
Tepat saat pria itu sedang melawan Devi, Denis dari belakang menend...ang jambret itu.. Dan jambret itu pun tersungkur di tanah. Sedangkan pengunjung tempat itu, sudah ramai menyaksikan adegan perke....lahian antara jambret dan Devi.
Kini nafas Devi terengah-engah, karena berke...lahi oleh jambret.
Huuuffhh... Huuufffhh.... Kini Devi merebut tas nya dari tangan pria yang sudah tersungkur. Darah segar keluar dari sudut bibirnya, dan bukan hanya itu. Wajah pria itu sudah babak belur, di beri pelajaran oleh Devi .
"Hei kamu salah sasaran, tidak semua wanita lemah dan hanya bisa berteriak saat di jambret. Orang seperti mu tidak boleh berkeliaran dengan bebas harusnya kamu berada di dalam jeruji besi.."
Denis menggenggam tangan Devi, takut takut orang itu di buat lebih tak berdaya lagi oleh Devi. Karena wajah Devi masih terlihat merah menahan emosinya.
Tidak lamanya datang dua keamanan di tempat itu. Dan membawa pria itu ke pos keamanan, untuk di amankan dan di tindak lanjuti.
Flashback of
Ekhemm.... Suara seorang berdehem, dan Naila menoleh ke arah suara itu. Ternyata ada Denis yang berada di belakang Naila.
"Ngapain kamu Nai di sini.?"
"Lagi kasih makan ikan ikan ini." Jawab Naila seraya tersenyum." Kamu belum berangkat ke toko Den.?"
"Belum, nanti jam 10 aku kesana. Ow iya Nai, aku boleh tanya sesuatu ke kamu gak.?"
Naila berhenti sejenak, menatap ke arah Denis. Lalu kemudian tersenyum, saat Denis tersenyum ke arahnya.
"Kamu mau tanya apa.?"
"Eeemmm.... Kamu kenal pria bernama Emiil.?" Seketika senyum Naila pudar saat Denis menyebutkan nama Emiil.
__ADS_1
"Kamu tau dari mana nama itu.? Apa dari Devi yang memberi tahunya.?"
"Kemarin sebelum aku dan Devi kesini. Aku melihat Devi mengobrol dengan seorang Pria, dia begitu akrab dan sangat dekat. Pria itu bilang, dia gak ada hubungan apapun dengan Devi, dan dia langsung pergi begitu saja. Saat aku tanya ke Devi , Kata nya namanya Emiil. Dan Karena Devi takut aku marah Devi pun menceritakan siapa pria itu ke aku."
Dan Naila menutup lalu menyimpan kembali makanan ikan itu. Naila mencuci tangan nya sebentar, lalu duduk di kursi tepat di taman itu. Denis pun ikut duduk di kursi di samping Naila.
Naila tersenyum menatap Denis.
" Kamu cemburu melihat Devi dengan pria lain.?"
"Jelas Naila aku cemburu, karena aku tidak pernah tau Devi mempunyai teman pria selain di tempat kerja kalian itu." Denis berbicara dengan raut wajah kesal.
Tapi bukan kesal dengan Naila, tapi dengan Emiil yang dekat dengan Devi. Naila pun nampak tersenyum.
"Iya aku mengenal Emiil, dan kamu jangan salah paham dengan Devi. Dia sahabat ku yang baik dan selalu menghargai hubungan seseorang. Mau itu sahabat apalagi kekasih nya." Denis pun tersenyum merasa lega.
"Syukurlah kalau begitu, aku lega mendengarnya. " Naila menggelengkan kepalanya. Mendengar Denis bicara seperti itu seraya tersenyum ." Naila apa benar Emiil itu mantan kamu.? Naila kita kenal sejak kita masa kanak-kanak, bahkan kita berteman baik. Kalau kamu sedih, aku dan Debby. Kita juga akan ikut sedih, dan sebaliknya jika kamu bahagia, kita juga akan bahagia. Jadi kalau kamu ingin bercerita kamu bisa cerita ke aku atau Debby. Anggap aku seperti Denis Kamu yang dulu, ya walaupun kamu sekarang sudah menjadi kakak ipar ku."
"Aku tidak ingin menceritakan masa lalu aku Denis. Yang berlalu biar berlalu, aku tidak ingin mengingat nya kembali. Kalau bisa di kubur, biarkan kenangan masa lalu buruk ku juga akan ku kubur dalam-dalam Denis. Sayangnya tidak bisa, dan aku hanya bisa mengunci dan menyimpannya kenangan yang buruk yang selama ini pernah ku jalani. " Ada raut kesedihan di wajah Naila." Jika kamu tau cerita ku dari Devi, aku tidak masalah. Hanya saja untuk ku membuka kenangan itu kembali, aku tidak mungkin."
Seketika kenangan manis saat Naila bersama Emil terlintas di pikiran Naila. Tanpa Naila sadari di sudut matanya ada air yang menetes. Denis melihat itu, dan Naila langsung menghapus air matanya, dan Naila langsung tersenyum.
"Apa semua kenangan bersama dia begitu manis, sampai kamu ingin sekali mengunci semua kenangan itu. Demi menjaga perasaan kakak ku Nai. Aku tau kamu seperti apa Nai.?"
Naila tersenyum." Ya bisa di bilang seperti itu dulu. Kita memang menjalani hubungan yang cukup lama bagi ku. Dia pria baik, dan selalu ada jika aku sedih. Dia selalu menghibur ku, dan bisa membuatku selalu tersenyum. Tapi dia juga yang membuatku sedih untuk pertama kalinya tentang Cinta. Bukan dalam arti penghianatan, tapi dia tidak yakin dengan hubungan yang kita jalani. . Dan aku tidak bisa memaksanya untuk mempertahankan hubungan itu, walaupun hati kecilku ingin bersama nya.
Aku tidak ingin mengingat tentang dia kembali, karena aku menghargai suamiku. Aku tidak ingin membuatnya marah kembali, aku tidak ingin mas Brian terluka. Dan dampaknya akan mempengaruhi rumah tangga kami, aku tidak ingin itu terjadi ."
__ADS_1
Denis paham, dan Denis tidak melanjutkan pertanyaan nya kembali.
Tuh kan, pasti kakak pernah marah dengan Naila. Naila tidak sadar kalau dia mengungkapkan tidak ingin membuatnya marah kembali. Berarti kakak sempat marah dan cemburu. Bagaimana tidak, tuh cowok masih suka sama Naila. Jangan kan kakak, aku juga akan marah kalau ada yang menggangu hubungan ku dengan Devi. Lebih baik aku tidak bertanya lagi, karena itu sudah masalah pribadi mereka.
Gumam Denis dalam hatinya.
"Ow iya Denis, hubungan kamu dan Devi bagaimana. Sudah sampai mana persiapan pernikahan kalian.?"
"Eeemmm.... Pernikahan aku dan Devi tunggu tiga bulan lagi. Persiapan sih aku sudah matang, lagian Kami menikah juga yang tidak meriah Nai, yang penting SAH. Paling hanya saudara dan kerabat terdekat saja yang kami undang. Devi ingin seperti itu, karena dia tidak mempunyai siapapun. Keluarga nya juga hanya keluarga angkat yang tak pernah menganggap nya ada."
"Aku senang mendengarnya Denis. Kalau kalian sudah siap memikirkan itu. Kasian dia, tidak memiliki keluarga, hanya ada keluarga angkat yang tak pernah menganggap nya ada. Aku hanya ingin bilang, sayangi Devi. Kamu jangan kasar atau buat dia menangis. Dia sudah ku anggap saudara ku sendiri. Dia memang terlihat gadis yang strong dan ceria, tapi di balik itu semua dia mempunyai hati yang lembut dan penyayang." Denis mengangguk.
Kamu benar Naila, Devi terlihat sekali wanita strong. Tapi si balik itu semua, hatinya lembut dan penyayang. Ada sikap yang sama seperti kamu pada dirinya Nai. Mangkanya aku di buat jatuh cinta oleh Devi, karena kebaikan dan kelembutan hatinya.
Gumam Denis dalam hati.
"Denis, aku ke kamar dulu ya. Aku ingin istirahat."
"Iya Nai, mau aku bantu.?"
"Tidak perlu." Naila tersenyum.
Saat Naila hendak bangun dari duduknya, tiba tiba Naila merasa kepalanya sedikit pusing. Untung saja ada Denis di sampingnya, Denis segera membantu Naila.
"Naila kamu tidak apa-apa.? Ayo aku bantu kamu masuk ke dalam." Naila mengangguk.
Dan akhirnya Denis membantu Naila untuk masuk ke dalam agar bisa beristirahat.
__ADS_1
Bunda yang habis keluar bersama Debby, kaget saat melihat Naila di bantu berjalan oleh Denis.. Bunda dan Debby pun berjalan menghampiri Naila.
Bersambung...