Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Kabar baik dari Devi.


__ADS_3

"Aduh... Lagi sedih aja, bisa ya memukul aku Bun.?" Sambil mengusap-usap kepala." Lagian kalian kenapa si, ko menangis berjamaah. Kalau ada Debby, aku yakin Debby akan ikutan nangis juga.. Udah deh pas kaya film Teletubbies, yang selalu saling berpelukan."


Mereka pun saling lepas pelukan mereka. Devi menatap wajah suaminya yang kini sedang menatapnya..


"Ada apa sih sebenarnya.?" Denis melihat ke arah Naila, bunda dan istrinya..


Devi berjalan menghampiri Denis, lalu Devi memeluk nya. Denis pun membelai rambut Devi, menenangkan agar istrinya tenang. Walaupun dia sendiri tidak tau apa yang sudah terjadi pada istrinya saat ini.


"Sayang kamu Kenapa si. Coba ceritakan sama aku, kalau kamu ada masalah. Jangan seperti ini, soalnya kamu tadi tidak kenapa-kenapa saat aku tinggal beli pesanan kamu..."


"Mas, ini. Hiks... Hiks .."Devi meletakkan sesuatu benda kecil di tangan suaminya. Denis pun melihat benda kecil yang di berikan Devi.


Tangan Denis bergetar saat melihat benda kecil itu, dengan tanda garis dua.. Mata Denis pun mengembun, bibirnya bergetar. Denis merasa tank sanggup melihat alat tes kehamilan yang kini berada di tangannya, dengan tanda positif..


"Ini..." Denis menatap wajah Devi, melihat sorot matanya yang membutuhkan jawaban sebenarnya dari Devi.


Devi mengangguk, dan tersenyum.


"Iya mas ini, ini hasil nya. Tadi aku cek pakai alat ini, dan ini hasilnya. Aku hamil mas, aku hamil. "


"Alhamdulillah... Sayang, selamat ya. Ya ampun aku sampai speechless banget ...Aku gak bisa berkata apa-apa, saking bahagianya..." Denis kembali memeluk istrinya, dan mengecup keningnya..


"Selamat ya nak, bunda ikut senang..."


"Iya bunda, harusnya Denis yang terima kasih sama bunda. Karena bunda Devi jadi tau kondisinya sekarang..."


"Iya nak, selain bunda ada Naila yang pandai membujuk Devi untuk memakai testpack itu... Yasudah Besok kita ke dokter ya nak, kita periksa kandungan kamu.." Ucap bunda, sambil membelai rambut menantu nya itu.


"Iya bunda besok kita periksa kandungan Devi. " Naila terimakasih ya, kamu sudah berhasil membujuk Devi.."


"Sama sama Denis... Ow iya sekali lagi selamat ya atas kehamilannya Devi. Akhirnya Briana mempunyai adik dari kalian, dan Briana ada temannya.."


"Iya Naila trimakasih. Ini juga berkat kehadirannya Briana di tengah tengah kita. Anak itu benar benar memberikan kebahagiaan untuk kita semuanya.. "


"Amiinn... Yasudah aku keluar dulu ya, mau melihat Briana takut dia menangis..." Devi dan Denis mengangguk .


"Kalau begitu bunda juga mau keluar juga ya. Kalian istirahat lah, Devi kamu juga banyak istirahat ya nak..."

__ADS_1


"Iya bunda..."


Akhirnya bunda dan Naila pun keluar dari kamar Devi dan Denis..


Kini Naila dan bunda menghampiri suami mereka yang di mana sedang berbincang di ruang keluarga...


"Loh, si cantik di mana yah.?"


"Oww si Briana di kamar, dia sedang bersama Debby. Ow iya kalian di kamar Devi ngapain si Bun lama banget...?"


"Bunda dan Naila, kami mencari kabar baik dari Devi yah.."


"Kabar baik dari Devi. Maksudnya apa ya, ayah tidak mengerti Bun..?"


Bunda dan Naila mereka saling menatap dan memberikan senyuman..


"Kita akan nambah cucu lagi yah. Briana akan ada teman main, dan rumah kita akan ramai dengan kejadian dua cucu yang lucu lucu..." Jawab bunda dengan wajah bahagia...


"Nambah cucu." Bunda mengangguk kan kepalanya.." maksud bunda, Devi sedang hamil Bun.?" Lagi lagi bunda mengangguk kan kepala..


"Iya mas, Devi sedang hamil..." Jawab Naila disertai anggukan kepalanya....


"Alhamdulillah... Akhirnya keluarga kita semakin bertambah ramai, ayah jadi senang..."


"Iya akhirnya keinginan Denis kesampaian juga .." Bunda pun mengangguk kan kepalanya.


Memang sebenarnya Denis pun ingin juga Devi segera hamil. Namun Denis tidak ingin membuat Devi sedih. Jadi Denis pun harus sabar menemani istrinya, sampai benar-benar tuhan memberikan kepercayaan kepada mereka untuk memiliki momongan...


Sambil mengobrol, Naila pun menikmati makanan bilung yang dia titip ke Denis.. Bunda pun penasaran dengan makanan yang namanya Bilung, bunda pun ikut mencicipi makanan tersebut... Dan bukan hanya bunda Brian pun juga mencicipi makanan yang di beli Naila. Tanpa sadar bilung itu habis dari dalam kantong, dan hanya tersisa saos dan bumbunya saja.


Next malam harinya.


Kini Naila dan Brian sedang bersiap-siap untuk datang ke acara pernikahan temannya Brian...


Brian dan Naila menggunakan pakaian couple dengan warna hitam.. Ya Brian menggunakan setelan kemeja hitam.


Sedangkan Naila menggunakan dress warna hitam Selutut, dengan lengan pendek. Dan bukan hanya itu, rambut Naila di kuncir ala ala gadis Korea. Tak lupa Naila memberikan poni depan,dengan di berikan sedikit pemanis rambut di sisi kiri kanan poninya.. Dengan makeup yang flawles,dan rambut yang di kunci dan di beri poni tengah ala gadis Korea. Naila terlihat sangat cantik, dan terkesan manis.

__ADS_1


Brian yang melihat kecantikan istrinya saat ini, Brian yang memperhatikan nya tanpa berkedip.. Naila terlihat seperti gadis ABG, dan Brian akui, saat ini Brian sangat mengagumi dan terpesona oleh istrinya.


Brian terus memperhatikan kecantikan Naila saat ini. Sampai sampai Naila menjadi salah tingkah di perhatikan seperti itu oleh suaminya...


"Mas, kamu kenapa si ko ngeliatin aku sampai seperti itu..?"


Brian tersenyum lalu berjalan menghampiri Naila. Tatapan mata Brian tidak sedikitpun untuk berkedip, menatap Naila. Lalu Brian menarik tubuh Naila untuk dekat dengan nya.


"Sumpah demi apapun, malam ini kamu sangat cantik Nai. Rasanya aku khawatir kalau mengajak kamu,dengan penampilan seperti ini."


"Khawatir, memang kenapa dengan penampilan aku mas.?"


"Penampilan kamu itu sangat sempurna sayang.. Aku takut jika kamu di sana akan banyak pria yang memperlihatkan kamu sayang.Aku tidak rela aja Sayang."


Naila lagi lagi di buat pusing dengan sikap posesif suaminya itu ..


"Terus bagaimana, apa aku ubah aja penampilan aku nya mas.?"


"Gak usah, dari pada kamu ubah penampilan kamu ini lebih baik tidak usah berangkat. Biar aku pu*s pua* in penampilan kamu ini yang begitu amat menggemaskan bagiku." Naila tidak mengerti maksud dari perkataan suaminya..


"Maksudnya apa mas..?"


"Maksudnya kita tidak jadi pergi ketempat temanku. Dan kita melakukan permainan yang hanya kita berdua saja yang melakukan permainan itu sayang." Sambil mengedipkan mata Sebelahnya, dengan senyuman genit nya ...


"Idihh.. Kamu kenapa si mas, kamu sudah mulai kumat deh gombalnya tuh."


"Kenapa memangnya sayang, aku hanya gombal sama kamu aja ko. Kita batalin aja yuk....?"


Hahahah..... Naila tertawa melihat tingkah suaminya yang mulai menunjukkan tanda-tanda tidak aman untuk dirinya.


" Mas, ada apa si sama kamu. Kenapa kamu jadi seperti ini.. Aku jadi geli tau gak liat kamu, apalagi mata kamu yang menatap dengan tatapan nakal.. Astaga mas mas ...." Naila menggelengkan kepalanya." Kalau gak jadi aku ganti kostum nya dengan daster nih.. itu pakaian yang paling nyaman untuk kaum Ema Ema seperti aku. Hihihi...."


"Iya iya iya jadi...Yasudah yuk kita berangkat sekarang. Kalau kelamaan di sini sama kamu, aku jadi was was, gelisah terus sayang.... " Ucap Brian yang menggenggam tangan Naila, dan meletakkan tangan Naila di lengannya.


Sedangkan Naila mendengar suaminya bicara hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya..


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2