
Yuk siap siap untuk datang ke pernikahan Naila dan Brian.!!
"Menyesal, untuk apa aku menyesal dengan apa yang sudah menjadi ucapan dan niatku. Sebelum aku mengatakan ini, aku sudah berpikir terlebih dahulu. Bukan hanya itu, aku pun sudah meminta persetujuan dari kedua orang tuaku. Jadi untuk apa aku menyesal, aku hanya tinggal menunggu jawaban dan menjalani hubungan itu." Sambil menggenggam tangan Devi, Denis mengatakan yang membuat Devi tersentuh." Devi Amalia, aku mengatakan apa yang aku rasa. Aku menyukai kamu, saat pertama kali aku melihat kamu di toko saat itu. Dan bukan hanya itu, aku mengagumi kamu. Karena kamu tidak seperti wanita yang pernah aku kenal. Kamu apa adanya, hati kamu pun juga baik, dan aku mengatakan ini tulus dari hati."
Tanpa Devi sadari air matanya pun menetes, dan itu membuat Denis bingung.
" Kenapa kamu menangis Dev.?" Sambil menghapus air matanya.
"Denis, kamu menilai aku terlalu berlebihan. Aku bukan gadis sesempurna itu, aku hanya gadis yang sebatang kara. Dan aku gadis yang kasar juga, aku tidak ingin nanti kamu menyesal dengan ku."
"Aku tidak peduli, yang aku tau kamu itu gadis istimewa. Bukan hanya aku yang menilai seperti itu. Debby, bunda ayah dan kakak bilang seperti itu. Kamu gadis istimewa, gadis yang berhati baik, dan tulus akan arti kebersamaan dan persahabatan. Devi apa kamu mau menjalin hubungan dengan aku.?"
Devi pun tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya. Dan itu membuat Denis terkejut dan tak percaya, karena Devi menerima perasaannya itu.
"Devi kami serius dengan jawaban kamu itu. Kalau kamu menerima perasaan ku ini.?"
" Iya Denis aku menerima perasaan kamu itu. Sudah jangan banyak tanya ,dan jangan buat aku malu akan pertanyaan kamu yang di ulang ulang itu." Devi menutup wajahnya dengan telapak tangan nya.
"Hahaha ... Iya iya maaf, aku tidak akan mengulanginya. Sekarang aku percaya kalau kamu menerima aku, berarti kita pacaran kan.?" Denis pun menarik Devi ke dalam pelu..kannya." Tuhan Terima kasih. Rasanya lega mendapatkan jawaban yang aku inginkan, terima sayang." Denis meng...ecup kening Devi
Dan Devi pun tersipu malu di perlakukan seperti itu. Dan akhirnya Devi dan Denis mereka selesai makan, lalu lanjut nonton. Tangan Devi tak di lepaskan sedikit pun oleh Denis. Senyuman pun selalu menghiasi di bibir mereka.
Balik ke Naila.
Kini Naila sedang jalan ke salah satu tempat di kota. Di mana tempat itu kalau malam suka ada hiburan, tempat kumpul nya anak muda.
Di mana Brian mengajak Naila ke sebuah cafe yang sedang di isi life music. Yang di mana ada sebuah band yang sedang mengisi acara di cafe tersebut. Untuk menghibur pengunjung di cafe itu.
Kini Naila dan Brian sudah masuk ke sebuah cafe, dan sudah duduk bersama pesanan mereka. Brian sejak tadi memperhatikan Naila yang sepertinya menikmati musik dan lagu yang di bawa kan band tersebut.
"Kamu seperti nya menikmati lagu nya, kamu suka lagu lagu ya.?"
"Ya aku suka kebetulan yang di bawakan lagu favorit aku. Dari last child, lagunya selalu bikin baper. Hihihi..."
"Ooohhh ya.?"
"Iya." Naila tersenyum lalu melanjutkan makannya, sedangkan Brian memperhatikan Naila.
"Sebentar ya sayang.?" Naila mengangguk.
Brian pun tersenyum, lalu Brian berjalan meninggalkan Naila yang hanya duduk sendiri. Naila tak tau arah Brian berjalan kemana.
"Ekhem... Selamat malam semuanya, selamat datang para tamu sekalian." Suara sapa Brian terdengar oleh Naila.
Benar saja saat Naila menoleh, Brian kini yang berada di sebuah panggung Kecil. Ya Brian yang saat ini sedang tersenyum dan pandangan nya pun mengarah ke arah Naila.
Naila yang terkejut dengan Brian yang saat ini melambaikan tangannya dan tersenyum ke arah Naila.
"Saya akan menghibur kalian semuanya. Dan khususnya untuk seorang gadis yang senyuman nya begitu manis di sebelah sana". Brian menujuk ke arah Naila yang sedang duduk dan tersenyum manis ke arah Brian.
"Saya akan membawakan sebuah lagu, untuk Kamu Naila Aprilia." Sambil tersenyum.
Prook prook prook. Naila tersipu malu saat semua orang di cafe itu bertepuk tangan dan melihat ke arah Naila.
Brian memainkan gitarnya di awal intro. Dan Brian mendapatkan tepuk tangan dari pengunjung cafe yang berada di sana.
__ADS_1
🎶🎶🎶
Aku tak pernah meminta
Sosok pendamping sempurna
Cukup dia yang selalu
Sabar menemani dalam kekuranganku
Namun Tuhan menghadirkan
Kamu wanita terhebat
Kuat tak pernah mengeluh
Bahagiaku selalu bersamamu
Andai ada keajaiban
Ingin ku ukirkan
Namamu di atas bintang-bintang angkasa
Agar semua tahu
Kau berarti untukku
Selama-lamanya kamu milikku
Kini telah ku buktikan
Kuat tak pernah mengeluh
Bahagiaku selalu bersamamu
🎶🎶🎶
Andai ada keajaiban
Ingin ku ukirkan
Namamu di atas bintang-bintang angkasa
Agar semua tahu
Kau berarti untukku
Selama-lamanya kamu milikku
Namun kusadari diriku
Takkan mampu selalu
Bahagiakan kamu
__ADS_1
Tapi akan ku perjuangkan
Untukmu yang terhebat
Kekasih impian
Andai ada keajaiban (Andai ada keajaiban)
Ingin kuukirkan
Namamu di atas bintang-bintang angkasa
Agar Semua tahu
Kau berarti untukku
Selama-lamanya
Selama-lamanya kamu milikku
🎶🎶🎶
Setiap bait lagu yang Brian nyanyikan, di nyanyikan untuk Naila.
Setelah selesai bernyanyi, Brian pun turun dari panggung dan menghampiri Naila.
Naila memberikan tepuk tangan untuk Brian, Brian tersenyum.
Cup
Brian meng...ecup pipi Naila.
"Suara kamu bagus mas.?"
"Ow ya, aku menyaksikan khusus untuk kamu." Sambil mengedipkan mata Sebelahnya.
Naila tersenyum melihat sikap Brian.
Sebulan kemudian di mana acara yang dinanti kan keluarga ayah Haris tunggu. Di mana hari yang di nanti Brian dan Naila, yaitu hari pernikahan mereka.
Naila yang menggunakan kebaya putih, dengan hiasan dan makeup. Naila terlihat sangat cantik dan pangling.
Brian yang menggunakan setelan jas putih, terlihat sangat gagah dan tampan. Brian duduk di depan wali dan penghulu, untuk mengucapkan ijab kobul.
Naila yang dengan di temani Devi dan Melly, terlihat kalau Naila sangat gugup.
Terdengar suara SAH, di mana di saat setelah Brian mengucapkan ijab kobul.
Naila di antar ke depan Brian di mana pengantin prianya sudah menunggu Naila dengan senyuman bahagia.
Naila menci..um tangan Brian, yang kini sudah Sah menjadi suaminya. Sedangkan Brian kini menci..um kening Naila dan kedua nya memancarkan senyuman kebahagiaan. Bukan hanya kedua pengantin, keluarga sahabat Naila dan Brian pun semua merasakan bahagia.
Terutama pak Tommy, beliau sangat sangat bahagia melihat Naila kini sedang duduk di pelaminan bersama Brian.
'Ayah hanya bisa mendoakan kamu nak. Semoga kamu bahagia dengan keluarga baru mu.' Gumam Tommy dalam hatinya
__ADS_1
Lain pak Tommy yang bahagia melihat Naila dan Brian menikah.Lain juga Fandi yang merasakan sakit saat ini. Ya Fandi masih belum bisa merelakan Naila menikah dengan pria lain.
'Maafkan aku Nai, aku belum bisa merelakan kamu. Tapi aku senang melihat senyuman kamu kembali, aku hanya butuh waktu untuk melupakan perasaan ku ini. Semoga kamu bahagia Nia bersanding dengan nya..' Berkata dalam hati saat melihat senyuman bahagia di bibir Naila..