
Setelah Hari pernikahan Debby dan Raka, .
Tiga bulan kemudian, dimana usia baby Briana menginjak tepat 1tahun usianya.
Naila dan Brian mengadakan acara ulang tahun, yang di adakan di kediaman rumah bunda Rossa. Brian memanggil beberapa anak panti, dan anak kecil di sekitar .
Brian sengaja membuat acara yang sederhana saja. Apalagi Naila sangat bahagia saat melihat anak anak semuanya bergembira. Sampai acara di penghujung, Brian dan Naila pun membagikan bingkisan hadiah untuk anak anak.
Naila bahagia, akhirnya dia bisa berbagi untuk sesama. Naila teringat dahulu saat kedua orang tuanya masih ada, Naila selalu di ajak oleh mereka ke rumah panti. Ayah dan ibunya sering berbagi, dan setiap kali ayah,ibu dan Naila ulang tahun. Yang di utamakan berbagai bersama mereka, anak anak yang tinggal di rumah panti.
Selesai acara, malam harinya Naila dan Brian sedang mengobrol di dalam kamarnya. Baby Briana pun sudah tertidur pulas,di tempat tidurnya sendiri..
Naila menyandarkan kepalanya di dada bidang suami nya.
"Mas kamu membuat acara ini, teringat saat ayah dan ibuku masih ada. Terimakasih ya untuk acara ini, suamiku memang suami idamanku banget."
"ooohh ya, aku suami idaman kamu banget. Bukankah aku pria menyebalkan yang sering membuatmu selalu menangis..?" Goda Brian.
"Itu dulu mas, kamu itu nyebelin sekali. Tapi sekarang itu kamu jadi bucin denganku. hihihi ..." Naila tertawa,Brian pun tersenyum." Tapi kamu ingat tidak mas. Waktu itu kamu memaksa aku untuk ikut sama kamu. Itu setelah kamu memarahi ku dan membuat ku menangis, setelah aku menangis kamu memaksa aku untuk ikut kamu. Dan ternyata kamu membelikan ku es krim, di salah satu supermarket di dekat rumah kita. Padahal dulu itu kamu masih SMP ya mas, uang pun juga pasti dari yah dan bunda. hihihi....."
"Kamu salah sayang, saat itu aku membelikan kamu es krim. Itu uang ku sendiri, bukan uang dari orang tuaku."
"Oooh ya, masa si mas.?" Brian mengangguk." Uang kamu dari mana menangnya.?"
"Kamu lupa ya Nai, Otak suami kamu itu sangat pintar. Dan tentunya uang itu, ku dapat kan dari hasil aku mengasah otakku."Naila mencebik kan bibirnya, saat mendengar kesombongan suaminya datang kembali.Brian pun tersenyum dan mencubit ujung hidung Naila. " Waktu itu ku pernah ikut cerdas cermat untuk perwakilan di sekolah ku. Dan aku mendapatkan juara pertama, aku mendapatkan hadiah senilai berapa juta ya. Kalau gak salah dulu aku mendapatkan Hadiah 10 juta. Sebagian uang ku di simpan bunda, dan sedikit aku berbagi bersama teman dan guruku. Dan termasuk membelikan mu es krim, yang kata kamu sangat enak, iya kan. Dan aku simpan sisanya, dan saat itu, aku tidak meminta uang jajan ke Bunda dan ayah. Aku masih membagi kedua adikku. Dan itu hasil ku sendiri, untuk pertama kalinya, dan itu aku membelikan nya untukmu es krim."
Brian mendekap Naila, dan Naila sangat bahagia saat berada dalam dekapan suaminya.
Ya memang Naila akui, Brian itu dulu anak yang pandai.Di balik sisi galak nya, setiap kali bicara walaupun dengan nada ketus. Di balik itu semua, sebenarnya Brian mempunyai hati yang lembut dan penyayang. Mangkanya saat itu, Naila sedikit mengagumi Brian. Mengagumi nya karena kepintarannya yang dia miliki. Dan pernah juga Naila mendapatkan sedikit perhatian Brian layaknyaa seorang kakak, kepada adiknya..Ya hanya sebatas itulah Naila mengagumi laki laki sombong, yang bernama Brian...
__ADS_1
....
Next
keesokan harinya,saat semua keluarga Sedang menikmati makan siang.
Hanya Devi dan Denis saja yang tidak ada saat makan siang.
"Bun, Devi dan Denis kemana ko tidak ikut gabung bareng kita.?"Tanya ayah Haris yang tidak melihat anak dan menantunya..
"Devi kata nya lagi istirahat. Kata Denis, semalam dia tidak bisa tidur. Dan makan siang biar dia yang bawa nanti ke kamarnya..." Jawab bunda, ayah Haris pun mengangguk..
Dan mereka pun melanjutkan makannya kembali.. Setelah selesai makan siang, seluruh keluarga sedang diruang keluarga. Di mana bunda dan ayah Haris sedang melihat cucunya yang super aktif. Brian dan Naila sediri melihat anaknya yang menjadi pusat perhatian, karena sedang berjoget mendengarkan sebuah lagu dari handphone milik Debby.
Saya masih Ting Ting di jamin masih Ting Ting.
Dan itulah bunyi lagu yang di putar oleh Debby di aplikasi toktok. Dan Briana sendiri sedang berdiri sambil menggoyangkan kepalanya dan badannya..
Saat sedang menertawakan Briana, Denis membuka pintu kamarnya yang berada di lantai bawah. Semenjak Devi hamil besar, Denis minta pindah kamarnya, untuk sementara di lantai bawah.
Denis memanggil bunda Rossa dengan jalan tergesa gesa .
"Bunda..."
"Iya sayang, kenapa nak...?"
"Bun, itu Devi. Dia bilang perutnya sakit, dan sakitnya tidak seperti tadi yang jarang jarang. Seperti nya Devi akan lahiran..."
"Astaga, ayo kita bawa kerumah sakit." Denis mengangguk, Bunda dengan perasaan khawatir, segera berjalan menuju kamar Devi dengan langkah cepat..
__ADS_1
Bunda kini sedang berada di kamar Devi, melihat menantunya yang meringis kesakitan...
"Ayo sayang kamu tenang, kamu atur nafas kamu ya nak..." Devi mengikuti apa yang dikatakan bunda..
Kini Devi Denis dan bunda sudah duduk di kursi belakang. Dengan Raka dan ayah Haris yang di kursi depan.
Denis meringis kesakitan saat Devi menjambak rambut nya saat rasa sakit menyerang..
" Aaaa....Sakit Denis hiks, hiks...
"Sabar ya sayang, dikit lagi sampai rumah sakit.."Devi pun mengangguk..
Kini mobil mereka pun sudah sampai di rumah sakit. Para dokter pun sudah menangani Devi untuk persalinan nya ..
Tidak seperti Naila, persalinan Devi terbilang mudah. Karena saat datang, Devi sudah masuk pembukaan 9 dan ketuban pun juga sudah mulai keluar. Seperti nya anak mereka ingin segera cepat keluar..
ooowweeekk.... oooweekk... Terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang persalinan..
Denis pun keluar dari ruangan,dengan senyuman kebahagiaan. Denis memeluk kedua orang tuanya.
"Alhamdulillah bunda,ayah persalinan Devi lancar. Bayiku juga sudah keluar dengan sehat dan selamat, begitu pun juga Devi. Istri ku wanita yang hebat dan kuat, karena sudah melahirkan bayi laki-laki yang sehat."
"Laki laki nak, Alhamdulillah cucu kita sudah sepasang Bun.?" Kata ayah, dan bunda pun mengangguk kan kepalanya dan tersenyum..
"Selamat ya sayang, bunda senang mendengarnya. Sekarang kamu sudah menjadi ayah, tanggung jawab kamu sudah bertambah. Mendidik anak kamu menjadi anak yang berbakti."
"Iya Bun, pasti itu."
Lalu Raka pun memberikan selamat kepada Denis." Selamat ya, sekarang sudah menjadi ayah. Ubah kebiasaan buruk mu, menjadi lebih bermanfaat..Hahaha... bercanda." Semoga anakmu menjadi anak yang sehat, dan berakhlak baik..Amiin..."
__ADS_1
"Amiin terima kasih..."Denis dan Raka pun tersenyum...
bersambung