
"Iya mas, terimakasih ya kamu sudah ngertiin aku." Brian mengangguk.." kalau begitu aku masuk lagi ya, gak apa-apa kan kamu aku tinggal masuk ke dalam. Jangan marah ya mas. Muuuaaach...." Naila mengecup bi..bi* Brian.
Tentunya raut wajah Brian memancarkan senyuman. Sekarang Naila tau obat penangkal untuk suaminya itu, yang bagi Naila sedikit Taksum(otak me*um) hehehe....
"Yasudah kamu masuk sana. Aku nanti kumpul lagi sama ayah Tommy dan Fandi." Naila mengangguk lalu masuk ke kamar Devi.
Sedangkan Brian kembali kumpul dengan pak Tommy, Fandi dan Alvin.
Lain di tempat Naila, di tempat bunda Rossa pengantin pria kini sedang duduk di kamarnya. Ayah Haris tau, kalau putra nya,saat ini sedang gugup.
"Nak, ayah tau kamu sedang gugup. Bismillah ya nak, jangan gugup. Jadi santai aja ya, masa seorang Denis bisa gugup si.?"
"Iya ya yah, kenapa gugup begini. Apa Kaka juga merasakannya hal yang sama ya.?"
"Ya kakak mu memang saat itu sangat gugup. Tapi dia bisa mengontrol rasa gugupnya itu saat ijab Qobul." Denis pun tersenyum." Jadi jangan tegang ya, bismillah aja."
"Iya yah.." Denis mengangguk.
"Kalau begitu ayah keluar ya nak." Denis mengangguk.
Kini ayah Haris pun keluar kamar Denis, tidak lamanya datanglah Raka, teman kecilnya dan juga teman kakak nya.
"Hei.. kenapa diem aja, kamu gugup ya.?" Denis hanya tersenyum menanggapi ucapan Raka." Seorang Denis yang play boy dan sok cool, bisa gugup juga ya. Hahahah...." Kata Raka terbahak-bahak.
"Hei.. playboy ku hilang saat kenal dengan Devi. Jangan sembarang bicara, begini begini aku juga manusia. Punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati." Timpal Denis dengan terkekeh..
__ADS_1
" Itu mah lirik lagu, Ali oncom.." Jawab Raka dengan terkekeh, Denis pun juga ikut tertawa.
Ya Raka tau kalau Denis saat ini sedang tegang. Raka mencoba menghilangkan rasa tegang pada Denis.
Kini seluruh keluarga dan pengantin sudah sampai di sebuah aula, tempat di mana Denis dan Devi menikah.
Sejak tadi, Denis terpaku memandang Devi yang terlihat sangat cantik. Ya sehari harinya Devi memang tidak pernah bermake-up tebal. Devi hanya menggunakan makeup tipis, itu pun bagi Denis sudah cantik. Apalagi saat ini Devi sangat pangling, bagi Denis saat ini calon istri terlihat sempurna bagaikan bidadari.
Devi sendiri tersipu malu di tatap secara diam diam oleh Denis..
Kini Denis sedang berjabat tangan dengan pak penghulu. Dimana Denis mengucapkan ijab Qobul, dengan lantang. Dan terdengar suara mengatakan SAH, seketika air mata Devi menetes. Kini Devi dan Denis sudah SAH menjadi pasangan suami-istri.
Devi masih tidak menyangka kini setatus nya sudah menjadi seorang istri dari Denis. Dan seorang menantu dari bunda Rosa dan ayah Haris.
Kini Denis dan Devi sudah duduk di kursi pelaminan, dengan didampingi ayah Haris, Bunda Rossa, paman Tommy dan
Denis menggenggam tangan Devi,dan memberikan senyuman ke arah Devi. Devi pun membalas senyumannya Denis.
"Jangan sedih lagi ya sayang. Kamu tidak sendiri lagi di sini, ada aku yang sekarang sudah menjadi suami kamu. Ada bunda dan ayah yang sekarang menjadi orang tua kamu. Ada Debby, Naila dan kakak yang kini sudah menjadi saudara kamu. Jadi jangan berpikir kamu sendiri ya."
Denis sambil menatap Devi, Devi pun mengangguk kan kepalanya.
"Iya Denis, aku sedikit sedih aja, jika seandainya kedua orang tua ku masih ada. Pasti beliau sangat bahagia saat ini melihatku di sini duduk sama kamu. Tapi sekarang aku bahagia, karena sekarang selain aku menjadi istri kamu, aku juga memiliki keluarga kembali. Keluarga yang baik dan pengertian seperti keluarga kamu Denis." Devi menitikan air matanya. Denis segera menghapusnya.
"Jangan menangis lagi sayang. Ini hari bahagia kita, jangan sampai Naila melihat. ?" Kata Denis dengan suara pelan.
__ADS_1
"Kenapa memangnya, kalau Naila melihat aku menangis.?" Devi rak mengerti.
" Karena pasti nya dia juga akan ikut nangis. Dan bukan hanya Naila, Debby dan bunda. Mereka juga akan menangis bersama, bayangkan jika mereka semuanya menangis. Ini jadi bukan acara pernikahan kita sayang, yang ada acara menangis berjamaah, kan gak lucu dong sayang..." Kata Denis mencoba menghibur Devi .
Devi pun terkekeh mendengar Denis bicara. Benar adanya apa yang Denis ucapkan. Devi jadi teringat saat itu sedang berkumpul di kontrakan, ada Debby, Naila Rara dan Kiki. Mereka semua sedang datang ke kontrakan Naila, dan mereka pun saling curhat berjamaah. Benar saja saat mendengar kan cerita kehidupan nya Devi, Naila Debby bahkan Rara dan Kiki pun ikut menangis. Dan saat itu di dalam kontrakan Devi dan Naila, semuanya jadi menangis berjamaah.
Kini Naila, dan Brian datang menaiki atas pelaminan dan bersalaman dengan Denis dan Devi. Naila dan Brian tersenyum kepada pasangan pengantin baru yang kini sedang duduk di kursi pelaminan.
"Ka..." Denis tersenyum.
"Selamat ya untuk kalian berdua semoga langgeng, dan cepat di berikan momongan. Semoga kalian berdua menjadi keluarga yang berbahagia, kakak hanya bisa mengingatkan untuk kamu sebagai adik. Jaga dan lindungi istri kamu,jaga perasaan Devi jangan sakiti dia ataupun buat dia menangis."
" Iya ka, aku akan selalu ingat dengan kata kata kakak. Lagian istri ku ini, wanita yang hebat. Jadi aku beruntung memperistrinya." Brian Naila tersenyum.
Sedangkan Devi mencubit pinggang Denis, karena bagi Devi Denis memujinya terlalu berlebihan.
"Ka Brian trimakasih ya atas segalanya. Aku gak tau harus bilang apa lagi, buat kalian berdua kalian berdua baik banget sama aku. Terutama kamu Naila, kami sahabat ku yang paling the best lah." Sambil memeluk Naila.
"Sama sama Devi. Sekarang kita sudah menjadi saudara, aku senang jika kamu bahagia."
Devi dan Denis pun tersenyum. Dan akhirnya Naila dan Brian turun dan duduk di kursinya kembali. Brian tidak ingin Naila kelelahan.
Sedangkan Raka Debby, Sarah dan Fandi. Mereka sedang asyik mengobrol bersama. Karena Debby sangat bahagia jika sahabat kecilnya kini bisa bertemu dan kumpul kembali. Debby dan Sarah begitu asyik bercerita, sedangkan Raka dan Fandi mereka pun juga asyik mengobrol pembicaraan pria. Tapi sesekali Raka memperhatikan Debby. Entahlah Raka memang sejak lama sudah jatuh hati kepada Debby, namun Debby tak sadar akan hal itu.
Raka sangat bahagia, saat melihat Debby tersenyum, tertawa bahkan saat Debby sedang cerita. Terlihat sekali wajah manisnya Debby. Entahlah Raka merasa kalau diri sangat mengagumi Debby. Mangkanya Raka sangat senang jika stiap kali bertemu dengan Debby.
__ADS_1
Saat itu juga Naila melihat kedatangan seseorang yang membuat nya merasa deg degan. Ya Naila melihat kedatangan Emiil di acara pernikahan Devi dan Denis.
Bersambung.. .