
Suasana malam yang sunyi, gemericiknya tetesan air hujan. Membuat suasana malam itu nampak dingin. Dan pas untuk mencurahkan kerinduan dan isi hati antara Brian dan Naila. Brian tau kondisi istrinya yang sedang berbadan dua , apalagi usia nya masih sangat muda. Brian pun melakukan nya dengan sangat hati-hati, karena iseng iseng Brian mencari artikel di embah gogal. Dan itu di jadikan ilmu untuk Brian sebagai pasangan pengantin baru dan untuk suami yang baik.
Hari hari sudah dilalui,hingga kini Brian punya kegiatan baru yang wajib di awasi. Yaitu kehamilan nya Naila.
Contohnya hari ini. Brian yang kebetulan libur kerja, melihat kondisi Naila yang masih menutupi tubuhnya dengan selimut. Padahal waktu sudah menunjukkan jam tujuh pagi, tapi Naila masih betah dengan selimut nya itu.
Biasanya pagi pagi Naila sudah bangun, walaupun hanya menemani suaminya siap siap ,atau menemani suaminya sarapan. Tapi hari ini tidak. Brian sudah melakukan joging pagi pagi, namun Naila masih terlelap. Bukan hanya itu hordeng pun masih tertutup sangat rapat, biasanya jam segitu cahaya matahari sudah menerangi kamar mereka.
Brian tersenyum melihat tingkah istri seluruh tubuhnya tertutup rapat dengan selimut berwarna biru.
"Sayang, kamu belum mau bangun. Sudah siang loh sudah jam tujuh. Bangun yuk, nanti kita ketempat bunda mau ga.?" Naila mengangguk namun dengan kepalanya tertutup selimut.
Brian menggelengkan kepalanya. Melihat tingkah istrinya seperti tingkah anak kecil.
Ssreeek sreek.... Terdengar suara hordeng terbuka. Ceklak suara jendela pun juga terbuka, dan cahaya matahari pun menerangi kamarnya.
"Maaasss.... Kenapa jendela nya di buka sih. Aaaahh tutup lagii~~~~.."
"Sudah siang sayang, biar cahaya matahari nya masuk. Ayo bangun yuk, Bu Fitri bilang tadi, Katanya kamu minta buatkan bubur kacang hijau. Katanya bubur nya sudah matang sayang. Mau aku bawain ke sini gak.?" Tidak ada jawaban dari Naila.
Selimut pun terbuka, dan Naila pun sekarang dengan posisi duduk. Namun dengan raut wajah cemberut, dan rambut terlihat acak-acakan. Brian tersenyum lucu melihatnya.
Posisi Brian saat ini di depan jendela, cahaya matahari pun tertutup oleh tubuh Brian. Dan mata Naila jadi terhalang tidak terkena matahari. Namun saat Brian menghampiri Naila, cahaya matahari pun mengenai wajah Naila. Dan terjadi lah, drama di pagi hari.
Mulut Naila mengembung, Naila menutup mulutnya dengan tangannya. Dan Naila cepat cepat turun dari tempat tidurnya, menuju kamar mandinya.
Hooooeeekk.... hoooekk..... hooeeekk.. Brian pun segera menyusul Naila ke dalam kamar mandi. Brian khawatir dengan kondisi Naila saat ini. Brian mengusap punggung Naila, dan sedikit memijat tengkuk lehernya. Agar mual nya berkurang.
__ADS_1
Naila merasa tubuh nya sangat lemas. Saat Naila menoleh ke arah suaminya, pipi Naila mengembung. Naila merasa mual kembali, perutnya bagai di kocok kocok.
Hooeeekk... Hooooeeekk... Hoooekk...
Hikss hiks hisk....Naila menangis tersedu-sedu, saat merasa dirinya semakin lemas.
"Sayang kita ke dokter ya, aku gak tega liat kamu sayang." Brian mendekat ke arah Naila.
"Jauh jauh, kamu menjauh dari aku. Jangan dekat-dekat aku, huuushh... Husshhh......" Ucap Naila layaknya mengusir kucing.
Brian menjauh, menatap istrinya dengan heran. Saat tangan nya ingin menyentuh Naila, justru Naila menutup hidung dan mulutnya.
"Sayang kamu kenapa sih.? Kamu aneh tau gak. Aku jadi khawatir sama kamu, ayo kita ke dokter biar aku gak khawatir sama kamu." Naila menggelengkan kepalanya dan tangannya pun masih menutupi hidung dan mulutnya.
"Lebih baik kamu mundur, jangan dekat-dekat aku.. Terus juga kamu tutup jendela dan hordeng nya rapat rapat. Cepat mas..." Suruh Naila ,dan Brian mengangguk.
Lalu Brian berjalan menghampiri Naila kembali, yang masih di dalam toilet nya.
"Sayang sudah di tutup jendelanya. Aku buka ya pintunya, aku khawatir sama kamu sayang.?" Teriak Brian memanggil Naila dari luar pintu.
Ceklak, pintu terbuka. Namun yang Brian lihat, istrinya keluar dengan menutup hidung dan mulutnya. Bukan hanya itu Naila berjalan dengan miring dengan membuka telapak tangannya ke arah Brian. Sebagai kode untuk tidak mendekat kepada Naila.
Kesan nya memang lebay, tapi itulah Naila. Saat ini Naila merasa mual dengan cahaya matahari, bukan hanya itu saja. Naila merasa kalau suaminya itu sangat bau, dan bau nya membuat Naila sangat mual.
"Sayang kamu kenapa si, Naila kamu jangan buat aku takut dan sedih loh Nai.?" Naila tidak menjawab.
Naila justru melangkah mundur, menuju tempat tidurnya.Saat mendekat ke arah tempat tidur, Naila langsung menutupi tubuhnya dengan selimut, tak lupa juga Naila langsung menggunakan masker.
__ADS_1
Astaga kenapa istri ku ini, kenapa istri ku tidak mau aku dekati. Apa ini bagian Drama kehamilannya. Ya Tuhan kalau Naila tak mau di dekati seperti ini,aku bisa pusing. Masa aku tidak boleh dekat dia, kan aku suaminya.
Brian menggaruk kepalanya melihat tingkah aneh pada istrinya.
"Mas kamu mendingan mandi, terus kamu pakai wangi wangian. Aku mual saat kamu dekati tadi. Maaf mas, aku gak kuat bau nya." Sambil menelungkup kan tangannya.
"Yasudah, tapi saat aku sudah mandi kamu jangan menjauh ya.?" Naila mengangguk. " Yasudah aku mandi dulu ya.?"
Brian berjalan menuju dalam tandas, untuk membersihkan tubuhnya agar tidak bau. Dua puluh menit, Brian berada di kamar mandi. Selesai mandi Brian keluar, dengan wajah yang segar. Tak lupa Brian menggunakan parfum, di tubuh nya. Agar istrinya tidak menjauh lagi, dan mau di dekati kembali. Brian menggunakan kaos santai, dengan rambut masih acak-acakan. Itulah Naila saat Brian di rumah, Naila jadi suka memandangi suaminya dengan gaya santai.
Kini Brian berjalan menuju tempat tidurnya, di mana sang istri masih asyik menonton drama kesukaannya dari negri ginseng.
Brian dengan percaya dirinya, mendekati Naila. Brian yakin Naila akan nempel seperti prangko kepadanya dan tidak ingin jauh jauh. Namun semua itu di luar ekspektasi, dan kebalikan dari bayangan Brian.
Raut wajah Naila melirik ke arah suaminya, dengan mengendusnya layaknya seperti kucing. Brian tersenyum, dia yakin istrinya akan menyukai nya. Namun justru kebalikan. Naila mengembung pipinya, wajahnya memerah seperti tomat. Naila seperti menahan sesuatu di tenggorokan nya.
Hoek... Hoeekk... Hooooeeekk..... Naila segera menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
Brian tercengang mendapat istrinya bukannya senang ini malah seperti jijik. Dan itu membuat Brian lemas kembali.
"Naila kamu kenapa lagi sih.? Aku sudah mandi, sudah wangi pula kenapa kamu masih mual si sayang. Please jangan hukum aku, seperti ini dong sayang ." Brian merasa kesal dengan sikap istri nya saat ini.
Tanpa Brian sadari, Brian berbicara dengan nada tinggi dan membentak Naila . Naila merasa mellow kembali, mendapatkan bentakan dari suaminya.
Hikss... Hiks.. hiks... Naila menangis saat mendapat kan suaminya justru membentak nya. Padahal Naila juga tidak ingin bersikap seperti itu, namun entah kenapa Naila merasa suaminya sangat bau. Dan itu membuat perut Naila terasa berputar, dan Naila seperti mual.
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak👍 dan komentar kalian ya. Agar author semangat untuk Update. hihihi...🙏🙏🙏🤗...