Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Masalalu Brian


__ADS_3

Ya Denis sebenarnya dia mempunyai usahanya. Denis membuka sebuah toko khusus pria. Dari kaos, kemeja, jaket, celana , jam tangan sepatu dan tas. Ya itulah usaha kecil-kecilan Denis. Walaupun begitu Denis memiliki 3 anak cabang masing-masing di Mall yang berbeda.


Next ke Naila.


Naila dan Brian kini sudah sampai di penginapan, dan Naila hanya diam. Sejak 15 menit duduk bersama Brian di dalam kamar, tidak ada sepatah katapun dari Naila.


"Nai, kita nginep lagi ya. Kita pulang besok aja bagaimana menurut kamu.?"


"Aku mau pulang sore aja mas. Sekarang aku mau istirahat, gak tau aku hari ini cape banget."


"Kamu sakit sayang.?" Naila menggelengkan kepalanya." Sayang kamu marah ya sama aku.?"


"Marah apa si mas, memang kenapa aku harus marah sama kamu. Kan gak ada sebabnya kenapa aku harus marah.?" Naila menjawabnya dengan membelakangi Brian.


Ya posisi Naila saat itu, berbaring di tempat tidur. Dan membelakangi Brian.


"Masalah kejadian tadi, yang si Riska.." Brian nampak ragu untuk bicara.


"Saat Riska mem...eluk dan ci...um pipi kiri kanan kamu.?" Brain mengangguk.." Ya ada rasa kesal saat melihat itu, Mangkanya makan aku gak berselera lagi tadi.."


"Sayang, sebenarnya dia itu masalalu aku." Brian mencoba menjelaskan ke Naila.


Flashback.


Riska dan Brian pernah menjalin hubungan selama dua tahun. Dan Brian tipikal pria yang sulit membuka hatinya untuk para wanita. Dan Riska adalah teman sewaktu Brian SMA, dan mereka menjalin hubungan justru di saat merek lulus sekolah.


Ya Brian dan Riska di pertemukan kembali di acara reunian sekolah. Dan mereka saling mengobrol dan bertukar nomor telpon. Karena sering chatting dan telponan hubungan mereka semakin dekat.


Dan di saat usia pacaran mereka berjalan 2 tahun. Justru di situlah hubungan mereka di uji, Riska di pinta orang tua nya untuk melanjutkan kuliah nya di luar negri. Dan menjalani hubungan jarak jauh. Di saat hubungan nya berjalan hampir 3 tahun, Brian merasa sikap Riska berubah.


Riska sulit di hubungi, di kirim pesan pun hanya di baca. Dan Brian pun ternyata mencoba mencari tau tentang Riska di sana. Ternyata Riska memiliki hubungan dengan pria lain di belakang Brian. Di saat itulah Brian mengakhiri hubungan nya dengan Riska. Sebenarnya Brian sangat menyayangi dan mencintai Riska, namun Brian enggan menjalin hubungan nya kembali. Karena Brian cukup patah hati menerima hubungannya yang sudah berakhir.


Bagaimana tidak, Brian berniat akan menikahinya. Namun ternyata Brian mengetahui perselingkuhan nya Riska di sana, sebelum hubungan nya ke tahap yang serius.


Dan Mangkanya demi bisa melupakan Riska ,Brian sengaja mengambil cuti. Untuk membantu ayahnya mencari keberadaan Naila, dan dari sana lah Brian sedikit sedikit bisa melupakan Riska.

__ADS_1


Flashback and.


"Nah begitu sayang ceritanya, Mangkanya aku bingung dia berada di tempat ini."


"Terus masih ada dong rasa berdebar di jantung kamu itu, saat melihatnya tadi. Apalagi sampai di pe..luk dan di ci...um seperti tadi."


" Ada, perasaan berdebar saat itu.?" Brian sengaja memancing Naila.


Naila melirik Brian dengan tatapan elang, yang siap menerkam mangsanya..


"Aku berdebar bukan karena aku masih menyukai nya. Aku berdebar karena aku takut sama kamu. Aku takut kamu cemburu dan marah sama aku. Mangkanya aku menjelaskan ini ke kamu".


"Kalau aku cemburu tanda nya aku sayang kamu mas.."


"Iya maaf sayang, trimakasih ya sudah sayang sama aku. Aku akan menjaga perasaan kamu dan cinta kita ini..."


Naila pun mengangguk. Dan kini Naila berada di dalam pel...ukan Brian.


Saat sore hari nya, Brian mengajak Naila untuk kembali ke Jakarta. Dan selama di perjalanan Naila hanya diam duduk, menatap pemandangan di luar mobil.


Malam pun tiba, waktu untuk mereka beristirahat. Brian sudah menunggu istrinya yang sedang berada di dalam tandas.


Ceklak.. pintu tandas terbuka, Naila pun keluar dari tandas. Naila berjalan menuju tempat tidurnya, yang di mana Brian pun sudah menunggunya dengan senyuman.


Saat Naila hendak berbaring dan menggunakan selimut, tangan Brian menghalanginya.


"Sayang, kamu marah sama aku.?" Naila masih mode diam nya." Jangan kaya gini dong Nai, aku mana bisa kamu cuekin seperti ini. Apalagi saat ingin tidur.?"


"Sebenarnya aku masih sedikit kesal saja mas sama ke jadian tadi di sana. Dengan apa yang di lakukan sama kamu, aku masih kesal aja mas.."


"Kan aku sudah jelaskan ke kamu Nai, semuanya ke kamu. Wajar sih kamu kesal , tapi jangan aku kamu cuekin Nai. Aku gak bisa tidur dalam ke adaan saling diam seperti ini.."


"Iya mas maaf. Sebenarnya aku merasa kepala aku pusing sejak tadi siang itu. Mangkanya aku hanya diam, tidak ingin banyak bicara mas. Kamu liat kan, aku di sana hanya tiduran saja.."


"Kamu sakit.?"Brian menyentuh kening Naila." Aku panggil kan dokter ya.?"

__ADS_1


"Jangan mas, aku hanya ingin istirahat saja. Kamu temani aku ya, kepala aku berat ingin tidur. Semoga saja besok sudah sehat."


"Amiin.. sini kepala kamu mas pijat.." Naila pun mengangguk.


Dan untuk malam ini Brian tidak menjahili istrinya. Brian merasa tak tega melihat istrinya lagi kurang sehat.


7 hari kemudian, Brian sudah beraktivitas seperti biasa. Naila yang hari ini berencana sudah janjian dengan Devi dan Debby untuk jalan jalan. Siang hari akhirnya Debby dan Devi menjemput Naila, dan mereka melakukan perjalanan dengan tujuan awalnya.


Kini tiga wanita itu sedang memilih pakaian yang mereka ingin beli. Selain pakaian, Tas, mereka juga membeli sepatu, khususnya Naila dan Devi mereka memilih sepatu flat. Karena Naila dan Devi tidak bisa menggunakan sepatu hak nya tinggi, karena itu akan terlihat menyeramkan saat mereka gunakan.


Setelah puas berbelanja, ya walaupun yang puas belanja itu si Debby. Karena Naila dan Devi tidak suka berbelanja tidak sesuai kebutuhan. Karena memang saat ini mereka sedang tidak membutuhkan nya. Naila hanya membelikan kemeja, dan kaos untuk suaminya saja.


Kini tujuan mereka adalah ke tempat restauran siap saji. Ya mereka mengambil tujuan itu, karena cacing di perut mereka sudah mulai berdemo.


Kini Debby dengan semangatnya memesankan makanan. Untuk dirinya Devi dan kakak iparnya, sekaligus sahabat kecilnya. Setelah memesan, Debby duduk bergabung dengan Devi dan Naila.


"Khusus hari ini, aku traktir kalian. Khususnya untuk teman kecilku ini, yang sedang ulang tahun. Yeee...."


Devi dan Debby bertepuk tangannya.


"Ooh iya Nai, ini untukmu.. Semoga kamu suka ya.?" Devi memberikan kotak hadiah untuk Naila." Maaf baru sekarang ngasihnya, soalnya kemarin pas tanggal kamu. Kamu lagi honeymoon sama yayang embeb.


"Trimakasih ya Dev." Naila tersenyum seraya mengambil pemberian Devi.


"Ini untuk kamu Nai. Sahabat kecil aku, yang sekarang sudah menjadi kakak ku. Semoga kamu juga suka ya hadiahnya. Nanti saja di rumah buka nya." Debby tak mau kalah, dia juga memberikan kotak hadiah untuk Naila.


Debby pun mengangguk. Lalu mengambil kotak tersebut dari Debby.


" Iya nanti di rumah aku buka nya, terimakasih ya hadiahnya . Ya ampun aku Bahagia banget bisa dekat dengan kalian seperti ini." Ada rasa terharu yang Naila rasakan.


" Sama sama..' ucap Devi dan Debby.


Kini makanan yang mereka pesan pun sudah datang. Mereka bertiga pun menyantapnya dengan nikmat, karena memang mereka sudah lapar. Khususnya Devi, anak kost itu belum sempat makan tadi. Devi hanya memakan cemilan, semenjak Naila pindah, Devi merasa kesepian. Apalagi saat makan pun tidak ada Naila rasanya malas untuk makan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2