Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Barang kesayangan Naila


__ADS_3

"Aaah iya sayang , ayo kita masuk ke dalam. Maaf ya, kasian jadi pada menunggu." Brian sambil mengecup kening Naila, lalu berjalan sambil bergandengan tangan.


Brian menggaruk kepala nya yang tak gatal. Karena sedikit kesal dengan Fandi. Karena tadi mereka sedang mengobrol, ternyata Fandi meninggalkan Brian di luar begitu saja. Tanpa pamitan olehnya untuk masuk ke dalam.


Kini Brian dan Naila sudah duduk di kursi makan, di sana Fandi justru senyum senyum menatap Brian. Dan Brian tau kalau tatapan itu memberikan isyarat ngeledek ke arahnya.


Brian dan lainnya pun akhirnya menikmati makan siang bersama. Selesai makan Naila menyuruh pak Tommy dan yang lainnya untuk beristirahat di kamar tamu. Begitu pun juga Naila yang kini dirinya sedang di kamarnya bersama Brian, mereka pun beristirahat.


Saat di lihat Naila sudah tertidur, Brian meninggalkan Naila di kamarnya. Brian berjalan menuju ke dapur untuk mengambilkan minum untuk Naila, jika Naila haus saat terbangun nanti.


Saat menuruni anak tangganya, Brian melihat Fandi keluar kamar. Dan berjalan menuju pintu keluar, Brian merasa heran saat melihat Fandi , tapi Brian tidak peduli.


Brian mengambil minuman di botol besar, untuk minum Naila dan juga dirinya saat dikamar. Saat Brian hendak kembali untuk menaiki anak tangganya, Fandi memanggil dirinya dari belakang.


"Brian tunggu..." Brian pun menoleh.


"Ada apa..Aku ingin kembali menemani istri ku..." Sengaja Brian menekankan kata istri untuk Naila di hadapan Fandi.


"Ciiih... Dasar pencemburu. Saya tidak ingin menggangu kalian, saya hanya mengantarkan ini untuk Naila. Itu barang kesayangannya Naila, yang tertinggal di kamarnya. Tolong berikan kepadanya, soalnya tadi aku lupa memberikan kepadanya." Fandi memberikan sebuah paper bag ke Brian." Tolong berikan ke Naila ya, waktu itu hampir di buang oleh ibu saya. Dan saya berhasil menyelamatkan barang kesayangannya itu. "


"Memang nya barang kesayangannya ini apa.?"


"Itu sih hanya sebuah pensil yang bentuknya unik dan aneh. Entahlah benda itu kenapa benda itu amat di sayangi Naila. Dan di situ juga ada sebuah boneka kecil berwarna biru. Seperti nya itu pemberian seseorang sewaktu Naila kecil, soalnya itu di jaga banget dan sudah lama juga. Kotor atau bau sedikit saja, Naila langsung mencucinya."


Brian terkejut mendengar apa isi dari paper bag tersebut." Awas jangan sampai rusak boneka itu, kalau sampai rusak, nanti pasti Naila akan sedih."


" Sedih, Naila menangisi sebuah boneka yang yang sudah rusak.?"


"Iya, boneka itu dulu pernah rusak. Karena di tarik oleh ibu dan Jenni. Bagian kaki dan tangannya dulu sempat sobek, dan Naila sampai menangis. Di saat ayah ingin membelikan nya dengan yang baru, Naila menolaknya. Lalu oleh Naila boneka itu di jahit kembali, dan bahkan bagiannya tangan nya yang sudah tak ada isi busa nya, di isi kembali menggunakan isi dari bantal miliknya."

__ADS_1


Ada senyuman di bibir Brian saat mendengar nya. Berharap apa yang Brian pikirkan itu benar, kalau barang ini istimewa bagi Naila.


"Yasudah terimakasih ya, akan ku berikan ini kepadanya. Sekali lagi terimakasih." Fandi mengangguk." Kalau begitu aku kembali ke kamar dulu, takut Naila mencari aku."


Brian pun langsung menaiki anak tangganya, dan masuk ke kamarnya.


Brian meletakkan botol minumnya di atas meja, lalu Brian dengan tidak sabar nya membuka paper bag tersebut. Brian tidak sabar dengan barang Naila, yang begitu berarti baginya.


Semoga benar barang itu yang ada di pikiran ku , dan apa mungkin masih ada.?


Brian mengambil dua benda itu dari dalam paper bag itu. Dan bibir Brian tersenyum saat melihat dua benda tersebut.


Astaga ternyata benar, ternyata dua benda ini masih ada sampai sekarang. Ini kan sudah 11 tahun yang lalu, dan benda ini masih di simpan oleh Naila. Walaupun boneka ini hanya tinggal satu, dan itupun ada bekas jahitan agar boneka ini kembali utuh. Dan pensil ini, dia masih menyimpannya dengan baik. Ya ampun hatiku tersentuh melihat dua benda pemberian ku ini masih ada, padahal sudah lama banget.


Flashback


Saat itu Brian sedang duduk di bangku SMP, sedangkan Naila masih duduk di bangku SD. Dan saat itu ada pedagang yang menjual pensil, dengan motif lucu. Yang di hias dengan kerajinan tangan, oleh si penjual itu dengan di hiasi boneka kecil di atas pensil tersebut.


"Hei kamu tidak beli.? Nanti saat sampai rumah kamu minta ibumu untuk membeli nya agar bisa samaan dengan Debby." Omel Brian ke Naila.


"Tidak ka, uang aku hilang tadi. Jadi aku tidak bisa membeli nya."


"Iiisshh, kamu itu. Memang uang nya jatuh di mana si Nai, terus kamu gak jajan tadi waktu istirahat.?"


" Naila jajan ka, tadi sama aku.?" Timpal Denis, dan di angguki oleh Naila


"Kalau Naila ingat uang nya jatuh di mana, Naila pasti sudah jajan ka.." Jawab Naila membuat Brian merasa geram.


"Sudah ka, belikan saja Naila satu pensilnya. Kalau uang jajan aku masih ada, sudah pasti aku yang akan belikan untuk Naila." Timpal Denis.

__ADS_1


"Tidak usah ka, gak apa-apa ko." Di hati dan di bibir Naila tak searah.


Di bibir mengatakan tidak usah, tapi Naila terus melihat pensil tersebut. Karena Brian memperhatikan nya sejak tadi, Brian pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya, dengan sikap Naila yang di bilang anak manja itu.


"Kamu mau yang mana, kalau mau ambil satu biar kakak belikan." Naila tersenyum senang saat mendengar nya." Kamu juga Denis kamu mau tidak, kalian itu kan selalu ingin samaan.?"


"Gak ka, itu kan untuk perempuan ka. Sedangkan kan aku laki laki, lebih baik untuk Naila saja." Kata Denis.


Dan akhirnya Brian membelikan pensil tersebut, untuk Naila. Naila merasa senang karena dirinya mempunyai pensil yang sama dan itupun di belikan oleh Brian.


"Terimakasih ka Brian, sudah membelikan Nai pensil."


"Sama sama, di jaga pensil nya jangan sampai hilang seperti uang kamu. Awas sampai hilang ya, kakak akan marah sama kamu Nai." Ancam Brian, dan Naila mengangguk kan kepalanya.


"Iya ka, Naila akan jaga pensil pemberian kak Brian ini. Terimakasih ya ka Brian." Kata Naila dengan senyum nya, Brian pun mengangguk."


Flashback of.


Padahal kalau pensil ini hilang pun gak akan masalah dulu. Padahal punya Debby saja sudah hilang kemana tau, eeh Naila masih menyimpan nya.


Brian tersenyum menatap pensil yang bentuknya masih bagus, hanya saja pensil nya sudah diraut, namun kondisi pensil nya masih panjang.


Kamu benar benar wanita yang bisa menjaga sesuatu yang sudah menjadi milikmu Nai. Dan ini, boneka ini ternyata kamu masih menyimpan ya Nai. Bahkan kamu menjahitnya kembali boneka ini, Jujur aku speechless banget Nai. Aku tak bisa bicara apa-apa saat melihat semua pemberian aku ini masih ada dan kamu menjaganya sayang..


Brian langsung berjalan menghampiri Naila, Brian menggenggam tangan itu, lalu di kecup nya punggung tangan Naila. Entah kenapa perasaan Brian kepada Naila amat lah besar. Di tambah lagi, saat itu sebelum Brian bertemu Naila, Brian dapat kiriman foto Naila saat masa kecil dari Raka. DmBrian berharap jika suatu saat, dirinya di pertemukan Naila kembali.


Dan ternyata Tuhan mendengar harapannya, Brian di pertemukan kembali oleh Naila. Dan bukan hanya itu, ternyata kedua orang tua mereka sudah menjodohkan Naila dengannya. Dan entah kenapa pula Brian justru senang saat di jodohkan, dan Brian tidak mau menolaknya.


Bersambung....

__ADS_1


...Jangan lupa untuk tinggalkan jejak👍 komentar dan Hadiahnya juga apalagi. Alhamdulillah banget, terimakasih ya semuanya..🙏🙏...


__ADS_2