Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Jajanan Bilung


__ADS_3

"Tenang saja Nai, aku malah senang kalau harus menjaga Briana.. Ya sudah kalian nikmati aja acara berdua kalian.. Masalah Briana jangan dipikirin santai aja . Di sini ada kakek nenek, om dan Tanteh nya yang siap menjaganya..." Jawab Devi dengan semangat...


Naila pun mengangguk, Naila dapat melihat wajah bahagia Devi saat di titip kan Briana olehnya..


Seharian ini, dengan kedatangan baby Briana rumah bunda Rossa menjadi ramai karena semuanya berkumpul. Saat sore harinya, bunda berada di kamar. Setelah memandikan baby Briana, Naila pun memakaikan baju baby Briana. Yang juga di temani bunda Rossa.


" Naila, kalian jadi kan nanti malam mau keluar ketempat acara temannya Brian.?"


"Iya bunda, aku titip Briana dulu ya Bun.?"


"Iya sayang,, bunda senang jika memang kalian titipkan anak kalian. Bunda jadi ada hiburan, melihat Briana.. Ow iya Nai, itu bibi kamu kapan ya acara pernikahan Fandi dan Sarah.?"


" Katanya sih bulan besok Bun.. Nanti juga paman dan bibi kesini, kemarin paman telpon aku soalnya..." Bunda menganggukkan kepalanya...


Setelah baby Briana sudah selesai di pakaikan bajunya. Lalu bunda membawa Briana ke ruang keluarga. Yang di mana keluarga sudah menunggu nya.


Kini baby Briana sudah berada di ruang keluarga, ayah Haris yang melihat kedatangan istri dan menantunya, lalu tersenyum. Karena ayah Haris melihat baby Briana yang sudah terlihat menggemaskan berada dalam gendongan istrinya...


"Eeehhh.... Cucu opah Sudah datang. Aduh duh duh... Cantik banget si cucu opah". Lalu ayah Haris mencium wangi dari cucunya." Heeeemmmm harum nya cucu opah... Sini sini Bun, biar ayah gendong. "


Pinta pak Haris, yang minta gantian untuk menggendong baby Briana..


"Bunda saja baru gendong Briana yah. Dari tadi kan di ajak main sama om dan Tanteh nya .." Tapi bunda tetap menyerahkan Briana kepada suaminya, walaupun rasanya berat melepaskan nya.


Brian dan Naila tersenyum, saat melihat kedua orang tuanya saling berebutan anak mereka....


Ayah Haris pun merasa sangat senang, lalu ayah Haris menggendong Briana untuk duduk di teras, yang sudah di sediakan sofa untuk santai...


Saat itu juga Denis turun menuruni anak tangganya, sambil menggaruk kan kepalanya...


Bunda, Naila melihat kalau Denis merasa kebingungan...


"Denis, kamu kenapa nak..?"


"Iya Denis, kamu kenapa.?"


"Aku mau keluar Bun, Naila.. Aku mau mencari sesuatu yang di minta Devi.?"

__ADS_1


"Devi minta apa, Devi sakit memangnya.?" Tanya Naila...


"Kaya nya si begitu , dan sekarang dia lagi tiduran saja di kamar. Katanya kepalanya pusing. Dia minta di Carikan rujak ulek, dia mau makan yang segar segar katanya.. Udah gitu dia minta Carikan jajanan bilung, di sini mana ada gituan.. Kalau beli jajanan kaya gitu kan di sekolah itu juga pagi. Lah ini kan sore, di mana nyari nya..?"


"Bilung.. Bunda baru dengar ada jajanan namanya bilung, memang jajanan apa si Nai.?"


Naila tersenyum mendengarnya,kalau sahabatnya yang kini sudah menjadi adik iparnya. Kini meminta jajanan bilung. Karena yang Naila tau, kalau Devi tidak suka jajanan bilung. Jajanan itu hanya di beli oleh, Naila Rara dan Kiki saja kalau saat waktu kerja di toko kue dulu...


"Nai, ko kamu tersenyum itu bunda lagi tanya.?" Tanya Brian menghampiri istrinya..


"Aaahh... Maaf bunda, Naila malah melamun . Bilung itu jajanan dari bihun yang di goreng dengan telur, lalu di gulung deh di lidi bambu. Lalu di kasih bumbu saos dan bumbu lainnya.." Bunda pun mengangguk." Denis, beneran Devi minta jajanan itu..?" Tanya Naila lagi untuk memastikannya.


"Iya Naila, beneran Devi minta jajanan itu... Memang kenapa si, kamu kaya nya aneh banget mendengar Devi minta jajanan seperti itu .?"


"Ya aneh aja, aku baru pertama kali mendengar Devi minta jajanan bilung. Dia itu gak suka sama jajanan itu. Dulu aja stiap kali aku jajan itu, dia selalu marah tau.. kata Devi, beli makanan ko jajanan bocah si. Soalnya memang dia gak suka jajanan itu.?"


"Iya ya, ko Devi aneh ya.. Makanan yang dia gak suka di pinta. Aku mau beliin jadi ragu, takut gak di makan sama Devi..?"


Bunda dan Naila saling menatap dan tersenyum. Denis yang melihatnya jadi bingung, kenapa dua wanita di hadapannya itu pada tersenyum mendengar Denis bicara ..


"Nak, bunda boleh tanya.?" Denis mengangguk." Kamu merasa ada yang aneh gak sama Devi, akhir akhir ini.?"


"Semoga ini kabar baik untuk kalian Denis. Yasudah sekarang kamu belikan makanan yang di pinta Devi.. bunda yakin pasti dia abisin makanan yang dia minta itu".


Denis mengerenyitkan mata, merasa bingung dengan ucapan Bunda..


" Maksudnya apaan ya Bun. Hubungan nya apa dengan permintaan Devi ini, sama sikap nya dia yang suka aneh..?"


Brian sendiri bingung dengan arah pembicaraan antara bunda dan istrinya.


"Ya sudahlah Denis cepat kamu belikan pesanan nya Devi. Ooh iya sekalian aku titip juga ya, aku mau soalnya hihihi... " Pinta Naila.


Denis tersenyum menggelengkan kepalanya.


" Kamu tuh Nai." Denis menggelengkan kepalanya." Iya iya nanti aku belikan, masalahnya aku tidak tau di mana bilung itu di jual .?"


"Kamu tau kan tempat aku dan Devi kerja.?" Denis mengangguk." Nah dari situ ada kampus kan, di dekat situ ada yang jual. Namanya Bilung enak bang Diki... Jualannya di sebelah kanan kampus , dekat tukang jus." Brian menatap istrinya dengan tatapan hanya Brian yang tau arti tatapan nya itu..

__ADS_1


"Serius Naila di situ ada.?"


" Ada Denis, stiap aku pulang aku lihat dia masih buka ko.?"


"Oke oke,,, aku kesana.. Terimakasih ya Naila.." Naila pun mengangguk.


Denis pun jalan keluar, menaiki motornya. Untuk mencari jajanan yang Devi inginkan ...


"Semoga ini kabar baik ya Nai untuk mereka. Bunda bisa merasakan ke khawatiran Devi. Bunda mau lihat Devi dulu ya Naila.?"


"Naila ikut Bun." Bunda pun mengangguk.


"Mas aku ke kamar Devi dulu ya sebentar.?"


"Tapi aku ingin bicara sama kamu Nai.?


"Iya mas, nanti saja ya mas... Aku mau melihat kondisi Devi...?"


"Yasudah sana." Jawab Brian dengan ketus, Naila pun tersenyum.


Cup.. Naila mengecup pipi suaminya dan tersenyum. Brian pun tersenyum saat mendapat kan kecupan manis dari istrinya.


"Trimakasih ya mas, aku lihat kondisi Devi dulu." Brian pun mengangguk..


Naila pun menyusul bunda di belakang, Naila sengaja ikut dengan bunda untuk ke kamar Devi. Naila tau kalau suaminya akan memberikan pertanyaan tentang penjual bilung.. Naila tau untuk Brian, Naila dilarang menyebutkan nama pria lain di hadapannya. Maklum suaminya kan cemburuan.


Sedangkan Devi di dalam kamarnya, sedang berbaring. Ya Devi merasa kepalanya sangat pusing, dan hanya dengan berbaring lah akan membuatnya sedikit membaik..


Tok tok tok.... Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar...


" Iya masuk..." Jawab Devi yang tidak bisa membukakan pintunya.


Ceklak.... Pintu pun terbuka, Dan ternyata bunda yang membuka pintu nya. Lalu bunda pun langsung masuk ke kamarnya..


"Bunda.." Devi yang melihatnya langsung ingin bangkit dari tidurnya. Namun Devi memejamkan mata nya seakan berat untuk bangun..


" Sudah sudah kamu tidur saja nak, kalau kepala kamu pusing." Bunda melarangnya untuk bangun, dan menyuruh Devi untuk istirahat.

__ADS_1


Bunda pun berjalan menghampiri Devi, lalu duduk di pinggir tempat tidur di samping Devi berbaring.. Bunda menyentuh kening Devi.


Bersambung....


__ADS_2