Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Mendengarkan detak jantung


__ADS_3

Bunda yang melihat sikap Denis yang begitu manis kepada Naila, hanya tersenyum. Bunda sendiri bingung dengan sikap Brian yang selalu emosi jika dekat dengan Naila.


Dan tanpa di sadari mereka, Brian diam diam juga memperhatikan Denis menggendong Naila di punggung belakang.


Flashback of


"Sudah jangan di ingat ingat tentang itu. Iya aku akui, aku dulu memang galak sama kamu. Tapi itu semua karena kamu nyebelin, dan cengeng. Apa apa ngadu sama Bunda."


"Aku gak akan nangis, kalau kakak dan teman teman kakak tidak jahil dengan aku. Untung saja dulu itu Denis tidak ikut ikutan galak dan jahil seperti kamu, Denis itu pahlawan aku." Naila tersenyum sambil mengagumi Denis.. " Eeh malah kamu Sekarang yang jadi suami aku. Hihihi...."


Brian mendengar nya sedikit panas.


"Kenapa kamu menyesal iya, kamu ingin nya Denis yang jadi suami kamu, bukan aku iya kan.? Ingat Nai, dia adik ku. Dan sekarang dia ipar kamu, jadi jangan macam macam ya , apalagi menyimpan perasaan ke dia awas kamu.!" Kata kata Brian penuh dengan penekanan, dan ancaman.


"Idih, kakak satu ini, sensi banget. Pake ngancam segala, Kenapa kamu cemburu ya aku selalu memuji Denis. Mangkanya dulu jangan benci aku pas masih kecil. Sudah dewasa malah kamu jatuh cinta sama aku, udah gitu bucin pula." Naila menyunggingkan senyuman ngeledek.


" Hei, wajar aku cemburu kamu itu istri aku sekarang. Jadi jangan macam macam ya, termasuk sama Denis.." Kini bibir Brian cemberut, dan Naila justru tersenyum melihatnya.


"Mas, Denis itu kan adik kamu. Masa kamu cemburu sama adik kamu, yang sekarang dia juga sudah mau menikah dengan Devi sahabat aku. Aku bukan orang yang seperti yang kamu maksud mas. Liat mas di sini tuh ada hasil perbuatan nakal kamu setiap malam." Sambil menyentuh perutnya." Bisa bisanya kamu bicara seperti itu.."


Denis tersenyum mendengar Naila dengan cerocosan nya itu, yang membuat dirinya ingin sekali tertawa.


Saking geregetan nya Naila memakan kue semprong nya dengan kasar. Sambil memeluk bungkusan kue nya , tanpa menatap suaminya.


Bagaimana tidak cemburu dengan Denis, aku tau adikku itu juga menyukai kamu sayang. Aku tau dari cara bicara dan tatapan nya dia ke kamu,kalau dia itu punya rasa sama kamu.Aku tau itu, saat dia belum tau kalau kita berdua di jodohkan. Dan bukan hanya itu, aku pun juga pernah memergoki Denis memandang foto kamu. Dan aku yakin dia juga menyukai kamu. Dan di saat dia tau, kalau kita di jodohkan, dan kamu mau menerima perjodohan itu. Denis pun baru mundur, karena kamu menerimanya. Aku laki laki Nai, jadi aku tau sama tatapan pria yang jatuh cinta dengan wanita, dan tidak nya. Dan aku tau denis menyukai kamu, tapi kamu tidak sadar itu.


Kini mobil mereka sudah sampai di halaman kediaman rumah Bunda Rossa. Di mana seluruh keluarga sudah menunggu kedatangan Naila dan Brian.

__ADS_1


Brian meminta Denis Devi dan Debby membantu membawakan kantong plastik di dalam bagasi mobilnya.


"Banyak banget si ka, memang ini apaan.?" Tanya Debby.


"Liat saja sendiri di dalam. Tuh permintaan bumil, tadi kakak dan Naila mencari ini dulu baru kesini."


Bunda Rossa dan ayah Haris membuka kantong hitam tersebut. Dan tersenyum saat melihat isi dari kantong itu, ternyata isinya kue semprong.


"Waah ini mah kue kesukaan ayah dan bunda nak. Untung kamu beli banyak sayang, lumayan buat teman ngopi ayah kamu Brian."


"Iya Mangkanya aku belikan banyak, karena aku tau kalian suka dengan kue itu."


Ayah Haris dan bunda Rossa pun tersenyum, dan akhirnya mereka pun bersama menikmati makanan dan es cendol tang Brian dan Naila beli. Mereka menikmati bersama sama, demi mengikuti permintaan ibu hamil.


Ke esok kan harinya, Bunda Rossa ikut dengan Brian mengantar kan Naila untuk memeriksa kandungan.


Kini mereka sudah berada di dalam ruangan dokter Sanny. Dan kini Naila sedang berbaring di ranjang di rumah sakit(Stretcher), baju Naila di angkat sedikit di bagian perut, lalu di berikan ultrasound gel, dan tempelkan alat transduser untuk mencari gelombang suara dan letak bayi nya.


Brian menggenggam erat tangan Naila dan juga membelai kening Naila dengan sangat lembut.


"Bagaimana dok kandungan pada anak saya ini.?"


"Baik di sini usia kandungan mba Naila ya, Sudah berusia kurang lebih 10 Minggu.  Ukuran badan bayi nya juga kira-kira sudah sebesar buah lengkeng, dengan berat sekitar 7 gram dan panjang badan dari kepala sampai kaki sekitar 2,54 sentimeter. Dan walaupun masih termasuk mungil, namun baby nya sudah bertumbuh semakin kuat nih mba Naila." Naila Brian,dan juga bunda Rossa tersenyum mendengarnya, sambil menatap ke layar USG tersebut.


" Nah di sini posisi baby nya berada di rahim, dengan kaki yang berada searah mulut rahim. Organ vital pun sebelum nya mulai tumbuh seperti ginjal, limpa dan jantung semakin tampak nyata di perkembangan nya. Ditambah lagi usus, otak dan hati juga sudah ikut tumbuh. Nih mba Naila dan suaminya,bisa lihat Bayi nya di sini terlihat sangat sehat dan aktif tumbuh kembangnya mba Naila."


Bibir keduanya terukir senyuman saat melihat bentuk bayi di layar USG. Bunda Rossa pun menitikan air mata saat melihatnya. Dan saat itu juga mereka bertiga di beritahu oleh dokter Sanny,untuk mendengarkan detak jantung bayinya. Di sana, Naila dan Brian tersenyum, dan air mata pun mengalir di sudut mata mereka berdua.

__ADS_1


Dan entah kenapa hati Naila dan Brian ikut berdebar saat mendengar bunyi detak jantung janinnya. Naila menggenggam erat tangan Brian,seakan Naila merasakan hal yang berbeda yang membuatnya terharu.


Ibu, ayah kalian pasti sangat bahagia, ini detak jantung anakku, yang ada di rahim ku. Kalau kalian ada di sini, kalian pasti tersenyum bahagia melihat dan mendengarnya.


Selesai melakukan USG, kini Naila Brian dan juga bunda Rossa duduk di hadapan dokter Sanny.


"Bagaimana pak Brian dan mba Naila, apa ada yang ingin di tanyakan sebagai calon orang tua baru.?" Dokter Sanny tersenyum


"Begini dok, bahaya ga si dok kalau istri saya sering buang air kecil.? Soalnya kata istri saya dia jadi sering buang air kecil, semenjak kehamilan jalan dua bulan ini.?"


Dokter Sanny pun tersenyum.


" Begini pak Brian,Kebanyakan ibu hamil mulai sering buang air kecil saat memasuki usia dua bulan kehamilan. Penyebabnya karena tubuh memproduksi human chorionic gonadotropin (hCG), yaitu hormon yang memicu buang air kecil". Brian dan Naila mendengar kan apa yang dokter Sanny jelaskan."


"Itu di karena kan apa ya Bu, bisa sering buang air kecil. Dan itu gak membahayakan buat kehamilannya kan dok.?" Brian penasaran,dan terus memberikan pertanyaan nya.


"Tidak pak pak Brian, itu adalah gejala kehamilan yang biasa. Mungkin bisa juga Karena Peningkatan asupan cairan untuk memenuhi kebutuhan tubuh menjadi penyebabnya istri anda sering buang air kecil. Yang terpenting adalah menghindari dehidrasi jika istri anda sering buang air kecil selama hamil."


Brian dan Naila mengangguk kan kepala.


"Apa ada lagi yang ingin di tanyakan pak Brian.?"


"Saya rasa cukup dok. Hanya saja istri saya sering merasakan mual, dan itu hanya di pagi hari saja, dan di saat dia mencium wangi wangian, di saat datangnya matahari pagi. Tapi setelah itu tidak lagi.?"


"Berarti kehamilan istri anda Sensitif Terhadap Bau. Itu terjadinya perubahan hormon saat hamil dapat membuat indra penciuman wanita menjadi lebih sensitif. Hal ini bisa membuat 


Istri bapak  menjadi lebih mudah merasa mual, saat mencium aroma tertentu. Seperti yang pak Brian sebutkan tadi,

__ADS_1


Seperti wangi parfum, masakan yang berbau tajam, dan asap rokok. Jika mba Naila mengalami ngidam nya yang berlebih, nanti bapak bisa membawa mba Naila untuk memeriksa lebih lanjut lagi. Kalau dalam artian ngidamnya mba Naila dalam hal yang tidak wajar saat melihat matahari,atau apapun itu seperti ketakutan."


Bersambung...


__ADS_2