
Dan tentunya bagi Brian tidak membuatnya keberatan, dengan permintaan istrinya itu. Brian memijat kaki Naila sambil bernyanyi, untuk membuat istri nyaman dan senang. Walaupun sebenarnya Brian sendiri merasakan ngantuk dan cukup lelah hari ini. Tapi demi istrinya, Brian menahan rasa ngantuk nya. Brian terus memijat kaki Naila, sampai Naila tertidur pulas. Setelah Naila tertidur, Brian menyelimuti istrinya, dan Brian pun ikut tertidur di samping Naila. Tidak butuh waktu lama Brian pun tertidur pulas .
Hari esoknya di pagi harinya, di kamar pengantin baru. Udara di kamar sepasang pengantin baru itu terasa dingin.
"Eeeemmm.... Kenapa tiba-tiba nih kamar jadi dingin ya.?" Devi belum sadar dengan setatus baru nya. Dan Devi belum sadar juga kalau dirinya masih berada di kamar Denis.
Saat Devi membuka mata, alangkah terkejutnya Devi. Saat melihat Denis yang kini berada di hadapannya dengan tertidur pulas.
Aaaaaaa..... Devi pun berteriak, Denis yang terkejut dan terbangun menutup telinganya. Devi pun langsung mengambil guling dan ingin memukul kepala Denis. Saat Devi ingin mengangkat tangannya, Denis pun menahan nya.
"Devi kamu kenapa sih.?"
"Kamu kenapa di sini, kenapa kita bisa satu tempat tidur..? Devi dengan nada marah, berusaha menarik tangannya dari tangan Denis, dan memukuli Denis.
Denis menahan tangan Devi, agar tidak terus memukul nya. Rupanya gagal, wajah Denis terkena Bogeman tangan Devi.
Buuugh.... Denis menutup bagian pipinya yang terkena pukulannya Devi . Devi pun terkejut, dan sedikit takut. Karena Denis menunjukkan wajah kesalnya.
"Denis.."
Denis melirik ke arah Devi, dengan posisi masih menyentuh pipinya.
"Sudah puas mukul nya, haaah...?" Devi menundukkan kepalanya." Kamu tau kenapa kita bisa satu ranjang.? Kita sudah menikah,apa kamu lupa.?"
Devi langsung mengangkat kepalanya, dan menutup mulutnya, karena terkejut. Devi memukul kepalanya sendiri, karena dirinya baru mengingat kalau dirinya dan Denis sudah SAH menjadi suami istri.
"Ya ampun, maaf Denis aku lupa. Tadi aku kaget, tiba tiba buka mata ada kamu di depan aku. Aku gak ingat kalau kita sudah menikah, maaf Denis." Sambil menggenggam tangan Denis yang satunya. Lalu mencium tangannya, tanda meminta maaf kepada suaminya.
Denis masih mode diam nya. Denis bukan marah, Denis hanya terkejut mendengar Devi berteriak, lalu memukuli nya, dan terakhir dapat bonus di pagi hari. Yaitu sebuah Bogeman dari Devi.
Denis paham, Devi seperti itu hanya kaget. Dia masih mengingat kalau dirinya masih sendiri di kamarnya, Mangkanya Devi terkejut saat melihat ada pria di hadapannya tidur bersama nya. Devi hanya belum terbiasa saja akan hal yang baru.
"Denis aku minta maaf, aku hanya kaget. Aku gak ada niat buat melukai kamu. Aku tadi kelepasan Denis, maaf ya.?"
Denis sebenarnya tidak marah, namun ide jahil kembali singgah di otaknya.
" Maaf maaf... Baru juga pengantin baru, sudah dapat kekerasan dalam rumah tangga. Cewek cewek pukulan nya sakit banget. Makan apa si kamu setiap hari, makan paku, kaca, atau besi.?"
"Enak aja aku makan paku, kaca, besi. Kamu kira aku kuda lumping apa.?" Jawab Devi dengan sewot. Denis pun tersenyum mendengar jawaban Devi.
__ADS_1
"Kenapa kamu gak bilang sekalian kalau aku juga makan batu bara, dan bilang aku cewek debus. Kan enak orang bilang, istrinya Denis pemain debus.."
"Uuuhhh istri aku ngambek.... Jangan ngambek dong sayang, aku bercanda. Lagian kamu main bogem aku aja. Malah aku belum sadar sepenuhnya. Bangun tidur, udah di pukul, dan dapet bonus pula di pagi hari sebuah Bogeman."
"Iya aku minta maaf Denis. Maaf ya sayang..." Denis mendengar panggilan itu dari Devi langsung tersenyum..
"Lagi lagi panggilan kamu nya itu ke aku.!" Sambil tersenyum, Devi pun ikut tersenyum saat wajah Denis kini begitu dekat dengan wajahnya.
"Yang mana.?"
"Yang tadi, kamu panggil aku dengan sebutan apa...?"
"Sayang.."
"Alamak, kau panggil aku dengan sebutan itu. Dari pertama kita jadian, baru kali ini kamu panggil aku dengan sebutan sayang..." Sambil menggenggam tangan Devi." Sekarang kamu panggil aku dengan panggilan sayang ya, jangan hanya Denis Denis dan Denis. Kuping ku gatel rasanya, stiap kali kamu panggil itu.?" Devi pun mengangguk kan kepalanya.
"Iya sayang, aku akan panggil kamu dengan panggil itu deh.." kata Devi dengan wajah imutnya, membuat Denis merasa gemas..." Ow iya aku ambil kompresan ya buat wajah kamu sayang.?"
Devi hendak turun dari tempat tidur, Denis menarik tangan Devi.
"Mau kemana, Hemm...?"
"Ambil air untuk kompres pipi kamu, biar gak bengkak nantinya...?"
"Mau ngapain lagi si di sini, nanti keluarga kamu nyariin.?"
"Mereka mengerti ko, kita ini pengantin baru. Lagian memang kamu yakin, mau keluar dengan pakaian seperti itu, Hem...?" Sambil melirik kearah pakaian Devi.
Devi memperhatikan pakaian nya sendiri, dan tersenyum saat melihatnya..
" Gimana, kamu masih mau keluar dengan pakaian seperti itu. Lagian kamu harus aku hukum, Dangan apa yang sudah kamu lakukan tadi sama aku.?"
"Apa kamu mau hukum aku, kan aku mau obati lukanya, tapi sama kamu gak boleh. Terus sekarang kamu mau hukum aku, ko begitu si kamu?"
"Suka suka aku dong, aku kan korbannya. Aku juga suami kamu, jadi kamu harus mengikuti apa yang aku katakan. Kamu paham kan sayang.." Devi pun mengangguk kan kepalanya.
Denis tersenyum jahil ke arah Devi.
Ggrrreeeppp.... Denis menarik Devi. Debi sendiri pun terkejut, karena saat ini posisi Denis berada di atasnya. Denis tersenyum nakal ke atas Devi. Tentunya jantung Devi saat ini berdebar sangat cepat.
__ADS_1
" Den... Denis kamu mau ngapain...?" Tanya Devi dengan gugup...
" Mau memberikan hukuman kamu, sebagai tanda permintaan maaf kamu..Dan bukan hanya itu saja, aku juga ingin melanjutkan pertandingan yang semalam, yang sudah kita lakukan.. " Denis dengan senyum nakal nya.
"Apa.... Pertandingan yang semalam, kan semalam udah. Lagian ini udah pagi, aku gak enak sama keluarga kamu."
"Keluarga aku paham ko sayang. Yuuk aahh kita lanjutkan lagi pertandingan yang semalam..."
Ggrrreeeppp.... Akhirnya Denis pun melanjutkan pertandingan yang semalam. Mungkin karena pinalti, jadi Denis minta pertambahan waktu lagi....
Hahahaha... Bisa ya kaya gitu.? Bisalah kan author yang buat. Hihihi....
Saat ini Denis dan Devi baru keluar dari kamarnya. Tentunya Devi merasa tak enak hati saat waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi dan Devi baru keluar kamar.
Bunda Rossa yang kini sedang berkutat dengan Bu Inah. Devi pun datang menghampiri kedua wanita yang sedang sibuk itu..
"Hallo sayang, bagaimana tidurnya nyenyak semalam..?"
" Lumayan nyenyak bunda. Maaf bunda aku baru keluar kamar, jadi gak enak". Devi sambil tersenyum kikuk.
"Gak apa-apa dong sayang, bunda paham ko. Ya kan ibu?" Tanya bunda Rossa ke Bu Inah, dengan tersenyum
"Iya neng Devi, Bunda dan mbok juga paham." Jawab Bu Nah." Sekarang neng Devi mau minum apa, biar ibu yang buatkan.?"
"Tidak usah Bu, biar aku saja yang buatkan. Aku ingin membuat kopi untuk Denis". Ibu Inah dan bunda pun mengangguk.
Akhirnya Devi pun membuatkan kopi untuk Denis. Setelah itu mengantarkan kopi nya ke Denis yang kini sedang berada di ruang tamu..
"Ini Denis kopi nya. Sekarang aku mau bantuin bunda dan ibu Inah ya.?"
"Ko Denis lagi si sayang. Mana panggilan kamu nya itu.?"
Huuuffhh....Devi menarik nafasnya, merasa heran dengan sikap Denis yang seperti itu.
" Sayang ini kopi nya, sekarang aku mau ke dapur lagi ya. Aku mau bantuin bunda dan Bu Inah masak..?"
"Iya sayang... Yasudah trimakasih ya kopinya.." Denis dengan senyum manisnya..
Devi pun langsung meninggalkan Denis yang kini masih menatapnya.
__ADS_1
"Beruntung nya aku menikahi kamu. Sudah cantik,pintar, dan lucu.. Ternyata seperti ini setelah menikah, ada yang membuatkan kopi. Dan tentunya yang pasti ada teman tidurnya Hihihi...."
Bersambung....