
"Sebentar ya, tapi minum nya bikin sendiri aja ya. Hihihi..!"
"Sip itu mah gampang..."
Akhirnya Naila mengambil kan cupcake nya sedangkan Devi membuat minumannya. Sedangkan Debby hanya memperhatikan dua kakak ipar dan calon kakak ipar yang sedang sibuk di dapur itu.
Ya Debby adalah anak bungsu dari pak Haris dan bunda Rossa. Saudara kembar dari Denis ini, mempunyai sifat manja, yang tak ketulungan. Karena mungkin Debby itu anak gadis satu satunya, mungkin sangat di perhatikan sekali. Kadang sikap manja nya membuat Denis sedikit kesal dengan Debby.
Tapi walaupun mereka sering bertengkar,tapi Denis sangat menyayangi Debby. Kadang mereka itu suka kompak kalau lagi ada masalah satu sama lain. Apalagi jika Debby dengan Brian manja nya itu gak ketulungan. Kadang Brian sedikit membutuhkan kesabaran ekstra untuk mengimbangi manja nya Debby.
Masih ingat kan cerita nya saat Brian di suruh ikut main mamah mamahan. Brian tidak ingin ikut, tapi dengan merengek saja dan senjatanya mengadu ke bunda membuat Brian terpaksa harus mengikutinya.
"Hei Debby bantuin dong sini, masa enak enakan aja duduk di sana." Panggil Devi dan Naila hanya tersenyum.
"Iya iya, bawel banget si calon kakak ipar satu ini. " Debby pun berjalan menghampiri Devi.." Apaan yang harus aku bantuin gadis macho.?"
"Eeh sembarangan gadis macho"..protes Devi yang tak terima di panggil gadis macho.
Padahal Devi sedang belajar bersikap sedikit feminim.
"Iya gimana aku gak bilang macho, ingat gak di tempat om Tommy kamu itu menjadi wanita macho. Mangkanya Denis tergila gila sama kamu. Hahahaha......" Debby tertawa terbahak-bahak.
"Tapi jangan bilang macho dong. Aku lagi berusaha untuk menjadi gadis feminim, seperti Naila. Pintar masak membuat makanan bahkan mengurus suami. Bikin misua betah di rumah, saking betahnya Lihat saja tuh banyak gigitan serangga liar di leher nya Naila. Khikhikhik...." Devi cekikikan berdua Debby.
Naila pun karena di ledek oleh Devi dan Debby ada rasa sedikit malu karena tanda merah di lehernya itu. Karena itu ulah suaminya stiap malam selalu menjadi penjelajah di setiap lembah saat gelap gulita. Hehehehe.....
"Eehh Debby anak laki-laki ayah Haris itu semuanya ekhemm ekhem.. loh. Jadi jangan heran kalau Naila selalu di buat tanda pemilik oleh bang Brian yang sudah klepek-klepek sama Naila. Hahahah...." Debby semakin menjadi jadi ngeledek Naila.
" Apaan sih kalian, belum saja kalian mengalami. Kalau sudah SAH jangan harap kalian lepas dari borgol suami kalian. Bukan hanya stempel yang kalian miliki, aku yakin setiap malam hari. Kalian tidak akan menggunakan kemasan kalian di saat gelap gulita datang. Bahkan bulan dan bintang pun akan nampak malu untuk menapakkan dirinya di saat kalian sedang di jelajahi." Sebenarnya Naila agak sedikit malu mengatakan kata kata itu. " Lagian kamu Debby memang kakak kamu itu ayam yang di sembelih pake ada kata kelepek kelepek segala.?" Protes Naila.
__ADS_1
Membuat Debby dan Devi tertawa mendengar Naila bicara. Dan akhirnya mereka bertiga asyik bercerita seharian. Tertawa bercanda, dan kadang bercerita yang gak berfaedah.
Ya pasti tau lah kalau para wanita kalau sudah berkumpul, paling rame. Kalah sama cowok cowok yang lagi nonton bola piala dunia. Heheheh....
Saat sorenya Devi dan Debby pun berpamitan untuk pulang dari rumah Naila. Karena mereka tau yang punya kawasan rumah tersebut sebentar lagi akan pulang.
" Nai Naila. Kita habis ini pulang ya, udah sore banget".
"Ko udah pulang aja, gak mau nanti aja.?"
"Gak ah,, kalau nanti yang punya kawasan dan singgah sana di rumah ini akan pulang. Gak seru kalau cerita ada Kaka, pasti dikit dikit di pelototin, gak asyik tau.?" Kata Debby dengan gaya cemberut.
Devi dan Naila hanya terkikik geli mendengar Debby bicara seperti itu.
Akhirnya Devi dan Debby memutuskan pulang, sebelum Brian datang. Bukan nya gak mau melihat kakaknya. Masalahnya Brian Kalau sudah bersama Naila tingkat kebucinan nya level nya meningkat. Dan itu yang membuat Devi dan Debby memutuskan untuk pulang.
10 menit setelah Devi dan Debby pulang, benar saja bel rumah berbunyi.
Ting tong... Naila pun membuka pintunya, dan benar sang suami sudah tersenyum ke arah Naila saat pintu terbuka.
Seperti biasa Naila meng..ecup punggung tangan sang suami. Dan Brian pun mengecup kening Naila, dan mereka kini masuk kedalam rumah, setelah menutup pintu.
"Loh, kata nya ada Debby dan Devi. Ko gak ada, mereka sudah pulang sayang.?"
"Iya mas, mereka sudah pulang. Katanya sebelum yang punya singgah sana rumah ini datang, mereka ingin pulang." Kata Naila dengan menahan senyumnya.
" Apa yang mereka maksud itu aku Nai.?" Naila mengangguk." Loh memang kenapa aku pulang , mereka juga pulang.?"
"Kata Debby mereka gak mau jadi obat nyamuk di antara aku dan kamu. Karena dia tau kalau kamu dekat aku kata tingkat kebucinan nya naik level." Kata Naila dengan terkekeh, dan Brian pun ikut tertawa.
__ADS_1
"Dasar anak manja itu, bisa bisa nya menilai kakak nya seperti itu.." Sambil tersenyum menggelengkan kepala.
"Eeh tapi benar,aku kalau ada kamu jadi bucin. Sayang temani aku ke kamar yuk.. Aku kangen sama kamu..." Sambil berbisik dan senyum menggoda..
Yah kumat dah, belum juga rapet aku ngomong dah langsung Nyamber aja. Gumam Naila dalam hatinya.
Naila tersenyum, mencoba mengalihkan pembicaraan suaminya itu.
"Eeemmmm kamu sudah makan belum mas, aku sudah masak nih untuk kamu. Aku juga membuat cupcake muffin tadi, kamu mau gak mas.?"
Nail seperti nya berhasil mengalihkan niat suaminya itu, ke makanan. Naila sudah sangat senang kalau niat pengalihannya berhasil.
"Eem... Entar aja makan nya, aku mau makan kamu dulu.." Dengan senyum menyeringai, Naila melotot mendengar jawaban sang suami." Yuk aku lagi kangen kamu sayang..."
Grrpp... Tubuh Naila langsung di angkat ala bridal style, tas kerjanya di lempar kan ke sofa. Brian membawa Naila menaiki anak tangga menuju kamar nya.
"Kenapa kamu mau mengalihkan niat aku ya, dengan menawarkan makanan. Sayangnya kamu tidak berhasil sayang." Brian sambil menci..um pipi Naila.
Naila tersenyum menunjukan gigi nya yang bersih dan rapih.. Naila gagal Karena rencana mengalihkan suaminya dari situ tidak berhasil.
"Aku ingin bercocok tanam, menyebarkan serbuk berlian. Agar cepat berhasil, untuk menghasilkan Brian junior.." Kata Brian dengan senyuman nakal nya.
Kini Brian dan Naila sudah berada di kamarnya. Karena Brian yang sudah menahannya sejak tadi, kini keluarkan hasrat nya itu..
Seperti nya adik adiknya itu sangat mengerti dengan situasi kakaknya yang masih pengantin baru.
Brian sudah panas dingin, dari tempat kerjanya menahan rasa panas nya itu. Karena dengan kejahilan temannya, memberikan video biru ke dirinya. Karena melihat itu yang membuat Brian berusaha keras menahannya has..rat nya dari tempat kerja menuju rumah. Dengan berharap Debby dan Devi sudah pulang dari rumahnya, agar Brian dapat menyalurkan has..rat nya itu.
Kesannya memang jahat, namun mau bagaimana lagi. Ini semua ulah teman temannya di kantor, memberikan Brian video yang membuat darah nya berde.... sir dan otaknya melayang kemana-mana.. Untung saja Brian masih bisa fokus menyetir mobilnya, agar cepat cepat sampai rumahnya.
__ADS_1