Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Selera makan hilang


__ADS_3

"Kak Brian ampun ka.." Naila melihat Denis dan Debby berlari menghampiri dirinya." Denis tolong aku kakak mau membuang ku ke laut...


Dan akhirnya Brian melepaskan Naila, dan justru Brian bermain bersama Naila dan juga adik kembarnya. Mereka bermain bersama dengan canda dan tawa yang lepas. Dan Brian tidak merasakan rasa jenuhnya lagi karena adanya Naila.


Flashback of...


Dan Brian masih memandangi istrinya yang saat itu tertawa ceria. Sambil membuat video vlog ke arah istrinya yang sedang tersenyum kepada nya.


"Mas sini...~" Dengan suara manja nya Naila.


Tangan Naila melambaikan tangan ke arah Brian untuk memanggil suaminya yang kini menghampiri istrinya.


Tangan Naila mengarah ke arah suaminya, lalu Brian pun juga menggapai tangan Naila. Terlihat jelas video yang Brian buat saling berpegangan tangan. Brian memang begitu amat mencintai istrinya, sepertinya Naila begitu spesial untuknya.


"Kamu membuat video aku mas.?" Brian mengangguk." Iiihh jangan mas, aku malu kalau harus di foto atau video seperti itu."


"Ko malu, kan sama suami kamu Sendiri. Lagian hasilnya bagus ko, nanti kamu liat deh." Brian menatap sang istri.


Dan Naila tersenyum ke arah suaminya.


"Mas kamu ingat gak saat kita masih kecil. Kamu mengejar aku, dan kata kamu, kamu ingin membuang aku ke laut. Biar aku di makan ikan paus dan ubur ubur." Tatapan Naila menatap ke arah depan.


"Ya pastinya aku ingat, karena itu adalah momen yang gak akan aku lupain. Kenapa apa.? Karena hanya ada satu anak perempuan yang sangat berani bilang, kalau aku mempunyai wajah seperti burung hantu. Dan bukan hanya itu saja, anak kecil itu juga bilang kalau wajah aku itu sangat asam di lihat seperti belimbing wuluh.. Berarti aku asem banget ya kan, gak terima aku di bilang gitu." Brian meletakkan kedua tangannya di pinggang.


Sedangkan Naila tertawa mendengar suaminya mengingat kenangan masa kecilnya itu.


"Rasanya aku ingin membuang anak kecil itu ke tengah laut, seperti ini...."


Gggreeeeppppp... Brian menggendong istri ala bridal style. Hahahaha ..... Brian tertawa...


Aaaaaa ... Massss.... Aku takut turunin aku ... Teriak Naila.


Bukannya Brian menurunkan Naila, Brian justru membawa Naila ke pantai. Dan pasti nya Naila paniknya bukan main.


Uuuwwwaaaahhhh maaasssss.... Bbbyyyyuuurrr..... Dan akhirnya Brian terjatuh berdua bersama Naila. Tubuh nya basah karena ombak yang lumayan kencang. Dan mereka terbawa sampai ke pinggir pantai, dan ombak pun kembali ke tengah laut.


Sedangkan Brian tertawa lepas, saat melihat dirinya dan istri basah karena terkena air dan pasir. Sedangkan Naila bibirnya terlihat cemberut karena kejahilan suaminya itu.


"Uluh uluh manisnya istri ku kalau lagi cemberut seperti itu.." Brian meledek istrinya ." Yah kamera nya basah lagi." Gumam Brian dan di dengar oleh Naila.


" Sukurin kamera kamu kena air.. Lagian kamu nya rese si mas, aku beneran takut tau mas tadi..." Jawab dengan rasa kesalnya.


"Kamera aku kamera bagus,dan mahal terkena air pun gak masalah." Brian menjawabnya dengan sombongnya.

__ADS_1


"Sombong nya cowok satu ini." Sambil mencebik kan bibirnya." Mas makan yuk aku lapar nih."


"Yuk, kasian istri ku ini, sampai kelaparan." Akhirnya Brian mengajak Naila untuk makan.


Kini Naila dan Brian sudah duduk menikmati makanan. Naila dan Brian sedang menikmati makanan nya dengan sangat nikmat dan lahap.


Saat Naila dan Brian sedang menikmati makanannya, Tiba tiba.


"Brian.." Seseorang memanggil nama Brian.


Ada seorang gadis rambut panjang dengan wajah cantik. Dan dengan kaca mata diletakan di kepalanya,menyapa Brian dengan senyuman manisnya.


Brian menoleh, ternyata Brian pun mengenal nya juga.


"Riska, Kamu di sini." Brian pun berdiri.


Sedangkan Naila mengamati nya masih dengan ekspresi wajah yang biasa.


"Iya Brian aku lagi di sini. Lagi jalan jalan aja.. Bagaimana kabar kamu, udah lama kita gak ketemu.?" Riska mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Brian pun nampak ragu untuk bersalaman dengan Riska. Karena merasa tak enak hati, Brian pun mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Alangkah terkejutnya saat itu, Riska justru bercipika cipiki ke Brian dan bukan hanya itu Riska juga mem...eluk Brian. Dan itu justru membuat Naila pun terkejut, bukan hanya Naila saja Brian pun sama. Pandangan Brian mengarah ke ekspresi Naila yang berubah raut wajahnya. Naila pun mengalihkan pandangannya melihat ke arah lain.


"Aku sama teman-teman ku Ian. Kamu kesini dengan...." Riska menoleh ke arah Naila yang sedang duduk. Karena Brian menyentuh tangan Naila.


"Aku kesini sama istri ku. Aku lagi momen honeymoon, Ris." Brian menggenggam tangan Naila.


Sedangkan Naila tersenyum ke arah Riska. Namun Riska hanya ber ooo saja, dan menunjukkan wajah acuh nya,seakan tak suka dengan status Naila dan Brian.


"Hai, aku Naila istri mas Brian. Salam kenal ya." Naila mengulurkan tangan, dan di balas uluran tangan Riska ke Naila.


"Ow kamu istri, aku Riska. Kamu tanya saja ke Brian siapa aku .."


Dan seketika raut wajah Riska berubah masam. Dan Brian tau itu, dan Naila pun posisinya saat ini merasa tidak enak. Naila merasa, sepertinya antara Brian dan Riska pernah memiliki hubungan.


"Ow iya Brian aku balik mau gabung sama teman teman aku ya. Tadi aku kebetulan lewat habis dari toilet, eeh liat kamu. Mangkanya aku langsung menghampiri kamu. Niatnya kalau kamu sendiri aku ingin ngajak kamu gabung dengan Gebby dan Roy ."


"Ow Gabby dan Roy ada juga di sini. Tapi Maaf aku gak bisa gabung, aku juga ngajak istri ku." Lagi lagi Risa melirik Naila dengan tatapan tak suka nya.


"Padahal kalau kamu mau gabung gak masalah. Pasti nya sangat seru kalau kamu ikut gabung, kita bisa ngobrol banyak terutama tentang kita Ian." Dengan gaya di buat centil di depan Brian hingga Naila melihat nya sangat tidak suka." Yasudah kalau begitu aku kesana dulu ya. Yukk... Brian sampai ketemu kembali." Riska tersenyum manis ke arah Brian, sedang kan ke Naila dia cuekin.


Naila merasa aneh dengan sikap gadis itu, dan Naila rasanya malas untuk melanjutkan makannya kembali. Rasanya tiba tiba selera makan Naila hilang seketika.

__ADS_1


Brian duduk kembali di samping Naila, Naila nampak malas untuk makan kembali. Brian pun merasa tidak enak hati kepada istrinya saat ini dengan kejadian tadi .


Hhhuuuuupppph... Naila pun mengambil gelas dan meminumnya.


Taaaak.... Bunyi gelas yang Naila letakan kembali di atas meja, setelah Naila meminumnya.


"Aku udahan makan nya mas." Naila membersihkan mulutnya dengan selembar tisu.


"Loh, ko sudah si. Bukannya tadi kamu bilang lapar, kamu baru makan sedikit loh sayang."


"Gak apa apa ,tiba tiba selera makan aku hilang." Naila pun hendak berdiri namun di tahan oleh Brian.


"Kamu mau kemana hemm....?"


"Mau ke penginapan, lagian sudah panas. Aku juga sudah lelah dan kepala aku rasa nya pusing. Aku mau istirahat dulu, kamu lanjutin aja makan nya aku balik sendiri saja."


"Gak gak, kita ke sana sama sama." Brian pun akhirnya menyusul Naila yang sudah jalan lebih dulu.


Brian yakin saat ini Naila sedang tidak baik baik saja, karena melihat Riska datang tadi.


Lain Brian lain juga Denis.


Kini Denis dan Devi sedang jalan jalan ke salah satu Mall di kawasan Jakarta pusat. Denis dan Devi saling berpegangan tangan, saat ini hubungan Devi dan Denis semakin membaik. Dan Devi pun sudah siap menjalin hubungan nya dengan Denis.


Karena sebelumnya Devi sempat ragu, karena bunda menasehatinya dan itu membuat Devi yakin. Dan Denis berniat menjalin hubungan nya dengan Denis untuk ke tahap yang lebih serius.


"Sayang kamu mau apa, pilih aja.?"


"Gak aah, aku bingung mau pilih apa sayang."


"Jangan bingung dong. Ow iya aku ingin ajak kamu ke toko, kamu mau gak.?"


" Boleh saja, memang gak ganggu kamu sayang.?"


"Gak lah, ada kamu justru aku jadi lebih semangat." Goda Denis.


"Gombal..."


Dan akhirnya mereka pun berjalan menuju toko baju milik Denis.


Ya Denis sebenarnya dia mempunyai usahanya. Denis membuka sebuah toko khusus pria. Dari kaos, kemeja, jaket, celana , jam tangan sepatu dan tas. Ya itulah usaha kecil-kecilan Denis. Walaupun begitu Denis memiliki 3 anak cabang masing-masing di Mall yang berbeda.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2