Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Mengingat masa kecil


__ADS_3

"Selain Fandi siapa lagi.?" Brian memancing pertanyaan ke Naila.


"Hanya ka Fandi dan Emiil saja. Ya dua pria itu yang hanya berani mengajak aku keluar, terang terangan di depan bibi.."


"Berarti mereka pria hebat ya yang berani mengajak kamu, berarti merek spesial dong buat kamu.?" Brian sudah sangat kesal sampai mengepalkan tangannya.


"Ya hanya mereka yang berani mengajak ku ke....." Naila membelalakkan matanya dan tersadar karena dirinya di pancing pertanyaan oleh Brian.


"Sepertinya sangat mengenang sekali ya antara kamu dan dua pria itu. Seperti kamu masih ingat saat jalan bersama mereka.?" Tanya Brian dengan ketus.


"Bukan begitu mas, memang mereka yang selalu baik kepada aku."


"Terus aja ingat tentang mereka.?" Brian berjalan menuju jendela menatap arah luar.


"Bukan gitu, kamu tadi nanya. Masa kamu yang marah, Mangkanya jangan nanya seperti itu.?" Jawab Naila merasa bersalah


"Kamu sengaja kan menjawab seperti itu.. Agar aku marah dan cemburu. Sepertinya mereka itu pria yang istimewa kan buat kamu, sampai kamu susah move on dari mereka?"


"Ko sengaja si, aku gak maksud buat kamu marah. Aku hanya menilai mereka pria baik, sebelum kamu hadir. Tidak ada kata istimewa buat aku, bagi aku ya hanya kamu yang istimewa saat ini". Dengan mode bibir cemberut.


Brian tersenyum, namun senyuman menyeringai, sepertinya otak mulai nyambung ke mana arah otak berpikir.


"Kalau begitu kamu aku hukum.! Aku akan berikan kamu hukuman." Brian membalikkan tubuhnya menatap Naila.


"Hukuman, memang aku melakukan kesalahan apa.?" Dengan menatap Brian yang juga menatap nya.


"Sudah jangan banyak bicara siap siap, akan hukuman yang aku berikan." Brian tersenyum dengan tatapan liar.


Naila pun paham akan tatapan suaminya saat ini, Naila menggelengkan kepalanya. Naila melangkah mundur saat Brian menatap dengan tatapan seperti itu. Brian berjalan maju mendekati Naila, sampai langka mundur Naila terhenti. Karena sudah mentok dengan tempat tidurnya..


"Siap siap ya aku beri hukuman ke kamu.." Dengan senyuman nakal nya


Brrruuuggg... Brian mendorong Naila, sampai Naila terjatuh di atas tempat tidurnya. Dan benar saja Brian memberikan hukumannya kepada Naila.


Malam yang dingin dengan suara nyanyian deburan ombak yang saling bersautan. Membuat suasana semakin terasa romantis untuk pasangan pasutri seperti mereka.


Mereka melakukan kegiatan yang membuat mereka menikmati permainan dengan nada seirama. Seperti nada deburan ombak yang mengikuti irama nya.

__ADS_1


Apalagi dengan status mereka menjadi pasangan pengantin baru. Dan hanya mereka lah yang tau apa yang mereka lakukan di sana saat malam itu.


Author gak tau.. khikhikhik...


Keesokan paginya tepat pukul 8 pagi. Brian mengajak Naila ke pantai. Dengan membawa kamera kecil yang untuk mengambil gambar indah mereka.


Karena suasana masih di pagi hari, suasana pun masih sepi. Bebas untuk mereka melakukan kegiatan di pantai.


Saat sampai di pantai Naila tersenyum lebar, saat melihat pemandangan laut nan indah. Naila berlari lari, di pinggir pantai. Di saat air laut menghampiri pantai Naila berlari dengan tawa riang nya. Dan Brian mengambil momen itu, dan hasilnya nampak sempurna bagiannya.


Naila berlari berputar tertawa rian saat kaki nya tersapu air laut,dengan riang gembiranya. Brian merasa seperti melihat Naila kembali saat masih kecil dulu.


Flashback


Saat itu ayah, bunda dan anak anaknya. Mereka mengajak Naila dan kedua orang tua nya untuk liburan bersama.


Saat itu Brian berusia 16 tahun, yang baru duduk di bangku 1 SMA. Sedangkan Naila, Debby dan Denis berusia 11 tahun, di mana mereka bertiga masih duduk di bangku sekolah dasar.


Awalnya Brian tidak ingin ikut acara liburan dengan mereka,karena di pikir nya Brian sudah dewasa mempunya acara sendiri. Namun apalah daya bunda dan ayah memaksa nya untuk ikut. Dan terpaksa lah Bria ikut bersama mereka.


Dan saat sampai penginapan pun Brian nampak tak bersemangat. Dan Brian mencoba menyendiri dengan duduk di pasir pantai dengan menatap air laut dengan deburan ombak yang nampak indah di lihatnya.


Gadis kecil itu berlari hampiri riak dan buih, air laut. Gadis kecil itu Sambil tertawa riang dan juga bernyanyi.


Gadis kecil itu Berlari-lari di tepi pantai seorang diri bermain ombak dan buih di pinggir pantai. Dengan Gemricik air dan pasir putih yang menemani nya.Gadis kecil itu menari, di tengah derai dan canda nya. Bahkan Setiap para wisata , dan semua mata tertuju pada gadis kecil itu yang sedang asyik itu.


Tanpa di sadari ada senyuman di bibir Brian saat melihat gadis kecil itu, yang tak lain adalah Naila. Ya sejak tadi mata Brian tertuju pada Naila yang sangat bahagia bermain lari lari di pinggir pantai.


Dan diam diam entah Kenapa Brian mengambil foto Naila kecil saat itu, menggunakan handphone nya.. Dan tersenyum saat melihat hasilnya.


Ya Naila kecil saat itu menghampiri Brian yang sedang menyendiri.


"Kakak ngapain sendirian di sini, kenapa kakak juga dari tadi ko aku liat selalu diam. Kakak tidak suka ya ikut dengan bunda dan ayah."


"Berisik kamu nanya terus, bawel sudah kaya nenek nenek."


" Enak saja aku di bilang kaya nenek nenek. Kata bunda dan ibu, aku cantik. Tidak seperti Kaka, wajahnya seperti burung hantu, yang kalau di lihat seperti orang marah marah." Naila meledek Brian.

__ADS_1


Dan Brian pun kesal dan terpancing ucapan Naila. Brian berdiri dengan menunjukkan wajah marah nya.


" Apa kamu bilang, burung hantu. Wajahku kamu samakan seperti wajah burung hantu, bener bener kamu Naila bikin kakak marah.?"


"Tuh kan, baru di bilang seperti itu sudah marah. Aku gak takut sama wajah kakak seperti itu, Wee... Kalau berani kejar aku ayo, aku akan katakan ke bunda kalau wajah kakak Seperti wajah burung hantu yang terlihat garang itu. Iiihh.. " Dengan wajah di buat jijik, ngeledek ke arah Brian.


"Kamu tuh, anak kecil suka sekali bikin aku kesal..." Brian sudah mengepal kan tangannya menahan kesalnya


" Kakak beraninya sama anak kecil, kakak garang tidak seperti Denis yang baik sama aku. Dasar burung hantu, dasar belimbing wuluh. Yang rasanya asem, Wewe.....hahahaha..... " Naila tertawa.


Dan Naila bersiap berlari, saat melihat wajah Brian yang terlihat kesal, dan seperti ingin menerkam mangsanya.


"Awas kamu ya, Kaka kejar kamu.kaka tangkap, Kaka buang kamu ke laut, biar di makan ikan hiu..." Teriak Brian ,dan Naila pun sudah berlari sangat cepat.


Brian pun mengejar Naila kecil yang sudah menjauh sangat jauh. Dan Brian pun mempercepat langkah dan larinya agar berhasil menangkap Naila,yang begitu sangat cepat berlari..


Hahahaha... Tertawa ceria jelas keluar dari suara Naila.


"Awas kamu ya Nai..." Brian semakin mempercepat larinya mengejar Naila


Brian mengejar Naila pun ada rasa lucu, ya Brian tidak marah atau benci dengan Naila. Yang Brian rasakan saat ini kesal dengan Naila, namun dengan cara mengejar Naila membuat rasanya jenuhnya hilang karena suara cerewet nya Naila itu.


Kini jarak Naila dengan Brian hanya beberapa langkah lagi. Dan Brian akan berhasil menangkap Naila yang begitu lincah.


"Ibu.... "Teriak Naila yang panik saat tangan Brian sedikit lagi akan meraih tangan Naila


Ggrrreeeppp.... Brian kini berhasil meraih tangan Naila. Dan Brian pun membopong tubuh Naila kecil layaknya karung beras di letakkan di pundaknya.


"Hahahaha... Panggil saja ibu ataupun bunda sekali pun aku takkan takut. Akan ku buang kamu ke laut biar di makan paus, atau di lilit ubur-ubur kamu. Hahahah...." Brian tertawa terbahak bahak..


"Kak Brian ampun ka.." Naila melihat Denis dan Debby berlari menghampiri dirinya." Denis tolong aku kakak mau membuang ku ke laut...


Dan akhirnya Brian melepaskan Naila, dan justru Brian bermain bersama Naila dan juga adik kembarnya. Mereka bermain bersama dengan canda dan tawa yang lepas. Dan Brian tidak merasakan rasa jenuhnya lagi karena adanya Naila.


Flashback of...


Bersambung..

__ADS_1


...Selamat hari kemerdekaan Indonesia yang ke 77 tahun. Tetap semangat ya, dan tetap membaca cerita karya author. Jangan lupa kasih jempolnya dan komentarnya, agar author semangat. Tetap SEMANGAT dan MERDEKA 💪💪👍👍...


__ADS_2