
"Aww... Sakit tau..." Debby mengusap keningnya yang di sentil..
Debby justru cemberut, apa yang di katakan Raka itu benar adanya. Debby kalau sedang jalan itu ada saja yang di alaminya. Entah kesandung, atau terbentur. Itu hanya kalau suasana hatinya sedang tidak baik baik saja..
"Maaf sakit ya..." Raka mengusap kening Debby, Debby mengangguk..
" kamu ngapain di sini..?" Tanya Debby dengan ketus..
"Aku kesini ingin menjenguk Naila. Kamu ngapain di sini, sambil cemberut lagi.."
"Aku bete sama kakak, mangkya aku keluar. Yasudah kalau kamu mau jenguk Naila, kamu kesana aja. Aku mau keluar dulu, sebel dengan kakak dan Denis..."
Raka tersenyum mendengar cerita Debby..Untung Debby tidak melihatnya, kalau sampai melihat sudah pasti Debby marah. Dia pikir kalau Raka meledeknya.
" Apa boleh aku menemani kamu dulu. Sepertinya kamu sedang tidak baik baik saja Debby.? Kalau kamu sudah baikan aku baru menjenguk Naila."
"Terserah..." Jawab Debby..
Debby pun melenggang pergi meninggalkan Raka yang masih menatapnya dengan bibirnya yabg selalu tersenyum menatap Debby yang sudah pergi .
Dalam mode ngambek aja masih terlihat gemas kamu Deb...
Raka pun menyusul kemana Debby melangkah.. Debby berjalan ke sebuah taman, di dekat kawasan rumah sakit. Debby duduk di kursi di mana tersedia di taman itu ..
"Kamu kenapa bete sama kakak kakak kamu..?"
"Bete aja. Tuh pria bucin itu, sombong sekali.. Sok pamer kebucinan nya di depan kami semua. Nyebelin tau gak si, kan aku sebel. Seolah-olah jiwa jomblo ku meronta-ronta Raka..." Raka tersenyum mendengar cerita Debby.
"Memangnya kamu lagi jomblo Deb. Bukan kah kamu lagi dekat dengan pria lain. Tuh dokter yang waktu datang di pernikahan Denis.?"
"Ka Alfian. Dia ternyata sudah punya kekasih rupanya, kandas harapan ku Raka. Hiks hiks hiks...." Debby berlaga menangis.
Mendengar Debby yang gagal mendekati pria lain, entah kenapa Raka sangat bahagia. Kesannya si Jahat ya, bahagia di atas penderitaan orang lain. Tetapi tidak seperti itu. Raka bahagia, karena masih ada kesempatan bagi Raka untuk dekat lagi dekat dengan Debby.
__ADS_1
"Dasar cengeng di tunjukan kebucinan aja udah ngambek.. Kamu buktikan saja kalau kamu itu bisa membalas kebucinan 2 kakak kamu itu..."
"Eehh... Membalas benjol mu. Mau membalas bagaimana, pacar saja tidak punya..Yang ada aku jadi mupeng melihat mereka berempat yang selalu menunjukkan kebucinan mereka. Aaaaahhh ....Raka kakak itu nyebelin tau...." Debby merengek kepada Raka, Raka semakin terkekeh melihatnya...
"Sudah jangan di pikirkan, nanti Kalau memang waktunya. Tuhan akan menunjukkan seorang pria yang akan berjodoh dengan kamu.. Jangan manja, sudah besar manja kamu gak berubah.Galak doang tapi tetap manja.." Raka menggandeng tangan Debby, bangun dari kursi." Ayo temani akuke kamar kakak kamu. Aku juga ingin menjenguk keponakan ku.."
Debby melihat Raka membawa sebuah bingkisan dan bunga...
"Itu bunga buat Naila.?" Raka mengangguk...
"Kenapa memangnya...?"
"Kamu tidak main-main, terakhir main saat pernikahan Denis. Memangnya Kamu gak bawa apa apa gitu buat aku..?" Debby memanyunkan bibirnya.
Raka tersenyum mendengar pertanyaan Debby. Sebenarnya setiap kali Raka main, dirinya selalu memberikan hadiah untuk Debby. Hanya saja Debby itu tidak peka akan perasaan nya itu..
Dan Raka sebenarnya tidak main main, karena cemburu. Setiap kali dirinya datang Debby selalu menceritakan dokter muda, yang tak lain tetangga dari Brian .
"Maaf aku tidak membawanya untukmu..Aku pikir kamu tidak perlu hadiah dari ku. Karena aku pikir juga kamu sedang berbunga-bunga dengan pria itu.."Jawab Raka membuat tercubit hatinya Debby.
Itu lah yang aku rasakan Debby. Aku berharap sama kamu. Aku memberikan segala perhatian ku kepada mu, tapi kamu tidak peka akan perasaan ku ke kamu.....(Raka)
Lagi lagi ada perasaan tak tega di benak Raka.. "Yasudah ikut aku sebentar ya. Temani aku keruangan Naila. Nanti aku akan tebus kesalahan aku, karena tidak membawa kan hadiah untukmu..." Ucap Raka yabg langsung menggenggam tangan Debby tanpa bertanya lagi .
Tok tok tok.... Raka mengetuk pintu kamar Naila. Yang di mana pak Tommy yang membukakan pintunya.
Raka dan Debby pun masuk. Seluruh keluarga melihat tangan Raka dan Debby saling berpegangan... Denis yang melihatnya langsung tersenyum..
Ekhemm.... Ekhemm.... Denis berdehem. "Tiba tiba ko tenggorokan jadi gatel yank."
Raka yang sadar pun langsung melepaskan genggaman tangannya ke Debby. Dengan tersenyum dan menggaruk pipinya yang tak gatal..
Raka berjalan menghampiri Naila. Memberikan buket bunga mawar putih, dan juga sebuah kado kepada Naila.
__ADS_1
"Sorry bro, ini bunga dan hadiah untuk Naila dan anak kamu." Ledek Raka.
"Santai aja Ka. Terimakasih sudah datang menjenguk kesini.."
"Apaan si, santai aja. Oow iya Selamat ya buat kalian berdua. Sekarang sudah mempunyai peran baru sebagai orang tua. Maaf baru datang, soalnya kemarin aku lagi keluar kota."Raka menoleh ke arah Naila,dan tersenyum.
"Selamat ya, kamu wanita kuat sudah berhasil melahirkan bayi yang cantik. Sampai kamu mempertaruhkan nyawa mu. Aku mendengar nya pun sangat khawatir dengan kamu. Naila Kamu memang Naila yang hebat..."
"Terimakasih Raka, kamu sudah mengkhawatirkan aku. Dan sudah jauh jauh datang kesini untuk menjenguk ku..."
"Sama sama, kamu itu teman kecil ku. Dan kami pun semua sudah seperti saudara..Kamu kenapa kenapa aku pun juga ikut khawatir.."
Kini Raka sedang memperhatikan Briana, bayi Brian dan Naila.
"Hei cantik, semoga kamu nanti tidak seperti papah kamu ya.. " Brian melototi Raka." Papah kamu itu, dingin galak dan jahil lagi.. Semoga kamu tidak menuruni papah kamu ya...?"
Buugghh.... Brian memukul lengan Raka.
"Jangan kau kotori putri ku dengan kata kata mu itu... Ucapan mu takut membuat otak putri ku terkontaminasi nantinya..."
semuanya terkekeh melihat Raka dan Brian seperti anak kecil, yang berdebat di depan mereka...
Kini Raka dan Debby sedang berada di dalam mobil. Setelah menjenguk Naila, Raka membawa Debby untuk keluar..
Raka melihat Debby masih cemberut..
"Kamu kenapa si Debby. Ko masih saja cemberut seperti itu. Memangnya kenapa.?"
"Aku hanya mengingat perkataan Devi dan Denis saja.. Katanya aku tidak peka dengan perasaan orang lain.. Kesannya aku jahat banget tau Raka."
"Memangnya kamu sedang dekat dengan siapa, sampai Denis mengatakan seperti itu sama kamu ...?"
"Kamu tau sendiri, setelah aku putus dari Kevin.. Karena dia selingkuh di belakang aku, aku sulit untuk dekat dengan pria lain.. Aku hanya dekat dengan 2 pria saja. Selain dokter Alvin, dan kamu.. Dan dokter Alvin itu, aku benci dengannya. Dan sekarang hanya ....." Debby menghentikan perkataan, lalu menutup mulutnya.
__ADS_1
Bersambung...