Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Brian masa kecil


__ADS_3

"Iya iya, aku hati hati. Trimakasih Bagas sudah diingatkan." Bagas mengangguk.


"Ekhemm..... Aku di sini rasanya seperti obat nyamuk di tengah tengah kalian. Eh bukan deh, tapi di pojokan seorang diri, karena kalian lah yang berdua di tengah situ. Heheheh... "Kata Anto yang terkekeh meledek Bagas dan Naila.


Bagas melirik ke arah Anto dengan tatapan tak suka.


"Marah, ada yang marah ada yang baper. Udah kaya perawan lagi Dateng bulan, sensi banget si Gas.?"


Naila hanya tersenyum. Melihat dua pria di depannya sedang berdebat. Kini Naila melanjutkan pekerjaan nya membawa loyang yang sudah berisi roti isi. Yang sudah siap, dan akan di masukkan ke dalam oven besar.. Roti pun kini sudah masuk kedalam panggangan, lalu Naila menutup pintu oven nya.


Saat Naila berjalan beberapa langka, ternyata ada tetesan air di lantai dan Naila pun terpeleset.


Aaaaa.... Teriak Naila, Untung saja ada Bagas yang sigap memegangi Naila. Dan Naila pun aman dan tidak jadi terjatuh, karena ada Bagas di belakang Naila, yang akan mengambil sesuatu.


Tatapan keduanya saling bertemu. Dan Bagas menatap Naila lekat lekat, jantung Bagas terasa berdebar saat menatap mata Naila.


'Kenapa jantungku berdebar seperti ini.?' Gumam Bagas dalam hati.


Anto hanya senyum senyum melihat dua pasangan muda itu saling menatap. Dengan sengaja Anto membanting baskom aluminium untuk membuyarkan pandangan keduanya.


Pppprrraaaaaaang.... Benar saja Naila dan Bagas pun saling melepaskan tangan mereka.


"Yaelah, nih baskom pake jatuh segala. Gak ada angin gak ada apa pake jatuh, kan jadi ngagetin orang." Anto berusaha menahan tawanya di depan Naila dan Bagas.


Sedangkan bagas menjadi salah tingkah.


"Trimakasih ya Gas, untung saja ada kamu. Kalau gak, sudah pasti aku akan jatuh duduk di lantai." Bagas mengangguk dan tersenyum.


Lalu Bagas meninggalkan Naila dan berjalan menuju gudang tempat menyimpan bahan baku. Untuk mengambil sesuatu di dalam gudang tersebut.


"Bang Anto senang banget sih ngeledekin orang.?"


" Hehehe... Eeh tapi tadi Abang kaya lagi ngeliat sinetron secara langsung adegan kalian itu.?"


"Dasar bang Anto ketahuan suka nonton sinetron, jadi korban sinetron kan.?" Naila terkekeh.

__ADS_1


"Hahaha tau saja Nai, biasa istri kalau dirumah suka nyetel sinetron di tv berlogo ikan terbang. Jadi Abang nimbrung deh nonton, eeh jadi ketagihan." Anto tertawa sambil menceritakan keseharian nya dirumah.


Naila ikut tertawa, karena merasa lucu .


Kurang lebih 45 menit adonan roti yang Naila oven tadi, kini sudah mengembang. Dan bentuk roti pun sudah sempurna, lalu loyang itu di angkat oleh Anto. Sedangkan Naila sedang memasukkan roti nya ke dalam kemasan.


Setelah roti yang Naila kemas, kini Naila hitung jumlah nya. Saat itu handphone Naila berbunyi, dan tanda pesan masuk.


✉️"Hai... Nai ini aku Brian. Nai, kamu sibuk gak, kira kamu ada acara gak malam ini.?"


Naila membaca pesannya sambil tersenyum, saat tau Brian lah mengirim pesan.


✉️" Ka Brian. Aku bukan orang sibuk Ka, dan aku juga gak ada acara juga, memangnya kenapa ka.?"


Yang di sana membaca balasan pesan dari Naila,dengan senyum senyum sendiri.


✉️"Nanti aku jemput kamu ya, aku ingin ngajak kamu keluar. Aku ingin ngobrol sama kamu, selama 10 tahun ini kita gak pernah ketemu. Kalau kamu mau, kalau gak aku tidak bisa memaksa.?"


✉️"Kaya gak niat gitu ya ngajak nya, hihihi... Oke ka , memang jam berapa ka .?"


Lagi lagi yang di sana tersenyum.


✉️"Oke ka.


✉️"Yasudah semangat ya kerja nya.?"


✉️"Siap..


Setelah membalas pesan Naila pun melanjutkan tugas nya. Entah kenapa Naila merasa bahagia saat tau sekarang dirinya bertemu Brian.


Apalagi dengan sikap Brian yang menjadi baik, dan lembut. Padahal Brian yang Naila kenal dulu adalah Brian yang dingin cuek, garang, tapi kalau sudah kumpul dengan teman temannya dia akan berubah menjadi jahil. Naila adalah salah satu korban yang Di kerjain Brian.


Kadang tidak jarang Naila sering di buat nangis oleh Brian.


Flashback on

__ADS_1


Di saat Naila sedang berjalan bersama Denis ,Debby dan Sarah. Mereka melewati Brian yang sedang bermain, bersama teman temannya. Karena di perkampungan rumah mereka masih banyak kebun, dan ditumbuhi pohon palem. Ada dua pohon tersebut yang sudah tumbang dan tergeletak di tanah. Dan sebagian pohon di bagian bawah sudah sedikit busuk. Jika di belah bagian pohon itu, terdapat ulat dari dalam pohon tersebut. Dan ada beberapa bintang nya keluar dari dalam pohon tersebut, dengan warna hitam dan merah, dan binatang itu bisa terbang. ( kalau di tempat ku bilang itu kemamung/ kumbang palem.)


Brian tau kalau Naila sangat jijik dan takut akan makhluk binatang tersebut. Dengan ide jahilnya, dengan niat nya untuk menjahilinya. Brian sudah mencari, dan menyiapkan binatang itu untuk Naila.


Saat melihat Naila dan kawan kawannya lewat, Brian memanggil Naila.


"Naila.." panggil Brian dan teman temannya.


"Ada apa ka.?" Naila menghampiri Brian ,Raka dan Boim.


"Nih kakak punya sesuatu,kakak yakin kamu suka.?" Dengan tersenyum Brian memberikan sebuah kotak kecil.


Dan Naila dengan tersenyum mengambil nya, Denis sudah curiga dengan hal itu. Karena Raka dan Boim melihatnya dengan senyum senyum jahilnya.


Dan benar saja saat Naila membuka kotak kecil tersebut, ternyata binatang kumbang merah yang berasal dari dalam pohon. Dan itu adalah binatang yang sangat Naila takuti. Apalagi binatang tersebut kini terbang dan hinggap di hidung Naila, alhasil Naila berteriak ketakutan. Sedangkan Brian dan teman temannya, mereka asik melihat Naila yang ketakutan itu.


Aaaaaaaa........ Nailaa berteriak, dan Brian dan teman temannya hanya tertawa melihatnya.


Bukan hanya itu,Raka dan Boim pun menambahkan nya dengan memasukkan batang daun singkong ke dalam kaosnya Naila. Yang di masukkan di bagian leher belakang Naila, alhasil Naila menjerit dan menangis. Di kira Naila itu binatang yang sama, padahal itu hanya batang daun singkong yang di potong potong menjadi kecil.


"Aaaaaaaa.... Ibu ayah.... Hiks hiks hiks ..." Naila sudah menangis dengan menutup wajahnya.


Sedangkan Debby pun juga takut akan binatang tersebut, hanya Sarah dan Denis yang membantu Naila. Setelah dapat binatang itu Denis melempar nya menjauh dari Naila. Sarah dan Debby mendiamkan Naila yang sedang menangis.


Denis mendekat ke arah Brian, Raka dan Boim. Yang tingginya melebihi tubuh nya, karena mereka bertiga lebih tinggi dari Denis. Denis begitu berani berhadapan dengan mereka, dengan wajah marah nya.


"Kalian keterlaluan, sudah besar masih kaya anak kecil. Suka sekali ngejahilin Naila, sampai Naila nangis. Liatin aja aku bilangin ke ayah kalian, biar kalian kena marah.!" Dengan berani nya Denis mendorong Brian dan juga kawan kawannya.


"Kak Brian jahat, liat aja aku bilang sama ayah dan ibu aku. Biar kakak di marahin ayah dan ibu. Aku benci ka Brian, Ka Brian jahat. Hiks hiks..." Dengan kesal Naila bicara seperti itu.


Lagi lagi ada perasaan tak tega melihat Naila menangis seperti itu karena ketakutan.


"Tau nih, ka Brian. Nanti aku bilang ayah dan bunda, biar ka Brian di marahi ayah dan bunda. Hiks hiks hiks...." Ancam Debby menatap kakaknya dengan perasaan kesal.


Brian makin tak tega di tambah melihat adiknya juga ikut menangis.

__ADS_1


Flashback of.


Begitu lah ingatan Naila saat mengenal laki laki bernama Brian saat anak anak. Dan sekarang Brian tumbuh dewasa terlihat tampan dan gagah. Dan di tambah lagi Brian yang ia kenal sekarang menjadi sosok Brian yang hangat, dan murah senyum.


__ADS_2