Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Kehamilan Naila


__ADS_3

Brian menge..cup punggung tangan Naila. Tepat di depan dokter, dokter Sanny yang melihatnya hanya tersenyum.


Dokter tersenyum karena melihat perhatian Brian kepada Naila.


Sedangkan perawat yang menemani dokter Sanny juga turut tersenyum. Bagaimana tidak perawat yang bernama Indri itu masih belum memiliki Pasangan. Jadi melihat sikap Brian yang terlihat manis, jiwa jomblo nya itu pun meronta ronta.


Kini Brian Naila duduk berhadapan dengan dokter Sanny.


"Bapak harus menjaga istri anda, istri anda saat ini usia kandungan nya sangat muda dan sangat rentan. Dan tidak di perbolehkan untuk mengangkat yang berat, terlalu cape, dan tidak boleh stres. Karena dampaknya sangat rentan untuk janinnya. Jadi mas sebagai suami, mempunyai peran sangat penting untuk istri anda."


Brian mengangguk, sambil menggenggam tangan Naila.


"Nah untuk ibu. Ibu harus memakan banyak buah buahan, sayuran, ikan dan makan yang bergizi lainnya. Dan ibu juga harus minum obat dan vitaminnya ya. Dan satu lagi, Ibu harus di bantu dengan susu hamil. Karena kandungan nya sangat bagus, karena ada asam folat yang membantu untuk perkembangan janin ibu."


Naila dan Brian pun mengangguk mendengar penjelasan dari dokter Sanny. Ya walaupun usia Brian sudah usia 28 tahun, tetapi masalah ini Brian pun sama seperti Naila. Belum berpengalaman, Mangkanya butuh nasihat dan penjelasan dari dokter.


"Tapi dok, apa saya boleh bertanya.?" Dokter itu mengangguk.


" Begini dok, saya menikah belum sampai sebulan. Dan itu pun baru Minggu besok kita menjalani pernikahan tepat sebulan. Tetapi kenapa janin istri saya sudah jalan empat Minggu ya dok.? Maaf dok, saya tidak berpikir macam-macam tentang istri saya. Hanya saja saya sedikit bingung , dengan perhitungan kehamilan istri saya."


Brian menggenggam tangan Naila, Brian takut Naila salah paham dengan pertanyaan nya itu.


Dokter Sanny tersenyum melihat pasangan yang di lihat masih pengantin baru itu. Dan mengerti perasaan khawatir pada pasien nya.


"Tidak apa-apa, lebih baik bertanya terus terang. Dari pada bapak berpikiran negatif tentang ini."


Brian mengangguk dan tersenyum.


"Kalian harus bersyukur karena kalian pasangan muda yang sehat, dan di beri kepercayaan oleh Allah dalam waktu cepat. Apalagi bapak dan ibu setiap hari nya mengkonsumsi makanan yang sehat, dan jarang mengkonsumsi junk food . Dan ada kemungkinan Kesuburan pada kalian berdua juga bagus. Mungkin itu penyebab istri ada cepat hamil ,karena kalian berdua mungkin dalam masa subur. Mba nya di sini terlihat masih sangat muda, Kalau boleh tau mba Naila, usia nya berapa ya.?" Tanya dokter Sanny dengan senyumnya.


"Usia saya 23 tahun dok." Jawab Naila.


"Nah apalagi usia mba Naila masih muda. Pak wanita yang menikah usia 20 sampai 25 tahun, kesuburannya sangat bagus dan mudah memiliki anak. Begitu juga dengan suami yang usianya belum terlalu tua, kemungkinan kualitas sper...manya juga bagus. Apalagi saat melakukan hubu... ngan suami istri yang tepat waktu, maksudnya adalah waktu berhubungan nya pas saat istri anda dalam masa subur (ovulasi). Jadi kalau mas dan mbak nya berhubungan pada rentang masa subur, kemungkinan besar akan cepat mempunyai anak." Naila dan Brian mereka berdua menganggukkan kepalanya.


Dan dokter nya pun memberikan penjelasannya kembali kepada Naila dan Brian. Dengan sabar, agar Brian dan Naila paham.


" Jadi mengapa perhitungan kehamilannya istri anda lebih cepat dibandingkan usia pernikahan? Jadi kami sebagian dokter akan menentukan HPL-nya berdasarkan hari pertama haid terakhir. Jadi dari masa haid istri anda itu sudah dihitung mas, makanya usia kehamilan mba nya bisa lebih cepat dibanding usia pernikahan kalian. Bagaimana mas Brian apa sudah paham belum dengan penjelasannya saya.?"


Brian pun mengangguk, dan tersenyum. Begitupun juga dokter Sanny tersenyum karena salah satu pasien nya ada yang berkonsultasi.

__ADS_1


"Apa ada yang mau di tanyakan kembali mas,atau mbaknya.?"


"Aaahhh... Saya rasa cukup dok. Kalau begitu saya ucapkan terimakasih." Dokter Sanny pun mengangguk kan kepalanya dan tersenyum.


Setelah selesai memeriksa kandungan, Brian memang hari ini meminta izin untuk tidak masuk kerja. Brian mengajak Naila untuk pulang dan beristirahat. Dan niat nya Brian akan datang kerumah bunda sore hari, setidaknya akan memberikan kejutan untuk keluarga nya.


Balik ke Devi, hari ini Devi beraktivitas seperti biasa di toko.


Devi nampak murung, entah kenapa Devi memikirkan sahabatnya itu. Ya Devi saat ini sedang memikirkan Naila, karena sejak semalam Devi terus memikirkan Naila. Devi coba mengirimkan pesan ke Naila, namun Naila belum membaca pesannya.


Iiihh Naila, ko pesanku gak di baca si. Bales dong Nai, biar aku gak khawatir.


Gumam Devi dalam hatinya, dan tanpa Devi sadari Rere melihat Devi nampak murung.


"Dev kamu kenapa.? Lagi ada masalah ya, ko dari tadi murung banget.?"


"Masa sih, biasa aja aah Re.."


"Kamu beda Dev, tidak ada Naila di sini kamu tuh lebih sedikit diam. Padahal lagi ada Naila, kamu selalu rame tau ."


"Apaan si Re, aku tuh biasa aja. Mau ada Naila atau gak, sama aja."


Walaupun terkadang, Denis sering ngajak jalan dan menghiburnya agar tidak kesepian. Tetap saja Devi kalau di kontrakan terasa sepi.


Tidak lamanya saat Devi ke toilet, ada pengunjung toko datang.


"Permisi mbak, Bagas ada.?"


"Bagas.?" Rere nampak heran dengan pengunjung pria itu.


Datang ke toko bukan untuk membeli roti, malah mencari Bagas..


Gumam Rere dalam hati.


"Sebentar saya panggilkan.." pria itu tersenyum dan mengangguk.


Rere masuk ke produksi untuk memanggil Bagas.


" Gas, ada yang nyariin kamu."

__ADS_1


"Siapa Re.?"


"Tau liat aja sendiri.?" Jawab Rere dengan ketus.


Bagas tersenyum lalu menghampiri seseorang yang mencarinya itu.. Saat melihat siapa yang mencarinya itu. Ternyata orang itu adalah teman lamanya, Bagas pun tersenyum.


"Ya ampun, Abang tampan satu ini sibuk sekali ya. Sampai harus saya yang datang kesini.?"


"Emiil Saputra.. Astaga ternyata kamu yang datang, aku kira siapa.?"


Devi yang baru selesai dari panggilan alam nya, langsung keluar. Alangkah terkejutnya saat melihat seseorang yang berada di hadapannya ini. Ternyata orang itu pria yang Devi kenal, yang tak lain adalah Emiil. Ya Devi melihat di hadapannya ini adalah Emiil, yang sedang datang ke toko nya.


"Emiil..."


Emiil pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Saat sedang bersalaman dengan Bagas.


Emiil sendiri pun sangat terkejut saat melihat seorang wanita yang dia kenal.


"Devi.. kamu di sini.?" Tanya Emiil mendekat ke arah Devi.


"Kalian saling kenal jadi nya.?" Tanya Bagas yang di angguki oleh Brian dan Devi. " Dunia ini ternyata sempit ya, ternyata kalian bertemu dan saling mengenal..?"


"Dia ini mantannya Naila Gas.." Devi menjawab nya dengan nada ketus, dengan mata menatap Emiil dengan kesal.


"Apa Naila..." Rere dan Bagas sangat terkejut dengan apa yang Devi ucapkan.


"Jadi kalian kenal Naila juga.?" Tanya Emiil,dan Bagas mengangguk kan kepalanya.." Astaga benar benar sempit.."


"Naila itu pernah bekerja di sini, kurang lebih enam bulan lebih lah." Jawab Bagas.


Dan Emiil mengangguk. "Terus kalian tau di mana rumah Naila.?"


Saat Rere hendak menjawabnya, Devi segera menyelak.


"Mau ngapain, belum puas kemarin bikin Naila takut dan marah. Dan kalian jangan ada yang beri tau alamat Naila ke dia, awas kalian kalau sampai kasih alamat Naila." Dengan tatapan marah Devi mengancam Bagas dan Rere.


"Tunggu tunggu, sebenarnya kalian itu kenapa. Kalau kalian ada masalah tolong selesai kan di luar. Emiil aku kenal kamu, tolong jelasin kenapa ini di antara kalian.?" Kata Bagas merasa bingung melihat wajah Devi sangat marah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2