Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Naila melahirkan


__ADS_3

" Kalau begitu,apa boleh saya menemani putri saya di dalam.. Kalau suaminya datang, baru suaminya yang menemaninya.."Perawat itu pun mengangguk kan kepalanya..


Bunda pun langsung masuk keruangan Naila, saat di perbolehkan masuk oleh perawat..


Bunda Rossa masuk dan melihat Naila yang sedang berbaring sambil meringis. Bunda pun menghampiri Naila..


"Naila sayang..." Panggil bunda. Naila pun menoleh.


"Bunda..."


"Uuuuuuhhhh.... Putri bunda sayang..." Bunda memeluk Naila, memeluk Naila untuk menguatkannya." Yang kuat ya sayang. Ini pengorbanan seorang ibu untuk anaknya.. Bunda yakin kamu kuat sayang. Berdoa terus ya sayang, semoga di lancarkan persalinan nya..."


"Iya bunda,, Terimakasih bunda sudah menemani Naila di sini.. Sebenarnya Naila sedikit takut Bun, mangkanya Naila minta di temani mas Brian. Ternyata ada bunda, Naila jadi senang karena bunda menemani di sini..."


Iiissshhhh.... Naila merintih seakan kesakitan.


uuusssttt..... usssstttt... ussstttt ... Bunda mengusap usap pinggang Naila.. "Tenang ya sayang, atur nafas kamu ya nak...Tarik nafas..... " Bunda memberi aba-aba Naila untuk mengatur nafasnya agar tenang..." Lalu kamu buang secara perlahan ya sayang."


Huuuufffhhh... Bunda masih terus membantu Naila untuk untuk mengatur nafasnya agar Naila tidak panik....


Naila pun mengikuti apa yang di arahkan Bunda.... Sampai Naila sedikit tenang. Karena rasa mulas sedikit berkurang sakit nya...


"Bagaimana nak, masih sakit atau sedikit berkurang...?"


"Sedikit berkurang bunda.." Naila tersenyum dibibir pucat nya .


"Sepertinya anak kalian tidak sabar ingin melihat mamah dah papah nya nih... Dia ingin cepat cepat keluar, ingin melihat mamah nya yang cantik..." Naila pun tersenyum..


Brian kini baru selesai melakukan kewajiban nya sebagai muslim. Setelah itu Brian segera berjalan menuju ruangan di mana istrinya berada . Saat di lorong Brian bertemu dengan Emiil dan Rara...


"Ka Brian.."Panggil Rara, lalu menghampiri Brian..


"Kalian.. Kalian berdua ngapain di sini.?" Tanya Brian yang melihat kedua tangan mereka saling bergandengan..


"Kami kesini habis menjenguk kakak aku yang baru saja lahiran.." Brian mengangguk.


"Kalian berdua...?" Brian menunjuk ke arah Emiil dan Rara, dan juga menunjuk ke arah tangan mereka yang saling berpegangan tangan..


Rara dan Emiil mereka tersenyum malu..


"Ya kami belum lama ini menjalin hubungan.." Ucap Emiil menggaruk pipinya sendiri karena canggung.


Brian hanya mengangguk kan kepalanya.


"Ka Brian di sini sedang apa, Naila nya di mana...?"


"Naila sedang berada di ruangan, perkiraan kata dokter Naila akan melahirkan . Oow iya, Kalau begitu saya permisi dulu ya.?"

__ADS_1


"Ka kami boleh ikut untuk menjenguk Naila.?" Brian mengangguk.


Lalu Brian, Rara dan Emiil berjalan menuju ruangan tempat di mana Naila berada.


Saat sampai di depan kamar Naila.. Devi dan Debby saling menatap satu sama lain karena melihat Brian datang bersama Emiil dan Rara .


"De, bunda dimana.?"


"Bunda di dalam bersama Naila. Tadi kata suster, katanya Naila mencari kakak." Ucap Debby.


"Kak Brian langsung masuk aja. Tadi bunda bilang seperti itu.." timpal Devi dan di angguki Debby..


"Ya sudah aku masuk ke dalam ya..?" Mereka berempat pun mengangguk...


Brian pun kini sudah berada di ruangan Naila, di mana Brian melihat bunda sedang mengusap pinggang Naila. Brian sebenarnya tak tega melihat Naila yang terlihat kesakitan seperti itu. Andaikan rasa sakit itu bisa di gantikan, Brian pun akan menerima nya. Namun apa daya, itu adalah kodrat seorang wanita. Merasakan sakit saat melahirkan seorang anak . Brian hanya bisa membantu mendoakan dan mendampingi untuk menguatkan istrinya saja.


Brian menghampiri Naila..


"Sayang, maaf ya tadi aku tinggal dulu."Naila menjawabnya hanya dengan anggukan.


Brian tak tega melihat Naila yang meringis kesakitan... Brian mengikuti kata hatinya, Brian menyentuh perut Naila. Brian mencium perut Naila, lalu Brian menempelkan telinganya di perut Naila.


Sambil mengusap, Brian mengatakan sesuatu yang kini sedang menghadap perutnya Naila.


Sayang, jangan membuat mamah kesakitan ya nak.. Jika memang kamu ingin keluar dan melihat dunia.. Papah dan mamah sudah menanti kamu di sini sayang.. kamu keluar ya nak, papah tidak tega melihat mamah kamu kesakitan sayang.. Anak papah yang pintar, ayo nak papah menunggu kamu sayang.


Brian mencium perut Naila. Lalu tidak lamanya, setelah itu Naila merasakan perutnya yang semakin terasa sakit.


Aaaaaaa..... Mas perut aku sakit. Hiks hiks hiks....


Dokter pun segera menghampiri dokter, dan bersiap siap akan mengambil tindakan.


Brian memegangi Naila, yang di mana bunda pun juga ikut menemaninya Naila.


Naila berpegangan Brian dengan erat, sampai rasanya tulang tangan Brian sangat sakit...


Naila merasa tulang tulang di tubuhnya serasa patah. Tubuh Naila terasa sakit. Naila sebenarnya tak kuat, namun Naila harus tetap berusaha agar bayinya keluar dengan selamat.


Aaaa.... Hufffh.. huuuffhh.....aaaaa


"Ayo ibu, baby nya seperti nya sudah ngajakin ingin keluar.. Ibu harus kuat ya, saya akan bantu ibu..." Naila mengangguk..


"Ayo sayang kamu kuat ya nak, ada bunda ada Brian di sini. Dan di luar ada keluarga kamu yang lainnya... " Bunda menyemangati Naila..


"Ayo sayang, Naila sayang yang kuat ayo ada mas di sini. Bismillah..."


Aaaaaa...Hhhuuuuuf ....huuufhhh...

__ADS_1


Eeeeeemmmmm...


Naila mengejan, untuk mendorong agar bayi nya keluar


"Ayo ibu sayang, dikit lagi yuk. Bayi nya sedikit lagi keluar terus dorong Bu. Tarik nafasnya lalu buang.." Wajah Naila di penuhi dengan keringat.


Bunda Rossa membantu mengelap keringatnya.. Sedangkan Brian sedang menahan sakit, saat Naila menarik tangan nya sekuat tenaga saat mengejan..


"Ayo sayang, kamu kuat.. Bismillah sayang.."


"Ayo ibu, hitungan ketiga ibu dorong terus... Siap ya Bu...


Huffhhh hufh huf... Naila mengangguk.


1


2


3 Dorong bu.


Eeeemmmmmmmm ...Ibuuuuuu.....


Ooooweeekkk..... Oooweeek..... oooweeeekkk... Oweeeeekkk....


Bayi mungil, nan lucu. Kini bayi mereka telah lahir ke dunia..


Brian dan Naila menangis bahagia, saat mendengar tangisan bayi mereka. Begitupun juga bunda yang ikut bahagia, kini cucunya sudah lahir kedunia..


"Terimakasih sayang, kamu sudah melahirkan anak kita ke dunia. Selamat sayang, kamu sudah menjadi seorang ibu, dan aku menjadi seorang ayah..." Brian mengecup kening Naila.


Naila memejamkan mata lalu mengangguk. "Kita sudah mempunyai anak mas..." Naila tersenyum dengan bibirnya yang pucat.


"Selamat buat kalian berdua, bunda sangat bahagia.. Selamat ya Naila sayang, kamu putri bunda yang kuat." Bunda Rossa pun mencium kening Naila...


Tiba tiba saja, Naila mengalami kejang kejang .. Brian dan bunda panik dan ketakutan melihat Naila seperti itu..


"Naila kamu kenapa sayang.." Brian begitu ketakutan melihat Naila seperti itu ." Dokter....Dokter tolong istri saya...."


Teriak Brian, dokter pun segera berlari dan menangani Naila. Brian dan bunda di suruh keluar, karena Naila akan di tangani lebih lanjut oleh dokter...


"Saya ingin menemani istri saya, saya mohon dok selamat kan Naila istri saya...."


"Kami akan berusaha... Silahkan tuan tunggu di luar. Agar kami bisa menangani istri bapak.."


Bunda mengangguk,dan membawa Brian keluar. Di luar seluruh keluarga menunggu kabar Naila. Namun yang di lihat bunda dan Brian justru menangis..


Semuanya pun nampak ketakutan dengan kondisi Naila. Terutama Devi, yang tidak sabar menunggu kabarnya Naila..

__ADS_1


__ADS_2