Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Melamar Naila


__ADS_3

"Kenapa semuanya menjauh dari aku, kenapa apa salahku".


Naila kembali mengingat saat Naila bertanya ke kakaknya akan ucapannya ke Emiil. Dan benar jika Fandi menyukainya, dan ternyata benar. Dan karena Naila menolak apa yang Fandi katakan . Fandi akhirnya menjauh dari Naila, bahkan yang biasanya pulang seminggu sekali atau dua Minggu sekali. Kini Fandi tidak datang untuk pulang, seperti menghindar darinya.


Kini Naila merasa seperti sudah tidak memiliki siapapun. Naila seperti ingin menghindar dari keadaan nya sekarang.


Kini Naila pagi pagi sekali datang ke kosan Devi. Saat Devi membuka pintu , terkejut saat di depan pintu ada Naila.


"Loh Nai, kamu di sini. Kamu kan libur, ayo masuk sini.!" Devi melihat wajah Naila yang tampak beda. " Kamu kenapa Nai, coba ceritain deh ke aku siapa tau bisa bantu.?"


" Dev Emiil." Mata Naila sudah mengembun.


"Emiil, kenapa sama Emiil. Kamu jadi kemarin jenguk dia.?" Naila mengangguk.


"Lalu bagaimana keadaan Emiil Nai, terus Kenapa kamu sedih.?"


"Emiil tidak bisa berjalan Dev, dia lumpuh. Tapi kata pak Agus kemungkinan dia bisa sembuh kembali. Tapi Emiil nya belum bisa terima dengan keadaan sekarang, dan tidak mau mendengarkan apa yang dokter ucapkan. " Lalu Naila kembali sedih'. " Dan Emiil juga meminta hubungan kita di akhiri aja. Dan kamu tau Dev dia bilang apa, dia bilang lupakan apa yang dia janjikan ke aku. Ya dia menyuruh ku untuk melupakan kenangan dan janjinya yang akan menikah dengan ku. Bukan hanya itu, dia mengusir ku dari sana."


Akhirnya Naila melupakan dan menceritakan, segala isi hatinya yang saat ini, yang membuat nya sesak.


Devi yang tak tega melihat keadaan Naila pun segera memeluk sahabatnya itu.


"Kenapa semuanya terjadi sama aku si Devi, kenapa. Dari orang tua, orang di sekitar ku, dan sekarang Emiil dia pun menjauh dari aku. Apa salah ku dengan mereka, kenapa semuanya menjauh dari aku. Aku ingin ikut ayah ibu saja rasanya Dev."


"Naila kamu bicara apa sih. Tuhan tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya yang tidak mampu. Mungkin baginya kamu mampu untuk menghadapi cobaan itu Nai. Kamu yang sabar ya, ingat ada aku sahabat kamu." Devi masih menenangkan Naila.


Setelah itu Naila pun beristirahat di kediaman Devi, karena Devi lah yang menyuruh nya. Saat malam harinya, Naila pun berniat kembali pulang. Namun saat di tengah jalan , mungkin Karena Naila melamun, motor yang Naila kendarai oleng dan Naila pun jatuh.


Bukan hanya itu handphone Naila pun ternyata terjatuh dari kantongnya. Dan hancur karena terlepas dari kantong jaketnya lupa Naila resleting.


"Ya ampun handphone ku rusak, kenang kenangan saat pertama kali aku kerja di sini. Huffh... Aku harus ganti baru ini, semoga ada rezekinya untuk membelinya. Sssttt...aah Sikut ku sakit banget, nanti di rumah aku obati lah". Naila pun akhir bangun, karena memang jalan itu sepi jadi tidak ada yang tau Naila terjatuh.


Naila mengendarai motornya sambil menahan sakit di tangannya.


Setelah itu Naila sampai di depan rumahnya, dan Naila pun segera masuk kamarnya. Karena kebetulan bibi nya sedang tidak dirumah, jadi aman untuk Naila untuk beristirahat.


2 hari kemudian saat Naila baru pulang dan sampai halaman rumahnya. Naila melihat ada sebuah mobil terparkir di rumah nya. Naila pun segera masuk dan ternyata ada dua dua orang pria berkumpul di sana dengan bibinya.


"Naila sini sayang.!" Panggil bibi Farida.

__ADS_1


Naila terkejut dengan panggilan bibi nya memanggilnya dengan panggilan yang menurut Naila jijik.


"Ada apa Bu.?" Tanya acuh Naila.


Sedangkan pria itu menatap Naila dan tersenyum.


Dengan tatapan tajam Bu Farida menyuruh Naila duduk.


"Sini kamu nya , duduk dulu." Akhirnya Naila pun duduk di bangku sebelah Bu Farida.


Naila pun melihat pria yang duduk di sampingnya yang sedang memandang nya. Naila melihatnya sangat risih dengan tatapan pria itu.


"Kamu, kamu bukannya pria yang saya tabrak itu.?" Pria itu tersenyum dan mengangguk." Mau apa anda kesini.?"


"Tentunya saya ingin minta tanggung jawab kamu Naila.?"


"Tanggung jawab, maksudnya tanggung jawab seperti apa.?"


"Ya tanggung jawab atas perbuatan kamu yang sudah menabrak saya. Tapi Sebenarnya ada maksud lain, selain dari meminta tanggung jawab itu.?"


"Maksudnya?"


Naila merasa sepertinya tidak beres, apalagi sang bibi yang biasanya jahat ini bersikap baik.


"Niat baik, niat baik apa ya.?"


"Saya mempunyai niat baik untuk melamar kamu, untuk menjadi istri saya. Ya saya menginginkan kamu untuk menjadi istri ketiga saya.?"


"Apa..." Naila terkejut dan berdiri.


" Saya tidak salah dengar kan, kamu ingin melamar saya untuk menjadi istri ke tiga kamu. Gila namanya, saya tidak mau. Apalagi dengan merusak hubungan rumah tangan kamu, saya tidak mau."


"Kamu tidak merusak nya, saya sendiri yang meminta kamu Nai.?" Naila menggelengkan kepalanya.


"Jadi kamu menolak saya, jadi kamu lebih memilih untuk masuk penjara karena kamu sudah menabrak saya.?" Ancam Sandi pria yang kini usianya terlihat usia 37 tahun.


Naila tersenyum." Saya lebih memilih masuk penjara dari pada menjadi istri kamu yang ke 3, itu gila namanya. Dengarkan saya, waktu itu saya sudah ingin bertanggung jawab kepada kamu. Tapi kamu menolak nya, dan sekarang kamu datang kesini melamar saya dengan menjadikan itu alasan karena saya sudah menabrak kamu. Lagian kamu saat itu hanya terserempet justru saya lah yang terpeleset bukan kamu. Dan saya ingin bertanggung jawab ingin membawa kamu ke kelinik tapi kamu menolak nya." Naila dengan nada emosi nya.


"Wah ternyata kamu pintar sekali bicara, saya jadi semakin menyukai kamu. Jadi niat saya ingin melamar kamu tidak akan mundur." Pria itu tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"Tidak, sampai mati saya tidak Sudi menerima lamaran kamu." Naila sudah emosi dan berdiri.


"Naila..." Teriak bibi Farida.


Plaaakk.... Bibi Farida menampar wajah Naila sampai bibir Naila mengeluarkan darah. Naila memegangi pipinya yang terasa panas.


"Kenapa bibi menampar Nai, apa salah Nai. Apa Karena Naila menolaknya, iya Bi. Lebih baik bibi tampar aku sampai matipun tak apa. Dari pada aku harus menikah dengan pria seperti dia, dan menjadi istri ke 3. Aku tidak akan mau titik."


"Naila kamu..." Belum selesai bibi bicara, suara paman sudah terdengar.


"Berhenti Farida.!" Farida terkejut saat mendengar suaminya datang dan suaranya yang marah." Ada apa ini, kenapa kamu menampar keponakan ku seperti itu.?"


Farida pun akhirnya diam, sedangkan Naila memegangi pipinya, yang sudah merasakan sakit. Bukan sakit yang ada di pipinya, tetapi hatinya. Hatinya Naila sudah teramat sakit, hingga Naila sudah tidak terkontrol lagi emosi nya


Lalu pak Tommy melihat ke arah pria yang kini sedang duduk menatapnya.


"Siapa kamu.?"


"Perkenalkan nama saya Sandi." Sandi ingin berjabat tangan dengan Tommy namun Tommy tak membalas jabatan tangan nya." Baik, langsung saja ke intinya. Begini keponakan anda pernah menyerempet saya dengan motornya, dan saya kesini ingin meminta tanggung jawabnya.?"


Pak Tommy menatap Naila untuk meminta jawaban dari keponakan nya itu. Lalu pak Tommy mendekati Naila.


"Naila liat paman nak, kamu jujur apa kamu benar menyerempet pria ini. Dan kamu tidak ingin bertanggung jawab, apa benar Naila.?"


"Benar yah, keponakan kamu itu membuat masalah saja". Bu Farida menyelak ucapan Tommy.


"Diam kamu, saya tidak bertanya sama kamu. Saya bertanya kepada keponakan saya.?" Pak Tommy menatap tajam ke arah Bu Farida.


Lalu pak Tommy melihat bibir Naila yang berdarah, dan hanya bisa menunduk.


" Naila sayang liat paman, kamu tau kan pan itu akan berpihak kepada siapa jika kamu bicara Jujur.?" Naila mengangguk. "Sekarang kamu cerita apa benar yang pria ini ucapkan, kalau kamu menyerempet dia kamu tidak ingin tanggung jawab.?"


"Kalau aku menyerempet nya, itu benar paman. Tetapi saat aku ingin tanggung jawab ingin membawa nya kelinik dia menolaknya. Dan sekarang pria ini datang ingin meminta tanggung jawabnya itu dengan melamar Nai, untuk menjadikan Naila istri ke 3 nya."


Naila pun langsung menangis, dan paman nya pun menenangkan nya.. Pak Tommy menatap Sandi dengan tatapan membunuh, dan pak Tommy pun juga menatap istrinya dengan tatapan marah.


bersambung....


...Jangan lupa teman teman, untuk tinggal kan jejak👍 dan komentar kalian....

__ADS_1


__ADS_2