saat di letakkan di atas kasur lantai..


Mamamamaa.... Eeeeeaaaa. Masa ...maa...bbbrru....Itulah suara yang keluar dari baby Briana.


Dan semuanya pun tertawa melihat bayi mungil yang sangat menggemaskan sedang asyik berceloteh..


"Eeehhh.. kamu sudah bisa bicara ya sayang.. Aduuhh...Onty pasti akan kangen berat ini sama kamu sayang.. uuuuuhhh gemeezzzz nya..." Melly yang senang menemani baby Briana.


"Anak kamu seperti nya sudah pandai bicara Nai. Mirip seperti kamu, belum genap 6 bulan sudah pintar berceloteh. Semuanya di borong sama kamu, dari bicara tumbuh gigi. Bahkan di usia 1 tahun kamu sudah bisa berjalan dan pintar bicara."Kata pak Tommy saat melihat Briana yang seperti Naila kecil.


"Masa sih yah, dulu Naila seperti Briana.?"


"Iya nak, mangkanya ayah dan ibu kamu sangat bahagia saat melihat tumbuh kembang kamu dulu sangat super aktif.."


Wajah Naila nampak murung, saat pak Tommy menyebutkan nama ayah dan ibunya.

__ADS_1


"Andaikan ayah dan ibu masih ada, Naila yakin mereka akan sangat bahagia dengan adanya Anak Naila berada di tengah-tengah mereka.."Pak Tommy pun tersadar kalau obrolannya membuat keponakannya jadi teringat kedua orangtuanya.


"Sayang..."Brian merangkul pundak istrinya, dan membawanya dalam pelukannya.


"Maafkan ayah nak, ayah tidak bermaksud membuat kamu sedih kembali. Ayah hany mengingat diri kamu saat masih kecil. Maafkan ayah ya sayang.."Ucap pak Tommy dengan menyentuh tangan Naila, yang sedang berada dalam pelukan suaminya.


Naila pun menatap pak Tommy, Naila melihat wajah paman nya dengan rasa bersalahnya.


"Ayah tidak perlu meminta maaf. Memang beberapa hari ini Naila sedang sangat merindukan ibu dan ayah."Naila tersenyum.


"Ayah tau, saat Naila melahirkan Briana. Naila bertemu dengan mereka di mimpi, entahlah itu mimpi atau memang Naila diajak bertemu dengan mereka."


Brian dan pak Tommy sangat terkejut mendengar Naila mengatakan itu.


Aku bertemu ayah dan ibu di sebuah taman di mana di tumbuhi bunga bunga indah.. Mereka membawa ku ke sebuah tempat yang sangat indah, yang tak pernah Naila lihat di alam nyata..Ayah dan ibu membawa Naila, perasaan Naila saat itu sangat bahagia karena dapat bertemu dengan mereka kembali. Namun saat Naila ingin ikut bersama mereka, ayah dan ibu melarang ku untuk ikut. Dan aku di suruh tetap tinggal di tempat itu, dan menjaga setangkai bunga,dan kaktus. Dan merawat bunga dan kaktus itu supaya indah terawat. Entah lah itu mimpi atau apa,saat Naila membuka mata. Ada mas Brian yang sedang menatap ku. Walaupun hanya sebentar tapi aku bahagia dengan datangnya mereka saat itu.


Semuanya yang mendengar kan ceritanya Naila, merasa merinding. Pak Tommy pun segera memeluk keponakan nya itu, yang sangat dia sayangi, melebihi dirinya sendiri..


Brian selama Naila bercerita, ada rasa tak percaya. Namun saat membayangkan bertapa takut nya saat itu Naila kritis. Brian membayangkan bertapa hancur nya dirinya, sampai Naila benar benar meninggalkan dirinya. Brian berpikir, dirinya akan gila. Jika Naila tak selamat, dan tak ada di sampingnya.


Saat malam hari seluruh keluarga pun sudah berada di dalam kamar untuk beristirahat.


Naila dan Brian masih belum tertidur dan berada di kamarnya. Dengan posisi bila berada di antara Briana dan Brian. Brian ingin dekat dengan istrinya, sambil membelai rambut Naila yang sampai bahu.


"Mas kamu kenapa sih.?"


"Biarkan begini apa sih Nai. Biarkan anak kita di situ sebentar saja, aku lagi ingin sama kamu.."Naila pun tersenyum. "Sayang, aku masih kepikiran cerita kamu tadi.?"


"Yang mana mas.?"


"Yang katanya kamu bertemu ayah dan ibumu di mimpi. Dan kamu ingin ikut dengan mereka, cerita kamu itu bohong kan sayang.?"


Brian menyentuh tangan Naila, lalu dikecup nya.Naila melihat wajah suaminya yang terlihat sedih, Naila sendiri bingung apa yang suaminya pikirkan.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2