
Dan akhirnya Naila pun balik ke kontrakan, dan membersihkan tubuhnya. Karena merasa lengket, selesai membuat cake dan roti.
Kini Naila sudah berada di kontrakan, yang Naila cari saat ini kasur. Naila ingin merebahkan badannya di kasur, badannya terasa pegal-pegal.
"Kalau di tempat bibi, pasti aku sudah disuruh buat masak untuk makan malam. Kalau di lihat aku seperti ini,sudah pasti bibi akan marah marah. Kalau sekarang aku tidak perlu memikirkan itu, tapi terasa sepi nya. Haha... Sepi, bukannya aku memang selalu merasa sepi dan sendiri, sejak ayah dan ibu tidak ada." Naila tersenyum kecut meratapi nasib nya saat ini.
Naila mengambil handphone nya, terlihat pesan masuk dari Melly.
✉️" Ka Naila, Melly kangen.
✉️" Sama dek, kakak juga kangen sama kamu. Bagaimana kabar di sana, ayah kamu sehat kan dek.?"
✉️"Ayah sehat ka, tapi ada yang gak sehat tuh.?"
✉️"Siapa dek, bibi.?"
✉️"Bukan tapi ka Fandi, dia sedang tidak sehat ka. Dia sakit seperti nya, tapi hanya diam dan mengurung dirinya di kama saja ka.
✉️ " Semoga kakak cepat sembuh ya, dek kakak mau mandi dulu ya habis pulang kerja. Nanti kita sambung lagi.
✉️" Oke ka.
Dan akhirnya Naila menyimpan handphone nya kembali di atas meja.
Saat jam setengah 8, Naila akan bersiap siap. Namun tiba-tiba handphone ya berbunyi, terlihat nama Fandi di depan layar handphone. Naila pun segera mengangkat nya.
"Hallo ka."
"Hallo Nai, bagaimana kabar kamu sekarang. Dan kamu lagi apa sekarang Nai.?"
"Aku lagi di kontrakan ka, ini aku mau keluar sama teman-teman. Ow iya ka, kakak lagi kurang sehat ya.?"
"Kata siapa, kakak sehat ko.?"
"Dari Melly ka, kakak minum obat ya biar cepat sehat lagi.?"
"Aku sakit karena kamu Nai, aku kangen kamu Nai.?"
__ADS_1
" Ka, jangan bilang seperti itu. Aku sudah menganggap kakak seperti kakak aku sendiri, jujur Ka aku gak punya perasaan apapun sama Kaka. Selain perasaan kakak dan adik. Aku juga kangen dan sayang sama kakak, karena kakak adalah kakak yang terbaik dan sayang sama aku. Maaf ka aku tidak mempunyai perasaan lebih apapun sama kakak. Kakak bisa cari gadis lain, yang bisa membuat kakak nyaman dan sayang.?"
"Kakak hanya ingin kamu Nai.? Kakak tidak peduli Nai dengan status kita.
"Kakak membuat aku takut sekarang. Kaka tau, bibi marah sama aku. Karena pernah mendengar kakak, bilang suka sama aku. Dan mangkanya di saat pria itu melamar aku, bibi menyetujui nya. Aku mohon jangan buat aku semakin takut dan tidak nyaman dengan kakak." Fandi bisa mendengar kalau Naila menangis, Mangkanya Fandi diam tidak bisa bicara saat mendengar Naila menangis." Kalau begitu aku tutup kalau tidak ada yang di bicarakan lagi. Assalamu'alaikum..."
"Waalaikumsallam..."
Tut Tut Tut Tut.... Panggilan pun berkahir.
Naila pun menangis, setelah panggilan pun terputus.
"Kenapa sih kakak harus punya perasaan itu ke aku ka. Itu jadi membuat aku jaga jarak dengan kakak. Aku gak bisa punya perasaan lebih sama kakak, kakak sudah aku anggap kakak sendiri. Kenapa kakak harus jatuh cinta sama aku kenapa. Maaf ka aku harus menghindari dari kakak dengan cara seperti ini, aku gak mau membuat kakak berharap dengan aku ."
Naila berbicara sendiri. Naila jadi mengingat kebaikan Fandi ke Naila. Perhatian sayang dari Fandi ke Naila ternyata itu semua ada maksud yang membuat Naila bingung harus bagaimana. Karena Naila sudah menganggap Fandi kakak kandungnya.
Akhirnya Naila mengambil kunci motornya,lalu mengendarai motor menuju toko. Dan tepat saat toko tutup Rara,Kiki, Devi dan Naila kini mereka mengendarai motornya menuju arah tempat pasar malam.
Devi, Kiki, Rara dan Naila pun kini mereka sudah sampai di pasar malam. Merek menikmati wahan permainan Kincir angin, kora kora , komidi ombak. Namun saat masuk kerumah hantu Naila menolak enggan untuk ikut.
Saat Naila Melihat seorang gadis kecil dengan kedua orang tuanya. Naila tersenyum, dia teringat kenangan nya saat bersama ayah dan ibunya.
Saat melihat penjual gulali, ada seorang anak kecil yang melihat ke arah gulali tersebut. Naila mendekat ke anak tersebut.
"Hai cantik." Anak itu diam saat di sapa Naila. "kamu mau ini.?" Naila menujuk arah gulali, dan anak itu mengangguk.
Lalu Naila memegang gulali tersebut, lalu membayar nya. Setelah itu gulali nya di berikan ke gadis kecil tersebut.
"Untuk kamu, kamu ingin gulali ini kan.?" Anak kecil itu mengambil nya, dan tersenyum.
"Trimakasih kakak."
"Sama sama cantik, kalau habis makan ini nanti jangan lupa sikat gigi ya.?" Gadis kecil itu pun juga mengangguk." Kamu kesini sama siapa sayang.?"
"Aku sama ayah dan ibu, aku tadi melihat ini Mangkanya aku kesini." Ucap anak itu dengan polosnya.
" Ya ampun, nanti orang tua kamu nyariin sayang. Gak boleh ya cantik kalau pisah sama orang tua, kalau lagi jalan seperti ini. Nanti kamu hilang sayang, tadi ayah kamu di mana. Ow iya siapa nama kamu cantik.?"
__ADS_1
"Nama aku Asyila." Dengan imut nya anak itu menyebutkan namanya.
Naila sampai tersenyum.
"Asyila sayang, kamu sama kakak ya. Kita duduk sini sama kakak, biar ibu dan ayah kamu tidak mencari kamu kemana mana". Anak itu menurut.
Naila pun juga membelikan minuman air mineral untuk Syila. Tidak lama ada sepasang suami istri yang sedang melihat kiri kanan seperti mencari seseorang. Saat pandangan melihat Asyila seorang wanita segera gandeng tangan suaminya, dan menghampiri Naila.
"Ya ampun anak Bunda, bunda nyariin kamu sayang." Anak itu di kecup nya seluruh wajah oleh sang ibu. Dengan wajah ibu yang sudah terlihat lelah dan sedih.
"Sayang gak boleh seperti ini lagi ya nak,ayah dan bunda mencari kamu sejak tadi. Jangan lepas tangan ayah dan bunda, lihat tuh bunda sampai nangis seperti itu. Gak boleh ya sayang.?" Ayah gadis kecil itu juga membelai kepala putri nya .
Asyila sendiri hanya menatap wajah kedua orang tuanya. Dia tidak mengerti kalau orang tuanya khawatir dengan nya.
Asyila di peluk oleh ibunya , lalu di gendong oleh ayahnya. Lalu menghampiri Naila dan tersenyum, Naila pun juga membalas senyuman nya.
"Trimakasih ya mba, sudah menjaga anak saya, sampai kami datang. Syila main lepas tangan saya, jadi tidak tau kalau dia pergi."
"Iya mba sama sama, memang kita nya harus hati hati. Anak seaktif Syila memang kita harus lebih hati-hati. Tadi saya melihat Syila sedang melihat gulali ini, tapi saya tidak melihat siapapun yang dewasa di sampingnya. Mangkanya saya ajak menunggu di sini sampai ada yang Naila kenal.."
"Iya mba memang kami kurang hati-hati menjaga Anak kami. Untung saja anak kami mba yang menjaga nya, kalau tidak kami tidak tau bagaimana keadaan anak saya ini." Kata ayah dari Syila.
Naila hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu Naila mendekat ke arah Naila dan tersenyum ke arah Asyila.
"Cantik, jangan ulangi lagi ya jalan sendiri. Kasian itu Bunda nya sampai nangis, Naila mau melihat bunda Naila menangis, hemm...?" Anak itu menggelengkan kepalanya. " Nah, mangkanya Syila harus sama ayah dan bunda, gak boleh jalan sendirian ya. Janji ya sayang, nanti kalau kamu di bawa sama orang jahat bagaimana. Gak boleh ya sayang, pintar. Syila anak cantik kan?" Anak itu lagi lagi mengangguk." Nah kalau Syila cantik, Syila harus menurut sama ayah dan bunda, ok sayang.?"
"Ok kakak, Syila janji gak akan nakal." Lalu Syila melihat kedua orang tuanya.
" Ayah bunda maafkan Syila ya, aku janji tidak akan nakal lagi". Kedua orang tuanya tersenyum dan menc...ium pipi putri nya.
"Kalau begitu kak Naila pergi ya sayang, pasti teman teman kakak nyariin kakak."
" Kalau begitu terima ya mba Naila."
"Iya sama sama mba, kalau begitu saya permisi ya. Daah... Asyila sayang." Naila melambaikan tangannya, dan Anak itu pun juga melambaikan tangannya.
Naila pun pergi mencari teman temannya yang juga sedang mencarinya.
__ADS_1