Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Mengakhiri hubungan


__ADS_3

"Tapi nyatanya tatapan mata kamu mengisyaratkan kamu kasian sama aku kan." Naila menggelengkan kepalanya.


" Mangkanya aku tidak ingin kamu atau siapapun datang kesini, aku tidak mau dapat tatapan rasa kasihan dari kalian."


Naila pun terkejut dengan apa yang Emiil katakan, pria yang dia kenal baik kini jadi kasar saat bicara dengan nya saat ini.


"Emiil, aku jujur aku kesini hanya untuk melihatmu. Apa salah aku ingin melihat kondisi pria yang aku rindukan saat ini.?"


"Sekarang kamu pergi dari kamar ini, aku sedang tidak ingin di jenguk oleh siapa pun termasuk kamu Nai.!" Air mata yang Naila tahan,kini berhasil mengalir.


Hati Naila terasa terhimpit batu besar saat mendengar ucapan itu, rasanya sesak sekali. Seakan Nafas Naila berhenti seketika.


"Apa maksudmu Emiil, kamu mengusir ku. Emiil aku kangen kamu . Hampir 2 Minggu aku tidak bertemu dengan kamu Emiil, tapi nyatanya tanggapan kamu seperti ini ke aku. Apa salahku ku Emiil, kenapa kamu menjauh. Padahal aku tidak bermaksud untuk mengasihani kamu atau menghina kamu, aku tulus ingin tahu keadaan kamu. Hiks..Hiks.. Naila pun akhirnya menangis, dan Emiil berusaha kuat agar tidak ikut bersedih mendengar Naila seperti itu.


"Jangan kamu menangis di sini Nai, aku sedang tidak ingin mendengar Isak tangisan kamu." Wajah Emiil tidak ingin melihat Naila, yang dia tau ,Naila sedang terluka." Aku minta Kamu jangan kesini lagi, aku tidak ingin melihatmu. Menjauh lah dari aku, dan aku minta akhiri hubungan kita. "


Hiks hiks hiks... Naila menangis tepat di saat Emiil mengucapkan kata akhiri hubungan nya itu. Emiil sendiri mencengkram erat seprainya saat mendengar Naila menangis.


"Emiil lihat aku, jangan menghindar tatapan kamu saat ini. Kamu tega bilang Seperti itu ke aku, di saat hatiku mulai nyaman dengan kamu. Di saat hanya kamu yang bisa mengerti aku, dan di saat kamu berniat membawaku pergi dari sana. Tetapi kenapa kamu yang menghindar dari aku Emiil, kenapa Emiil. Dimana kamu yang tak pernah menyerah dimana kamu yang dulu.?" Naila sudah mulai emosi.


"Emiil yang dulu sudah hancur, yang ada Emiil yang tak berguna saat ini. Apa yang kamu harapkan dari pria macam aku ini, aku ini tidak bisa jalan Nai. Jangankan buat melindungi kamu dan membawa kamu dari sana ,untuk membawa diriku sendiri aku tak mampu. Ini yang kamu harapkan dari aku, iya Nai. Kamu mau melihat aku di hina oleh keluarga dan orang lain.?" Emiil pun sangat marah dan membentak Naila.


Hingga Naila menaikan kedua bahunya karena dapat bentakan dari Emiil. Dan suara Emiil marah pun terdengar sampai keluar.


"Sekarang aku minta sama kamu, sekarang kamu lupakan apa yang sudah aku ucapkan dan aku janjikan sama kamu Nai. Kita akhiri hubungan kita Nai, aku ingin hubungan kita ini berakhir. Dan satu lagi kamu pergi dari sini, pintu keluarnya ada di sebelah sana."


Emiil memberitahu letak pintu kamarnya.


Tetapi Emiil enggan untuk melihat wajah Naila.

__ADS_1


Naila menangis Sampai pundak Naila bergetar. Hati Naila terasa sakit saat Emiil mengucapkan itu semuanya. Naila menghapus air matanya, dan berusaha tentang.


Naila pun mengangguk.


"Baik, baik jika ini yang kamu inginkan. Sebenarnya tanpa harus kita akhiri hubungan ini, aku akan mencoba bertahan dengan kamu. Tapi kamu yang memintaku untuk pergi dari kamu, dan menjauh dari kamu. Bahkan kamu meminta mengakhiri hubungan kita. Aku mengalah sama kamu Emiil, tapi aku minta kamu jangan menyerah dengan kondisi dan keadaan kamu. Kamu harus bisa berjuang untuk kehidupan kamu, setidaknya demi kedua orang tua kamu.


Kalau begitu aku permisi Emiil, aku akan menjauh dari kamu. Dan aku akan pergi sejauh mungkin seperti apa yang kamu mau. Permisi Emiil, tapi untuk terakhir kali nya, izinkan aku melakukan sesuatu untuk mu". Emiil pun mengangguk.


Naila pun mendekat kan wajahnya di samping Emiil. Lalu Naila mengecup pipi kanan Emiil, Emiil terkejut dengan apa yang Naila lakukan pada nya.


"Aku sayang kamu Emiil, kamu cepat sembuh ya. Kamu jangan khawatir aku akan menjauh dari kehidupan kamu, permisi."


Itulah yang Naila ucapkan pada Emil setelah menci...um pipinya. Lalu Naila pergi meninggalkan kamarnya dan berlari meninggalkan rumah Emiil tanpa pamitan dengan ibunya Emiil.


Naila melaju kendaraan sangat kencang dari rumah Emiil.


Sedangkan di dalam kamar, Emil sedang menangis apa yang telah ia lakukan pada Naila. Gadis yang teramat dia cintai, dan akan berniat mempersunting Naila. Tapi kini dia sendiri yang menyuruh mengakhiri hubungannya dengan Gadis itu.


Braak, brugh.... Praang...


Segala macam benda di lempar nya oleh Emiil, karena dirinya begitu menyesal telah membuat Naila menangis.


"Emiil.. kamu kenapa nak, Astaga kamu kenapa sayang.?" Bu Emilia pun terkejut saat kamar putranya seperti kapal pecah.


"Pergii.... Sekarang mamah pergi, aku ingin sendiri. Pergi sekarang aku minta mamah keluar dari kamarku". Bentak Emiil, membuat Mamahnya Emiil pun bersedih.


Lalu Bu Emilia pun pergi dari kamar anaknya tersebut.


Di saat itu, Naila mengendarai motornya dengan kencang. Naila tidak melihat berapa kecepatan motor nya saat ini.

__ADS_1


Saat sampai depan minimarket Naila tak sengaja menabrak seseorang,hingga orang nya terjatuh.


Naila pun akhirnya turun dan membantu seorang pria yang terjatuh itu.


"Maaf, maaf saya. Saya tidak sengaja menabrak anda.."


Pria itu melihat Naila dengan tatapan tak suka, apalagi karena Naila yang menunduk kan kepalanya.


"Lain kali jangan ngebut seperti ini. Kalau tidak bisa naik motor jangan menggunakan motor.?"


"Maaf kan saya pak.?" Naila pun melihat pria itu, dan pria itu tersenyum saat melihat wajah Naila.


'Cantik'. Gumam nya.


"Siapa namamu.?" Dengan pandangan nya ke Naila.


" Nama saya Naila, saya benar-benar meminta maaf. Saya akan tanggung jawab atas apa yang saya lakukan ini pak mari pak kita kelinik untuk obati lukanya..?"


Pria itu tersenyum menyeringai.


"Tidak perlu, saya akan obati sendiri. Di mana alamat kamu.?" Naila pun memberitahu alamat bibi nya.


Berkali-kali Naila ingin mengajaknya bertanggung jawab untuk mengobati lukanya. Pria itu menolak dan akhirnya Naila pun meninggal kan nya. Dan pria itu masih menatap Naila dari belakang dengan tersenyum menyeringai.


Setelah urusan nya selesai kini Naila sekarang sudah berada di kamarnya. Naila mengurung dirinya di dalam kamar, Naila mengingat kata-kata Emiil yang membuat nya sedih.


"Sekarang aku minta sama kamu, sekarang kamu lupakan apa yang sudah aku ucapkan dan aku janjikan sama kamu Nai. Kita akhiri hubungan kita Nai, aku ingin hubungan kita ini berakhir. Dan satu lagi kami pergi dari sini, pintu keluarnya ada di sebelah sana."


Naila menangis saat melihat Emiil yang kasar seperti itu.

__ADS_1


"Kenapa semuanya menjauh dari aku, kenapa apa salahku".


Naila kembali mengingat saat Naila bertanya ke kakaknya akana ucapannya ke Emiil. Dan benar jika Fandi menyukainya, dan ternyata benar. Dan karena Naila menolak apa yang Fandi katakan . Fandi akhirnya menjauh dari Naila, bahkan yang biasanya pulang seminggu sekali atau dua Minggu sekali. Kini Fandi tidak datang untuk pulang, seperti menghindar darinya.


__ADS_2