
"Kamu mau mau kena asap atau apapun ,masih terlihat cantik dan wangi ko Deb." Kata Raka dengan senyuman nya.
"Tidak usah memuji, aku memang cantik." Jawab ketus Debby.
Bibir Debby pun terlihat tersenyum walau sedikit. Dan Raka pun tau, kalau Debby tersenyum.
Brian Denis tersenyum melihat Raka dan Debby. Ya mereka sebagai kakak tidak pernah mengatur dan melarang Debby untuk dekat dengan siapapun. Apalagi Raka yang terang terangan menyukai Debby.
Hanya Debby saja yang tak peka perasaan Raka itu.
Ya bagaimana mau peka, Raka tidak tinggal di tempat itu. Raka tinggal di Bogor dan membuka usaha rumah makannya di sana. Dan selain di bogor juga Raka mempunyai usaha rumah makan di kawasan dekat pantai Anyer. Dan Raka hanya bolak balik memikirkan usahanya, tanpa memikirkan untuk dirinya sendiri.
Raka pernah mempunyai kekasih, saat dirinya kuliah. Dan akan melakukan pernikahan dalam waktu 2 bulan akan datang. Namun sebelum waktunya, Raka terpaksa membatalkan pernikahan nya. Karena kekasihku ketahuan sedang mengandung anak selingkuhan nya. Diam diam kekasihnya mengkhianati dirinya.
Selama ini Raka fokus dengan usaha rumah makannya, dan ternyata kekasihnya Maik serong di belakang. Bahkan sampai mengandung, padahal Raka menilai gadis itu baik baik.
Satu Minggu kemudian, Brian dan Naila kini sedang bersiap-siap. Ya Brian mengajak istrinya untuk honeymoon.
Sengaja Brian mengambil 3 Minggu setelah menikah, selain Brian menunggu masa cuti seminggu karena tamunya Naila. Brian pun sengaja mengambil waktu itu di mana hari itu hari yang berarti untuk Naila.
Setelah perjalan cukup lama untuk di tempuh oleh Brian mengendarai mobilnya, menuju tempat yang menjadi tujuan Brian.
Brian melihat sang istri tertidur pulas di bangku sampingnya. Brian tersenyum saat menatap sang istri begitu lelap nya.
'Pasti dia lelah, karena semalam aku kerjain.' Brian tersenyum sambil menatap Naila.
Brian menyentuh pipi Naila dengan lembut untuk membangunkan Naila.
"Sayang bangun yuk, sudah sampai nih.."
Naila membuka matanya secara perlahan dan mengulet, untuk merilekskan badannya Nyang terasa pegal-pegal. Naila tersenyum manis menatap sang suami yang kini memandangnya dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"Sudah sampai mas.?" Naila melihat sekeliling tempat.
Brian mengangguk." Heem... Sudah sampai baru saja. Kamu tuh gak berubah dari kecil sampai sekarang, setiap perjalanan pasti *****( stiap nempel molor)." Goda Brian.
Naila tersenyum.." Ini kan gara gara kamu mas, kalau kamu semalam gak ngajakin aku lembur gak akan begini.?"
Kata Naila dengan bibir cemberut.
"Kenapa aku, semalam aku tuh nonton bola loh.?" Menahan senyumnya.
"Iya kamu nonton bola, aku pikir aman sudah jam satu malam. Tau tau kamu merambat seperti ulat bulu bikin merinding.". Alhasil Brian tertawa mendengar Naila ngedumel.
Ya Naila semalam di kerjain oleh Brian, di awal Brian fokus menonton tv. Karena yang main adalah pemain favorit nya, Yaitu Cristiano Ronaldo, dari MU ( Manchester united). Ya Naila tanpa khawatir tertidur dengan perasaan tenang tanpa di usik oleh suaminya. Namun saat datang jam 2, Naila di buat tidak nyaman tidurnya. Naila terasa seperti berada di perkebunan,di mana banyak ditumbuhi ulat bulu. Yang dimana merembet di tubuh Naila, membuat tubuh Naila meremang.
Dan di saat Naila membuka mata, benar saja ada ulat bulu besar yang bejalan menyelusuri setiap jengkal tu..Buh Naila.
Ya ulat bulu itu Brian, yang kini sedang mencu.... mbui wajahnya. Dan lagi lagi Naila harus parah akan kelakuan suaminya, yang memang kemarin di berikan lampu merah sementara dari Naila. Dan saat ini sudah lampu hijau, saat Brian melanjutkan perjalanan untuk memberikan bibit unggul nya. Agar berhasil mendapatkan Brian junior secepatnya.
Brian dan Naila datang tepat waktu di mana waktu yang mereka ingin lihat. Ya selesai mereka meletakkan tas di kamar, Brian mengajak Naila untuk melihat sunset di tepi pantai.
Brian tersenyum saat melihat deburan ombak dan angin laut yang menyentuh sanubari nya.
Brian berdiri menatap arah laut, menggunakan kaca matanya dengan gaya cool nya. Itu membuat Naila saat memandangnya menilai sang suami sangat sempurna.
POV Naila
Inikah pria di masa kecil dulu yang selalu aku kagumi. Di mana kini dia berada di samping ku. Di mana dulu aku pernah bermain sebuah keluarga, dan dia mejadi peran suamiku, dan kini dia telah menjadi suamiku yang sesungguhnya. Pria yang dulu amat menyebalkan, dingin, sombong, tetapi di balik itu jiwa kejahilannya selalu ada pada dirinya. Sampai pada saat ini, dia masih mempunyai sisi jahil, senang sekali menjahili ku.
Ya Tuhan apa ini takdir ku, ibu ayah apa ini yang kalian maksud. Dengan apa yang ayah dan ibu ucapkan saat akan pergi untuk selamanya .. Menitipkan ku dengan keluarga mereka dan ternyata kalian sudah menjodohkan aku dengan pria yang kini ada di samping ku.
Pria yang awalnya dingin, cuek, agak. Kini menjadi sosok yang hangat, perhatian dan penyayang. Ya kini dirinya berubah 90° dari sikap nya dulu,dari pria yang menyebalkan jadi pria yang mengagumkan.
__ADS_1
Ya Tuhan jangan biarkan dia pergi dariku, aku sudah kehilangan dua orang yang paling ku sayang. Aku menginginkan dia selalu ada di sampingku.
POV end.
Tanpa Naila sadari Naila meniti kan air matanya. Dan brain yang saat itu kebetulan melihat ke arah Naila, merasa heran saat istrinya mengeluarkan air matanya.
"Sayang kamu kenapa, ko menangis.?" Naila menggelengkan kepala dan tersenyum ke arah suaminya.
Brian pun menyentuh kedua pipi Naila untuk menatapnya, dan menatap nya lekat lekat." Kamu kenapa sayang, coba ceritakan ke aku. ?"
"Aku gak kenapa kenapa mas, aku masih tidak menyangka saja kalau kamu sekarang menjadi suamiku. Padahal kamu tau sendiri kamu begitu cuek dingin sama aku, tapi sekarang kebalikan mas. Kamu baik, perhatian, dan bucin." Ada senyuman di kedua nya.
"Iya ya, padahal aku dulu sangat sebal sama kamu. Kamu yang manja berisik, bawel genit, dan sedikit tomboi dan pemberani. Karena di mana setiap aku bermain , kamu selalu ikut dalam permainan itu.?"
"Karena aku dulu di tantang oleh ke dua teman mu itu. Mangkanya aku ingin ikut mas." Lagi lagi Brian mengingat masa kecil Naila yang dikenal nya sangat ceria.
"Tapi tetap saja kamu menangis." Brian mencebikkan bibirnya.
"Itu karena kamu yang selalu membentak ku.?"
"Ya namanya dulu aku belum mengerti cinta, ya sekarang aku malah jatuh cinta kan sama kamu. Sini jangan jauh-jauh, kita jalan kesana yuk." Ajak Brian sambil menggenggam tangan Naila.
Ya Naila dan Brian berjalan di pasir pantai dengan deburan ombak di bibir pantai. Brian tersenyum saat melihat Naila berlari lari di tepi pantai, bermain dengan ombak berbuih. Dan Brian mengambil foto Naila dengan senyuman dan pemandangan yang natural.
"Sayang lihat kesini." Panggil Brian.
Saat Naila menoleh, cekrek... Suara kamera terdengar dari kamera Brian. Dan Brian tersenyum saat melihat hasil jepretan nya.
"Cantik.."
bersambung....
__ADS_1