
Dan akhirnya Denis membantu Naila untuk masuk ke dalam agar bisa beristirahat.
Bunda yang habis keluar bersama Debby, kaget saat melihat Naila di bantu berjalan oleh Denis.. Bunda dan Debby pun berjalan menghampiri Naila.
"Ya ampun Naila sayang, kamu kenapa nak. Denis Naila Kenapa.?" Bunda terlihat khawatir dengan Naila.
"Naila tidak kenapa-kenapa bunda. Hanya sedikit pusing saja." Naila tersenyum agar semua orang tidak khawatir.
"Benar kamu tidak kenapa-kenapa. Ayo Denis bantuin Naila ke kamarnya, ayo nak. Debby kamu ambilkan minum ya dan cemilan yang tadi kita beli."
"Iya bunda." Debby pun langsung menuju ke dapur.
Bunda dan Denis membantu Naila untuk menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"Nah sudah sampai, taro di sini Denis.." Denis pun membantu Naila untuk duduk di tempat tidurnya." Mau pakai selimut sayang.?"
" Gak usah bunda gerah aku nya." Kata Naila dengan tersenyum.
"Ya sudah aku keluar dulu ya. Mau ke toko sudah jam sepuluh juga. Aku tinggal gak apa-apa kan bunda, Naila.?"
"Gak apa-apa Denis kamu ke toko aja. Aku gak enak jadi merepotkan kamu".
"Gak sama sekali, sekarang kita sudah menjadi saudara. Jadi jangan bilang tidak enak ya." Naila mengangguk." Bun, aku berangkat ya."
"Iya Sayang, kamu ke toko saja di rumah ada bunda dan Debby." Denis mengangguk.
Denis pun menc..ium punggung tangan bunda, lalu pergi meninggalkan kamar Naila.
Tidak lama Debby datang dengan membawa susu dan makanan untuk Naila. Bunda mengambil nampan dari tangan Debby, di letakan di atas meja samping Naila. Bunda mengambil kan susu untuk Naila, dan Naila pun meminumnya.
Bunda menemani Naila sampai Naila minum obat dan istirahat. Setelah Naila tertidur bunda baru meninggal kan Naila di kamarnya.
Saat malam hari Brian pulang dan langsung mandi membersihkan badannya. Setelah selesai barulah Brian menemani Naila di kamarnya.
"Tumben kamu baru pulang jam segini mas.?"
"Iya mas lembur, ada laporan keuangan yang harus mas berikan ke atasan. Kamu sudah minum obatnya sayang.? Heeem..." Sambil membelai pipinya Naila dengan lembut.
"Belum.."
"Ko belum si sayang, kamu juga belum makan juga.?" Naila menggelengkan kepalanya." Kenapa si hemm..." Mencubit ujung hidung nya.
__ADS_1
"Nungguin kamu mas, aku dari tadi males makan."
"Jangan gitu dong sayang, kamu harus banyak makan agar bayi kita di dalam ikut makan.. Ya sudah kita makan yuk..." Naila pun mengangguk.
Dan akhirnya Brian dan Naila berjalan menuju meja makan, di mana makanan masih tersedia untuk mereka berdua.
Sebenarnya Brian masih cukup kenyang, karena tadi sempat makan di luar. Namun apalah daya, jika Brian tidak makan, Naila juga tidak akan makan.
Setelah makan Brian tak lupa membuat susu untuk Naila. Dan di bawa ke kamarnya,agar Naila minum saat di kamarnya. Agar Naila dan Brian juga bisa langsung istirahat. Karena hari sudah malam, Brian pun juga merasa lelah.
Ke esok kan harinya, Naila ingin ke toilet. Naila membereskan baju kotor nya untuk di bawa oleh ART nya untuk di cuci. Namun saat sedang mengambil baju Brian yang terjatuh di lantai, Naila merasakan yang aneh.
Naila mencium baju itu, dan Naila nampak berpikir.
"Beda, apa mas Brian ganti parfum ya.? Tapi ini wangi parfum cewek loh." Naila mencium aroma parfum di baju itu kembali.
" Benar aah ini parfum cewek. Enggak enggak enggak,,, mas Brian pria jujur, jadi buang pikiran buruk kamu Nai.."
Saat Naila ingin meletakkan baju itu, Naila melihat ada tanda lipstik pada baju suaminya. Naila menutup mulutnya karena terkejut. Seketika tubuh Naila sedikit lemas.
Naila membuang pikiran buruk pada suaminya. Dan kini Naila duduk di sofa di kamar nya. Dan Brian datang dengan membawa segelas susu untuk Naila , sebelum berangkat kerja.
"Sayang, nih susu kamu. Aku buatkan pagi pagi untuk kamu ya, yuk di minum dulu..."
"Mas.."
"Ya sayang, kenapa.?"
"Kamu ganti parfum ya.?"
"Ganti parfum.? Gak ko, parfumnya masih yang sama, parfum yang kamu suka itu. Kenapa sayang.?" Naila menggelengkan kepalanya.
Brian merasa aneh dengan pertanyaan Naila. Dan Brian melihat raut wajah Naila sedikit berubah, menjadi agak murung.
" Kenapa si sayang.? Kamu bilang sama aku, kamu gak suka wanginya.?" Naila menggelengkan kepalanya." Lalu kamu kenapa murung sayang..."
" Maaf mas, saat tadi aku membereskan baju kotor. Baju kamu, wanginya berbeda mas. Dan bukan hanya itu, ada tanda merah bekas lipstik di baju itu."
"Ow itu, saat aku pulang semalam. Ada ibu-ibu hamil jalan sendiri, dan ingin terjatuh. Untung saja aku jagain, memang posisinya ibu itu di depan aku. Mungkin karena kejadian itu kali sayang. Kamu jangan berpikiran macam-macam ya sayang. Aku gak macam macam ko Sayang di luar sana."
Brian menjelaskan agar Naila tidak salah paham dan tidak membuat nya sedih. Naila pun tersenyum dan berusaha mempercayai suaminya itu.
__ADS_1
"Ya aku percaya mas sama kamu. Maaf ya mas, aku bertanya seperti itu ke kamu.?"
Gak apa-apa ko sayang, aku paham. Yasudah aku jalan ya, nanti jangan lupa makan dan minum obatnya ya.?" Naila mengangguk.
Brian mengecup keningnya Naila, lalu berjalan meninggalkan Naila di kamarnya.
Seminggu kemudian, di saat Naila dan Denis, Devi dan Debby. Mereka menemani Naila untuk jalan jalan. Katanya Naila ingin makan es krim yang besar, Denis di pinta untuk menemani Naila.
Padahal Devi dan Debby ada, kenapa juga Denis harus ikut. Setelah selesai makan eskrim, Denis mengajak tiga wanita itu ketoko nya. Lagian tidak jauh dari toko Denis, ada toko pakaian milik Debby juga. Sekalian Debby mengeceknya, karena Debby jarang datang ke toko untuk ngecek toko nya.
Kini Naila Devi dan Debby sedang jalan jalan melihat isi Mall tersebut. Barangkali ada yang Naila inginkan. Dan Naila tertarik di toko cosmetics. Naila membeli, alat alat kosmetik yang Naila butuhkan.
"Kamu mau apa Dev.?"
"Aku, kamu ngeledek aku Nai. Kamu tau, aku mana pernah pakai beginian. Paling juga lipstik saja. Bedak ku juga hanya bedak bayi Nai, yang di pakai aku tepuk tepuk dulu di tangan baru di wajah. Heheheh.... "Kata Devi membuat Naila dan Debby tertawa.
"Udah ganti jangan pakai bedak tepuk nyamuk. Kamu masih saja pakai itu, ganti Dev. Aku beliin deh , mau ya.?"
" Beneran Nai.?" Naila mengangguk.' Asyik.. Di beliin, tapi aku gak bisa milih make up Nai bagaimana dong.?"
"Tenang ada Debby di sini, biar aku pilih bedak nya ya.?" Devi pun mengangguk.
Debby dan Devi memilih makeup untuk Devi, sedang Naila hanya memperhatikan dua sahabatnya itu dengan tersenyum. Setelah pilihannya pas yang di inginkan Devi barulah Naila membayar nya. Debby pun juga membelikan sesuatu untuk Devi juga.
" Terimakasih ya kalian baik banget si.?"
" Sama sama... Dev.." jawab Debby dan Naila." Ow iya aku mau ke toilet dulu ya sebentar." Devi dan Debby mengangguk.
"Yasudah yuk kita cari toilet nya."
Kini mereka bertiga berjalan mencari di mana letak toilet.Saat sudah sampai di toilet Naila masuk lebih dulu, karena toilet sedang ramai. Setelah Naila selesai dari dalam toilet bergantian Devi dan Debby yang mendapat toiletnya.
"Kamu tunggu sini ya Nai." Kata Devi dan Naila mengangguk.
Saat Naila sedang mencuci tangannya di wastafel, dan mengikat rambutnya. Ada seorang wanita yang melihat dan tersenyum ke arah Naila.
"Hai, kamu Naila istrinya Brian kan.?" Naila mengangguk, dan baru mengingat siapa gadis di hadapannya ini.
Bersambung...
Assalamu'alaikum teman teman Semuanya, Bagaimana kabar kalian, Semoga kalian sehat Semuanya ya... Jaga kesehatan kalian ya, yang sering melakukan aktifitas. khususnya yang beraktivitas di luar, Semoga kalian di berikan kesehatan.
__ADS_1
...Gak pernah bosen buat ingetin kalian. Jangan lupa tinggalkan jempol, komentar kalian. Hadiah pun apalagi, hihihi....! Agar author semangat buat alur cerita nya, anggap aja vitamin untuk author yang lagi sedikit flu dan batuk ini. hihihi... Curhat dikit.... Terimakasih yang sudah membaca cerita ku ini, tanpa kalian aku apa atuhπππππ€...