Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Kedatangan Baby Briana


__ADS_3

Raka dan Debby tersenyum." Terimakasih ya, kalian benar aku tidak peka dengan orang di dekat ku yang udah perhatian dengan aku . Karena kalian aku jadi tau kalau Raka jatuh cinta sama aku ..."


Devi dan Denis tersenyum... Dan mereka pun tertawa saat mendengar tangisan dari baby Briana yang merasa di cuekin oleh mereka...


Tak terasa waktu terus berlalu. Kini usia baby Briana sudah memasuki usia 3 bulan.. Brian lagi bahagia menjalani perannya sebagai seorang ayah, dirumahnya. Ya setelah 2 bulan tinggal di rumah bunda, 2 Minggu lalu juga Brian memboyong istri dan anaknya dari rumah bunda. Kata Brian,agar dirinya bisa benar-benar menikmati perannya sebagai seorang ayah.


Sebenarnya bunda dan yang lainnya tidak keberatan. Jika Brian dan anak istrinya tinggal di sana. Namun mereka tidak keberatan, karena Brian mengatakan kalau hari weekend dirinya akan membawa baby Briana berkunjung kerumahnya..


Next...


Di mana hari weekend, Brian menggantikan tugasnya mengurus baby Briana... Sedangkan Naila disuruh Brian untuk istirahat, karena sepanjang hari Naila yang sibuk mengurus Briana dan juga suaminya.


Kini Brian baru saja memandikan baby Briana. Dan Brian sedang memakaikan pakaian unyuk baby nya.. Dengan cekatan Brian mengurus anaknya dengan telaten.


Dari mengeringkan rambut dan badan yang basah, dengan handuk. Dan Brian pun juga memakaikan minyak telon, memakaikan pakaian. Dan tak lupa Brian memakai kan wangi wangian khusus baby, agar membuat baby nya menjadi wangi. Dan bukan hanya itu, Brian pun memakai kan pakaian anak nya dengan warna-warna yang lucu-lucu.. Seperti saat ini Brian memakai kan pakaian kepada putrinya dengan warna pink, dengan penutup kepalanya serta sarung tangan dan kakinya juga warna pink ..


" Uuuu.... Cantiknya anak papah, sekarang kamu sudah cantik sudah wangi.. Mau ke mana si anak papah, mau kerumah Omah ya sayang...."


Naila sejak tadi tersenyum memperhatikan sikap suaminya yang begitu pandai merawat baby nya...


"Sayang...?"


"Iya mas.." Brian berjalan mendekati Naila yang kini baru saja merapihkan tempat tidurnya, agar baby nya di letakkan di tempat tidur mereka...


"Jadi kan sayang kita ketempat bunda.?" Sambil meletakkan baby Briana di atas tempat tidurnya..


Cup...


Brian mengecup pipi Naila. Naila pun tersenyum mendapatkan sebuah ci*man dari suaminya. Ya Brian memang tak pernah melupakan perhatiannya kepada Naila, walaupun dirinya sudah mempunyai buah hatinya...Namun kasih sayang dan perhatiannya Brian ke Naila takkan pernah Brian lupakan. Apalagi Brian adalah suami yang sangat sayang sekali kepada istrinya. Apalagi jika mengingat pengorbanan Naila saat melahirkan buah hati mereka. Yang membuat dirinya amat ketakutan saat mengingat kejadian itu...

__ADS_1


"Jadi dong mas, lagian para om dan Tanteh nya menunggu kedatangan Briana kesana.."


"Yasudah sekarang kamu bersiap siap ya. Ow iya sekalian kita datang ke acara pernikahan teman kerja ku ya sayang , nanti malam..?"


"Lalu Briana bagaimana mas.?"


"Si cantik biar di titip dengan om dan Tanteh nya saja.. Mereka pun juga tidak akan keberatan ko jika Briana di sana. Apalagi bunda dan ayah, mereka akan sangat bahagia karena cucunya datang menemani mereka semuanya.. "


"Yasudah iya terserah mas aja." Jawab Naila.


Brian pun tersenyum, lalu menarik Naila agar mendekat kepadanya..


"Kamu tau gak, kenapa aku tidak ingin mengajak Briana.?" Naila menggelengkan kepalanya." Sebenarnya aku juga lagi ingin berduaan sama kamu, aku ingin ngajak kamu kencan.. Selama kita menikah, hidup kita seperti banyak Drama nya. Dan penuh dengan luka liku, seperti lagu dangdut yang sering di nyanyikan oleh Bu Fitri, kalau lagi menyapu taman." Ucap Brian dengan senyuman, Naila pun terkekeh..."


Naila pun tersenyum,dan mengangguk kan kepalanya..


"Yasudah iya mas, aku mau.. Tapi kita izin dulu sama Bunda untuk titip Briana sama mereka. Jadi kalau kita pergi kelamaan kan enak, jadi mereka tau.."


"Mas, kamu tau tauan lagi dangdut liku liku. Kamu sering dengar Bu Fitri nyanyi memangnya.?"


"Iya, kalau aku lagi olah raga di luar. Bu Fitri kalau setiap nyapu halaman, yang di nyanyiin nya selalu itu. Kadang aku berpikir, apa Bu Fitri hanya hapal lagu itu ya. Hahaha...." Brian tertawa sendiri jika mengingat Bu Fitri selalu menyanyikan lagu itu itu saja .


Naila yang mendengarnya tertawa. Kadang kadang suaminya itu rese juga, sampai ART nyanyi saja dia ingat lagu nya...


Next....


Kini brian berserta anak dan istrinya, kini sudah sampai. Brian turun dan berjalan untuk membukakan pintu mobil untuk istrinya yang menggendong baby Briana...


Di mana seluruh keluarga sudah pada menanti kedatangan baby Briana di depan pintu.. Naila dan Brian datang dengan senyuman bahagia saat melihat senyuman bahagia di wajah mereka...

__ADS_1


"Wwaaahhh... Siapa ini yang datang yaa... Cucu Omah datang, ucuk ucuk ucuk..." Bunda Rossa dengan senyuman, karena merasa gemas. Dan bahagia saat kedatangan cucunya..


"Ini aku Briana, omah. Aku cudah cantik nih Omah..." Ucap Brian bersuara layaknya anak kecil...


"Cantik cantik, cucu opah cantik banget ini.. Sini sama opah yuk, opah kangen sama Briana.. Muuuaaach....." Ayah Haris mengambil bayi mungil itu dari tangan Brian. Lalu ayah Haris mencium nya karena sangat merindukan cucunya...


Mereka pun masuk ke dalam rumah, dengan membawa Briana dan diikuti Brian Debby bunda Rossa.


Sedangkan Denis dan Devi masih di belakang.


Devi yang melihatnya tersenyum kecut, Naila tau perasaan sahabatnya saat ini. Naila pun merangkul pundak Devi. "Jangan sedih, bismillah semoga kamu bisa cepat memiliki momongan..."


Devi pun tersenyum. "Terimakasih kasih ya Nai. Maaf akhir akhir ini, aku sering melow karena melihat kebahagiaan mereka yang begitu amat merindukan Briana. Sedangkan aku belum bisa memberikan cucu, untuk menemani rasa sepi saat Briana pulang."


"Sekarang kamu ko jadi agak cengeng dan manja gitu si Dev.? Sahabat aku yang berani dan selalu santai mana ya..."


Devi tersenyum..." Apa si kamu Nai, beda aja tau Nai. Dulu sebelum nikah aku masih bisa santai dan tidak peduli segala masalah. Tapi setelah menikah aku mempunyai rasa ketakutan itu, apalagi masalah kehamilan. Sampai sekarang aku belum hamil juga, dan itu yang membuat aku takut..."


"Padahal aku dan keluarga tidak pernah memaksa untuk Devi cepat hamil. Tapi Devi nya aja akhir akhir ini jadi baper.."


" Devi kamu jangan takut, aku tau bunda dan ayah seperti apa . Terutama Denis suami kamu, dia itu pria yang paling pengertian.. Aku yakin secepatnya kamu akan di berikan momongan, kamu yang sabar ya.."


"Tuh dengerin, kamu harus sabar. Lagian kan aku bilang, kita nikmatin aja masa masa berduaan seperti ini... Anggap aja kita pacaran iya kan Nai..?" Naila mengangguk..


"Yasudah iya iya, aku minta maaf. Aku janji gak akan baper baper lagi deh. Terimakasih ya Nai, kamu itu memang sahabat ku yang istimewa deh..." Naila tersenyum..


"Oow iya, nanti malam aku titip Briana sama Kalian ya.? Soalnya mas Brian mengajak aku untuk datang ke acara pernikahan temannya. Kan kasian sama Briana kalau di ajak, soalnya malam. Sekalian mas Brian mengajak aku untuk kencan katanya. Hihihi..."


"Tenang saja Nai, aku malah senang kalau harus menjaga Briana.. Ya sudah kalian nikmati aja acara berdua kalian.. Masalah Briana jangan dipikirin santai aja . Di sini ada kakek nenek, om dan Tanteh nya yang siap menjaganya..." Jawab Devi dengan semangat...

__ADS_1


Naila pun mengangguk, Naila dapat melihat wajah bahagia Devi saat di titip kan Briana olehnya..


Bersambung...


__ADS_2