Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Naila tawanan ku


__ADS_3

Kesannya memang jahat, namun mau bagaimana lagi. Ini semua ulah teman temannya di kantor, memberikan Brian video yang membuat darah nya berde... sir dan otaknya melayang kemana-mana.. Untung saja Brian masih bisa fokus menyetir mobilnya, agar cepat cepat sampai rumahnya.


Kini Naila sudah di letakkan di atas tempat ti..dur. Sedangkan Brian sudah berada di ata....snya.


Saat ini Naila sudah tak memakai kemasan apa pun, begitupun Brian. Hanya selimut lah yang di gunakan mereka.


Aaahh.. mmmmpphhh... Aaahh.... Mas ...


"Ya sayang... Naila sayang aku sangat mencintai kamu..."


Mendengar suaminya mengucapkan itu hati Naila merasa bahagia. Mereka pun melakukan pertandingan dengan tu..Buh nya yang sudah basah karena peluhnya..


Brian semakin kuat memainkan dan memimpin permainan, dan Brian pun juga sudah memasuki ke tempat yang di mana Brian sukai. Yaitu ketempat kawasan terindah yang Naila miliki dan tak lupa Brian juga memberi tanda kalau itu miliknya. Bagi Brian itu sebagai tanda kalau dirinya begitu amat mencintai istrinya itu.


Naila.... Brian terus memanggil nama istri nya dengan Des...ahan yang menggai....rahkan.


Naila menarik sep...rai sebagai pertahanan nya. Karena permainan yang Gilang lakukan semakin cepat. Entahlah Naila pasrah akan apa yang suaminya ini lakukan, baginya dia hanya melakukan kewajibannya sebagai istri.


"Mas.."


"Ya sayang.. aku mencintaimu.. "


Sambil meng... ecup Naila. Dan akhirnya Brian tumbang di atas tu...Buh Naila.


Ya Brian dan Naila akhirnya mereka kelelahan atas permainan yang mereka lakukan.


" Trimakasih sayang, maaf kamu jadi kelelahan karena aku. Tapi aku menyukainya.." Brian meng.. ecup kening Naila.


Naila pun mengangguk, kini Naila merasa sangat lelah dengan apa yang baru saja mereka lakukan. Dan tubu..hnya kini juga hanya menggunakan selimut bersama suaminya...


Dengan posisinya Brian yang masih mem...eluk Naila dari belakang. Dan masih menc..iumi pundak Naila, membuat Naila merasa geli karena Naila masih tak menggunakan apapun hanya seli....mut yang menu..tupi tu..buh mereka.


Entahlah saat ini Brian masih enggan ingin pindah atau menjauhkan posisinya dari istrinya itu...Sampai 15 menit berlalu Brian masih betah mem.... eluk tubuh dan menci...umi aroma tub..uh Naila. Yang membuatnya semakin menggila.


"Mas, aku mau ke tandasnya. Aku mau mandi . Aaaaa..." Saat Naila hendak bangun, Brian menahannya.


"Nanti sayang, mas masih menginginkan lagi.. Boleh ya.?" Sambil tersenyum nakal.


"Apa, lagi. Kan tadi sudah mas, memang tidak lelah..?"

__ADS_1


"Gak ada kata lelah untuk menaburkan bibit unggul sayang. Yuk lagi..."Mata Naila terbelalak matanya, saat Brian mengedipkan matanya dengan genit.


Brian menarik Naila dan kini Brian sudah meni..ndih... nya. Dan Naila pun pasrah, akhirnya mereka pun melakukan pergu.. latan itu kembali...


Dan author sendiri tidak tau, karena author pusing mau menulisnya bagaimana lagi.hihihi....


Setelah pertandingan yang mereka lakukan, dan sampai ronde dua dan di menangkan oleh Brian. Naila yang merasa lelah hanya memanyunkan bibirnya, sampai 5 Senti.. Tentunya Brian tersenyum kemenangan karena mendapat kan sekor, dan dari di lihatnya wajah Naila, seperti Brian menang banyak nih. Heheheh....


Brian Brian nggak takut tuh Naila bibirnya kaya ikan koi.? Hehehe...


Brian dan Naila keluar kamar mereka, dengan rambut basah mereka. Dan sepanjang jalan menuju ruang makan Brian bersiul siul. Sedangkan Naila menatap nya dengan tatapan kesal.


"Aaahh enak nya, bahagia nya hatiku ini sayang." Brian terus menggoda Naila.


"Pulang pulang mendapatkan makanan pembuka, dan ini makanan istimewa.. Sungguh nikmat nya hidup ku ini. Benar gak sayang, nikmat kan makanan pembukaan tadi.?" Brian menatap Naila dengan senyum jahilnya.


Naila hanya tersenyum menujuk kan gigi nya yang bersih dan rapih.


" Sayang, trimakasih ya. Aku cinta dan sayang kamu..."


Brian mec.. ium pipi Naila saat sedang mengambil nasi untuk Brian.


Naila tersenyum.


Brian memberi kodenya menujuk ke arah pipi nya, dan Naila tau apa maksudnya..


Cup...


Naila menc...ium pipi Brian, dan Brian pun tersenyum mendapatkan kecu..pan itu.


Dan mereka pun melanjutkan makannya, dengan perasaan yang bahagia. Apalagi Brian senyuman nya tak pernah pudar di bibirnya.


Skip...


1 Minggu kemudian Siang hari Naila sedang bersiap-siap. Karena Naila akan menginap di rumah bunda dan ayah Haris. Dan hari ini terbalik, entah kenapa Brian hari ini nampak cemberut. Ya Naila melihat bibir Brian sejak semalam sedikit maju. Bukan hanya 5 Senti, tapi 10 Senti. Ketauan kan berapa panjangnya bibir Brian saat ini.


Ya sejak semalam di saat Brian mengajak Naila untuk bermain pertandingan, yang tak lain olah raga malam. Brian nampak kesal, karena mendengar kalau istrinya ini sedang mengalami kemacetan yang tak lain lampu merah. Ya hari ini Naila sedang datang tamu, jadi tidak bisa Brian mengajak pertandingan semalam. Dan Brian harus bertahan selama seminggu untuk berpuasa menahan hawa untuk pertandingan malam...


Hahahaha Brian Brian, Mangkanya jangan suka bikin bibir Naila cemberut. Sekarang jadi dia sendiri yang cemberut karena tamu yang tak di undang dari Naila. Pusing pusing dah loh, wkwkwkwk....

__ADS_1


Next....


Handphone Brian bergetar tanda panggilan masuk. Dan saat Brian lihat ternyata teman masa kecilnya menelpon Brian.


"Ya hallo Ka, aku di rumah sama Naila.."


"Nih aku sudah di rumah bunda, kamu kesini kapan. Ini kan hari libur, bukan nya kamu libur kenapa masih di rumah, udah kesini jangan di rumah terus. Gak puas apa Naila kamu jadikan tahanan tiap malam, hahahah...."


Goda Raka, sedangkan Brian terkekeh mendengarnya.


"Ya Naila kan istri ku, ya jadi hanya Naila tawanan ku.." Brian tersenyum saat melihat istrinya yang kini sedang mengedipkan matanya ke arahnya.


" Yasudah kamu tunggu saja aku nanti ke rumah bunda, kamu nginep kan di sana.?"


"Iya aku nginap di sini, kebetulan aku lagi mengontrol rumah makan ku di sini... Yasudah cepat datang jangan kau Sandra lagi istri mu itu. Pokoknya aku tunggu, sampai kamu tak datang, aku dan Denis akan dobrak rumah mu." Raka dengan terkekeh, dan Denis pun juga ada di sana menemani Denis.


"Iya iya, tunggu saja 30 menit aku akan sampai sana. Aku sedang bersiap-siap soalnya."


"Oke."


Panggilan pun terputus, dan Brian langsung meletakkan handphone nya di dalam kantong celananya.


Brian menghampiri istrinya, yang duduk di pinggir tempat tidur.


" Kenapa kamu tersenyum dan pakai mengedipkan mata kamu segala.?" Sambil mencubit hidungnya Naila.


"Mas, sakit tau.. Memang gak boleh apa aku kedipin mata ke suami aku, dan tersenyum ke kamu. Terus aku harus ke siapa dong." Goda Naila.


"Jangan macam-macam kamu Nai, kamu cuma milik aku. Kamu harus bersikap manis seperti tadi hanya sama aku, dan di depan aku, jangan sama yang lain."


"Idih kumat bucin nya si kakak ini..?" Naila dengan tatapan anehnya.


"Coba ulangi apa tadi, kamu panggil aku dengan sebutan apa.?" Dengan menekan kedua pipi Naila, hingga bibir Naila maju seperti bibir ikan.


Dan Brian berusaha menahan tawanya melihat bibir Naila seperti bibir ikan yang di beri warna pink.


Tanpa izin tanpa apapun, Brian langsung menyambar kesempatan di depan mata nya saat ini. Brian mela ...hap bi...bir Naila yang ranum..


Mmmmpppphhh..... Mmmmpppphhh... Mata Naila sudah melotot, tapi Brian tidak peduli.

__ADS_1


Setelah puas dengan permainan dan kejahilan Brian, barulah Brian melepaskan permainan yang membuat Naila hampir kehabisan nafasnya.


Bersambung....


__ADS_2