Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Golongan darah O


__ADS_3

Bunda mengangguk,dan membawa Brian keluar. Di luar seluruh keluarga menunggu kabar Naila. Namun yang di lihat bunda dan Brian justru menangis..


Semuanya pun nampak ketakutan dengan kondisi Naila. Terutama Devi, yang tidak sabar menunggu kabarnya Naila..


"KA Brian Naila kenapa.. kenapa kakak menangis, harusnya kalian senang melihat bayi kalian sudah lahir..?" Brian diam, tak menjawab pertanyaan Devi..


" Bunda Naila kenapa, kenapa kalian menangis. Naila kenapa Bun.?" Devi bertanya kepada bunda.


Denis memegangi Devi yang membuat bunda dan Brian bingung ingin menjawab.


Pak Haris mendekati anak dan istrinya.


"Bun, kalian Kenapa. Ada apa dengan Naila, kami khawatir dengan Naila saat ini. Apalagi saat melihat keadaan kalian.."


Bunda pun memandangi seluruh keluarganya, dan berusaha kuat agar bisa memberi tau keadaan Naila.


"Naila, tiba tiba saja kejang kejang kehabisan Nafasnya. Sekarang Naila tak sadarkan diri, kami tidak tau lagi karena kami di suruh keluar..."


"Apa... Naila kejang kejang, kehabisan Nafasnya.. " Bruughh... Devi pun lemas mendengar kabar itu.. Untung saja Denis di samping, jadi bisa menahan tubuh Devi yang terhuyung lemas.


Bukan hanya Devi yang lemas. Debby, Rara dan Emiil semuanya lemas saat mendengar kondisi Naila.. Air mata pun lolos dari pelupuk mata mereka.


Emiil mendengar kondisi Naila, terasa nafasnya ikut sesak. Lutut nya pun ikut lemas.


Naila kamu yang kuat ya, kamu wanita kuat.. Ya tuhan selamat kan Naila..( Emiil)


Bukan hanya Emiil, Denis pun sama. Diam diam Denis merasakan begitu amat sedih, nafasnya sesak. Tetapi Denis tidak kenapa-kenapa, dan berusaha kuat. karena Denis mengingat istri dan keluarganya...


Naila, aku yakin kamu kuat. Selamat kan lah Naila tuhan..Jangan kau ambil dia dari kami..( Denis)


Tiba-tiba datang pak Tommy dan juga istrinya menghampiri Brian..


"Brian bagaimana keadaan Naila sekarang..?" Namun pak Tommy justru melihat wajah Brian yang sedih.


"Brian saya tanya bagaimana keadaan Naila, apa Naila sudah melahirkan..?"


Brian mengangguk.. pak Tommy pun sedikit lega, mengetahui bayi nya Naila sudah lahir.


"Naila sudah melahirkan, bayi nya pun sehat. Tetapi tiba-tiba tubuh Naila mengalami kejang kejang dan kehabisan nafas. Lalu Naila tak sadarkan diri, dan sekarang aku tidak tau bagaimana keadaan Naila..." Senyuman pak Tommy pun memudar.


Bu Farida pun menutup mulutnya, karena terkejut mendengar kabarnya Naila...

__ADS_1


"Apa maksudmu Brian, terus sekarang Naila sedang ditangani dokter. Dan Naila tak sadarkan diri saat ini..?" Brian mengangguk..


Pak Tommy pun lemas rasanya seluruh kaki nya..


"Ya Allah Naila anak ku.. "


"Tommy, kamu yang kuat ya. Kita berdoa semoga putri kita tidak kenapa-kenapa. Naila anak yang kuat, kita berdoa semoga Naila bisa kumpul dengan kita lagi .." Ucap pak Haris menguatkan pak Tommy.


Seluruh keluarga pun menunggu kabar dokter, sedangkan Brian masih duduk lemas di lantai depan pintu kamar Naila di rawat..


Ceklak pintu kamar terbuka, Keluar seorang perawat. Brian pun berdiri untuk mengetahui kabar Naila sekarang..


"Bagaimana sus, keadaan istri saya...?"


"Maaf pak, istri bapak sedang ditangani dokter. Kami membutuhkan banyak darah untuk ibu Naila. Apa di antara bapak dan ibu, ada yang memiliki golongan darah O.?" Brian melihat sekeliling.


Brian lemas karena tidak bisa menolong Naila, karena golongan darah nya B..


"Golongan darah saya O sus." Emiil mengangkat tangannya..


"Golongan darah saya juga O sus. Silahkan ambil darah saya..." Kata Devi mendekat ke arah suster..


"Golongan darah saya juga O. Ambil darah saya sus, agar Putri saya selamat.." Pak Tommy pun dengan sigap berdiri di dekat Devi .


Devi, Emiil dan pak Tommy pun mengangguk. Dan mengikuti ke mana perawat itu membawa mereka untuk di ambil darahnya..


Brian melihat ke mana arah Emiil dan yang lainnya melangkah. Mata Brian memerah. Keadaan Brian saat ini sangat kusut, dan tidak seperti biasanya. Brian yang bersih dan rapih..


Maafkan aku sayang, aku tidak bisa membantu kamu untuk mendonorkan darah ku untuk kamu... Maafkan aku sayang, kamu yang kuat ya. Jangan tinggalkan aku Nai, aku mohon...( Brian)


Pak Haris melihat putranya, hanya menundukkan kepalanya, begitu terlihat sangat menyedihkan. Pak Haris tak tega melihat putranya,yang selalu tegar menghadapi masalah. Tapi kini putra nya terlihat rapuh sekali.


Kini sudah malam hari, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Seluruh keluarga, termasuk Emiil dan Rara masih menunggu kabar keadaan Naila..


Setelah Naila ditangani oleh dokter, belum ada tanda-tanda Naila sadar.. Seluruh keluarga pun juga belum di perbolehkan masuk menemui Naila. Semuanya masih menunggu di luar ruangan, hanya bisa melihat Naila dari balik kaca..


" Terimakasih ya kamu sudah mendonorkan darah kamu untuk Naila.?"


"Sama sama, bagaimana pun Naila itu pernah berarti buat saya. Dan sekarang kami sudah menjadi teman, dan sudah sepantasnya kami saling tolong menolong." Ucap Emiil.


Walaupun ada kata kata yang Brian tak suka, tapi Brian tidak memperdulikan nya.. Yang kini Brian pikirkan adalah keselamatan Naila..

__ADS_1


Kini Brian berada di kamar bayi. Brian baru saja mengadzani baby nya. Bayi cantik mungil, dan masih terlihat memerah kulit baby itu.. Brian menatap wajah anaknya begitu lekat, Brian mencium kening anaknya. Brian begitu amat bahagia saat melihat anak kini berada dalam dekapannya.


'Selamat datang kedunia sayang, kamu yang papah dan mamah nantikan. Anak papah, yang cantik. Kamu seperti mamah kamu nak, papah sangat bahagia mempunyai kalian. Sayang kita doakan mamah ya, agar cepat sehat kembali. Dan kita bisa kumpul lagi bersama sama...'


Bayi mungil itu menggenggam jari Brian, saat Brian menyentuh jari jari mungil itu dengan jari nya.. Brian tersenyum saat melihat bayinya menyentuh tangannya. Brian pun mencium ke dua pipi anaknya, kulit nya begitu sangat halus. Bahkan Brian sendiri masih sedikit takut saat menyentuh kulit anak nya.


Kini baby mungil itu, tertidur sangat lelap. Brian tersenyum saat melihat begitu sangat menggemaskan anaknya itu..


' Papah tinggal dulu ya sayang. Papah ingin melihat mamah kamu. Sekarang kamu istirahat ya sayang, kesayangan nya papah..'


Brian melepaskan jari nya dari genggaman anaknya... Brian tersenyum lalu perlahan berjalan meninggalkan anaknya yang sedang tertidur .


Brian berjalan menuju kursi yang di mana keluarga nya masih menunggu..


"Kalian pulang lah untuk beristirahat. Biar Naila aku yang jaga, kalian juga pasti lelah.."


"Tidak ka, aku masih ingin di sini menemani Naila. Aku tidak akan tenang kalau Naila belum membuka matanya." Ucap Devi.


"Iya ka, aku juga masih ingin di sini bersama Devi. Aku ingin melihat Naila sadar.." Timpal Debby di angguki oleh Denis dan Devi.


"Iya ka, biarkan kami di sini dulu. Kami mengkhawatirkan keadaan Naila.." Denis pun juga tak mau kalah, ingin tetap ingin menunggu.


"Yasudah terserah kalian saja ." Brian melihat ke arah Rara dan Emiil..


"Kalian berdua, kalian bisa pulang dan beristirahat. Jangan mengkhawatirkan Naila, di sini ada kami keluarga nya yang menemaninya... "


Emiil dan Rara saling menatap, dan Emiil melihat wajah Rara yang terlihat lelah ...


"Baiklah, kami pulang dulu. Semoga Naila cepat sadar dan cepat pulih."


" Aamiin... Terimakasih..."


"Devi, aku mohon. Jika Naila sudah sadar, kabarin aku ya... ?"


"Iya Ra, sekarang kamu pulang dan beristirahat lah . Besok kamu juga harus kembali bekerja kan.?" Rara mengangguk." Yasudah kamu pulang, jangan lupa kamu doa kan Naila ya. Agar dia kembali sehat..."


"Pasti Dev, dia itu teman baik kita .." Devi mengangguk." Yasudah aku pulang ya, kamu juga, jaga kesehatan kamu..."


Rara dan Emiil pun kini pamitan kepada para keluarga . Setelah pamitan, Rara dan Emiil pun meninggal kan rumah sakit di mana Naila di rawat ...


Bersambung....

__ADS_1


Assalamu'alaikum Semuanya. Terimakasih buat kalian yang sudah setia membaca cerita ku ini. Dan saya mengucapkan banyak terimakasih juga buat kalian yang sudah memberikan like dan hadiah ataupun memberikan nilai bintang untuk karya saya.. Tanpa kalian, cerita saya tidak ada apa-apa nya..


...Saya tidak akan bosen nya untuk mengingatkan kalian, untuk tinggalkan jejak 👍dan komentar kalian yang positif ya... Agar saya tetap semangat membuat ceritanya🙏...


__ADS_2