
Brian, Naila pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Memang benar yang dikatakan Naila, kalau kehamilan nya saat ini, hadiah spesial untuk mereka .
Selama kehamilan yang kedua ini, Naila merasa kandungan dan dirinya tidak selemah saat hamil Briana.
Beberapa bulan kemudian.
Saat ini di rumah bunda suasana nya menjadi ramai. Brian dan Naila pun juga kini, sudah tinggal di rumah bunda Rossa. Seluruh keluarga berkumpul, walaupun Debby sudah tidak tinggal dirumahnya bunda. Karena Debby dan Raka semenjak mereka menikah, Raka sudah membeli rumah yang tidak jauh dari rumah bunda khusus untuk Debby. Agar Debby bisa mengunjungi orang tuanya. Setiap hari pun Debby,Raka dan juga kedua anak kembar mereka, masih sering main ke rumah bunda.
Sedangkan Denis dan Devi, mereka tinggal di rumah bunda. Bukan karena tidak ingin membeli rumah, bunda dan ayah Haris meminta mereka untuk tetap tunggal di rumah. Karena selain bunda yang minta Devi untuk di rumah. Devi dan Denis pun juga tak tega jika harus meninggalkan kedua orang tuanya. Apalagi di tambah Devi yang kurang perhatian dan kasih sayang orang tua sejak kecil. Saat tinggal di sana, Devi dapat merasakan kasih sayang dan perhatian orang tua dari mertua nya. Dan Devi bisa merasakan berbakti kepada kedua orang tua, walaupun hanya mertua nya.
Saat sore hari, seluruh keluarga sedang berada di halaman belakang. Seluruh keluarga sedang melihat anak anak mereka yang sedang bermain sepeda kecil,roda 4 di halaman belakang. Naila yang sedang duduk di kursi memperhatikan tawa riang dari suami dan putri kecilnya..
Naila memegangi perutnya yang kini sudah berusia 9 bulan, dan hanya tinggal menunggu lahiran nya saja.. Kehamilan nya yang sekarang, Naila tidak manja saat hamil si Briana, yang sering manja dan sedikit cengeng...
Brian turun dari sepeda,dan berlari menghampiri Naila.Brian pun mengejar putri kecilnya, yang berlari sangat kencang menghampiri ibunya..
"Mamah mamah, Biana aus mah.. Na minum, na minum (Mau minum, mau minum."Ucap Brian yang memanyunkan bibirnya.
Naila tersenyum melihat putri nya saat bicara. kalau bicara mirip sekali seperti kartun Upin Ipin..
"Ya sayang, sebentar ya mamah ambilkan minumnya..." Briana mengangguk.
Naila mengambil botol minum berwarna pink, yang berada di atas meja. Lalu Naila membuka tutupnya, dan memberikan nya kepada Briana. Tangan Naila masih memegangi botol minum, agar botol nya tidak terjatuh.. Mulut mungil Briana saat ini sedang meminum lewat sedotan kecil, yang berada di botol minum itu .
"Tudah mah, tudah.. Teyima tatih ya mah( sudah mah sudah Terimakasih ya mah).." Ucap Briana dengan cadel.
"Sama sama cantik, kamu mau main lagi.?"
"iya mamah. Entang duyu. Aku mau ngoblol cama Dede Biana duyu yang di peyut mamah, boleh ya mah." (Entar dulu, aku mau ngobrol sama Dede Briana yang di perut mamah, boleh ya mah).
"Boleh dong cantik. Memang kamu mau ngobrol apa sayang, sama adiknya..?" Naila Sambil menyentuh perutnya.
"Dede, Kamu cepat telual ya. Kakak Enda tabay ingin ajak Ade main...Kita main cama cama ...."
"Iya kakak, tunggu aku ya ." Jawab Naila dengan suara seperti anak kecil.
"Hahahahah...Mamah lucu."Briana tertawa riang, begitu pun juga Naila dan Brian. Yang ikut tertawa melihat putri nya tertawa menggemaskan...
__ADS_1
Kini Briana bergabung kembali bermain dengan saudara saudara nya. Hanya Naila yang masih duduk di kursi..
Entah kenapa, Naila merasa seperti ingin buang air kecil. Naila pun akhirnya berdiri dan meninggalkan taman, menuju toilet dapur. Namun saat baru sampai depan pintu, Naila merasa seperti ada yang keluar dari area V nya .. Baju daster pun seperti nya basah, dan Naila pun juga merasakan sakit di bagian perut dan pinggul nya..
iiissshhh....Naila meringis kesakitan.
Maas... perut aku sakiiiit....Huuufh hufh hufh... Naila mengatur nafasnya.
Naila mencengkeram gagang pintu, Naila merasa tubuhnya sangat lemas. karena menahan sakitnya .
Brian yang melihat Naila yang seperti itu, Brian merasa tidak beres dengan istrinya yang sandaran di depan pintu...
Naila.... Panggil Brian, mendengar Brian memanggil Naila. Seluruh keluarga pun menoleh ke arah Brian.
Brian berlari menghampiri Naila yang sudah tersungkur di lantai, dengan wajahnya yang di penuhi dengan keringat...
"Sayang, kamu kenapa..? Astaga sayang, baju kamu basah, apa kamu mau lahiran.?"
Naila pun mengangguk kan kepalanya, Naila sudah tidak bisa bicara. Yang Naila rasakan saat ini, perutnya sakit. Seperti bayinya akan lahir...
Setelah sampai di rumah sakit, Naila segera di tangani oleh dokter untuk proses melahirkan...
Brian menemani Naila yang sedang melakukan proses melahirkan.. Sebenarnya Brian merasa tak tega dengan kondisi Naila saat ini......
"Sayang kamu yang kuat ya .. Ingat ada aku dan anak anak kita..."Naila mengangguk...
Huuufh hufhhh... aaaaaaaa.. Eeeemmmm..Naila pun mengedan untuk membantu proses melahirkan. .
Dan akhirnya terdengar suara ..
Ooowweeekk..... Ooowweeekk.... Ooowweeekk..... Brian pun tersenyum merasa bahagia saat melihat anak mereka keluar dengan berjenis kelamin laki-laki...Bukan hanya itu, Naila pun juga tersenyum saat mendengar suara tangisan bayi mereka...
Sementara para keluarga, yang menunggu di luar ruangan Naila. Mereka sangat bahagia saat mendengar tangisan bayi dari kamar persalinan Naila...
"Oma omaa... Itu suala tangisan Dede siapa Oma.?"Tanya Brian yang mendengar suara tangisan bayi.
"Itu suara Dede nya Briana, dedenya sudah keluar ke dunia.. Kamu sayangi aduk kamu. ya sayang.?"
__ADS_1
"Berarti aku punya adik ya Oma..?" Bunda Rossa pun mengangguk kan kepalanya.
"Hore... Aku punya adik, aku punya adik ..."Brian berloncatan karena kegirangan ..
Bunda Rossa, ayah Haris, Denis dan Raka pun tersenyum bahagia. Karena mendengar suara tangisan anak Naila...
Tidak lamanya, Brian keluar dari kamar persalinan yang habis' menemani Naila melahirkan....
Briana melihat ayahnya sudah keluar dari kamar. Briana langsung menghampiri papah nya. Briana langsung berloncatan agar dirinya di gendong oleh papah nya. Brian pun langsung menggendongnya.
"Papah, papah..Tadi itu suala anak bayi, memang itu suala adik aku bukan pah.?"
"Iya sayang itu Suara adik kamu. Adik kamu laki laki, jadi kamu harus sayang ya nak sama adik kamu."
"Iya pah. Aku akan sayang dengan adik ku.."
"Anak papah memang pintar ".
Brian pun langsung memberikan kecupan di pipi putri kecilnya.
Keesokan Harinya, Naila sudah di perbolehkan pulang. Karena memang Naila, saat melahirkan yang kedua. fisik nya terbilang kuat, mangkanya dokter mengizinkan Naila untuk pulang cepat, karena memang Naila sudah sehat. Tidak seperti melahirkan yang pertama, Brian tidak bisa membayangkan itu kembali . Brian amat khawatir dengan kondisi Naila saat itu...
Kini Naila sudah berada di kediaman rumah bunda Rossa.. Brian terlihat sangat bahagia, karena dirinya mendapatkan keturunan yang lengkap ada perempuan dan laki-laki...
Brian semakin menyayangi Naila, karena setelah melahirkan. Naila terlihat semakin cantik. Terpancar aura kecantikan pada diri Naila ..
Kini bahagia lah keluarga Bunda Rossa dan ayah Haris. Rumahnya menjadi ramai, dengan cucu cucu mereka. Di tambah lagi dengan kehadiran cucu baru nya yang begitu sangat menggemaskan..
Anak Naila dan Brian di beri nama Fahmi putra Alamsyah. Yang di ambil dari nama ayahnya Naila. Entah Kenapa Naila dan Brian ingin menamakan anak mereka dengan nama panggilan kakeknya...
Harapan Naila, kelak anak anaknya akan menjadi anak yang mempunyai akhlak baik. Dan menghormati dan menyayangi kedua orangtuanya dan saudara saudara nya ..
...Tamat...
**Assalamualaikum... Teman teman semua, aku Terimakasih banget buat kalian yang sudah setia membaca cerita ku ini...
...Maaf cerita ini aku tamat kan, seperti cerita ku ini sudah mulai membosankan buat kalian. hihihi ..... Sekali lagi terimakasih banget buat kalian. Sehat sehat ya buat kalian semua . 🙏🤗🤗🤗**...
__ADS_1