
Dan kini di hadapannya ada pria yang begitu menyayangi dirinya. Pria yang begitu menyayangi, mengagumi dirinya. Sungguh itu di luar ekspektasi Devi sendiri. Di saat orang orang sering mengucilkan dirinya, hanya Naila dan Denis lah yang menerima nya. Di saat orang menilai Devi gadis kasar, begajulan, sombong, jutek, cewek gak jelas. Tapi hanya Naila dan keluarga Denis lah yang menilai Devi gadis baik baik, dan istimewa.
Devi menatap Denis lekat lekat, ada rasa kagum sayang yang kini Devi rasakan.
"Ko diam, terus juga Kenapa kamu diam begitu melihat aku.?" Devi menggelengkan kepalanya.
"Gak, aku gak kenapa-kenapa. Aku senang saja kamu cemburu begitu, kamu sayang sama aku ya.?"
" Iya lah cinta ku, kalau aku gak sayang ngapain juga aku cemburu.." Sambil mengacak-acak rambut Devi karena merasa gemas.
Sore harinya, di rumah ayah Haris dan bunda Rossa. Devi, Naila, Brian dan ke dua adik kembarnya. Mereka semua sedang berkumpul.
Denis,Debby dan juga Devi. Mereka bertiga sedikit bingung, biasanya juga kalau kumpul ya kumpul. Bunda dan ayah pun juga merasa heran dengan sikap anak sulungnya itu.
"Ayah, bunda Brian ingin memberitahu, kalau Naila ingin memberikan sesuatu untuk kalian. Semoga kalian suka dengan apa yang Naila berikan ini. Ini kado istimewa dari Naila, untuk kalian." Ucap Brian seraya meletakan sebuah kotak berwarna tosca di atas meja.
Bunda dan ayah pun saling melirik, merasa bingung untuk apa mereka di berikan hadiah. Karena bukan hari sepesial untuk mereka.
"Apa ini nak, kan ini bukan hari sepesial untuk kita. Buat apa kasih hadiah segala sayang.?"
"Gak apa-apalah Bun, aku memang ingin kasih hadiah buat kalian. Tapi hadiahnya langsung di buka di sini ya Bun.." pinta Naila
" Loh di buka di sini juga, memang kenapa sayang.?"
"Buka saja bunda.. Semoga kalian suka dengan Hadiahnya.?"
"Kalian, jadi ini untuk kami juga KA.?" Tanya Debby yang sedikit kepo.
__ADS_1
"Iya ini untuk kalian juga bisa, coba buka saja.." Brian dan Naila saling memberikan senyuman.
" Ya sudah terima kasih ya sayang, hadiahnya. Jadi Bunda buka hadiahnya harus di sini." Naila dan Brian mengangguk kan kepalanya. " Yasudah ya bunda buka, yah ayo kita buka hadiahnya ini."
Ayah Haris pun mengangguk, dan mendekati istrinya. Dan membuka kotak hadiahnya dari anak dan menantunya. Brian dan Naila tersenyum dan saling memandang. Sedangkan Devi Debby dan Denis mencoba mengintip apa isi dari kotak itu.
"Jangan jangan isi nya tiket honeymoon untuk ayah dan bunda kali ya." Tebak Denis di angguki oleh Debby.
"Iya kali ya. Jangan jangan kakak kasih tiket bulan madu untuk ayah dan bunda. Tapi honeymoon yang ke berapa ya. Hihihi.... " Kata Devi dengan cekikikan.
"Apaan sih kalian berdua ini. Bunda dan ayah sudah tua masih bulan madu, kan aneh jadi nya." Omel bunda dengan melototi anak kembarnya itu.
Devi yang mendengar berusaha menahan tawanya, tapi bibirnya masih ada senyuman.
"Siapa bilang kita sudah tua Bun. Bunda aja masih cantik ko, masih pantas lah kalau kita punya baby. Ya kan nak.?" Goda pak Haris.
"Betul betul betul... Kita gak menolak ko Bun kalau bunda memberikan kita adik lagi. Apalagi adik kita itu lucu ya kan Denis.?" Debby membantu menggoda bunda Rossa.
Sedangkan Devi Naila dan Brian hanya tersenyum saat tiga orang di hadapannya di omelin Bunda. Sedangkan Debby, Denis dan ayah Haris semuanya diam, dengan memanyunkan bibir nya.
Bunda pun membuka kotak tersebut. Kini kotak nya sudah di buka, namun bunda hanya melihat potongan kertas kecil kecil, yang berada di dalamnya.
Bunda mengerenyitkan mata nya, dan melihat ke arah Brian yang kini sedang tersenyum.
" Lihat aja Bun di bawah potongan kertas itu". Kata Brian.
Ayah Haris yang penasaran mendekati istrinya, dan melihat apa isi dari kotak tersebut. Bunda mengeluarkan isi potongan kertas itu keluar, dan lagi lagi bunda menunjukkan wajah bingungnya. Bunda melihat sebuah foto ukuran kecil, dengan warna hitam putih. Bunda mengambil foto kecil tersebut, dan alangkah terkejutnya, di bawah foto itu ada sesuatu. Bunda mengambil dua benda kecil yang berbentuk panjang dan pipih. Dengan tanda dua garis merah di tengahnya. Lalu bunda melihat foto hasil USG itu dan di satukan dengan alat tes kehamilan itu di tangannya.
__ADS_1
Tangan bunda bergetar saat menyentuh tiga benda kecil tersebut. Mata bunda pun mengembun, ada senyuman di bibir beliau. Ayah Haris pun yang penasaran pun melihatnya, ayah Haris pun tersenyum melihat tiga benda di tangan istrinya itu.
Bunda pun berdiri menghampiri dan menatap ke arah Brian dan Naila dengan tersenyum. Sorot mata bunda berbinar kebahagiaan.
"Jadi ini yang kalian ingin berikan kejutan kepada kami.?" Brian dan Naila mengangguk dan tersenyum. " Jadi ini beneran sayang, kalau Naila saat ini sedang mengandung.?" Brian dan Naila mengangguk kembali.
Denis, Devi dan Debby terkejut dengan ucapan bunda. Dan mereka bertiga segera mengambil tiga benda itu dari tangan ayah Haris.
Bunda menghampiri Naila dan Brian, lalu mem...eluk nya. Bukan hanya itu, bunda juga memberikan ci...Uman kepada Naila dan juga Brian. Dan Naila pun tersenyum dan tak kuasa menangis melihat bunda menangis saat mem...eluk nya.
" Selamat ya untuk kalian. Bunda sangat bahagia mendapatkan kejutan seperti ini dari kalian. Terutama kamu sayang, bunda sangat bahagia putri bunda kini sedang hamil. Ya Allah bunda hanya bisa mengucapkan Alhamdulillah dan bersyukur. Karena kalian sudah di berikan kepercayaan begitu cepat oleh tuhan, untuk mempunyai momongan. Sekali lagi selamat ya nak." Bunda memberikan pel..ukan untuk Naila dan Brian.
"Terimakasih bunda .." kata Brian dan Naila.
Ayah Haris mendekat ke arah Brian dan Naila. "Ayah sangat senang mendapat kejutan luar biasa dari kalian berdua anak ayah. Akhirnya ayah akan menjadi kakek, dan ayah akan mempunyai cucu. "Dengan mem...eluk Brian. "Hahahah... Kamu benar-benar anak ayah Brian. Kamu bisa memberikan bibit unggul kepada Naila, dengan waktu cepat. Dan akhirnya bibit nya membuahkan hasil, selamat nak.. Dan kamu akan segera mendapatkan Brian junior." Ayah Haris, tertawa bahagia,karena tau tentang kehamilan Naila.
Sedangkan Naila dan Brian tersenyum mendengar ayahnya bicara seperti itu.
"Selamat ya nak, kamu akan menjadi seorang ibu. Terimakasih kamu akan memberikan cucu untuk ayah. Sehat sehat ya anak ayah". Naila mengangguk, lalu ayah Haris mengusap wajah Naila.
Lalu Devi pun menghampiri Naila, dan memeluk sahabatnya itu.
"Selamat ya, atas kehamilannya. Aku senang sahabatku yang satu ini akan mempunyai baby. Semoga kamu dan kandungan kamu sehat selalu, aku sangat bahagia Naila". Devi menitikan air mata, dan kembali mem...eluk Naila.
"Amiin. Terimakasih ya Devi, aku juga bahagia mempunya sahabat kaya kamu. Yang selalu peduli, dan selalu ada untuk ku." Devi mengangguk.
" Uuuuuhhh.... Ikutan dong." Kata Debby dengan manja, lalu menghampiri Naila dan Devi. Dan mereka bertiga pun saling berpe...lukan.
__ADS_1
"Selamat ya sahabat ku, teman kecilku, dan kakak ipar ku. Sekarang di perut kamu ada baby, calon keponakan ku yang pastinya akan ngegemesin kaya aku. Hihihi...." Debby terkekeh." Jaga kesehatan ya, jangan cape cape... Aku senang aku akan mempunyai keponakan." Ucap Debby
Bersambung...