
Ya Naila ingin baby nya kelak harus satu kamar dengan mereka. Naila tidak ingin jauh dari anak nya, apalagi sampai berbeda kamar dengan anaknya.
Saat ini Naila sedang berada di sebuah restauran. Debby mengajak Naila dan Devi, karena Debby ingin mentraktir mereka.
Naila, Debby dan Devi, melihat lihat buku menu makanan. Saat sedang memesan beberapa menu, untu Mereka bertiga. Entah kenapa Naila merasa dirinya sedang di perhatikan seseorang. Naila merasa tidak nyaman di perhatikan seperti itu .
Sambil mengobrol dan bercanda,kini pesanan mereka pun datang.. Naila menikmati es krim yang di pesan nya. Ya Naila memesan es krim dengan rasa tiramisu. Sedangkan debby dan Devi memesan menu yang berbeda..
Saat Devi ke toilet, dan Naila hanya bersama Debby. Tiba tiba ada pria yang menghampiri kursi Naila dan Debby. Dengan senyuman yang membentuk di bibir pria tersebut..
"Hai....." Sapa pria itu.
Naila dan Debby pun menoleh ke arah suara tersebut. Alangkah terkejutnya Naila saat ada pria yang pernah dia kenal, kini tersenyum genit kepada mereka.
"Kamu..." Naila mengenal wajah pria tersebut." Ngapain kamu disini...?" Ucap Naila dengan wajah tak suka.
" Kebetulan tadi aku lewat sini, dan aku sekalian mampir di sini. Aku habis bertemu istri ke 4 aku. Dan entah kenapa aku ingin ketempat ini, ternyata Tuhan mempertemukan kita lagi..." Tangan pria itu hendak menyentuh Naila namun Naila menghindar.
"Dasar pria sin*ing..."Kata Naila. Pria itu justru tersenyum.
"Siapa dia Nai..?" Tanya Debby. "Berani sekali kamu kurang ajar dengan Naila."
"Hai nona cantik.perkenalkan nama saya, Sandi." Sambil mengarahkan tangannya ke arah Debby dengan senyuman genit nya.... Namun Debby tak menggubrisnya. Debby menatap dengan tatapan tak suka.
Sandi menatap ke arah Naila dan tersenyum. "Ow iya Naila, ternyata kamu terlihat tambah cantik ya. Andai saja kamu saat itu mau menerima lamaran saya. Mungkin sekarang kamu sudah menjadi milik saya.?" Sambil tersenyum menyeringai.
"Hei... Kamu itu hati hati kalau bicara, Naila itu sudah menikah. Dan Naila sekarang sedang mengandung, jadi jaga bicara kamu itu. Jangan kurang ajar ya...?" Debby berdiri karena marah melihat pria di hadapannya itu menggangu mereka.
"Hei nona. Seorang gadis cantik, tidak boleh bicara galak galak. Apalagi dengan pria.?"
"Dan kamu jangan kurang ajar dengan Naila."
__ADS_1
"Cukup, Pak sandi saya minta anda jangan kurang ajar.Atau saya teriak agar kamu di hajar dengan orang orang. " Ucap Naila dengan nada marah..
"Silahkan kamu teriak. Aku akan bilang, kalau kamu itu istri ku, karena kamu ingin kabur dari rumah dalam keadaan hamil besar.." Senyum menyeringai seakan menantang Naila. "Ow iya... Ternyata marah nya kamu itu, masih terlihat gemas ya. Dari dulu sampai sekarang kamu masih terlihat gemas kalau saat marah." Ucap Sandi dengan tersenyum menatap Naila.
"Benar benar ya, kamu itu pria gil*."Maki Debby yang sudah terlihat kesal .
Sandi tak terpengaruh dengan perkataan Debby.
Sandi justru tersenyum mendengarnya. Lalu tangan Sandi hendak menyentuh dagu Naila. Namun Naila menangkis tangan Sandi, agar tidak menyentuhnya. Dengan sikap Naila yang seperti itu, justru membuat Sandi tersenyum. Dan ingin sekali Debby menghajar pria di hadapannya ini.
Dan akhirnya Debby mengambil gelas yang berisikan air, dan mengarahkan ke wajah sandi.
Bbbyyyuurr... Debby menyiram Sandi dengan air di gelas. " Jaga sikap kamu, jangan menyentuh Naila dengan tangan kotor kamu itu..."
Wajah Sandi basah karena guyuran air dari Debby. Sandi pun menunjukkan wajah tak suka kepada Debby. Wajah Sandi merah padam, marah yang dia tahan kini sudah tak dapat ia tahan lagi.. Debby sendiri sebenarnya merasa ketakutan dengan ekspresi sandi yang seakan marah. Sandi pun mengangkat tangannya ke arah Debby. Naila yang melihatnya, akhirnya menahan agar Sandi tidak mengangkat tangannya.
"Jangan sakiti Debby..Kamu mau apa sekarang, jangan ganggu kami.."
Sandi menatap Naila dengan tatapan yang Naila sendiri amat sedikit takut. Senyuman Sandi pun menyeringai.
Debby yang melihat Naila di cengkram, dan wajah Naila yang ketakutan.
"Naila..."
" Debby... Tolong aku.."
"Lepasin Naila.. Tolong..... Tolong...." Teriak Debby.
Karena restauran itu pas kebetulan sepi. Dan Para Karyawan restauran saat ingin menolong nya, tapi sandi mengatakan kalau Naila adalah istrinya. Jadi semuanya hanya memandangi saja kejadian itu, tanpa berani menolongnya.
Karena memang Tidak ada cara lagi, Debby memukul Sandi dengan sepatu nya. Lalu menggunakan tas untuk memukul nya.
__ADS_1
Sandi yang marah menarik tas Debby, lalu membuangnya. Lalu tangannya pun terangkat,hendak memukul Debby.
Lalu tiba-tiba ada yang menahan tangan Sandi. Debby dan Naila melihat Devi yang menghalangi tangan Sandi yang hendak menampar Debby..
" Devi...." Kata Naila dan Debby. Debby tersenyum ke arah dua sahabatnya itu .
Devi menunjukkan wajah dingin nya saat menatap pria di hadapannya.
"Pria sejati, tidak akan mengangkat tangannya kepada wanita. Anda wanita atau pria." Senyuman menyeringai Devi di tujukan kepada Sandi.
"Siapa kamu, kenapa kamu ikut campur.?"
"Yang harusnya di tanya itu, anda. Siapa anda, kenapa mengganggu saudara saya .. ?" Devi melihat tangan Naila di cengkram, dan wajah Naila sudah amat ketakutan." Lepas tangan anda dari Naila. Atau tulang tangan anda bisa saya patahkan sekarang juga.."
"Dev, dia itu pria yang bernama Sandi. Dia yang pernah melamar Naila itu." Ucap Debby, yang membawa Naila dari Sandi.
"Ow jadi ini cowok, buaya darat. Yang membuat Naila harus pergi dari keluarga nya..." Devi dengan senyuman menyeringai.." Ngakunya punya istri 3, tapi sama perempuan main tangan. BANC*..."
Karena tak terima Sandi melepaskan cengkraman tangan Naila. Dan sandi hendak memukul, Devi. Dan Devi menunjukkan senyuman menyeringai ke arah Sandi. Bukan Devi namanya kalau tidak melindungi dirinya dengan kemampuan bela dirinya..
Saat Sandi ingin memberikan pukulan, ke arah devi. Dan saat itu juga Devi menahan tangan Sandi dengan tangan sebelah kirinya. Lalu tangan sebelah kanan Devi terkepal lalu dia arahkan ke bagian perut Sandi.
Bbbuuugggghhh.... Dan di saat itu pula Sandi kesakitan dan memegangi perutnya. Bukan hanya itu saja Devi juga menggunakan dengkulnya, untuk menen*ang ke arah area vi*al Sandi. Sandi ke sakitan bukan kepalang, sampai Sandi pun tersungkur ke lantai mengaduh kesakitan..
"Bagaimana rasanya Sandi pria buaya. Sakit tidak, kalau tidak biar saya berikan hadiah berikutnya kepada anda. Agar tidak seenaknya kurang ajar kepada perempuan.."
Ucap Devi dengan wajah menantang, ke arah Sandi yang sedang kesakitan.
Beberapa orang melihat kejadian itu, ada beberapa orang yang merekam kejadian yang jarang mereka lihat .
Bagaimana tidak, seorang wanita, mampu melumpuhkan pria sampai tersungkur ke lantai. Sampai pria itu, kesakitan.
__ADS_1
Dan saat itu datanglah dua orang keamanan, menghampiri tempat yang kini menjadi ramai...
Bersambung...