Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Fandi dan Sarah SAH


__ADS_3

"Yang katanya kamu bertemu ayah dan ibumu di mimpi. Dan kamu ingin ikut dengan mereka, cerita kamu itu bohong kan sayang.?"


Brian menyentuh tangan Naila, lalu dikecup nya.Naila melihat wajah suaminya yang terlihat sedih, Naila sendiri bingung apa yang suaminya pikirkan.


"Aku tidak berbohong mas, ataupun mengarang. Aku senang saat itu aku bisa bertemu kembali dengan kedua orang tua ku. Tapi aku sedih juga kenapa mereka datang hanya sebentar,ingin sekali aku ikut dengan mereka."


"Kalau kamu ikut dengan mereka. kamu tidak kasian dengan aku dan anak kamu. Kamu tega meninggalkan kami di sini.Aku tidak rela Nai, kalau kamu pergi begitu cepat meninggalkan kami."


"Mas, setiap manusia pasti akan kembali. Siap atau tidak kita akan kembali ke ...."Belum selesai Naila bicara, Brian sudah menutup agar Naila tidak bicara. Brian menempel kan bibirnya ke bibir Naila, agar Naila berhenti bicara.


"Cukup aku tidak ingin mendengarkan kamu bicara seperti itu lagi.Kalau masih bicara aku akan lahap kamu sekarang juga ,mau...?"Naila pun menggelengkan kepalanya..


Brian membawa Naila ke dalam dekapan nya.


Brian tau, akan kepergian seseorang yang di katakan istrinya. Namun untuk sekarang ini, Brian sedang tidak ingin mendengarkan dan mengalami itu..


Maafkan aku Nai, aku memang egois, posesif, dan cemburuan. Tapi untuk namanya kehilanganmu aku belum siap. Jika boleh memilih biar aku yang pergi lebih dulu, agar aku tidak merasakan kehilanganmu. Aku bisa gila Nai, jika kamu sampai pergi lebih dulu.


Flashback


Entahlah Saat Brian menemani Naila, pasca lahirannya Briana. Saat Brian sedang berada di mushollah, sedang memakai sepatunya. Brian pernah mendengar ada salah satu keluarga pasien bercerita. Entah itu mitos atau apa, ibu ibu itu bercerita. Katanya, setiap wanita yang melahirkan, akan banyak pengganggu atau penunggu saat itu. Apalagi si wanita yang melahirkan itu, ada keluarga nya yang sudah wafat. Dan posisi si wanita yang melahirkan itu keadaannya kritis, sudah pasti akan banyak para keluarga nya yang akan menjemputnya.


Karena yang di ceritakan ibu itu, dialami oleh Naila. Hati Brian ciut kembali, ada rasa takut kehilangan Naila saat itu..Brian pun berlari keruangan Naila, benar saja kondisi Naila saat itu detak jantung nya melemah. Brian benar benar hampir gila saat itu, memikirkan keadaannya.


Syukur nya Naila dapat di selamatkan, dari situ Brian tidak ingin meninggalkan Naila, sebelum Naila membuka matanya.

__ADS_1


Flashback of


Kini di mana tepat acara pernikahan Fandi dan Sarah. Kini Fandi sebagai pengantin pria, dan keluarga sudah berada di sebuah gedung di mna acara pernikahan Fandi dan Sarah diselenggarakan.Brian Naila dan baby Briana pun juga sudah sampai di sana. Mereka menggunakan pakaian warna senada dengan keluarga kedua pengantin, yang menggunakan warna coklat susu.


Naila nampak cantik menggunakan Dress kembaran bersamaan dengan putri kecilnya.Baby mungil itu di berikan bandana, baby Briana nampak lucu menggemaskan.


Acara pernikahan Fandi dan Sarah pun di mulai, di mana Fandi sudah selesai mengucapkan ikrar janji. Dan sekarang Sarah dan Fandi sudah SAH menjadi pasangan suami istri.


Setelah saling sungkeman kepada kedua orang tua sepasang pengantin. Untuk meminta restu dan doa nya untuk menjalani rumah tangga. Di saat moment seperti itu, Naila menitikkan air matanya.


Brian sebagai suaminya, mengerti bagaimana perasaan istrinya saat ini.Brian menitip kan putri kecilnya kepada Melly, yang di mana duduk di samping Brian.


Beruntung nya Sarah, kedua orang tuanya masih bisa menyaksikan pernikahan nya. Mungkin jika ibu dan ayah masih ada, mungkin mereka akan sangat bahagia menyaksikan pernikahan ku saat itu..Doa ku selalu untuk kalian, ayah dan ibu..(Naila)


Air mata pun mengalir dari pelupuk matanya. Naila sangat terkejut, saat melihat ada tangan kekar menggenggam erat tangannya. Naila pun menoleh dan tersenyum kepada pria di sampingnya, yang tak lain suaminya. Brian menghapus air matanya Naila.


Apakah seperti ini, jika kedua orang tua menyaksikan anaknya menikah. Pasti mereka sangat bahagia dan beruntung mempunyai keluarga yang masih lengkap. Sedangkan aku apa, kedua orang tua kandung ku pun aku tidak tau. Apa aku masih mempunyai kedua orang tua, orang tua angkat ku saja, tidak menganggap aku ada. Malang sekali nasibmu Dev, kamu di buang begitu saja dengan keluarga mu..(Devi)


Denis sendiri mengamati wajah istrinya saat ini. Matanya Devi pun mulai mengembun saat menyaksikan acaranya yang membuat nya terharu.


Denis menggenggam erat tangan istrinya. Untuk menguatkan Devi, kalau di sini masih ada dirinya dan keluarganya yang sangat menyayangi dirinya.


Devi tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.Devi tau kalau dirinya selalu membuatnya kuat, dan suami yang paling memahami nya..


Kedua mempelai pengantin pun kini sudah duduk di atas pelaminan. Senyuman pun terpancar kebahagiaan dari wajah mereka..

__ADS_1


Pak Haris dan bunda Rossa pun kini juga sudah hadir dan menyaksikan pernikahan Sarah dan Fandi.. Raka dan Debby pun juga menyaksikan pernikahan Fandi dan Sarah pun juga ikut bahagia. Ternyata teman masa kecil mereka,kini sedang menjadi Ratu tercantik saat itu. Dengan di dampingi dengan seorang pria yang tampan, dan gagah duduk di sampingnya.


"Kenapa kamu tersenyum menyaksikan Fandi dan Sarah. Kamu ingin juga seperti itu Hem...?"Tanya tak dengan menatap wajah Debby St ini berada dihadapannya.


"Iya aku ingin juga seperti itu sayang. Aku tidak ingin pacaran terlalu lama, aku ingin berpacaran saat kita sudah SAH menjadi suami istri. kan enak sudah Halal, jadi bebas dan sah sah saja ya kan.?"


"Oke sayang tunggu saja ya.Aku akan melamar kamu secepatnya. Aku juga tidak ingin lama lama, aku ingin secepatnya menikahi kamu, dan menjadikan kamu istri ku.."


"Baik akan aku tunggu ya sayang.."Raka pun tersenyum manis kepada Debby, Debby pun juga membalas senyumannya itu..


Next


Acara selanjutnya adalah, berfoto seluruh keluarga besar. Dan bukan hanya itu, Naila dan Brian mengajak mempelai pengantin untuk berfoto. Tak lupa gadis kecil yang sangat menggemaskan itu, berfoto dengan di gendong oleh Brian. Briana pun saat difoto terlihat sangat menggemaskan.


Bukan hanya Naila, Devi sebagai bumil pun juga tidak mau kalah ketinggalan. Devi ingin sekali berfoto dengan kedua mempelai pengantin. Dan Debby pun juga sangat heboh untuk ikut foto bersama Sarah dan Fandi dengan mengajak Raka sebagai pasangannya..


Saat Debby memeluk Sarah, yang tak lain sahabat kecil nya. Diam diam tanpa sepengetahuan Sarah dan Fandi. Debby mengambil bunga melati, yang berada di kepala belakang Sarah. Saat berhasil mengambil melati nya, Debby menggenggam nya dengan erat, lalu melepaskan pelukannya dari pengantin wanitanya..


"Selamat ya, Doain juga biar aku bisa menyusul kalian menjadi pengantin. hihihi...."


"Dasar centil dan lenjeh. Ngebet banget ya kamu, hihihi..."Jawab Sarah dengan menggoda Debby.." Pasti dong Debby,aku doakan agar kamu cepat menyusul kami."


"Amiin... Terimakasih ya. Yasudah aku turun dulu ya, sudah banyak yang mengantri untuk foto dengan kamu.." Sarah dan Fandi pun mengangguk.


Raka dan Debby pun turun dari pelaminan. Debby tersenyum bahagia sat turun, dan bukan hany itu. Debby juga berhasil mengambil melati dari si pengantin, dengan cara mencuri nya....

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2