
" Ya intinya, saya melakukan itu hanya demi istri saya. Dia mengajarkan saya untuk tidak menjadi orang yang hatinya di penuhi rada dendam, dan jadilah orang yang pemaaf.. Dan bagi saya seseorang berhak mendapatkan maaf. Apalagi jika benar benar mau berubah menjadi pribadi yang baik."
Bu Farida memeluk Naila sebagai bentuk rasa terimakasih nya. Bu Farida benar benar tidak tau harus bagaimana lagi, cara berterimakasih kepada Naila...
Kini mereka semuanya sedang berada di dalam mobil. Brian mengendarai mobilnya menuju rumah pak Tommy. Dan selama di mobil, pak Tommy duduk di kursi depan, dan Naila duduk bersama Bu Farida dan juga Melly. Dan tangan Bu Farida pun menggenggam tangan Naila dan juga Melly. Senyuman pun terlihat di bibir mereka.
Dan Brian pun juga merasa bahagia, karena melihat Bu Farida yang benar-benar berubah menjadi pribadi yang baik..
Flashback.
Berawal kejadian Naila mendengar obrolan pak Tommy dengan keluarganya. Dan Naila meminta Brian untuk membebaskan bibi nya. Awal nya Brian memang marah, dan diam diam Brian menyuruh seseorang untuk mencari tau perilaku Bu Farida selama di tahan. Apa dia sering berbuat onar atau sudah sadar akan kesalahannya.
Antara ragu dan bimbang, Brian masih mempertimbangkan, untuk membebaskan Bu Farida. Ya terutama Brian memikirkan istrinya, dan Brian masih belum bisa melupakan bagaimana perlakuan bibi nya saat Naila masih tinggal bersamanya.. Dan lagi lagi, Brian mengurung kan niatnya untuk membebaskan bibinya. Karena Brian tipe orang yang sulit untuk memaafkan, jika sudah bersangkutan untuk orang-orang yang di sayang. Apalagi ini yang mengalaminya istrinya sendiri yang di berikan perlakuan tidak baik, oleh bibinya.
Akhirnya Brian sendiri diam diam mencari tau sikap Bu Farida selama di tahanan. Dan kata kepala lapas, kalau Bu Farida sudah berubah menjadi pribadi yang baik. Dan Bu Farida sudah menyesal dengan perbuatan. Dan kata petugas di lapas mengatakan, Bu Farida rajin beribadah dan tidak pernah berbuat ulah selama beberapa bulan ini.
Dan Semenjak Jenny bertemu dengan Naila. Di saat Naila mendiami dirinya, karena yang di bahas Masalah bibinya. Dan bunda pun menasehatinya untuk menjadi seseorang yang pemaaf, dan tidak pendendam. Karena itu akan merugikan diri sendiri. Dari situlah Brian mempertimbangkan kembali, dan memikirkan permintaan Naila.
Dan sampai akhirnya Brian memutuskan untuk mencabut masa hukuman Bu Farida, dan membebaskan nya. Semua itu di lakukan hanya demi Naila dan pak Tommy.
Flashback of
Selama 3 jam perjalanan, kini mereka sudah sampai di rumah pak Tommy.
Bu Farida yang baru keluar dari dalam mobil, menitikan air mata. Karena melihat halaman dan rumah nya.
Akhirnya aku kembali kerumah ini lagi. Aku sangat merindukan di saat saat bisa kumpul dengan keluarga ku..( Bu Farida)
Naila yang melihat bibi nya melamun sambil memandangi rumahnya. Naila menyentuh bibi nya dan tersenyum. Bu Farida menoleh ke arah Naila, dan juga memberikan senyuman untuk wanita yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"Ayo bi, kita masuk.!" Bu Farida pun mengangguk..
Melly dan Naila bergandengan dengan bu Farida yang berada di tengah-tengah.
Namun saat ingin melangkah, ada 3 ibu ibu yang melihat kepulangan Bu Farida kerumahnya..
"Hei.... Bu Farida.." Farida pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya." Sudah bebas ya dari lapas.Kira kira keluar dari sana sudah benar-benar taubat belum ya. Mangkanya Bu, jangan jahat jahat jadi orang. Ini jadi bibi jahat banget sama keponakannya.." Sindir salah satu ibu ibu, yang di angguki oleh kedua temannya.
"Eeh... Ada Naila. Tuh Bu liat, keponakan nya yang sudah ibu jahatin. Dia masih mau datang dan masih perhatian ke ibu... Kalau jadi saya mah ogah deh datang ke orang yang sudah jahat. Dia mau sakit mau apa, emang saya pikirin...." Timpal ibu yang satunya.
Astaghfirullah... Ucap Naila dan Melly.
Sedangkan Bu Farida hanya menundukkan kepalanya, karena merasa malu dengan sikapnya dulu yang amatlah jahat kepada keponakannya.Ke tiga ibu ibu itu terus menyindir tentang masa lalu Bu Farida, setelah puas menyindir lalu 3 orang itu pergi.
Sedangkan Bu Farida masih diam, mengingat kejahatannya kepada Naila. Dan itu membuat hati Bu Farida sedih, dengan apa yang pernah dia lakukan, hingga menitikan air matanya.
Pak Tommy sendiri merasa tak tega dengan istrinya. Jika pak Tommy meladeni 3 ibu ibu yang sedang membicarakan istrinya, percuma saja. Akhirnya pak Tommy merangkul pundak Bu Farida.
"Ayo nak, semuanya kita masuk." Brian, Naila dan Melly pun mengangguk dan berjalan untuk masuk kedalam.
Setelah sampai ruang tamu.
"Ayah, lebih baik ayah membawa bibi ke kamar untuk istirahat. Saya juga akan ke kamar agar Naila bisa istirahat." Pak Tommy pun mengangguk.
"Iya kamu benar Brian, kamu juga istirahat ya. Kalau begitu ayah mengantar ibu ke dalam untuk istirahat." Brian mengangguk.."Ayo Bu.. ibu istirahat dulu."
Bu Farida mengangguk, pak Tommy pun mengantar istri nya ke kamar untuk istirahat...
Di dalam kamar, Naila sedang bersandar di dada bidang Brian. Meraka berdua sedang mengobrol di dalam kamar.
__ADS_1
"Mas, terimakasih ya mas. Kamu sudah mengabulkan permintaan ku, aku senang melihat keluarga pamanku kembali lagi. Di tambah lagi, bibi sudah berubah menjadi baik.."
"Iya aku juga senang, asal kamu senang. Dan apa yang di alami bibi kamu, dia sekarang menjadi ibu dan istri yang baik. Dan mungkin itu yang di bilang di berikan hidayah, oleh Allah.." Naila mengangguk.
"Sayang, besok kita kembali ya. Aku sudah mulai beraktivitas kembali."
"Iya mas..."
Saat malam harinya, terdengar pintu kamar Naila di ketuk.
Tok tok tok.... Brian membuka pintunya. Ternya Bu Farida yang mengetuk pintunya.
"Bibi..." Bu Farida tersenyum..
" Maaf mengganggu, bibi kesini untuk mengajak makan malam sama sama.. "
"Ow, iya Bi, trimakasih. " Naila pun datang." Naila bibi mengajak kita makan malam.?"
"Iya Naila, kita makan yuk. Bibi sudah masak, kita makan sama sama. Kamu lagi istirahat ya,maaf jadi mengganggu.?"
"Tidak bi, Kami hanya lagi menonton film drama di kyuktub." Kata Naila dengan tersenyum.." Nanti kami berdua akan kesana. Sebelumnya Naila trimakasih."
"Iya sama-sama Nai, kalau begitu bibi tunggu ya. Soalnya Fandi dan Sarah datang, tapi mereka tidak enak jika harus mengganggu kalian istirahat."
Mata Naila berbinar saat mendengar Sarah dan Fandi datang. Brian melihat wajah bahagia Naila, Brian sedikit panas saat mendengar nama Fandi.
"Ka Fandi datang bi, yasudah aku kesana sebentar lagi." Bu Farida tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu Bu Farida meninggalkan kamar Naila..
Brian dan Naila masuk ke dalam kamar, Brian sedikit cemberut melihat Naila amat bahagia mendengar nama Fandi datang. Brian hanya duduk di tempat tidur, tanpa adanya bersiap untuk kumpul dengan keluarga pak Tommy.
__ADS_1
Bersambung....
...Jangan lupa untuk tinggalkan jejak👍, komentar, hadiah atau vote nya.Agar author semangat untuk buat ceritanya.🤗🤗🤗...