
"Yaaah... Dia ngeremehin aku. Tas segini doang mah, kecil." Sambil menempelkan jari jempol dan telunjuk nya.
Brian pun tersenyum lalu memberikan nya ke arah Melly." Aduh duh duh... Lumayan juga nih tas kalau di timbang. Hehehe...." Ledek Melly...
Brian Melly pun tersenyum melihat tingkah Melly yang seperti itu. Sedangkan pak Tommy menggeleng kan kepalanya.
Naila dan Brian mencium tangan pak Tommy.
"Ayah, bagaimana keadaannya. Katanya ayah sakit, kenapa tidak istirahat..?" Pak Tommy pun terkejut dengan pertanyaan Naila.
"Siapa yang sakit nak, kamu kata siapa kalau ayah sakit.?" Pak Tommy melihat ke arah Brian dan Naila." Ayo ayo duduk dulu, kamu juga anak ayah tidak boleh cape... Ayo Brian kalian istirahat dalam..!"
Akhirnya Brian dan Naila duduk di sofa di ruang tamu pak Tommy.
"Naila, kamu kesini mengkhawatirkan ayah. Ayah tidak kenapa-kenapa, siapa yang bilang ayah sakit..?"
"Kata Jenny, dia mengatakan kalau ayah sakit.."
"Ya ampun anak itu, bingung ngasih tau anak itu harus bagaimana."
"Jadi begini ayah Tommy. Kemarin saat kami berdua sedang makan di tempat teman kami. Di saat saya ke toilet, Jenny menghampiri Naila. " Ucap Brian. Dan akhirnya Brian dan Naila menceritakan ke pak Tommy apa yang di katakan Jenny. Brian pun juga memberitahu kalau Jenny hampir membuat Naila terjatuh, karena di dorong.
"Ya ampun Jenny, kenapa dia seperti itu sama kamu nak.. Maafkan Jenny ya Nai, sikap Jenny memang menurun dari ibunya. Ayah sendiri kadang bingung harus bagaimana lagi mendidik dia. Dia seperti itu, sejak ibunya tertangkap. Dan dialah yang paling dekat dengan ibunya, apalagi dia tau ibunya sakit sakitan di sana.. Bukan hanya Jenny yang memikirkan ibunya, ayah pun juga sama memikirkan ibunya yang sekarang di sana dia sakit sakitan. Apalagi ibunya memiliki sakit Asma, dia juga harus punya obat khusus untuknya. Itu yang menyebabkan ibunya di rawat, karena obat asma nya habis waktu itu."
"Tapi kata Jenny ayah sakit, apa betul yah.?" Naila sedikit khawatir.
"IYA ayah kemarin kemarin memang sakit. Biasa lambung ayah lagi bermasalah. Tapi ayah sudah lebih baik sekarang, sudah sehat lagi."
"Maafin Naila yah. Biasanya kalau ayah sakit, Naila yang merawat ayah. Tapi kini Naila sudah jauh jadi tidak bisa merawat ayah sakit. Ayah jaga kesehatan ya, jaga pola makannya. " Naila berucap dengan mata mengembun.
"Uuuusssstttt.... Kenapa kamu nangis si Nai. Lihat nih ayah gak kenapa-kenapa kan, ayah baik baik aja kan. Jadi jangan sedih ya.? Ayah janji, ayah akan jaga kesehatan dan pola makan dengan benar. Kemarin ayah kelelahan saja, abis lembur, bibi kamu sakit. Jadi ayah sampai lupa jaga kesehatan ayah sendiri. Sudah ya, maafin ayah. Jangan sedih, nanti Dede di perut kamu juga ikut sedih.." Naila pun mengangguk,dan tersenyum.
__ADS_1
Brian bisa melihat kasih sayang pak Tommy kepada Naila, sangatlah besar. Begitu tulus menyayangi Naila, Brian dapat melihat tidak ada di buat buat perhatian pak Tommy kepada keponakannya itu.
Aku bersyukur ternyata om Tommy begitu sayang dan perhatian kepada Naila.. Dari cara bicaranya kepada Naila begitu lembut, layaknya seorang ayah kandung.
(Brian)
" Hallo semuanya....Nih,, aku buatkan kak Naila, dan ka Brian jus mangga. Manis loh mangga nya, semanis Melly. Hihihi ..."Sambil meletakkan 4 gelas jus mangga di atas meja." kakak kan suka sekali jus mangga, kebetulan kemarin ada tukang buah lewat. Yasudah aku beli cukup banyak, kebetulan kakak datang, yasudah aku buatkan aja, sekalian buat ayah juga.. " Semuanya pun tersenyum .
"Itu yang satu lagi buat siapa jus nya.?" Tanya Naila.
"Buat aku lah, masa aku yang buat aku tidak dapat.." Semuanya pun jadi tertawa mendengar Melly bicara.
Setelah cukup lama mereka mengobrol. Pak Tommy melihat Naila sedang memijat keningnya, dan memejamkan matanya.
"Naila, kamu kenapa. Kalau kamu lelah, kamu dan Brian istirahat dulu sana di kamar. Ayo sana istirahat, Brian ajak Naila ke kamar. Kalian pasti lelah.?"
"Iya yah. Ayo Nai,kamu istirahat dulu." Ajak Brian.
"Yasudah kalian istirahat. Lagian tempat tidur kamu sudah di ganti, jadi sudah tidak sempit kalau kalian nginap di sini. Entah kenapa,ayah yakin kalau kamu pasti datang kesini dan menginap di sini. Jadi ayah bersihkan lagi kamar kamu."
"Trimakasih yah.. "
"Sama sama nak, yasudah kalian istirahat." Brian dan Naila pun mengangguk.
Brian dan Naila pun ke kamarnya, dan meninggalkan pak Tommy. Pak Tommy pun juga kembali ke kamarnya. Sebenarnya pak Tommy sendiri masih kurang sehat, sengaja pak Tommy menutupi nya dari Naila. Agar keponakan nya itu tidak khawatir dengannya.
Lanjut keesokan harinya. Brian dan Naila berjalan jalan di pagi hari. Karena masih suasana weekend, Naila pun mengajak suaminya untuk menemaninya.
Bukan hanya Naila, pak Tommy pun juga sama. Beliau ikut dengan Naila dan Brian untuk jalan sehat, pagi hari. Di mana mereka melakukan jalan sehat di mana tempat itu sering di jadikan tempat untuk olahraga. Ada yang senam, main bola, bersepeda,dan olahraga ringan seperti lari dan jalan sehat seperti Naila, Brian dan pak Tommy.
"Tempat ini cukup ramai ya,yah.?"
__ADS_1
"Iya Brian, memang tempat ini selalu ramai kalau hati sabtu dan Minggu.. Biasa pada lari dan olah raga." Brian mengangguk.
"Tapi bukan hanya itu aja mas, banyak penjual jajanan loh mas.. Tuh liat ada ketoprak, bubur ayam, dan itu pecel. Aku mau makan pecel aah mas. Kamu mau tidak, yah ayah mau pecel tidak.?" Dengan semangat nya Naila berbicara.
Membuat Brian dan pak Tommy pun tersenyum.
"Kamu memang lapar, minta makan pecel..?"
"Iya, sejak di rumah tadi aku ingin makan pecel. Bayangin nya enak gitu,makan pecel..." Sambil membayangkan makanan yang disebut kan.
"Yasudah kita kesana kita makan pecel yuk. Ayah juga sudah lama tidak makan pecel." Naila dan Brian pun berjalan penjual pecel di pinggir jalan.
Dan akhirnya mereka pun duduk dan memesan pecel,dan hanya Brian yang tidak memesannya.
Selesai jalan sehat kini Naila,Brian dan pak Tommy pun kini kembali kerumah.
Saat siang harinya, Brian mengajak pak Tommy Naila dan Melly untuk ke suatu tempat. Pak Tommy mengenali jalan yang Brian saat ini lewati.
"Brian ini bukan jalan ke arah kantor polisi, tempat bibi Farida.?"
"Iya yah, aku sengaja ingin mengajak kalian kesana untuk menjenguk bibi Farida. Soalnya kesayangan ku ini selalu bilang ingin menjenguk bibi nya."Naila tersenyum...
" Trimakasih ya mas, sudah mengerti aku.."
"Sama sama sayang.." Brian menggenggam tangan Naila.
Pak Tommy pun tersenyum melihat pasangan mudah itu... Sedangkan Melly sendiri sedang asyik bermain gadget nya
Cukup lama perjalanan dari rumah pak Tommy ke lapas. Mereka membutuhkan waktu 3 jam perjalanan. Kini mobil yabg di kendarai Brian sudah sampai d depan kantor polisi, di mana tempat itu adalah tempat bibi Farida di tahan.
Bersambung...
__ADS_1