Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Briana Naura Alamsyah


__ADS_3

"Sama sama pak.... Kalau begitu saya permisi, selamat malam.."


"Malam dok."


Dokter pria itu pergi meninggalkan Brian.


Untuk kali ini, Brian tersenyum. Brian sangat senang, Karena Naila menunjukan tanda-tanda baik..


Brian terus memandangi wajah Naila yang masih memejamkan matanya.. Bibirnya pun terukir senyum, di saat melihat jari jari Naila bergerak . Perlahan mata Naila mulai terbuka secara perlahan lahan.. Brian tersenyum di saat Naila sudah membuka matanya secara sempurna...


"Mas...." Panggilan Naila saat pertama kali mata nya terbuka, karena ada suaminya di hadapannya dengan senyuman manis..


"Sayang..." Brian mengecup keningnya Naila.." Alhamdulillah kamu sudah sadar sayang...."


"Sadar... Memangnya aku kenapa mas.?"Naila masih terlihat bingung..


"Yasudah kamu jangan banyak berpikir dulu... Kamu tunggu sebentar ya, aku panggilkan dokter untuk memeriksa kamu.?" Naila mengangguk..


Brian pun memanggil dokter untuk memeriksa Naila. Setelah dokter selesai memeriksa Naila, dokter nya pun keluar. Dan kini hanya Brian yang menemani Naila.


"Kamu mau apa sayang.?"


"Aku haus." Pinta Naila dengan bibir yang terlihat pucat.


Brian pun mengambikan Naila minum,dan membantunya untuk minum.


"Mas kamu kenapa menatap ku seperti itu sih.. Kamu juga kenapa terlihat berantakan sekali, tidak seperti biasanya..."


Brian tersenyum mendengar istrinya yang mulai bertanya cukup banyak...


"Kamu itu bawel banget sih. Lagian kalau aku rapih untuk siapa, sedangkan kamu saja sedang terbaring lemah di sini. Memangnya nya mau suami kamu di lirik sama wanita lain. Dokter dan perawat di sini cantik cantik tau..." Mata Naila justru melotot menatap Brian . Brian terkekeh melihatnya.." iya iya iya.... Aku bercanda , aku minta maaf ya. Aku berantakan seperti ini, karena kamu sayang. Aku khawatir dengan keadaan kamu. Aku tidak memikirkan diri aku sendiri, yang aku pikirkan ya hanya kamu..."


Naila terisak tangis , mendengar suaminya bicara seperti itu..


"Aku minta maaf ya, sudah membuat kamu dan yang lain jadi khawatir sama aku..."


Brian menghapus air matanya..


"Kamu kenapa minta maaf, kamu gak salah. Kamu itu wanita yang kuat. Kamu sudah berhasil mengeluarkan anak kita dengan selamat. Aku jadi tambah sayang sama kamu.. " Brian mengecup kening Naila." Sekarang kamu istirahat lagi ya,besok kita lihat anak kita.." Naila mengangguk..


Naila pun kini memejamkan mata untuk istirahat. Setelah terdengar suara terlelap Naila, barulah Brian menyusul untuk memejamkan matanya. Brian malam ini cukup tenang, karena Naila sudah sadar. Tangan Brian pun tak sedikitpun melepaskan genggaman tangan Naila.

__ADS_1


Hari esoknya seluruh keluarga datang menjenguk Naila. Naila pun kini juga sudah di pindahkan ke kamar rawat inap VIP. Jadi di mana keluarga pun bebas untuk menjenguk...


Dan yang lebih heboh adalah Devi dan Debby, di mana mereka lah yang sangat bahagia melihat Naila kembali. Debby pun juga membersihkan wajah Naila, dan memberikan makeup kepada Naila. Katanya agar wajah Naila kembali terlihat segar.


"Nah, sudah cantik dan terlihat segar sekali kamu Nai.. kakak pasti terpesona melihat kecantikan kamu ini...?" Goda Debby..


"Hei... Kakak akan selalu terpesona dengan Naila. Tanpa di makeup pun Naila sudah terlihat cantik tau..." Timpal Devi.


Debby pun tersenyum.."ya ampun Naila aku kangen banget tau sama kamu...Kamu sehat sehat ya, kami semua sedih melihat kamu kamarin.."


"Iya aku juga kangen dengan kalian. Maaf sudah membuat kalian sedih..."


"Anak bunda, tidak perlu mengatakan itu.. kami sedih karena kami begitu amat sangat menyayangi kamu... Pas mendengar kamu sadar kami semua langsung kesini untuk lihat kamu..." Ucap bunda di angguki oleh Bu Farida dan yang lainnya..


Ceklak.... pintu toilet pun terbuka.. Saat keluar dari dalam toilet, Brian yang sudah terlihat segar, dan rapih.


Brian mendekati Naila yang kini sudah terlihat cantik, karena ulah Debby.


Cup...


Brian mengecup kening Naila.


"Kamu cantik banget si.?" Naila tersipu malu saat Brian melakukan hal yang romantis di hadapan keluarganya.


" Ya ampun kakak jahat banget sih, ngelakuin itu di depan ku.. aku jomblo tau, jiwa jomblo ku meronta-ronta melihat kakak yang sweet banget kaya gitu .." Ucap Debby membuat semuanya terkekeh..


"Ngiri ya kamu, Mangkanya punya pasangan dong.. truk aja gandengan masa kamu gak.?" Goda Devi, yang dapat pelototan dari Debby..


"Mangkanya, selagi ada yang mau dan deket. Kenap juga sok jual mahal. Padahal kan udah terang terangan loh....?" Timpal Denis...


Semuanya pun hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Saat melihat Debby yang di ledek oleh Denis dan Devi.. Bukan hanya itu, Brian pun semakin menunjukkan sikap romantis nya kepada Naila di depan Debby..


"Iiiihhh kalian nyebelin banget siih... Bete jadi nya.Aku mau keluar dulu aja mendingan, dari pada melihat kalian yang bucin dengan istri kalian... Wee...." Debby pun langsung keluar..


"Mas kasian Debby, jangan di ledekin terus aah..." Ucap Naila yang tak tega melihat Debby..


"Biarkan saja sayang... Aku memang suka meledek Debby seperti itu.." Brian dengan senyum nya..


" Denis, Devi. Kalian juga jangan seperti itu dengan Debby.."


"Santai aja Nai. Debby nya gak peka sih sama orang yang suka dengan nya...." Timpal Denis..

__ADS_1


"Maksudnya...?"


"Udah lupain aja. Ow iya mana keponakan ku, tidak sabar ingin melihat keponakan ku itu...?"


Tidak lamanya terdengar suara ketukan pintu..


Tok tok tok.... Datang dua orang perawat yang membawa anak Naila dan Brian.. satu perawat membawa box bayi, dan yang satu menggendong baby nya... Box bayi di letakkan di samping tempat tidur Naila, sedangkan baby nya di berikan kepada Naila.


Naila terus memandangi bayinya, dan tersenyum memandangi bayi mungil yang berjenis kelamin perempuan.


Bayi yang sangat lucu, matanya terbuka walaupun belum bisa melihat dengan jelas. Bayi itu bisa merasakan suara ibu, saat berada di dalam perutnya.. Dan kini jari jari nya menggenggam erat jari Naila.


"Mau kalian kasih nama siapa bayi cantik ini sayang.?" Tanya bunda...


"Briana Naura Alamsyah. yang artinya Cahya yang bersinar terang untuk Brian dan Naila.. Alamsyah sendiri nama belakang ku.." Jawab Brian dengan senyuman..


Yang mendengar nya pun ikut tersenyum..


"Baby Briana, namanya yang bagus dan lucu.." timpal Devi, dan Naila tersenyum.


" Nama yang bagus nak, bunda juga suka mendengar nama itu..."


"Apalagi ayah, ayah lebih setuju. Selain nama kamu, itu juga nama kakek nya.. Haris Alamsyah, ayah setuju setuju..." Pak Haris tak mau kalah...


"Eeeittt.... Itu juga ada nama om nya dong.. Denis Alamsyah..." Timpal Denis membuat semuanya tertawa bahagia...


Lain seluruh keluarga yang bahagia melihat bayi mungil Naila. Lain juga Debby yang saat keluar dari kamar Naila, dengan mode ngambeknya...


Saat melewati lorong rumah sakit, Debby menabrak tubuh seorang pria..


Bbuugh.... Aawww..... Sampai sampai Debby jatuh duduk. " Aduhh..... sakit.. Liat liat dong kalau jalan..."


Pria itu justru tersenyum saat di marahi oleh Debby.. Saat Debby mendongak kan kepalanya, melihat siapa yang menubruknya sampai terjatuh. Debby terkejut ternyata yang menubruknya adalah Raka.


"Raka...Kamu tuh kalau jalan selalu saja menabrak aku.." Raka bukan nya marah malah tersenyum..


"Ayo bangun, jangan marah marah..." Debby yang cemberut akhirnya memegang tangan Raka untuk berdiri.. Raka tersenyum saat melihat Debby yang cemberut..


"Mangkanya kalau jalan itu liat liat dong. Kamu pikir tidak sakit kalau jatuh..." Gerutu Debby sambil mengusap-usap bagian bo*ong dan sikut nya.


"Hei yang seharusnya marah itu aku, kenapa jadi kamu. Kan aku yang kamu tabrak, Kamu itu kebiasaan kalau jalan itu meleng. Dari kecil sampai sekarang jalan selalu Meleng, entah kesandung, atau menubruk .. Ubah kebiasaan buruk kamu itu.." sambil menyentil kening Debby..

__ADS_1


"Aww... Sakit tau..." Debby mengusap keningnya yang di sentil..


Debby justru cemberut, apa yang di katakan Raka itu benar adanya. Debby kalau sedang jalan itu ada saja yang di alaminya. Entah kesandung, atau terbentur. Itu hanya kalau suasana hatinya sedang tidak baik baik saja..


__ADS_2