Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Devi


__ADS_3

Naila pernah bertanya ke Devi, dan meminta maaf. Namun Devi tidak marah dengan hal itu, justru Devi malah tersenyum melihat Emiil bisa mencintai Naila dengan tulus. Malahan kata Devi dia akan senang jika melihat Naila Bahagia. Devi dan Naila sudah saling menganggap saudara satu sama lain.


Nasib kehidupan Naila dan Devi pun sama, sama sama tidak mempunyai ayah dan ibu. Hanya saja Naila masih ada Paman adik dan kakak sepupu yang sayang dengan Naila. Kalau Devi dia tidak mempunyai siapapun, ada orang tua angkat yang sangat membencinya. Dan selama tinggal bersama mereka Devi sudah seperti babu yang selalu di aniaya oleh mereka. Mangkanya Devi melarikan diri ke Jakarta dan hidup bebas di Jakarta..


Dan Yang Naila kenal, Devi tipe cewek yang sangat sulit untuk di dekati oleh pria. Banyak yang pada menitipkan salam, bahkan mengajak jalan namun Devi tidak menghiraukan nya.


Mangkanya di saat tau kalau Devi menyukai Emiil, di saat Naila sudah berpacaran 3 bulan. Ada rasa tak enak hati di benak Naila. Namun lagi lagi Devi selalu mengatakan tidak masalah, selagi Emiil baik dan kamu juga menyukainya aku tidak masalah.


Cerita Naila mengenal Devi.


Naila saat tinggal bersama bibi Farida. Naila sempat bekerja di sebuah pabrik roti, dan di saat itu Naila mengenal Devi.


Devi yang lebih dulu masuk kerja nya sebelum Naila. Melihat Devi orang nya sangat ramah, Naila dan Devi pun saling berkenalan. Devi yang mengandalkan ijazah paket C untuk melamar pekerjaan, akhir nya di terima di pabrik tersebut.


Suatu ketika saat Naila dan Devi sedang melakukan pekerjaannya. Ada karyawan senior yang sedang mengatur pekerjaan karyawan yang junior. Tepat di saat Naila dan Devi sedang serius bekerja. karyawan perempuan itu yang sudah senior, memanggil Naila untuk membantu mengangkat loyang yang masih cukup panas untuk di masukkan roti ke dalam kemasan.


Devi memperhatikan gerak gerik gadis itu yang bernama Lisa. Yang sepertinya ingin mengerjai Naila.


Benar saja saat membawa loyang bersama Naila tangan Lisa sengaja melepas loyang tersebut. Alhasil loyang besar yang naila bawa miring dan terjatuh ke lantai. Dan roti pun terjatuh dan kotor, tangan Naila terluka loyang cukup panas, dan tergores luka di tangan Naila. Bukannya membantunya, justru Lisa memarahi Naila. Dan bukan hanya itu Naila di laporkan ke atasan dan alhasil Naila dapat surat peringatan.


Devi ingin sekali melabraknya, namun Naila masih menghalangi nya. Naila tidak ingin Devi terkena marah, dan Devi pun pasrah akan ucapan Naila.


Seminggu kemudian di saat para karyawan sedang makan siangnya. Naila dan Devi keluar untuk makan bakso di luar. Namun yang membuat Devi tak nyaman di saat sedang asyik makan Lisa dan kawan kawan nya datang.


Devi dan Naila pun segera menyelesaikan makanan nya. Di saat Devi dan Naila jalan untuk membayar, kaki Devi di tekel oleh Lisa. Namun Devi tidak kena jebakan Lisa, Devi pun tersenyum ngeledek ke arah Lisa.


"Kenapa kesal karena tidak berhasil ngerjain saya. Maaf anda kurang tepat sasaran, saya bukan gadis yang gampang terkena kelicikan anda.." Dengan senyuman ngeledek yang Devi arahkan untuk Lisa.

__ADS_1


Alhasil Lisa kesal dengan ucapan Devi. Kini Devi dan Naila pergi meninggal tukang bakso yang ada Lisa dan kawan kawannya.


Dan suatu ketika di saat Naila dan Devi sedang membawa box berisi roti roti untuk di masukkan ke dalam gudang. Di pertengahan jalan kaki Devi di tekel oleh Lisa dan alhasil roti roti semua jatuh yang sudah dikemas. Bukan hanya itu roti pun jadi rusak dan tak bisa untuk dijual.


Lisa dan kawan kawannya tertawa melihat kejadian yang di alami Naila dan Devi. Devi tak terima akhirnya Devi berteng...kar bukan hanya itu Devi juga memberikan Boge...man tepat di wajah Lisa . Sampai akhirnya Devi dan Naila di pecat, dan mereka berhenti kerja bersama.


Devi dan Denis.


Kini keduanya sedang menikmati makan bersama di sebuah resto yang di pilih Denis.


Entah kenapa Denis akhir akhir ini ingin dekat dengan Devi. Ada rasa tertarik saat melihat Devi yang apa adanya. Awalnya Denis sangat bahagia saat mengetahui Naila kembali,dan Denis sempat menaruh hati ke Naila. Namun di urungkan niatnya saat tau kakaknya diam diam juga menyukai Naila.


Apalagi di saat kedua orang tua nya berniat ingin menjodohkan kakaknya dengan Naila. Denis sadar kakak nya tidak mudah untuk dekat dan akrab dengan wanita. Dan Denis berharap Naila lah yang bisa membuka hati kakaknya, dan nyatanya benar.Selain usia Brian sudah cukup, dan memang bunda menginginkan Brian menikah dengan Naila karena perjodohan itu. Sampai Kakaknya di buat bucin oleh Naila, sampai akhirnya Denis harus mengalah untuk kakaknya itu. Dan melihat senyum kakaknya kembali.


Entah kenapa Denis di buat terpesona oleh Devi. Dan di tambah lagi, saat kejadian di rumah bibi Naila. Denis nampak kagum dengan keberanian Devi saat itu. Denis semakin penasaran, karena Devi bukan gadis yang mudah untuk di dekati oleh Denis.


"Dev.."


"Kita jadian yuk.?"


Devi yang sedang minum pun tersedak mendengar Denis bicara.


Ukhukk uuukhuukh... Uuukhuukh... Devi pun


"Apa jadian.?" Denis mengangguk..


" Gampang banget bilang jadian nya.?"

__ADS_1


"Terus kamu maunya bagaimana Hem.."


Devi terkekeh mendengarnya, dan menggelengkan kepalanya melihat Denis tersenyum manis.


"Denis, Denis. Segitu gampang nya bilang jadian. Memang jadian ngapain.?"


"Ya kita pacaran Devi. Kamu memang gak iri apa sama Naila, kalau mereka jalan bareng.?"


"Gak tuh, biasa aja.." Jawab Devi dengan entengnya..


Iri mah gak, cuma jiwa jomblo ku meronta ronta saat melihat Naila dan Brian. Apalagi saat Brian memperlakukan Naila dengan romantis, rasanya seperti lagi liat drama Korea di aplikasi youkyu.


Itulah isi hati Devi, ucapan dan hatinya menyimpang.


"Ayolah Dev, aku serius dengan ucapan ku ini. Kalau perlu setelah Naila menikah aku juga akan menikahi kamu Devi. Bagaimana .?"


Devi menatap Denis dengan serius, lalu terkekeh setelah melihat Denis. Denis merasa heran dengan Devi kenapa dia tertawa.


" Kamu jangan bercanda Denis sama hubungan. Dan buat aku hubungan itu bukan untuk di mainkan, jika kamu berniat seperti itu maaf aku tidak mau, dan tidak bisa." Devi pun mengambil tas nya." Aku mau balik duluan."


Denis pun menarik tangan Devi. Dan kini tatapan mereka saling bertemu.


" Siapa yang kamu maksud memainkan hubungan. Aku serius dengan ucapan ku, kenapa kamu tidak percaya. Wajahku memang tampang wajah


slengean, tetapi ucapan dan niatku serius Dev. Kenapa kamu melihatku seperti main main ya, tapi aku mengatakan itu tulus dari hatiku. " Devi mencari kebohongan di mata Denis, tapi yang Devi dapat kan ketulusan di matanya.


"Apa kamu serius Denis. Aku gadis yang tidak mempunyai keluarga, hidupku hanya Luntang lantung di sini. Dan hanya Naila orang yang ku anggap saudara ku. Apa kamu mau dengan gadis seperti aku ini. Sebelum kamu menyesal nantinya kamu pikirkan lagi niat mu itu Denis, aku tidak ingin kamu menyesal dengan apa yang kamu ucapkan."

__ADS_1


"Menyesal, untuk apa aku menyesal dengan apa yang sudah menjadi ucapan dan niatku. Sebelum aku mengatakan ini, aku sudah berpikir terlebih dahulu. Bukan hanya itu, aku pun sudah meminta persetujuan dari kedua orang tuaku. Jadi untuk apa aku menyesal, aku hanya tinggal menunggu jawaban dan menjalani hubungan itu." Sambil menggenggam tangan Devi, Denis mengatakan yang membuat Devi tersentuh." Devi Amalia, aku mengatakan apa yang aku rasa. Aku menyukai kamu,saat pertama kali aku melihat kamu di toko saat itu. Dan bukan hanya itu, aku mengagumi kamu. Karena kamu tidak seperti wanita yang pernah aku kenal. Kamu apa adanya, hati kamu pun juga baik, dan aku mengatakan ini tulus dari hati."


Bersambung...


__ADS_2