
Brian juga sengaja meminta bunda untuk memberi kabar kalau anaknya demam. Dan bukan hanya itu, Brian sengaja seharian ini tidak menanyakan kabar atau mengirimkan pesan kepada Naila..
Agar Naila datang ke kediaman bunda, karena Brian memang ingin memberikan kejutan untuk Naila di rumahnya bunda.
Flashback...
Saat seluruh keluarga sedang duduk, sambil berbincang di ruang keluarga. Naila merasa kepalanya terasa berdenyut.. Karena Briana Sudah tidur,dan berada di kamarnya. Naila pun berniat untuk ke kamarnya untuk istirahat, karena waktu pun juga sudah malam. Sebenarnya Naila hendak ingin pergi istirahat sejak tadi, namun Naila merasa tak enak hati dengan keluarga dan suaminya.
"Mas...
"Heemmm... Kenapa sayang.?"Brian pun menoleh kearah Naila.
"Aku masuk dulu ya, sudah malam. Aku ingin istirahat duluan ya.?"
"Iya sayang. Kamu istirahat lah dulu, nanti aku menyusul ya..." Naila mengangguk..
Naila pun berdiri, dan tiba-tiba saja kepalanya sangat pusing. Pandangan Naila pun tiba tiba menjadi buram, dan gelap. Tubuh Naila mulai tumbang, untung saja ada Brian yang memegangi Naila.
"Naila....Sayang kamu kenapa. Sayang buka mata kamu...."Brian terlihat panik saat Naila tak sadarkan diri.
"Naila... Ya ampun, ka Naila kenapa si.?" Tanya Devi yang juga panik.
"Aku jug gak tau Dev. "Debby memberikan minyak angin di letakan di hidung nya Naila, agar Naila mencium aroma minyak angin dan sadarkan diri.
"Panggilkan ibu Tya aja ka, tetangga baru kita dia dokter."Usul Denis, yang di angguki Devi.
"Yasudah tolong panggilkan dia Den.." Denis mengangguk.
"Yasudah aku kesitu dulu.."
Denis pun berjalan keluar untuk memanggil tetangga nya.
Naila lalu di pindahkan ke kamarnya. Brian merasa khawatir dengan kondisi Naila saat ini...
__ADS_1
"Naila, kamu Kenapa si sayang. Apa kamu seharian ini kurang sehat. Kalau sampai iya, aku ngerasa bersalah banget sama kamu ."
"Nak, kita berdoa semoga Naila tidak kenapa Kenapa..."Bunda mencoba menenangkan putra nya.
Brian pun mengangguk. Lalu Brian menggenggam erat tangan Naila, di kecup nya tangan istrinya yang masih terpejam itu .
Tidak lamanya, Denis datang dengan seorang wanita seumuran dengan bunda. Wanita itu membawa tas kecil, memberikan senyuman kepada Brian..
"Bu Tya tolong anak saya, tadi dia tiba-tiba saja pingsan."Kata bunda yang menyentuh tangan Bu Tya.
"Iya Bu Rossa, saya coba bantu. Ibu Rossa dan mas Brian nya harus sabar dan tenang ya." Bunda dan Brian pun mengangguk.
Dan Naila pun akhirnya sadarkan diri. Naila nampak bingung melihat ada seorang dokter wanita duduk di sebelahnya.
"Selamat malam mba Naila." Bu Tya pun tersenyum menyapa Naila, yang masih nampak bingung.
"Malam, ini kenapa ya..?" Naila menoleh ke arah suaminya yang kini berada di sampingnya." Mas, aku kenapa ya. Ko ada Bu Tya di sini...?"
"Sayang, tadi kamu tiba-tiba pingsan.Aku dan yang lain nya pun sangat khawatir dengan keadaan kamu yang seperti tadi." Brian membelai rambut Naila.
Bu Tya membuka tasnya, lalu mengeluarkan alat stetoskopnya. Lalu alat itu di letakkan di telinga nya, dan di letakkan di dadanya Naila untuk memeriksakan detak jantungnya Naila.
Bu Tya mengeluarkan alat Tensimeter atau sfigmomanometer atau alat untuk mengukur tekanan darah.
Setelah selesai memeriksa setang jantung dan tekanan darahnya Naila. Dokter Tya pun tersenyum.
"Mba Naila tekanan darah nya sangat rendah, mba Naila harus banyak istirahat ya. Apa mba Naila merasakan hari ini kurang sehat.?" Naila mengangguk.
Brian terkejut mendapati Naila mengangguk kan kepalanya.
"Ya ampun sayang, kamu sakit.?'
"Iya mas, seharian tadi aku merasa tidak enak badan. Kepala ku juga pusing."
__ADS_1
"Astaga...Terus bagaimana bu, istri saya gak apa apa kan.?"
"Tidak apa-apa ma Brian. Tekanan darah, dan kondisi yang kurang sehat, kadang seseorang bisa tiba-tiba pingsan. Apalagi kondisi mba Naila ini sedang hamil, maklum kalau mba Naila sampai pingsan."
Brian dan Naila tercengang mendengar bahwa Naila hamil. Sedangkan yang lainnya tersenyum saat mendengar nya
"Maaf Dok. Maksud nya istri saya pingsan tadi, karena kondisi istri saya saat ini sedang hamil.?" Bu Tya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
Brian dan Naila pun tersenyum.
"Iya mas Brian, Tekanan darah rendah nya mba Naila, saat hamil biasanya disebabkan oleh adanya perubahan hormon dan peningkatan aliran darah ke janin. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda jika ibu hamil mengalami anemia, dehidrasi, kurangnya asupan nutrisi, atau infeksi. Selebihnya mba Naila pasti tau apa yang harus di makan oleh ibu hamil." Naila mengangguk..
Setelah menjelaskan ke Naila dan Brian. Bu Tya pun kembali pulang dengan diantar Denis kerumahnya.
Kini Brian dan Naila berada di dalam kamarnya. Naila sedang berbaring, dan Brian memijat tangannya Naila.
"Sayang kamu bener tadi sakit. Kenapa kamu gak hubungin aku, kalau kamu sakit. kalau kamu telpon aku, aku akan pulang ke rumah..?"
"Bagaimana aku mau telpon untuk kabarin kamu. handphone kamu aja gak aktif.Kan sejak semalam kamu diami aku mas, kamu mendiami aku, kamu gak ingat.?"Jawab Naila dengan ketus.
Brian diam, Brian menyadari memang sejak malam Brian mendiaminya. Bukan karena Brian marah, tapi karena Brian ingin memberikan kejutan untuk istrinya. Brian tidak bermaksud untuk membuatnya sedih atau membuat Naila sakit.
Brian mengambil handphone miliknya di atas meja. Brian mengaktifkan kembali handphone nya. Benar saja, banyak panggilan dan pesan dari Naila. Brian melihat wajah Naila yang menundukkan kepalanya.
"Kamu tau mas, aku merasa sudah bersalah. karena sudah membuat kamu marah dengan ku semalam dan seharian.Aku berpikir apa segitu salah nya aku membalas pesan dari keluarga, sampai kamu mendiami aku seperti itu..?"Brian menggelengkan kepalanya.
Brian menggenggam erat tangan Naila.
"Aku minta maaf sayang. Aku tidak bermaksud membuat kamu sedih, dan membuat kamu sakit. Maafkan aku, jika sampai seperti ini. Aku minta maaf kalau aku tau kamu lagi sakit, aku tidak akan melakukan ini. Apalagi sampai kamu pingsan seperti tadi, aku bener bener merasa bersalah."Brian mengecup tangan Naila.
"Ya ampun mas, aku tidak bermaksud membuat kamu seperti ini.. Lagian aku juga tidak tau, jika aku sedang hamil. Hanya saja kepalanya aku pusing sejak pagi. mungkin juga karena diam nya kamu itu. Tapi aku senang ko, kamu memberikan kejutan untuk aku seperti tadi..." Naila menggenggam erat tangan Brian." Dan ini adalah hadiah spesial,yang diberikan Allah untuk kita .."Sambil tangannya di letakkan di perutnya.
Brian, Naila pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Memang benar yang dikatakan Naila, kalau kehamilan nya saat ini, hadiah spesial untuk mereka .
__ADS_1
bersambung...